Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
05 March 2021
Pembangunan infrsatruktur di suatu wilayah dapat meningkatkan dan menggerakan sektor lain sebagai upaya pembangunan dan perkembangan di wilayah tersebut, seperti Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang direncanakan akan di bangun di Sungai Bengawan Solo tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur yakni sisi kiri berada di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dan sisi kanan berada di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sebagai upaya percepatan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT berkoordinasi bersama Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, ST MM, dan Tim Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Gadjah Mada (UGM) serta Jajaran Pemerintah Kabupaten Blora membahas terkait Progres Pekerjaan Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jum’at (04/03/2020). “Dalam proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko BBWS Bengawan Solo telah melaksanakan beberapa kegiatan yaitu Review Detail Desain Bendung Gerak Karangnongko, Larap dari Area Genangan, dan Larap Irigasi. ” Pesan Ir. Isgiyanto, MT dalam paparannya. Bendung Gerak Karangnongko direncanakan dibangun dengan tipe concrete gravity, dengan daerah tangkapan seluas 10,03 Km2 serta berdaya tampung efektif sebesar 59,1 juta m3. Di masa mendatang diharapkan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha. Kebutuhan air baku Kabupaten Bojonegoro 280 lt/dt, Kabupaten Blora 100 lt/dt, Kabupaten Tuban 275 lt/dt dan Kabupaten Ngawi 500 lt/dt serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Tri Yuli Setyowato, ST MM dalam kesempatan itu menyampaikan ajakan agar bersama bergerak membentuk Satgas bersama Lintas Instansi agar pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berjalan dengan lancar sehingga dapat menjadi kawasan ekonomi kreatif bagi masyarakat Blora dan sekitarnya. “Kami berharap agar proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko dapat melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan kawasan hutan, sehingga kawasan Hutan di sekitar Bendung Gerak Karangnongko tetap terjaga kelestariannya” Ungkap Dr. Wahyu Wardhana, S.Hut, M.Sc selaku Koordinator Perencanaan KHDTK. Pertemuan kali ini membahas terkait beberapa mekanisme dalam proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko seperti pembebasan lahan, relokasi masyarakat, pembahasan teknis sekaligus opsi solusi yang akan dilakukan yang menyesuaikan budaya masyarakat yang ada disekitarnya. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo akan senantiasa bekerjasama dengan berbagai Instansi dalam pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. (bbwsbs/sita).
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
18 February 2022
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo mengadakan pelepasan pegawai On The Job training (OJT) yang mulai bertugas di wilayah baru berdasarkan surat keputusan Direktur Jendral Sumber Daya Air (SDA) nomor 15/KPTS/D/2022 tentang penempatan pegawai negeri sipil formasi tahun 2019 dan 2020 di Direktorat Jenderal SDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kantor BBWS Bengawan Solo, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (18/02/2022). Kegiatan pelepasan ini dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting dan diikuti oleh pejabat dan pegawai baik yang sedang melaksanakan Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH). Adapun pegawai yang berpindah tugas adalah Sri Wahyuni, A.Md ditempatkan di BBWS Cimanuk Cisanggarung, Pugar Dwi Riswanto S.AP ditempatkan di Sesditjen SDA, Freska Kristiana, A.Md.Ak ditempatkan di Direktorat SSPSDA, Desy Yustika Rini S.T ditempatkan di BBWS Citanduy, Yuliarini Amdan S.T dan Arfan Yosannurahman S.T ditempatkan di BBWS Kalimantan IV Samarinda, dan Ardelia Arlimasita S.T tetap bertugas di BBWS Bengawan Solo. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir.Agus Rudyanto, M.Tech menyampaikan kurang lebih satu tahun para pegawai OJT bekerja di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Untuk para pegawai OJT dimanapun bertugas tetap harus senantiasa menjadi insan PUPR SDA yang bermanfaat. “Saya harap pengalaman kerja di BBWS Bengawan Solo menjadi bekal untuk mulai bekerja di kantor baru. Pesan saya tetap menjaga integritas, selalu menjaga teamwork dengan rekan kerja di kantor baru dan tetap menjaga tali silahturahmi dengan pegawai di BBWS Bengawan Solo,” katanya. Walaupun kegiatan ini diadakan secara virtual, namun komunikasi antar pegawai masih terjaga. Kepala BBWS Bengawan Solo selalu mewanti – wanti seluruh pegawai OJT untuk tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
10 October 2018
Dalam rangka mensosialisasikan dan memberikan pemahan kepada masyarakat terkait dengan antisipasi musim kemarau yang akan berlangsung hingga bulan November 2018 dan persiapan memasuki musim hujan tahun 2018-2019. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengadakan Diskusi tentang Antisipasi Cuaca dan Mitigasi Bencana di Pintu Masuk Pasar Gede Surakarta, Selasa (09/10/2018). Dalam keiatan tersebut dihadiri oleh Dinas PUSDATARU Prov. Jateng, Kalakhar BPBD Prov. Jateng, Staklim Semarang BMKG Jateng, PPK O&P SDA I BBWS Bengawan Solo Antonius Suryono, A.Md.T, SH, MT, serta masyarakat Kota Solo. Bencana yang paling umum terjadi saat musim pancaroba adalah angin puting beliung. Musim pancaroba biasanya suhu udara berubah menjadi lebih panas dan gerah, disertai datangnya angin kencang, terjadinya awan gelap yang relatif singkat serta hujan deras. Hal tersebut sangat memberikan potensi besar terjadinya angin puting beliung dan banjir. Pengenalan tentang mitigasi kebencanaan menjadi kunci kesiapsiagaan masyarakat untuk antisipasi dan penanganan yang harus dilakukan apabila terjadi bencana(DATINBBWSBS)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
12 June 2021
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), M. Basuki Hadimuljono, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo beserta jajarannya dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di wilayah Solo, Jawa Tengah, Sabtu (12/6/2021). Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pada kunjungan pertama, Menteri PUPR melakukan peninjauan proyek pembangunan Pintu Air Demangan di hilir pertemuan sungai Pepe dengan Sungai Bengawan Solo. Menteri PUPR, M. Basuki Hadimuljono disela kegiatan mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang menyelesaikan Pintu Air Demangan Baru berlokasi di Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres,Jawa Tengah. “Saya ke sini untuk melihat progres pekerjaan terutama pengendalian banjir. Pintu air ini dirancang untuk mengendalikan banjir yang kerap terjadi di Kali Pepe maupun Sungai Bengawan Solo,” katanya. Basuki menambahkan banjir yang terjadi di Kali Pepe pada 2020 disebabkan oleh umur Pintu Air Demangan. Pasalnya, infrastruktur tersebut telah dibangun sejak zaman penjajahan Belanda atau pada 1918. “Lokasi pembangunannya [Pintu Air Demangan Baru] pun lebih dekat ke tepi Sungai Bengawan Solo. Sehingga jika terjadi backwater bisa cepat diatasi dan tidak mengakibatkan banjir di hilir Kali Pepe tersebut. Kalau nanti air Bengawan Solo ini tinggi, pintu ini ditutup, air yang dari Kali Pepe dipompa, itu untuk pengendalian banjir. Debit pompa pintu air ini mencapai 70 m3/detik yang dilayani oleh 6 pompa dengan 5 pompa operasional dan 1 pompa cadangan,” katanya. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menambahkan sejauh ini, perkembangan konstruksi Pintu Air Demangan Baru telah mencapai 68 persen. Pekerjaan Pembangunan Pintu Air Demangan Baru dikerjakan dalam 2 tahap. Pada proyek tahap satu pembangunan konstruksi sipil. Tahap dua membangun hidromekanikal dan elektrikal. “Ada tiga bangunan yaitu rumah pompa, rumah jaga, dan rumah ganset. Kami menyediakan enam unit pompa banjir. Kapasitas setiap pompa 2,5 meter kubik per detik,” katanya. Menurut Agus, Pintu Air Demangan yang dibangun memiliki tiga buah pintu masing-masing berukuran 2,5 meter x 5 meter. Pintu air dilengkapi dengan trashrack untuk mengangkat sampah secara otomatis. “Cara kerjanya mekanikal. Sampah sungai yang tertahan [di pintu air] akan dipindahkan secara otomatis ke atas dengan sistem rotary (berputar]. Sampah ditampung pada dump truk [armada sampah atau kebersihan],” katanya. Agus menjelaskan, trashrack merupakan sistem yang dibangun pertama di wilayah kerja BBWSBS. Pembangunan tahap dua tersebut berlangsung hingga Akhir 2021. “Tujuan kami membangun pintu air yang baru di hilir untuk menambah kapasitas tampungan air [long storage] 300.000 meter kubik dan menambah area layanan perlindungan genangan banjir seluas 24 hektare. Saat ini progres pekerjaannya telah mencapai 68,6 persen dan ditargetkan akan selesai sesuai kontrak pada November 2021,” ujarnya. Menteri Basuki juga berkesempatan mengunjungi Pekerjaan Pembangunan Embung Kandang Menjangan di kompleks Mako Grup 2 Kopassus, di Kartasura, Sukoharjo. Kawasan Embung Kandang Menjangan nantinya dapat juga digunakan untuk latihan prajurit Kopassus maupun kegiatan rekreasional dan wisata. Embung Kandang Menjangan memiliki Luas Genangan 4,27 Ha dan Luas Area Embung 5,9 Ha. (BBWSBS/Tamara).
Baca Selengkapnya