Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
10 March 2022
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menerima kunjungan Field Day/ Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) karyasiswa Magister Super-Spesialis (SS) dengan Konsentrasi Magister Operasi dan Instrumentasi Hidro-Meteorologi Bendungan (MOIH-B) dan Konsentrasi Magister Retrofitting dan Instrumentasi Keamanan Bendungan (MRIK-B) Universitas Diponegoro (UNDIP) angkatan 2021 di Kantor BBWS Bengawan Solo, Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (10/03/2022). Kunjungan karyasiswa tersebut disambut BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Pelaksanaan karyasiswa tersebut sebagai salah satu persyaratan akademis yang perlu ditempuh oleh Karyasiswa Magister Super Spesialis Bendungan UNDIP dimana setiap karyasiswa wajib mengadakan Group Field Work (Kunjungan Kerja Lapangan). Kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan penjelasan, diskusi dan tanya jawab serta observasi lapangan yang dilaksanakan di Kantor BBWS Bengawan Solo dan Bendungan Bendo. Adapun jumlah Mahasiswa yang ikut serta dalam kegiatan tersebut yakni 21 orang dengan rincian 11 orang dari konsentrasi MOIHB dan 10 orang dengan konsentrasi MRIKB. Keseluruhan mahasiswa tersebut didampingi oleh 4 Dosen Pendamping dari UNDIP. Diketahui jika nantinya ada beberapa karyasiswa yang akan menjalani magang di BBWS Bengawan Solo. Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) yang mewakili Kepala BBWS Bengawan Solo, Bambang, S.E., S.T., menyambut hangat kunjungan Field Day Karyasiswa SS UNDIP tersebut dan berharap agar nantinya kegiatan tersebut bisa meningkatkan kemampuan SDM khususnya bagi generasi muda PUPR. “Saya senang bisa memberikan kesempatan kepada karyasiswa dan memberikan keilmuannya di BBWS Bengawan Solo. Semoga kegiatan ini bisa meningkatkan kemampuan SDM Generasi Muda PUPR karena SDM merupakan penggerak utama pembangunan di berbagai sektor, termasuk infrastruktur.,” paparnya. Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T., menjelaskan jika sudah terbangun 5 Bendungan di Wilayah Sungai Bengawan Solo dan 1 Bendungan yang sedang on going. Naryo Widodo juga berharap nantinya karyasiswa dapat menyerap banyak ilmu dari BBWS Bengawan Solo. “Saya berharap nantinya karyasiswa Magister Super Spesialis Bendungan UNDIP dapat menyerap banyak ilmu di lapangan maupun di kantor BBWS Bengawan Solo. Adapun tujuan pertemuan ini mengingatkan kepada para karyasiswa untuk dapat mempersiapkan diri dalam beradaptasi dengan menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh untuk diimplementasikan di tempat masing-masing (BBWSBS/Fira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
11 May 2022
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan pembangunan breakwater di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Selasa (10/05/2022). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kunjungan kerja dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Tata Usaha (TU) BBWS Bengawan Solo, Bambang, S.E., S.T., M.T., Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T., Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan progres pekerjaan pembangunan breakwater di PPN Brondong pada hari ini mencapai 30 %. Pembangunan breakwater ini dibangun untuk menjaga tinggi gelombang yang berada di dalam kolam pelabuhan tetap tenang, sehingga kapal nelayan dan aktifitas bongkar muat dapat berjalan dengan lancar. Lingkup pekerjaann antara lain pekerjaan persiapan, penyelenggaraan SMK3 dan Pekerjaan Breakwater. Sisa waktu pelaksanaan kontrak sampai dengan 31 Desember 2022. “ Manfaat dari pembangunan breakwater ini yakni melindungi kolam Pelabuhan seluas 17,2 Ha, penerima manfaatadalah masyarakat nelayan di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan khususnya dan nelayan pada umumnya,” ujarnya. Sebagai informasi, Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Brondong yang berlokasi di PPN Brondong menjadi tempat bongkar muat dan fasilitas penunjang perdagangan perikanan bagi nelayan dan industri perikanan setempat. Kabupaten Lamongan sendiri memiliki potensi perikanan yang cukup besar. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
20 March 2021
Hari Air Sedunia yang diperingati tanggal 22 Maret tinggal menghitung hari. Memperingati hari yang special tersebut, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Bengawan Solo berkesempatan berbagi cakrawala dalam Bincang Kita Hari Ini (BINGKAI) bersama Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Surakarta bertajuk Jogo Kali Bengawan Solo, Sabtu (20/03/2021). Dalam kesempatan ini Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si memperkenalkan tentang Forum Jogo Kali Bengawan Solo (Jokalibe) yang merupakan sebuah Forum yang terdiri dari Instansi Pemerintah, Komunitas Peduli Sungai, Akademisi dan Masyarakat yang merupakan wujud sinergi atau bekerjasama dalam pelaksanaan, pemantauan, pengawasan serta pengelolaan Sungai Bengawan Solo. Sungai Bengawan Solo yang merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Timur terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Situasi ini mengundang banyak perhatian dari masyarakat yang dibuktikan dengan antuasias masyarakat dalam mengirimkan pertanyaan dan pesan dari masyarakat pada acara Bing Kita Hari In, baik tentang infrastrutkur, kualitas air, pemberdayaan masyarakat dan lain-lain. Momen ini sangatlah tepat dengan tema hari Air Sedunia di Tahun 2021 ini yakni Mengelola Air Menjaga Kehidupan. “Semua itu kembali pada diri kita sendiri, Untuk melestarikan Sungai Bengawan Solo kita harus bersama-sama. BBWS Bengawan Solo bertugas menyiapkan infrastrukturnya dan tugas masyarakat adalah melestarikannya” Pesan Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si. Semoga dialog ini dapat didengarkan oleh seluruh masyarakat Indonesia dimanapun berada, khususnya masyarakat di sepanjang Sungai Bengawan Solo. Besar harapan kami agar dialog ini menjadi pengingat agar dapat melestarikan air dalam menjalani hari di masa depan (bbwsbs/sita).
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
23 August 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berkoordinasi dengan Bupati Boyolali, M. Said Hidayat di Kantor Bupati Boyolali, Senin (23/08/2021). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kunjungan kali ini bertujuan untuk berdiskusi tentang proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) di wilayah Boyolali, salah satunya revitalisasi Waduk Cengklik, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangananya. Selain itu, Kab. Boyolali juga termasuk lumbung pangan Nasional yang memerlukan sistem irigasi yang memadai guna menunjang produktivitas petani, yang diwujudkan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWS Bengawan Solo tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. Selain itu, BBWS Bengawan Solo juga rutin melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi dari hulu hingga hilir Sungai Bengawan Solo. Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama serta koordinasi dari berbagai pihak terkait dalam menjaga ekosistem sungai. “Revitalisasi Waduk Cengklik akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam proses revitalisasi nantinya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga memerlukan dukungan penuh dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait, termasuk elemen masyarakat, agar proses dalam proses pelaksanaannya berjalan lancar,” katanya. Bupati Boyolali, M. Said Hidayat menyampaikan Waduk Cengklik berfungsi sebagai sarana irigasi lahan pertanian. Selain itu keberadaan kios – kios di sekitar Waduk Cengklik menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. “Waduk Cengklik menjadi salah satu magnet wisatawan saat liburan. Selain itu banyak masyarakat yang berkunjung ke waduk untuk memancing. Saya sangat mendukung dengan adanya revitalisasi ini,” ujarnya. Sebagai tambahan informasi, Waduk Cengklik yang berlokasi di Kecamatan Ngemplak, Kab. Boyolali, dibangun oleh Pemerintah Hindia-Belanda sekitar tahun 1923-1931. Tubuh bendungan tersebut memiliki tipe urugan tanah homogen, dengan volume efektif sebesar 9,87 juta m3. Waduk Cengklik juga dilengkapi dengan tiga bangunan intake, yakni intake utama berupa menara dengan dua buah pintu tipe butterfly valve, serta pintu sorong pada bagian intake kiri dan kanan. (BBWSBS/Tamara/MG-Ali)
Baca Selengkapnya