Berita KemenPUPR


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Dorong Sinergitas Percepatan Pembangunan di Kabupaten Blora

04 June 2021

Bupati Kabupaten Blora, Arief Rohman, beserta Wakil Bupati Kabupaten Blora, Tri Yuli Setyowati berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (02/06/2021) Kunjungan kerja (kunker) kali ini bertujuan untuk berdiskusi mengenai proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) strategis di wilayah Blora, salah satunya pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangannya. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Bendung Gerak Karangnongko akan berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas. Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kab. Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. “Berdasarkan hasil pembahasan desain Bendungan Karangnongko dengan Balai Teknik Bendungan pada 20 Mei 2021, diputuskan untuk lokasi as bendung dipindahkan dari instream ke offstream. Hal ini dilakukan atas pertimbangan pemilihan as bendung gerak di offstream yakni pertama tidak membutuhkan saluran pengelak sungai, kedua efisiensi waktu pelaksanaan dan yang terakhir tidak membutuhkan jembatan penghubung antar desa,” katanya. Agus berharap setelah pembangunan Bendung Gerak Karangnongko selesai , nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Semoga setelah pembangunan ini setelah dapat berjalan lancar sesuai target,” katanya. Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastrutur SDA Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT mengatakan nantinya rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko akan diintegrasikan dengan Solo Valley Werken. Solo Valley Werken merupakan program pembangunan pengendalian banjir dan pembuatan jaringan irigasi peninggalan Pemerintah Hindia Belanda zaman dulu. “Manfaat desain Solo Valley Werken yang pertama dapat menjadi longstorage untuk pengendali banjir yang secara berulang terjadi, serta tampungan air untuk irigasi dan air baku di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan Gresik, kedua dapat diintegrasikan dengan sarana transportasi darat apabila dibangun jalan tol di sisi kiri dan kanan saluran, dan yang terakhir dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena menghubungkan Wilayah Pengembangan Strategis [WPS] Gerbang Kertasusila dengan kawasan perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah,” ujarnya. Bupati Kabupaten Blora, Arief Rohman mengatakan Pemerintah terus mendorong sinergitas percepatan pembangunan dibidang infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan. “Melalui sinergitas yang dibangun dari pihak-pihak yang berkepentingan dapat memberikan percepatan pembangunan,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

BBWS Bengawan Solo Rutin Adakan Swab Antigen

23 August 2021

Balai Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo rutin melakukan tes Swab Antigen untuk pegawai yang melakukan Work From Office (WFO) di lingkungan BBWS Bengawan Solo pada Senin, (23/08/2021) di Kantor BBWSBS di Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah. Kegiatan Swab Antigen berlangsung selama 4 hari berurutan di lingkungan BBWS Bengawan Solo dari kantor Pabelan, Palur hingga Madiun dan Bojonegoro. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan agenda swab antigen hari ini bukan kali pertama yang dilakukan BBWS Bengawan Solo. BBWS Bengawan Solo menjadwalkan swab antigen rutin setiap sepekan sekali. Upaya ini untuk mengantisipasi persebaran virus corona di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Interaksi para karyawan dengan lingkungan luar kini juga dibatasi. “Meski demikian kami tetap mengimbau seluruh karyawan untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di manapun,” kata Agus. Agus menambahkan seluruh karyawan dihimbau untuk tetap menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) dalam setiap aktivitas. “Saya terus mewanti – wanti untuk seluruh karyawan untuk menjaga asupan makanan untuk menambah imun agar tak mudah tertular virus,” ujarnya. Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Heriantono Waluyadi, ST.,MT mengatakan melalui Swab Antigen ini dapat menjadi sarana untuk segera memutus rantai penyebaran Covid-19. “Semoga penyebaran Covid-19 di lingkungan BBWS Bengawan Solo dapat dicegah sedini mungkin. Dengan adanya Swab Antigen, diharapkan kondisi kesehatan para pegawai dapat senantiasa terpantau sehingga apabila terdeteksi pegawai yang terjangkit Covid-19 dapat segera diambil tindakan.” paparnya. (BBWSBS/Tamara/MG-Inki)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Rencana Tindak Lanjut Pengendalian Banjir Kali Lamong

24 March 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri acara rapat koordinasi bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, S.E., di Ruang Putri Cempo, kompleks Kantor Bupati Gresik, Jawa Timur, Selasa (23/03/2021). Acara rakor tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam rakor, turut membahas rencana tindak lanjut pengendalian banjir Kali Lamong. Disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mengebut normalisasi sungai dengan luas DAS total sekitar 720 Km2 tersebut. Namun, dalam pengerjaan terbentur aturan serta kewenangan daerah yang hanya meliputi pembebasan lahan. Padahal, pembebasan tersebut dinilai memperlambat penanganan. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, S.E., menyampaikan bahwa untuk percepatan pengerjaan Pemkab Gresik meminta pembagian tugas kepada BBWSBS yang nantinya akan disepakati dalam bentuk memorandum of understanding (MoU). “ Kami berharap segera dilakukan penandatanganan MoU, agar kami bisa segera bergerak dan membantu menurunkan alat berat guna melakukan pengerukan sedimentasi Kali Lamong, dan inisiatif dari kami ini juga memiliki payung hukum yang jelas. Sebab saat musim hujan luapan Kali Lamong tidak hanya terjadi pada induk sungai saja tetapi juga anak sungainya,” terangnya. Sementara itu, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., selaku Kepala BBWSBS menegaskan, pihak BBWSBS siap dengan pendanaan normalisasi Kali Lamong, asalkan lahannya pun sudah siap. Sehingga, dana yang dikucurkan pada tahun 2021 ini, ini bisa terserap sepenuhnya. “Kalau lahan siap, dananya bisa terserap semua. Kita tinggal mengikuti daerah saja, kami dari BBWSBS siap menganggarkan kalau tanahnya juga sudah siap. Tergantung dari Pemkab Gresik, mudah-mudahan sudah siap semua jadi tinggal menunggu," terangnya. Terkait kewenangan Pemkab Gresik dalam pembebasan lahan, rencananya akan dilakukan mulai April 2021 mendatang. Tanah tersebut ada yang berstatus milik warga, sehingga harus dibebaskan untuk melakukan proyek normalisasi Kali Lamong. Adapun untuk rencana prioritas proyek pengendalian banjir Kali Lamong yang akan dilakukan oleh BBWSBS meliputi rencana konstruksi parapet beton dan tanggul tanah di Desa Jono, rencana konstruksi parapet beton di Desa Tambak Beras pada titik jebolan tanggul non teknis yang mengakibatkan banjir. Selanjutnya, rencana tanggul-tanggul yang belum tersambung dan normalisasi sungai pada area-area yang kritis. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Monitoring Progres Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun

11 August 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Selasa, (10/08/2021). Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Dalam kegiatan tersebut, Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech., beserta pejabat di lingkungan BBWSBS meninjau progres pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di kabupaten Madiun. Lingkup Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun yang akan dikerjakan meliputi pekerjaan rehab bendung, penggantian pintu intake, penggantian pintu penguras, pekerjaan rehab sypon, pekerjaan rehab saluran primer (lining saluran), dan pekerjaan normalisasi saluran sekunder. Dalam arahannya, Agus Rudyanto berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi dikerjakan sesuai dengan targetnya. “Semoga pelaksanaan paket pekerjaaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun bisa terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu,” paparnya. Sebagai informasi, sumber air irigasi pada D.I SIM berasal dari sungai Madiun yang dibendung di Bendung Jati. Bendung Jati dibangun pada tahun 1911 dengan debit maksimal 4.000 lt/d dan didukung oleh 8 bendung suplesi dengan total kebutuhan air D.I SIM sebesar 14.529 lt/dt. Dari kegiatan tersebut diketahui progres pengerjaan D.I SIM di Kabupaten Madiun sudah mencapai 53,97% pada Agustus 2021. Sedangkan rencana pekerjaan memiliki target sebesar 49,21% pada Agustus 2021. Tak hanya melakukan monitoring progres pekerjaan, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi pejabat dan staf, melakukan kegiatan lanjutan dengan berkunjung ke Kantor Bupati Madiun, Jawa Timur. Bupati Madiun, Ahmad Dawami, menyambut kedatangan rombongan BBWSBS dan memberikan sambutannya serta mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dikerjakan oleh BBWSBS untuk kabupaten Madiun. Acara tersebut sebagai rangkaian kegiatan 6 kerja BBWSBS di wilayah Madiun sekaligus ajang silaturahmi yang dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (BBWSBS/Fira)

Baca Selengkapnya