Berita KemenPUPR


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Monitoring Proyek Pembangunan Bendungan Gongseng di Bojonegoro

06 May 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan monitoring proyek pembangunan Bendungan di Bojonegoro, Rabu (05/05/2021). Monitoring tersebut dilakukan di lokasi pembangunan Bendungan Gongseng yang berada di wilayah kerja BBWS Bengawan Solo. Kegiatan monitoring di Bendungan Gongseng dipimpin Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech Kepala Bidang Operasi (OP) dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA), Sri Wahyu Kusumastuti, ST. M.Si, Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA IV, Antonius Suryono, SH, MMT. Disebutkan oleh Agus Rudyanto bahwa kegiatan monitoring Bendungan Gongseng diadakan dalam rangka pengecekan lapangan. “Kegiatan lapangan kunjungan kerja di Wilayah Jawa Timur di Bendungan Gongseng dengan harapan pembangunan Bendungan Gongseng dapat berjalan efektif, tentunya dengan kerjasama dari berbagai pihak terkait.,” paparnya. Dari kunjungan tersebut diketahui rincian laporan mingguan. Adapun progress proyek pembangunan Bendungan Gongseng terhadap keseluruhan mencapai 88,55%. Sebagai informasi, Bendungan Gongseng, berada di Desa Kedungsari Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro yang dibangun pada tahun 2014. Tipe Bendungan berupa urugan batu dengan inti. Bendungan yang dibangun dengan tinggi total 34 meter tersebut akan menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik. Selain itu, juga akan meningkatkan intensitas tanam sebesar 250%. Tidak hanya sebagai pengendali banjir, yang dapat mereduksi hingga 133,21 m3/ detik, bendungan tersebut dapat mendukung pengembangan di sektor pariwisata. Pembangunan Bendungan Gongseng sangat diperlukan dalam rangka pengembangan insfrastruktur irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan penyediaan air baku di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, Bendungan Gongseng memiliki beberapa manfaat lain dalam rangka pengelolaan SDA berkelanjutan dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (BBWS/Fira)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Monitoring Progres Penanganan Longsor Kali Gandong di Kabupaten Magetan Jawa Timur

11 August 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Penanganan Longsor Kali Gandong di Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Selasa, (10/08/2021). Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring tersebut dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Sebagai informasi, Kali Gandong merupakan sungai yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Gandong yang bagian hulunya merupakan Gunung Lawu dan hilirnya terletak di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Luas DAS Kali Gandong adalah 158.05 km2. Pada tanggal 21 Januari 2021 telah terjadi banjir di Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur yang menyebabkan longsoran Tebing Sungai Gandong. Berkaitan dengan kejadian banjir tersebut, ditemukan 3 lokasi longsor yang memerlukan penanganan di sepanjang Kali Gandong di Kabupaten Magetan yakni di Jalan Thamrin, Belakang Masjid Agung Magetan dan di Makam Ki Mageti. BBWS Bengawan Solo melakukan penanganan di tiga titik longsor Kali Gandong tersebut. Dalam kegiatan monitoring tersebut, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech meminta agar penanganan longsor Kali Gandong segera dilakukan untuk meminimalisir efek yang terjadi di musim hujan. “Dimohon agar pekerjaan ini segera dikejar sebelum musim hujan datang. Hal tersebut untuk meminimalisir efek yang terjadi di musim hujan karena tebing Kali Gandong rawan longsor,” paparnya. Diketahui progres pekerjaan Penanganan Longsor Kali Gandong Kabupaten Magetan sudah mencapai 53,05% pada 9 Agustus 2021. Sedangkan rencana pekerjaan memiliki target sebesar 55,96% pada 9 Agustus 2021. (BBWSBS/Fira)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Penandatanganan Surat Perjanjian Kerja di Lingkungan BBWS Bengawan Solo

15 March 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) di lingkungan BBWSBS, Senin (15/03/2021). Sebanyak empat kontrak paket pekerjaan yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai I, Yuhanes Widi Widodo, S.T., Sungai dan Pantai II,Yudhi Triana Dewi, S.T., M.Eng., Irigasi dan Rawa II, Ery Suryo Kusumo, S.Pd., M.T., yang dilaksanakan di Kantor BBWSBS, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Penandatanganan paket pekerjaan ini disaksikan oleh Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM beserta pejabat lainnya. Adapun paket pekerjaan yang ditandatangani, yaitu Supervisi Penanganan Banjir Sungai Asem Gandok, Grindulu, atau Anak Sungainya oleh PT. Wahana Prakasa Utama Cabang Jatim senilai Rp. 890.406.000, Supervisi Pengendalian Banjir 3 (Tiga) Sungai di Kabupaten Ponorogo dan Anak sungainya Tahap I oleh PT. Manggala Karya Bangun Sarana KSO, PT. Gunung Giri Engineering Consultant Jo, PT. Skala Pilar Lima senilai Rp. 1.303.570.000, Supervisi Pembangunan Reveretment Kali Anyar Hilir Tirtonadi oleh PT. Arun Prakasa Informindo senilai Rp. 1.770.183.800, Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Bendo di Kabupaten Ponorogo (Tahap II) oleh PT. Teknik Jaya Lestari senilai 13.222.596.730. "Selamat bekerja, semoga semua berjalan dengan lancar. Jangan lupa untuk menjaga protokol kesehatan dimanapun berada," pesan Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech selaku Kepala BBWSBS(BBWSBS).

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Sinergitas Terpadu Wujudkan Kemajuan SDA di Ngawi

26 March 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menerima kunjungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ngawi di Kantor BBWSBS, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (26/03/2021). Kunjungan kerja (kunker) kali ini bertujuan untuk berdiskusi tentang proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) strategis di wilayah Ngawi, yang dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam kegiatan tersebut turut dilakukan pembahasan usulan yang disampaikan saat pertemuan pada 5 Januari 2021 lalu terkait bidang sumber daya air (SDA) yang ada di Ngawi, diantaranya terkait rencana proses pengadaan tanah oleh Pemkab Ngawi untuk proyek perbaikan tanggul Kali Madiun (Ngawi-Kwadungan) serta rencana kegiatan pembangunan Embung Talang di Jogorogo, Ngawi. Selain itu terkait rencana pembangunan Waduk Sine, Pemkab Ngawi telah melaksanakan kegiatan Studi Pendahuluan. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. “Kami akan mendukung terkait usulan-usulan yang diajukan, namun, Pemkab Ngawi juga diharapkan segera menyelesaikan proses terkait pengadaan tanahnya, dengan melakukan koordinasi lebih lanjut. Jangan sampai, ketika sudah berproses namun aset Pemkab Ngawi masih ada yang terkendala,” terangnya. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ngawi, Ir. Hadi Suroso, M.T., juga menyampaikan bahwa pada tahun 2019, Pemkab Ngawi telah melaksanakan Studi Potensi dan DED Air Baku yang berlokasi di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo. “Mengingat lokasi tersebut sangat strategis untuk menambah pemenuhan air baku (embung, dll.), semoga nantinya dapat dilaksanakan pembangunan Embung Ngrayudan oleh Pemerintah Pusat,” paparnya. Pada Tahun Anggaran (T.A.) 2021 BBWSBS telah melaksanakan kegiatan infrastruktur bidang SDA yang berdampak terhadap Ngawi, meliputi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) SIM di Kabupaten Madiun (IPDMIP), Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. SIM di Kabupaten Madiun (IPDMIP), DD Rehabilitasi D.I. Pondok di Kabupaten Ngawi, dan Persiapan Penataan Operasional dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi D.I. Colo di Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Karanganyar, Sragen serta Ngawi. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya