Berita KemenPUPR


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Koordinasi Lanjutan Rencana Revitalisasi Kawasan PPN Brondong di Lamongan

20 May 2021

Terkait kunjungan Presiden Joko Widodo bersama rombongan terbatas ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong pada beberapa waktu lalu, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) juga telah menindaklanjuti permohonan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan sebagaimana perintah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pada kesempatan kali ini, rombongan tim BBWSBS yang dipimpin oleh Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., bersama tim dari Balai Teknik Sungai dan Balai Teknik Pantai berkunjung ke Kantor Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dalam rangka koordinasi lanjutan rencana revitalisasi kawasan PPN Brondong yang dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, pada Rabu (19/05/2021). Sebagai gambaran umum, Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Brondong yang berlokasi di PPN Brondong merupakan tempat bongkar muat dan fasilitas penunjang perdagangan perikanan bagi nelayan dan industri perikanan setempat. Lamongan juga memiliki potensi perikanan yang cukup besar, yakni pada tahun 2020 lalu, sektor perikanan budidaya setempat mampu menghasilkan sekitar 59.728 ton. Sementara dari sektor perikanan tangkap pada tahun 2020 lalu, Lamongan turut mencatatkan produksi sekitar 76.692 ton. Dalam koordinasi lanjutan tersebut turut dibahas rencana kegiatan revitalisasi PPN Brondong, adapun metode pekerjaan break water nantinya akan dilakukan pemasangan geotextile sebelum dihampar batu dengan berat 100-150 kilogram yang bertujuan untuk menjaga keseragaman penurunan konstruksi break water serta dilakukan pembuatan tetrapot seberat 1.500 kilogram di lokasi pembuatan sekitar Pelabuhan Brondong. Untuk pekerjaan pengerukan (dredging), nantinya akan menggunakan alat dredging dengan pembuangan sistem perpipaan menuju ke area disposal di sisi utara kolam pelabuhan. Namun, jika di lokasi pekerjaan terdapat karang jahe maka penggalian dilakukan dengan menggunakan ponton dan excavator. Selanjutnya juga dibahas rencana normalisasi Kali Asinan, yang akan menggunakan excavator tipe amfibi untuk dibuang ke ponton dan sisi daratan yang masih memungkinkan untuk dibuangi, kemudian diangkut dengan truk menuju disposal area. Dan untuk pekerjaan tanggul Kali Asinan, nantinya menggunakan parapet yang disangga pondasi bored pile Ø 30 cm dengan kedalaman 12 meter. Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech juga menyampaikan bahwa kegiatan revitalisasi pelabuhan PPN Brondong tersebut bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lamongan, selain itu juga diperlukan untuk peningkatan fungsional pelabuhan saat digunakan. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Monitoring Proyek Rehabilitasi Bendungan Kedung Uling

30 June 2022

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama, S.T. M.Si., melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Kedung Uling di Desa Ngunggahan, Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri, Propinsi Jawa Tengah pada Rabu, (29/06/2022). Monitoring oleh Kepala BBWS Bengawan Solo yang turut didampingi oleh Kepala Satker OP SDA Bengawan Solo dan PPK OP SDA II tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan prokes pencegahan Covid-19. Letak geografis Bendungan Kedung Uling terletak pada 110o 50’ 25,85’’ BT dan 7o 56’ 19,25’’ LS. Secara administratif pengairan, Bendungan Kedung Uling termasuk dalam wilayah kerja Balai Besar Wilayah Sungai Bendungan Solo, Ditjen SDA, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Lokasi Bendungan Kedung Uling dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dari Kota Surakarta dengan lama perjalanan sekitar 2 jam atau berjarak sekitar 55 km dari Kota Surakarta Pekerjaan yang dilakukan di Bendungan Kedung Uling meliputi Pekerjaan Pintu Suplesi, Pekerjaan Persiapan Lahan Direksi Keet, Pekerjaan Timbunan, dan Pekerjaan Galian Kupasan. Diketahui jika saat ini progres pekerjaan mencapai 23,504% pada 29 Juni 2022. Dalam kegiatan monitoring tersebut, Maryadi Utama, S.T. M.Si., meminta agar proyek pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Kedung Uling segera dikejar untuk diselesaikan agar dapat memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar. “Dimohon agar pekerjaan ini segera dikejar (progresnya) sehingga rencana pembangunan keseluruhan bisa terlaksana dengan tepat waktu,” pesannya. (BBWSBS/Safira)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Sinergitas antar Balai Besar Wilayah Sungai dalam Kegiatan Hidrologi, SISDA, dan RBO-PB

22 October 2021

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo (BBWSBS) menerima kunjungan kerja dari BBWS Serayu Opak di Kantor BBWS Bengawan Solo, di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (22/10/2021). Kunjungan kerja dalam rangka Koordinasi Kegiatan Hidrologi, SISDA, dan RBO-PB, bertujuan untuk mengembangkan cakrawala maupun menambah wawasan baru antar balai di bawah Direktorat Jenderal SDA sekaligus mempererat tali silaturahmi, yang tentunya dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kepala Bidang (Kabid) KPI Sumber Daya Air (SDA), Ali Rahmat, S.T., M.T., bersama Kabid Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T., M.Si., Kabid PJPA Bengawan Solo, Heriantono Waluyadi, S.T., M.T., dan Kabid PJSA, Naryo Widodo, S.T., M.T., yang dalam hal ini mewakili Kepala BBWS Bengawan Solo, menyambut hangat kedatangan rombongan tim, yang dipimpin oleh Kabid KPI SDA BBWS Serayu Opak, Zulyana Tandju, S.T., M.T. Dalam kegiatan tersebut Ali juga menyampaikan bahwa kami terus berusaha memaksimalkan dan mengembangkan program pelayanan publik seperti website resmi balai, Layanan Informasi dan Data SDA (LISDA), E-Rekomtek, One Stop Service (OSS), serta beberapa sistem informasi seperti Sistem Informasi Hidrologi dan Kualitas Air, Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku, Sistem Informasi Sumur Air Tanah untuk Kekeringan, Sistem Informasi Sungai, serta Sistem Informasi Bendungan. “Kami juga memiliki timeline setiap tahunnya yang diiringi dengan komitmen bersama tim, sebagai upaya mewujudkan rencana-rencana yang sudah disusun. Untuk itu, kita harus memotivasi tim agar dapat bekerja dengan ikhlas dan menyajikan data yang akurat, sebagai bentu pelayanan kepada publik,” sambung Ali. Secara umum tugas bidang KPI SDA yakni melaksanakan penyusunan keterpaduan pola, program dan rencana kegiatan pengelolaan SDA, analisis dan evaluasi kelayakan program dan kegiatan pengelolaan SDA, analisis dampak lingkungan, penyusunan perjanjian kinerja dan laporan kinerja Balai, koordinasi dan fasilitasi penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, fasilitasi pengadaan barang dan jasa, pelaksanaan koordinasi terkait pengadaan tanah, pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di bidang program dan perencanaan umum pengelolaan SDA, pengelolaan sistem hidrologi, sistem informasi dan data SDA, serta pelaksanaan koordinasi terkait pengadaan tanah. Kabid KPI SDA BBWS Serayu Opak, Zulyana Tandju, S.T., M.T., turut menyampaikan rasa terimakasih atas kesempatan yang diberikan untuk dapat berkunjung. “Dari pertemuan pada hari ini, tidak salah kami berkunjung ke BBWS Bengawan Solo. Karena dapat menjadi bahan pembelajaram bagi kami. Kedepannya, kami berharap sekaligus menunggu kunjungan balasan BBWS Bengawan Solo di Jogja, agar dapat bertukar informasi sekaligus mengembangkan kapasitas dan kinerja sumber daya manusia (SDM) yang ada. Melalui kunjungan ini pula, kami dapat belajar terkait hal apa saja yang selama ini sudah berjalan dan dilaksanakan di BBWS Bengawan Solo,” ujar Zulyana. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Tingkatkan Pengelolaan SDA di Kabupaten Magetan

23 June 2022

Bupati Magetan, Dr. Drs. Suprawoto, SH, M.Si, beserta Kepala Dinas PUPR Kab. Magetan, Kepala Bagian Tata Pemerintah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dan jajarannya berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (22/06/2022). Kunjungan kerja (kunker) yang diterima oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama, S.T., M.Si., beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kunjungan kerja oleh Bupati Magetan kali ini dalam rangka meningkatkan sinergitas pengelolaan Sumber Daya Air antara Pemerintah Kabupaten Magetan dengan BBWS Bengawan Solo. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi terkait MOU Aset BBWS Bengawan Solo dengan Kabupaten Magetan, Koordinasi Tindak Lanjut Rehabilitasi Bendung Bringin dan Bendung Gandong Kerik dan Tindak Lanjut Embung Joketro dan Embung Kebaran. Dr. Drs. Suprawoto, SH, M.Si, menyatakan terima kasih karena BBWS Bengawan Solo telah menerima kedatangan rombongan dari Kabupaten Magetan yang baru pertama kali berkunjung ke kantor BBWS Bengawan Solo. Bupati Magetan berharap kedepannya bisa terus berkoordinasi untuk mendorong program pemerintah bersama BBWS Bengawan Solo. “Kunjungan kali ini dalam rangka silaturahmi sekaligus membangun komitmen bersama BBWS Bengawan Solo, mudah-mudahan kami bisa terus berkoordinasi untuk mendorong program pemerintahan tersebut,” paparnya. Maryadi Utama, S.T. M.Si., menyambut hangat kedatangan Bupati Magetan dan jajarannya sekaligus menyampaikan bahwa BBWS Bengawan Solo siap berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Magetan untuk meningkatkan sinergitas Sumber Daya Air Kabupaten Magetan. Kepala BBWSB Bengawan Solo berharap setelah pembangunan selesai, nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami selalu terbuka untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Magetan dalam peningkatan SDA Kabupaten Magetan.Semoga kita semua bisa bergerak sesuai peran institusi serta progres dan rencana pembangunan keseluruhan bisa terlaksana dengan tepat waktu,” paparnya.

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Bendungan Gongseng Siap Diresmikan

26 November 2021

Proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Gongseng yang berada di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ditargetkan selesai tahun ini dan bisa diresmikan pada Desember 2021. Saat ini progres pembangunan waduk sudah mencapai hampir 97%. Hal itu disampaikan oleh Direktur Bendungan dan Danau, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Airlangga Mardjono, S.T., M.T., Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Krisno Yuwono, S.T., M.T dalam kunjungannya ke Kabupaten Bojonegoro, Jumat (26/11/2021). Airlangga Mardjono mengatakan Bendungan Gongseng merupakan salah satu dari 61 bendungan atau waduk yang harus selesai pembangunannya maksimal 2024. Dari jumlah itu, sebanyak 13 bendungan ditargetkan selesai pada 2021. “Nah, Bendungan Gongseng masuk dalam prioritas 13 bendungan yang selesai pada 2021. Ditargetkan pada Desember 2021 tahun ini Bendungan Gongseng bisa diresmikan,” kata dia. Kunjungannya bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo ke Bendungan Gongseng, menurut , Airlangga Mardjono, untuk mengecek kesiapan untuk menyelesaikan Bendungan Gongseng hingga akhir 2021. Sehingga pada Desember 2021 nanti bisa diresmikan. “Selama ini tidak ada masalah dalam pembanguan fisik waduk. Pekerjaan pembangunan yang berat sudah selesai. Penyelesaian pembangunan waduk ini harus terbangun solidaritas antar stakeholder di jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dan Badan Pertanahan Nasional. Kalau enggak kompak susah,” kata dia. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan impounding atau pengisian awal sebagai syarat penyelesaian proyek waduk telah dilakukan pada 22 September 2021. Pengisian Bendungan Gongseng dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 63 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan. “Menurut data Per 25 November progres pembangunan pembangunan Bendungan Gongseng sudah mencapai mencapai 97,027%. Bendungan Gongseng ini diperkirakan akan diresmikan pada Desember 2021 mendatang,” ujarnya. Bendungan Gongseng merupakan salah satu dari PSN yang bertujuan menambah kapasitas tampungan air sehingga keberlanjutan suplai air irigasi ke sawah terjaga. Kehadiran waduk ini juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal. Bendungan Gongseng ini dirancang memiliki kapasitas 22,43 juta meter kubik dan memiliki lima potensi manfaat yakni untuk irigasi seluas 6.191 hektare, penyediaan air baku 300 liter/detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 meter kubik/detik serta sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dan Pakta Integritas P3TGAI T.A. 2021 di Madiun

12 April 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dan Pakta Integritas Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran (T.A.) 2021 di Madiun, Jawa Timur, Senin (12/04/2021). Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pemerintah pusat telah banyak membangun infrastruktur khususnya dalam rangka pengelolaan sumber daya air (SDA), baik melalui pembangunan bendungan dengan skala alokasi dana yang cukup besar hingga pada alokasi dana yang dapat dikatakan kecil, salah satunya adalah P3TGAI. Tahun ini merupakan tahun kesembilan pelaksanaan P3TGAI di BBWSBS. Total penerima P3TGAI pada T.A. 2021 di BBWSBS yakni 550 lokasi yang terbagi menjadi dua provinsi yaitu Jawa Tengah sebanyak 164 lokasi dan Jawa Timur dengan jumlah 386 lokasi. Kepala BBWSBS Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., turut menyampaikan bahwa pelaksanaan P3TGAI untuk wilayah Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA III Madiun dimulai April sampai dengan Agustus dengan total 271 yang terbagi menjadi 5 Kabupaten yaitu Kab. Madiun, Kab. Ngawi, Kab. Magetan Kab. Ponorogo dan Kab. Pacitan dengan nilai alokasi dana sebesar Rp195 juta per lokasi untuk masing-masing Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA)/ Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang diwujudkan dengan pekerjaan peningkatan jaringan irigasi yaitu pembuatan lining saluran irigasi, sehingga diharapkan akan sangat bermanfaat bagi petani dalam rangka meningkatkan produktivitas panen. “Pelaksanaan P3TGAI Tahun ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat desa penerima, yang beberapa diantaranya juga merupakan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dampak dari pandemi Covid-19. P3TGAI diharapkan menjadi program yang mampu menarik kebersamaan petani dalam memafaatkan air untuk irigasi melalui saluran yang telah dibangun serta menumbuhkan rasa memiliki dan memelihara. Saya juga berpesan agar selalu mematuhi protokol kesehatan tahapan kegiatan P3TGAI di masa pandemi ini,” imbuhnya. Dengan adanya program P3TGAI tersebut tentunya dapat mengembalikan kondisi serta fungsi saluran dan bangunan irigasi seperti semula secara parsial dan juga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi serta kondisi jaringan yang sudah ada dengan mempertimbangkan perubahan kondisi lingkungannya. Selain itu, untuk desa yang menerima P3TGAI diharapkan agar melaksanakan pekerjakan sesuai arahan yakni mengerjakan program tersebut secara tepat waktu, tertib administrasi, dan tertib anggaran. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya
Accessibility
Pengaturan Teks
Tampilan
Audio
Aktifkan Suara