Berita Balai,
30 October 2025
<div>BBWSBS terus berkomitmen dalam pengelolaan sumber daya air (SDA) yang efektif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan program Presiden Prabowo yakni swasembada pangan.<br><br>Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kepala BBWSBS, Gatut Bayuadji, beserta jajaran melakukan kunjungan lapangan ke Bendung Gerak Sembayat di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Rabu (8/10/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa infrastruktur SDA yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.<br><br>Bendung Gerak Sembayat merupakan bagian dari proyek Lower Solo River Improvement Project Phase 2 yang didanai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Bendung ini memiliki daya tampung air sebesar 10 juta m³ dan berfungsi untuk penyediaan air baku bagi wilayah di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan.<br><br>Melalui pengelolaan yang terencana dan berkelanjutan, BBWSBS terus berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pertumbuhan ekonomi di wilayah sungai Bengawan Solo.</div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
09 June 2021
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT dan Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Ir. Isgiyanto, MT melakukan koordinasi dengan Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (08/06/2020). Kegiatan koordinasi tersebut sebelumnya telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam kunjungan kali ini, Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Mu’awanah dan Kepala BBWS Bengawan Solo turut membahas progress pengembangan infrastruktur SDA di kawasan hilir. Beberapa progress kegiatan tersebut terkait rencana impounding dan peresmian Bendungan Gongseng. Sebagai informasi, Bendungan Gongseng berada di Desa Kedungsari Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro yang dibangun pada tahun 2014. Tipe bendungan tersebut berupa urugan dengan inti batu . Pembangunan Bendungan Gongseng sangat diperlukan dalam rangka pengembangan insfrastruktur irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan penyediaan air baku di wilayah Kabupaten Bojonegoro dalam rangka pengelolaan SDA berkelanjutan dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, koordinasi BBWS Bengawan Solo dengan Bupati Bojonegoro juga terkait dengan rencana pembangunan Bendungan Pejok dan Bendung Gerak Karangnongko. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Bendung Gerak Karangnongko akan berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas. Agus Rudyanto menyebut jika pengembangan SDA oleh BBWS Bengawan Solo di Bojonegoro telah mendapat dukungan penuh oleh Pemerintah setempat. “Prinsipnya Pemkab mendukung upaya percepatan untuk semua kegiatan strategis BBWS Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro“ paparnya. (BBWSBS/Fira)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
31 October 2025
<div>Kawasan Tawangsari memiliki peran penting sebagai salah satu sentra pertanian dan permukiman di wilayah Sukoharjo. Namun, kondisi Sungai Kedung Jambal yang mengalami pendangkalan dan penyempitan selama ini membuat beberapa titik di Tawangsari rentan terdampak banjir, terutama saat musim hujan tiba.<br><br>Untuk mendukung ketahanan wilayah, dilakukan upaya penanganan banjir melalui normalisasi alur sungai, penguatan tebing, serta pembangunan fasilitas pengatur aliran air. Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran aliran sungai, melindungi kawasan hunian, dan memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap terpenuhi.<br><br>Kini manfaatnya mulai terlihat. Area yang sebelumnya rawan genangan menjadi lebih aman, aktivitas warga berjalan lebih nyaman, dan lahan pertanian dapat kembali produktif sepanjang musim. Penanganan ini menjadi wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan mendukung kesejahteraan masyarakat Tawangsari.</div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
12 January 2022
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, beserta pejabat di lingkungan BBWSBS dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun, Tontro Pahlawanto melakukan kunjungan lapangan di Embung Kresek yang terletak di Kali Plupuh, Desa Bolo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur, Rabu (12/1/2022). Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo telah menyelesaikan pembangunan Embung Kresek Embung kresek ini mempunyai kapasitas tampungan sebesar 61 ribu m3, luas genangan 3,21 ha dan luas daerah aliran sungai 8,90 km2 dengan manfaat sebagai layanan kebutuhan air irigasi daerah eksisting (intensifikasi pertanian) 100 ha. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan pembangunan embung dilakukan untuk membantu mencukupi kebutuhan air di beberapa wilayah di Kabupaten Madiun. Bukan hanya untuk kebutuhan air untuk pertanian, pembangunan embung juga bisa ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih. “Dengan adanya Embung Kresek ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air irigasi lahan pertanian di tiga kecamatan yakni Kecamatan Geger, Dagangan, dan Wungu, selain itu sebagai resapan air, kawasan pariwisata, serta untuk konservasi Sumber Daya Air ,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya