Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
31 March 2021
Dalam rangka mendukung kedaulatan pangan Nasional sebagai perwujudan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik sebagaimana termuat dalam program nawa cita ketujuh melalui pemberdayaan masyarakat petani, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara Training of Trainer (TOT) Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran (T.A.) 2021 di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu-Kamis (31/03-01/04/2021), dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. P3TGAI merupakan salah satu program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) dengan maksud menumbuhkan partisipasi masyarakat petani dalam kegiatan rehabilitasi, peningkatan dan pembangunan jaringan irigasi sesuai dengan kebutuhan yang berdasarkan prinsip kemandirian. Hal ini dimaksud untuk mendukung program kedaulatan pangan dan upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Untuk BBWS Bengawan Solo jumlah desa penerima P3TGAI sebanyak 550 desa yang meliputi 164 desa di wilayah Jawa Tengah dan 386 desa di wilayah Jawa Timur.Dan pada kesempatan kali ini, dilaksanakan Pelatihan TPM Kegiatan P3TGAI untuk Wilayah Jawa Tengah pada lingkungan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA II. Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 78 orang yang telah lulus dalam seleksi dan dinyatakan lolos sebagai TPM. Kepala Bidang (Kabid) OP SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T. M.Si., menyampaikan bahwa Peran Tenaga Pendamping Masyarakat sangat penting karena sebagai ujung tombak pelaksanaan P3TGAI di tingkat desa dan langsung berhubungan dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air/Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air/ Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/IP3A/GP3A) yang menerima P3TGAI. “TPM diharapkan mampu membangkitkan peran serta masyarakat sebagai bagian satu sistem pengelolaan daerah irigasi sehingga dana yang disalurkan melaui P3TGAi ini dapat dimanfaatkan maksimal sesuai dengan sasaran kerja yang ditetapkan bersama dalam Rencana Kerja Kelompok Penerima P3TGAI (RKKP3-TGAI). Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan teknis, administrasi maupun komunikasi yang baik sebagai bekal untuk mendampingi P3A/IP3A/GP3A,” paparnya. Kepala Satker OP SDA Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo S.T., M.P.S.D.A., juga berpesan bahwa melalui penyelenggaraan pelatihan TPM ini diharapkan seluruh peserta dapat memperoleh pengetahuan, diskusi dan komunikasi antar TPM dengan serta menumbuhkan prakarsa di bidang pendampingan masyarakat dalam menjalankan tugas di wilayah kerja masing-masing. Dalam acara pelatihan TPM P3TGAI T.A. 2021 tersebut juga disampaikan materi untuk dilanjutkan diskusi, yang dipaparkan oleh narasumber dari Konsultan Manajemen Balai pada PPK OP SDA II BBWSBS, yakni Sigit Budi Widigdyo, S.T., dan Samsi, S.T. Diharapkan nantinya setelah kegiatan pelatihan berakhir, rekan-rekan TPM sudah mempunyai pedoman pelaksanaan, siap dan mampu untuk menghadapi tantangan di lapangan serta menjalankan tugas sekaligus kewajibannya dalam melaksanakan salah satu program negara sesuai target kinerja yang telah ditetapkan. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
16 June 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) provisi Jawa Tengah. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Surendro Adi Wibowo, S.T., M.PSDA, Konsultan Manajemen pada PPK OP SDA II BBWS Bengawan Solo, Sigit Budi Widigyo, ST, dan perwakilan Kejaksaan Tinggi Provisinsi Jawa Tengah . Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu, (16/06/2021) sebelumnya telah diberlakukan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Sebagai informasi, latar belakang kegiatan P3TGAI tersebut dilaksanakan dalam rangka mendukung Ketahanan Pangan Nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, memperhatikan kebutuhan setiap orang sehingga tercipta kesetaraan, dan mendukung percepatan program Padat Karya dalam rangka perlindungan sosial ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19. Dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan P3TGAI provinsi Jawa Tengah juga ditunjukan hasil Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan P3TGAI tahap II TA 2020 oleh Kepala Satker OP SDA Bengawan Solo. Tak hanya itu, disebutkan pula rencana tindak lanjut kegiatan P3TGAI kedepannya. “Rencana tindak lanjut kegiatan P3TGAI dua minggu kedepan yakni Evaluasi dan Monitoring Kegiatan P3TGAI terutama masalah teknis dan administrasi. Kemudian kemutakhiran Database mengingat pekerjaan fisik rata-rata sudah diatas 50%, Pencairan termin 2 (30%), pendampingan pelaporan adminsitrasi dan teknik, dan penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan pekerjaan terkait pandemi Covid-19,” paparnya. Kemudian, kegiatan berlanjut dengan pemberian materi pendampingan pelaksanaan kegiatan swakelola PTGAI oleh perwakilan kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Tengah. “Diharapkan pelaksanaan tugas nantinya menurut prinsip P3TGAI yaitu Partisiatif, Transparansi, Pemerataan, dan Akuntabilitas,” paparnya. Selanjutnya, kegiatan Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan P3TGAI provinsi Jawa Tengah yang juga dihadiri oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Sragen berlanjut dengan kegiatan diskusi. Di akhir acara, Kepala Satker OP SDA mengucapkan terima kasih atas usulan yang telah diberikan. “Untuk usulan kegiatan nantinya kami akan cek ke lapangan, apapun masukannya mohon untuk disampakan karena kami akan berupaya menyelesaikan masalahnya,” paparnya. (BBWSBS/Fira).
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
22 September 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar pengajian dengan mengundang sejumlah santri di kawasan Bendungan Gongseng, Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro pada Selasa, (21/09/2020) malam. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi dengan santri di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur. Kegiatan pengajian dimulai pukul 18.00 WIB dan berakhir pada 22.00 WIB. BBWS Bengawan Solo berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi serta ukhuwah islam keluarga besar. Pengajian rutin kali ini cukup spesial lantaran merupakan sebagian rangkaian kegiatan sebelum melakukan pengisian awal air (impounding) Bendungan Gongseng pada Rabu (22/09/2021). Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, pengajian ini pun tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebagai informasi, Bendungan Gongseng memiliki kapasitas tampungan air total 22,43 juta m3. Bendungan ini mempunyai lima potensi manfaat yakni untuk irigasi seluas 6.191 hektar, penyediaan air baku 300 liter/detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 m3/detik, serta berpotensi untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir Agus Rudyanto M.Tech dalam sambutannya berterimakasih kepada seluruh masyarakat yang meluangkan waktunya untuk menghadiri pengajian. Tak hanya itu, Agus Rudyanto juga berharap agar diberikan kelancaran dalam impounding Bendungan Gongseng. "Semoga dengan diadakannya pengajian ini kita diberikan kelancaran dalam kegiatan impounding Bendungan Gongseng. Kita harap nantinya Bendungan Gongseng dapat membawa banyak berkah bagi kita semua terutama masyarakat setempat di sekitar bendungan," paparnya.(BBWSBS/Safira Dita)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
31 March 2022
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan penandatanganan kontrak paket pekerjaan di lingkungan SNVT Pembangunan Bendungan Bengawan Solo di Kantor BBWS Bengawan Solo, Kamis (31/03/2022). Acara penandatanganan tersebut diikuti oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, Kepala Bidang PJSA, Naryo Widodo, S.T., M.T, Kepala SNVT Pembangunan Bendungan, Dony Fathurochman, S.T., M.T, dan pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam kesempatan ini, BBWS Bengawan Solo diwakili oleh PPK Perencanaan Bendungan menandatangani paket pekerjaan Persiapan OP Bendungan Gondang di Kab. Karanganyar dengan penyedia jasa PT. Globetek Glory Konsultan KSO CV.Intishar Karya KSO CV. Atrium Arsitek Konsultan Perancang senilai Rp. 1.610.944.500,- dengan jangka waktu pelaksanaan 276 hari kalender. Dalam Arahannya Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech menyampaikan bahwa setelah tanda tangan kontrak berarti tanggung jawab yang harus diimplementasikan dimulai, sehingga diharapkan dapat berproses dengan baik. “Kami berharap semua pihak terkait dapat benar-benar berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik sehingga bisa selesai tepat waktu dan tepat mutu. Kepada PPK mohon untuk mengawal pelaksanaan program ini dengan baik dan semoga semua pihak terkait dapat memahami dan mematuhi ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam kontrak tersebut,” katanya. (BBWSBS/Fira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
17 June 2022
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Maryadi Utama, S.T., M.Si., beserta tim melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi paket pekerjaan di wilayah Madiun, Jawa Timur, Rabu (15/06/2022). Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Lokasi pertama yang dikunjungi oleh rombongan tim BBWBS yakni Paket Penanganan Banjir Kali Jeroan Kab. Madiun (Tahap II) yang merupakan anak Kali Madiun. Untuk realisasi progres fisik per 12 Juni 2022 telah mencapai 7,94%. Lokasi pekerjaan proyek tersebut berada di lokasi Kecamatan Balerejo yakni Desa Balerejo, Desa Bulakrejo, Desa Kedungjati, Desa Babadan Lor, Desa Sumberbening, Kecamatan Wonoasri yakni Desa Buduran, dan Kecamatan Pilangkenceng yakni Desa Purworejo. Penanganan Banjir Kali Jeroan Kab. Madiun (Tahap II) ini bertujuan untuk mengurangi resiko genangan banjir seluas 200 Ha, dan juga mengurangi resiko genangan banjir di Jalan Nasional Madiun – Surabaya dan Jalan Tol Ngawi – Kertosono di KM +603 – KM +604. Di sela kegiatan, Maryadi juga menyampaikan agar pengerjaan proyek tersebut dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu nantinya. “Untuk penyedia jasa, kami berharap agar tetap memahami dan menjalankan pekerjaan sesuai kontrak yang tertuang, dan tak lupa agar tetap berkoordinasi secara intensif guna menunjang keberhasilan proyek,” imbuhnya. Monitoring dilanjutkan ke proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. SIM di Kabupaten Madiun (IPDMIP). Proyek yang dikerjakan pada T.A. 2020-2022 tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan produksi padi di daerah Prov. Jawa Timur, khususnya di daerah irigasi SIM dengan jalan rehabilitasi daerah irigasi. Suplesi Irigasi D.I SIM didapat dari Sungai Madiun, yang dibendung di Bendung Jati (Dam Jati) Kec. Nguntoro Kab. Magetan. Adapun progres fisik Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. SIM di Kabupaten Madiun (IPDMIP) per 14 Juni 2022 telah mencapai 100%. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
26 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menerima kunjungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ngawi di Kantor BBWSBS, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (26/03/2021). Kunjungan kerja (kunker) kali ini bertujuan untuk berdiskusi tentang proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) strategis di wilayah Ngawi, yang dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam kegiatan tersebut turut dilakukan pembahasan usulan yang disampaikan saat pertemuan pada 5 Januari 2021 lalu terkait bidang sumber daya air (SDA) yang ada di Ngawi, diantaranya terkait rencana proses pengadaan tanah oleh Pemkab Ngawi untuk proyek perbaikan tanggul Kali Madiun (Ngawi-Kwadungan) serta rencana kegiatan pembangunan Embung Talang di Jogorogo, Ngawi. Selain itu terkait rencana pembangunan Waduk Sine, Pemkab Ngawi telah melaksanakan kegiatan Studi Pendahuluan. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. “Kami akan mendukung terkait usulan-usulan yang diajukan, namun, Pemkab Ngawi juga diharapkan segera menyelesaikan proses terkait pengadaan tanahnya, dengan melakukan koordinasi lebih lanjut. Jangan sampai, ketika sudah berproses namun aset Pemkab Ngawi masih ada yang terkendala,” terangnya. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ngawi, Ir. Hadi Suroso, M.T., juga menyampaikan bahwa pada tahun 2019, Pemkab Ngawi telah melaksanakan Studi Potensi dan DED Air Baku yang berlokasi di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo. “Mengingat lokasi tersebut sangat strategis untuk menambah pemenuhan air baku (embung, dll.), semoga nantinya dapat dilaksanakan pembangunan Embung Ngrayudan oleh Pemerintah Pusat,” paparnya. Pada Tahun Anggaran (T.A.) 2021 BBWSBS telah melaksanakan kegiatan infrastruktur bidang SDA yang berdampak terhadap Ngawi, meliputi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) SIM di Kabupaten Madiun (IPDMIP), Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. SIM di Kabupaten Madiun (IPDMIP), DD Rehabilitasi D.I. Pondok di Kabupaten Ngawi, dan Persiapan Penataan Operasional dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi D.I. Colo di Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Karanganyar, Sragen serta Ngawi. (BBWSBS/Ferri)
Baca Selengkapnya