Berita Balai,
10 December 2025
<div>Halo #KoncoBengawan, aplikasi SIGab Bengawan Solo kini hadir dengan pembaruan terbaru versi 4.1.5! Ada beberapa peningkatan fitur yang siap memudahkan kalian dalam mengakses layanan publik.<br><br></div><div>Pada versi ini, SIGab Bengawan Solo menghadirkan Fitur WA Center Unit Pelayanan Terpadu (UPT) BBWS Bengawan Solo yang memudahkan kalian dapat terhubung langsung dengan petugas UPT, lebih cepat dan efisien. <br><br>Selain itu, kini tersedia submenu SMAP sebagai ruang bagi kalian untuk mengisi survey Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Fitur ini mendukung upaya peningkatan integritas dan transparansi layanan di BBWSBS.<br><br></div><div>Tampilan side menu juga diperbarui dengan pengelompokan menu Hidrologi dan Kualitas Air ke dalam Sistem Informasi, sehingga navigasi dalam aplikasi menjadi lebih rapi dan mudah ditemukan.<br><br></div><div>Untuk #KoncoBengawan yang sudah install aplikasi SIGab Bengawan Solo, yuk update ke versi terbaru agar bisa menikmati fitur-fiturnya secara optimal. Jangan lupa beri rating sesuai pengalaman penggunaan kalian, ya!</div><div><br></div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
25 May 2022
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyiapkan sejumlah langkah antisipasi melalui Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Songputri, Bendungan Nawangan dan Bendungan Parangjoho jika mengalami kegagalan konstruksi. Meskipun saat ini ketiga bendungan tersebut dalam kondisi normal, tetap harus dilakukan monitoring secara terus menerus. Kegiatan Koordinasi Rencana Tindak Darurat ini dilakukan di Kantor Dinas Bupati Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (25/05/2022). Acara tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kegiatan koordinasi ini dihadiri oleh BBWS Bengawan Solo, Bupati Wonogiri, Setda Wonogiri, serta sejumlah Camat dan Kepala Desa. Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., dalam hal ini mewakili Kepala BBWSBS menyampaikan sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 27 Tahun 2015 Pasal 2 bahwa konsepsi keamanan bendungan harus memiliki 3 pilar yang salah satunya adalah kesiapsiagaan tindak darurat. Maka dari itu pengelola bendungan harus menyusun dokumen RTD. “Dokumen RTD merupakan dokumen yang digunakan sebagai pedoman atau petunjuk yang didalamnya memuat Pengamanan Bendungan dan Penyelamatan Masyarakat serta Lingkungan, dimana dokumen ini disiapkan secara baik, cermat, dan lengkap, sehingga pada saat keadaan darurat bendungan, dapat dilakukan tindakan pencegahan secara cepat, tepat, dan efektif yang pada akhirnya dapat dicegah atau setidaknya dikurangi risiko terjadinya kegagalan bendungan,” ujarnya. Sri Wahyu mengatakan bahwa BBWS Bengawan Solo telah menyusun RTD guna menjaga keamanan bendungan dari Bendungan Songputri, Nawangan dan Parangjoho itu sendiri. “Dengan adanya acara ini, kami mengharapkan masukan dari pihak-pihak terkait guna kesempurnaan Dokumen RTD ini sehingga kegagalan bendungan dapat diminimalisir dan bendungan selalu bermanfaat banyak bagi masyarakat sekitar,” katanya. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
16 December 2025
<div><br>Bendungan Cengklik yang berada di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, merupakan salah satu bendungan yang dibangun pada masa kolonial Belanda pada tahun 1923–1931 sebagai upaya memperkuat penyediaan air di wilayah sekitar.<br> <br>Memanfaatkan aliran Sungai Pepe, Bendungan Cengklik memiliki kawasan genangan yang cukup luas dan menjadi sumber air penting bagi masyarakat. Perannya sangat besar dalam mendukung pertanian dan kebutuhan sehari-hari warga di sekitarnya.<br> <br>Salah satu manfaat utama Bendungan Cengklik adalah penyediaan air irigasi untuk lahan pertanian seluas 1.460 hektar. Ketersediaan air dari bendungan ini membantu menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Boyolali dan daerah sekitarnya.<br> <br>BBWSBS berkomitmen memastikan bendungan Cengklik tetap berfungsi optimal untuk mendukung kesejahteraan dan ketahanan air di Wilayah Sungai Bengawan Solo.<br> <br><strong>Manfaat Bendungan</strong></div><div>Manfaat untuk irigasi seluas 1,460 Ha<br><br></div><div><strong>Data Teknis</strong></div><div>Tipe Bendungan : Urugan Tanah Homogen dengan Material Inti Lempung Kelanauan</div><div>Luas Genangan : 3,311,352 m²</div><div>Volume Total : 12,782,030 m<strong>³<br></strong><br></div><div><br><br></div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
17 November 2025
<div>Pemeliharaan jaringan irigasi memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan sistem pertanian nasional. Ketersediaan air yang stabil dan teratur menjadi kunci utama bagi peningkatan produktivitas lahan pertanian, sehingga pemeliharaan irigasi yang baik merupakan langkah strategis menuju terwujudnya swasembada pangan.<br> <br>Hal tersebut menjadi salah satu fokus BBWSBS untuk melakukan pengamanan, pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, hingga perbaikan darurat sehingga fungsi jaringan irigasi dapat terus dipertahankan secara optimal. <br> <br>Setiap bentuk pemeliharaan tersebut menjadi bagian penting dalam mencegah kerusakan, memperpanjang usia infrastruktur, serta memastikan air irigasi tersalurkan dengan efisien ke lahan pertanian. BBWSBS berharap, upaya tersebut dapat meningkatkan terwujudnya program ketahanan pangan dan mendukung kesejahteraan para petani.</div>
Baca Selengkapnya