Berita Balai


Berita Balai,

Mengenal Bendungan Cengklik Penopang Ketersediaan Air di Kawasan Boyolali

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

16 December 2025

<div><br>Bendungan Cengklik yang berada di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, merupakan salah satu bendungan yang dibangun pada masa kolonial Belanda pada tahun 1923–1931 sebagai upaya memperkuat penyediaan air di wilayah sekitar.<br>&nbsp;<br>Memanfaatkan aliran Sungai Pepe, Bendungan Cengklik memiliki kawasan genangan yang cukup luas dan menjadi sumber air penting bagi masyarakat. Perannya sangat besar dalam mendukung pertanian dan kebutuhan sehari-hari warga di sekitarnya.<br>&nbsp;<br>Salah satu manfaat utama Bendungan Cengklik adalah penyediaan air irigasi untuk lahan pertanian seluas 1.460 hektar. Ketersediaan air dari bendungan ini membantu menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Boyolali dan daerah sekitarnya.<br>&nbsp;<br>BBWSBS berkomitmen memastikan bendungan Cengklik tetap berfungsi optimal untuk mendukung kesejahteraan dan ketahanan air di Wilayah Sungai Bengawan Solo.<br>&nbsp;<br><strong>Manfaat Bendungan</strong></div><div>Manfaat untuk irigasi seluas 1,460 Ha<br><br></div><div><strong>Data Teknis</strong></div><div>Tipe Bendungan : Urugan Tanah Homogen dengan Material Inti Lempung Kelanauan</div><div>Luas Genangan : 3,311,352 m²</div><div>Volume Total : 12,782,030 m<strong>³<br></strong><br></div><div><br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Bendungan Gondang Dukung Swasembada Pangan di Jawa Tengah

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

23 October 2025

<div>BBWSBS terus berkomitmen menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang tidak hanya mendukung kebutuhan masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi sektor pertanian. Pembangunan dan pengelolaan bendungan menjadi salah satu langkah strategis dalam memastikan ketersediaan air sepanjang tahun, terutama bagi daerah-daerah irigasi yang menjadi tumpuan produksi pangan.<br>&nbsp;<br>Hadirnya infrastruktur yang andal merupakan wujud nyata sinergi antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan. Salah satunya dengan adanya Bendungan Gondang yang terletak di Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.<br>&nbsp;<br>BBWSBS akan terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi, agar setiap tetes air membawa kehidupan dan kesejahteraan bagi generasi kini dan mendatang.<br>&nbsp;<br><br>&nbsp;<br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Belajar dari Penyintas Covid-19 BBWSBS Adakan Video Conference

09 July 2021

Pandemi Covid-19 di Indonesia memberikan dampak tidak hanya pada kesehatan masyarakatnya, akan tetapi juga pada gaya hidup akibat berbagai kebijakan yang berlaku untuk penanganannya. Untuk itu Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar kegiatan video conference dengan topik Arahan Menteri PUPR Terkait Penanganan Covid-19, pada Kamis (08/07/2021) malam. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh keluarga besar BBWS Bengawan Solo baik yang berada di wilayah Jawa Tengah (Jateng) maupun Jawa Timur (Jatim). Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menyampaikan arahan yang disampaikan oleh Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., paparan dari Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) BBWSBS, Bambang, S.E., S.T., M.T., paparan dari narasumber penyintas, serta Sapa Isolas Mandiri (Isoman) untuk pegawai BBWSBS yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir.Agus Rudyanto, M.Tech mengingatkan bagi seluruh keluarga besar BBWS Bengawan Solo tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Karena pandemi Covid-19 belum berakhir, selain itu klaster keluarga menyumbang kasus positif Covid-19 yang cukup banyak. “Jangan sampai keluarga tertular karena kita beraktivitas di luar rumah. Kasus dari klaster keluarga cenderung meningkat. Salah satu kuncinya tetap menerapkan protokol 3M,” ujarnya. Agus mengatakan akan menyiapkan tempat isolasi mandiri khusus bagi pegawai yang terinfeksi Covid-19. “Kita tidak menginginkan pegawai BBWSBS yang terpapar Covid-19 semakin banyak. Bagi pegawai yang sedang menjalani isoman yang membutuhkan tempat isolasi kami membantu siapkan tempat. Siapa tahu membutuhkan tempat, karena kalau di rumah bisa membahayakan anggota keluarga yang lain. Selain itu kami juga akan memberikan pasokan obat – obatan penanganan Covid-19, hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan tingkat kesembuhan penderita Covid-19,” ujarnya. Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) BBWSBS, Bambang, S.E., S.T., M.T mengatakan dengan adanya kegiatan video conference dengan seluruh jajaran keluarga besar BBWS Bengawan Solo baik yang berada di wilayah Jawa Tengah (Jateng) maupun Jawa Timur (Jatim). Kegiatan ini, dilakukan untuk menjaga komunikasi antar pegawai agar tetap terjaga yang sedang menjalani isoman. Selain itu untuk para penyintas dapat membagikan tips agar cepat sembuh dari virus Covid-19. “Ada beberapa pegawai BBWSBS yang terpapar Covid-19, kita tanyakan apa saja kebutuhan mereka saat menjalankan isoman. Jangan sampai pegawai yang sedang menjalani isoman tidak mendapatkan obat atau kekurangan kebutuhan lainnya,” katanya. Bambang mengimbau seluruh pegawai BBWSBS untuk tetap semangat melaksanakan protokol kesehatan. Sebab dengan menjalankan protokol kesehatan, bisa membantu mengurangi penularan Covid-19. “Untuk menangkal virus, baiknya ada peningkatan daya tahan tubuh atau sistem imun di dalam tubuh kita. Cara mengupayakan kekebalan tubuh itu adalah dengan melaksanakan perilaku hidup sehat, dengan makan lebih banyak buah dan sayur, istirahat cukup serta olahraga berkala,” lanjut dia. Guna mencegah penyebarluasan Covid-19 dengan pertimbangan seksama dari masing-masing pegawai BBWSBS telah melaksanakan pola hidup bersih dan sehat serta melakukan prosedur kesehatan sesuai Protokol Kesehatan dari Pemerintah untuk Penanganan Covid-19. Dengan ini diharapkan dapat melakukan pekerjaan masing-masing dengan baik tanpa terganggunya penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, serta pada saat yang bersamaan dapat mengurangi terjadinya penyebaran virus corona di Indonesia. (BBWSBS/Tamara - Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Kuliah Lapangan Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya bersama BBWSBS - Kolaborasi Edukasi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

19 May 2026

<div>BBWSBS menerima kunjungan mahasiswa program studi Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Ampel Surabaya pada hari Senin, 12 Mei 2026 untuk melakukan kuliah lapangan di Bendungan Karangnongko yang terletak di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Kuliah lapangan ini salah satu bentuk pembelajaran berbasis praktik lapangan yang bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga pengelolaan infrastruktur sumber daya air.&nbsp;<br><br>Selain memperoleh materi teknis, mahasiswa juga diajak untuk memahami berbagai tantangan yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur berskala besar, mulai dari aspek geoteknik, hidrologi, struktur, keselamatan konstruksi, hingga pengelolaan lingkungan. Dalam kuliah lapangan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan mendalam mengenai fungsi strategis Bendungan Karangnongko sebagai salah satu infrastruktur penting dalam pengelolaan sumber daya air di Wilayah Sungai Bengawan Solo.<br><br>Dengan kunjungan ini diharapkan mahasiswa mampu memahami bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, serta tanggung jawab sosial.<br><br><strong>Data Teknis Bendungan Karangnongko</strong><br>Kapasitas Tampungan: 59,1 juta m3<br>Luas Genangan: 1.026,55 ha<br><br></div><div><br><strong>Manfaat Bendungan Karangnongko</strong><br>Irigasi: 63.774 ha<br>Air baku: 1.150 liter/detik<br>Reduksi Banjir: 760 ha<br>PLTA: 1 MW</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Pengendalian dan Pengaturan Anak Sungai Kali Kebo

31 January 2022

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring anak sungai Kali Kebo tepatnya di Tempat Pembuangan Akhir Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Surakarta, Senin (31/01/2022). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T., Kabid Operasi dan Pemeliharan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) Sumber Daya Air (SDA), Ali Rahmat, S.T., M.T., dan beberapa pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kali Kebo merupakan sungai orde 3 dari Sungai Bengawan Solo yang memerlukan pengendalian dan pengaturan dalam rangka menambah volume tampungan debit banjir dan mengendalikan pencemaran air pada ruas sungai yang masuk di daerah pembuangan sampah. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengalihkan aliran Kali Kebo mengitari gunungan sampah pada TPA Putri Cempo, yang dalam perencanaannya diperlukan kajian secara detail sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T. “Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya dampak negatif dari pengalihan alur sungai, maka perlu dilakukan kajian pengaruh pengalihan sungai terhadap tren perubahan hidrolik, morfologi, dan banjir di hulu dan hilir ruas pengalihan sungai,” katanya. Naryo menjelaskan bahwa BBWS Bengawan Solo melakukan pengendalian dan pengaturan anak sungai Kali Kebo dengan melakukan pengalihan alur sungai melalui tepi area Blok C kearah sungai eksisting yang salahsatu tujuannya adalah dalam rangka mendukung operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional sesuai tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Bendungan Jlantah - Peran Strategis dalam Pengelolaan Sumber Daya Air

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

06 January 2026

<div>Bendungan Jlantah merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang berada di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Bendungan ini dibangun sebagai tampungan air buatan yang berfungsi menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.<br><br></div><div>Keberadaan bendungan ini memberikan manfaat penting, terutama untuk mendukung irigasi pertanian, penyediaan air baku, serta membantu mengurangi potensi banjir. Dengan pengelolaan yang baik, bendungan menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan air dan kelestarian lingkungan.<br><br></div><div>Selain manfaatnya, Bendungan Jlantah juga memiliki peran strategis dalam konservasi sumber daya air. Tampungan air yang tersedia membantu menahan air saat musim hujan dan menyediakannya kembali saat musim kemarau.<br><br></div><div>BBWSBS terus berkomitmen mengelola dan memelihara Bendungan Jlantah agar dapat berfungsi optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung ketahanan air di Wilayah Sungai Bengawan Solo.</div><div><br></div><div><strong>Manfaat Bendungan</strong></div><div>Irigasi 1,494 Ha</div><div>Penyediaan Air Baku 0.15 liter/detik</div><div>Reduksi Bajir 70.36 m³/detik<br><br></div><div><strong>Data Teknis</strong></div><div>Tipe Bendungan : Urugan Tanah</div><div>Luas Genangan : 535,000 m²</div><div>Volume Total : 11,960,000 m³<br><br></div><div>&nbsp;</div>

Baca Selengkapnya
Accessibility
Pengaturan Teks
Tampilan
Audio
Aktifkan Suara