Berita Balai


Berita Balai,

Mengenal Bendungan Cengklik Penopang Ketersediaan Air di Kawasan Boyolali

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

16 December 2025

<div><br>Bendungan Cengklik yang berada di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, merupakan salah satu bendungan yang dibangun pada masa kolonial Belanda pada tahun 1923–1931 sebagai upaya memperkuat penyediaan air di wilayah sekitar.<br>&nbsp;<br>Memanfaatkan aliran Sungai Pepe, Bendungan Cengklik memiliki kawasan genangan yang cukup luas dan menjadi sumber air penting bagi masyarakat. Perannya sangat besar dalam mendukung pertanian dan kebutuhan sehari-hari warga di sekitarnya.<br>&nbsp;<br>Salah satu manfaat utama Bendungan Cengklik adalah penyediaan air irigasi untuk lahan pertanian seluas 1.460 hektar. Ketersediaan air dari bendungan ini membantu menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Boyolali dan daerah sekitarnya.<br>&nbsp;<br>BBWSBS berkomitmen memastikan bendungan Cengklik tetap berfungsi optimal untuk mendukung kesejahteraan dan ketahanan air di Wilayah Sungai Bengawan Solo.<br>&nbsp;<br><strong>Manfaat Bendungan</strong></div><div>Manfaat untuk irigasi seluas 1,460 Ha<br><br></div><div><strong>Data Teknis</strong></div><div>Tipe Bendungan : Urugan Tanah Homogen dengan Material Inti Lempung Kelanauan</div><div>Luas Genangan : 3,311,352 m²</div><div>Volume Total : 12,782,030 m<strong>³<br></strong><br></div><div><br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Bergegas Hadapi Ragam Cuaca, Tingkatkan Keterampilan Petugas Hidrologi di Wilayah Hilir

06 April 2021

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melalui Unit Hidrologi menyelenggarakan Capacity Building Petugas Pos Hidrologi Wilayah Hilir, di Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (06/04/2021). Capacity Building ini diikuti oleh 27 Petugas yang terdiri dari Petugas Pos Curah Hujan, Petugas Pos Duga Air dan Petugas Klimatologi dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 guna mengevaluasi kinerja Petugas Hidrologi. Dalam arahannya Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) Sumber Daya Air (SDA) BBWS Bengawan Solo Ali Rahmat, ST, MT menyampaikan bahwa Data Hidrologi adalah data yang penting dalam pengelolaan sumber daya air oleh karena itu pencatatan hidrologi harus tepat dan akurat sehingga diharapkan setelah mengikuti Pelatihan ini dapat lebih baik dari hari sebelumnya. Petugas Hidrologi diberikan materi perihal Evaluasi Kinerja Petugas dan Pos Hidrologi di Wilayah Sungai Bengawan Solo yang disampaikan oleh Adiel Putra Wijaya ST, M.Eng selaku Sub Koordinator Perencanaan Umum BBWS Bengawan Solo dan Motivasi serta Arahan yang disampaikan oleh Akhmad Ramdhon S.Sos MA Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS). Petugas Hidrologi berkesempatan melakukan praktik langsung terkait Standar Operasional Prosedur (SOP), Manajemen Pemeliharaan Alat, serta Tata Cara Pengisian Blangko Quality Control untuk Peralatan Pos Curah Hujan dan Klimatologi. Sebagai apreasiasi atas kinerja yang baik, Kepala Bidang KPI SDA BBWS Bengawan Solo Ali Rahmat, ST, MT memberikan Penghargaan kepada Petugas Pos Curah Hujan dan Klimatologi Terbaik yaitu Bapak Sudarim selaku Petugas Pos Curah Hujan Doplang dan Penghargaan kepada Petugas Pos Duga Air Terbaik yaitu Ibu Sumartiningsih selaku Petugas Pos Duga Air Babat. Semoga setelah mengikuti Pelatihan hari ini seluruh Petugas Hidrologi di Wilayah Hilir semakin trampil di lapangan sehingga dapat menghasilkan data hidrologi yang terintegrasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Seluruh data hidrologi di Wilayah Sungai Bengawan Solo dapat diakses melalui http://hidrologi.bbws-bsolo.net/ (sita).

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Revitalisasi Bendungan Rowo Jombor - Memberi Napas Baru untuk Infrastruktur Lama

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

20 March 2026

<div>Bendungan Rowo Jombor merupakan tampungan air buatan yang berlokasi di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Bendungan ini dibangun sebagai sarana penyediaan air untuk mendukung irigasi pertanian di wilayah Klaten dan sekitarnya.&nbsp;<br><br>Pada tahun 2025 telah dilakukan revitalisasi dan penataan kawasan Bendungan Rowo Jombor guna meningkatkan fungsi serta kenyamanan kawasan. Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan dan penataan infrastruktur di sekitar bendungan serta peningkatan fasilitas pendukung.<br><br>BBWSBS terus berupaya mendukung pengelolaan Bendungan Rowo Jombor agar dapat berfungsi secara optimal sebagai sumber air irigasi serta kawasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan revitalisasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Bendungan Rowo Jombor sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Klaten.<br><br>Data Teknis:<br>&nbsp;- Tipe Bendungan : Urugan Tanah Homogen<br>&nbsp;- Volume Tampungan Total : 5,3 juta m3<br>&nbsp;- Luas Genangan : 168,1 ha<br>&nbsp;- Panjang Puncak Bendungan : 5600 m<br>&nbsp;- Tinggi Bendungan : 4,9 m<br>&nbsp;- Manfaat : Irigasi dan pariwisata<br><br></div><div>Permasalahan utama Bendungan Rowo Jombor Adalah adanya sedimentasi, meluasnya eceng gondok di area genangan serta banyaknya karamba jaring apung (KJA). Permasalahan ini mengakibatkan kurang optimalnya fungsi bendungan akibat volume tampungan berkurang dan penurunan kualitas air.<br><br></div><div>Upaya penanganan Bendungan Rowo Jombor mulai dilaksanakan oleh BBWS Bengawan Solo pada tahun 2021 dan pada tahun 2025 dilaksanakan kegiatan Revitalisasi Rowo Jombor dengan tujuan untuk mengembalikan fungsi waduk. Kegiatan yang dilakukan pada tahun 2025 antara lain, pembersihan karamba, pembuatan dermaga, pekerjaan hidromekanikal, rehabilitasi rumah OP dan perbaikan pedestrian. &nbsp;<br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Penandatanganan Paket Pekerjaan di Lingkungan BBWSBS - Langkah Strategis dalam Pengendalian Banjir dan Penguatan Infrastruktur SDA

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

27 April 2026

<div>Penandatanganan paket pekerjaan di lingkungan BBWSBS dilaksanakan pada Jumat (24/04/2026) sebagai langkah strategis dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Kegiatan ini mencakup supervisi pengendalian banjir Kali Lamong, pembangunan Jabung Ring Dyke, serta penanganan banjir Sungai Bengawan Solo hilir dan anak sungainya di Kabupaten Bojonegoro.<br><br>Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BBWSBS, Gatut Bayuadji, beserta jajaran, serta perwakilan dari Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah Jawa Tengah.<br>&nbsp;<br>Melalui pelaksanaan pekerjaan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengendalian banjir serta memperkuat infrastruktur sumber daya air di wilayah terdampak. Peran supervisi menjadi penting untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar teknis, tepat waktu, tepat mutu dan tepat biaya sehingga dapat memberikan hasil yang optimal dalam mengurangi risiko bencana.<br>&nbsp;<br>Kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan penyedia jasa dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang andal, terintegrasi, dan berkelanjutan. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung ketahanan lingkungan dan pembangunan wilayah secara berkesinambungan</div>

Baca Selengkapnya