Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
07 December 2021
Dalam rangka pelaksanaan Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) Tahun 2021-2022, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar Sosialisasi Pelaksanaan RAAT Tahun 2021-2022 WS Bengawan Solo di Adhiwangsa Hotel, Jl. Adi Sucipto No.146, Laweyan, Surakarta, Selasa, (07/12/2021). Kegiatan yang turut mengundang Kepala Bidang (Kabid) Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti ST, M.Si, Kepala Satker OP, Surendro Andi Wibowo, ST, MPSDA, Subkoordinator Perencanaan O&P SDA, Ambar Puspitosari, ST, MDM, dan pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Dalam sambutannya, Sri Wahyu Kusumastuti ST, M.Si menyampaikan jika RAAT merupakan salah satu tugas BBWS Bengawan Solo sebagai manajemen alokasi air untuk merencanakan pengaturan antara ketersedian sumber air dan kebutuhan air pada WS Bengawan Solo. Pada RAAT Tahun 2021/2022 telah tercatat sebanyak 36 pemanfaat air yang menggunakan sumber dari Sungai Bengawan Solo dan Kali Madiun antara lain 15 pemanfaat PDAM, 14 pemanfaat Industri dan 6 pemanfaat irigasi kewenangan pusat. ”Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) Tahun 2021/2022 dilakukan agar pembagian air dapat dilakukan secara adil dan merata sesuai dengan UU NO. 17 Tahun 2019 tentang SDA mengenai prioritas pemanfaat air. RAAT Tahun 2021/2022 ini perlu dilakukan sosialisasi kepada stakeholder terkait sehingga terjalin kerjasama dan koordinasi dalam pelaksanaan RAAT Tahun 2021/2022 dengan baik dan sesuai prosedur yang ada," paparnya. Memberikan arahan mewakili Direktur Bina OP SDA, I, Kepala Subdit Perencanaan Teknis dan Kelembagaan Direktorat Bina OP, Sigit Hanandaya P.D. S.T. M.Eng menyampaikan pentingnya RAAT karena merupakan dokumen untuk mencegah konflik dengan stakeholder sekaligus dasar hukum sehingga kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan RAAT Tahun 2021-2022 memiliki peran penting kedepannya. Kegiatan berlanjut dengan paparan materi oleh Narasumber Sri Wahyu Kusumastuti ST, M.Si, dan diskusi panel. Materi yang dibahas adalah Monitoring dan Evaluasi Pengendalian Pemanfaatan Air yang dijelaskan jika Monitoring dan Evaluasi bermaksud untuk mengumpulkan data dan informasi kegiatan yang dilakukan oleh pemegang izin dan pemanfaat yang belum berizin serta menilai aspek kepatuhan (compliance) dan kedisiplinan (discipline) pemegang izin dalam pelaksanaan kewajiba izin. Materi kedua disampaikan oleh Ambar Puspitosari, ST, MDM, terkait Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) Tahun 2021-2022 WS Bengawan Solo yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Materi tersebut menghasilkan 3 kesimpulan yakni: kesepakatan dalam Sidang Pleno ke III TKPSDA pada tanggal 31 Agustus 2021 ditetapkan RAAT 2021/2022 menggunakan Skenario Tahun Kering (Q80), kemudian dari kondisi yang terlihat pada RAAT tahun 2021-2022 WS Bengawan Solo ketersediaan air bagi pemanfaat yang telah berijin dapat dialokasikan namun perlu dipertimbangkan pengambilan air pada Agustus-Oktober terutama di wilayah Hilir, dan hasil neraca air pada daerah irigasi di wilayah Jawa Timur khususnya di DAS Madiun yang menggunakan sumber daya air banyak mengalami defisit. Materi terakhir yakni Rancangan Review Pola PSDA WS Bengawan Solo dari Kepala Bidang (Kabid) Keterpaduan Pembangunan Insfrastrukur Sumber Daya Air (SDA), Ali Rahmat ST, MT memuat proyeksi kebutuhan air yang meliputi Kebutuhan Air Rumah Tangga, Kebutuhan Air Perkotaan (komersial dan sosial) – non domestik, dan Kebutuhan Air Industri. (BBWSBS/Fira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
10 December 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) berkoordinasi dengan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, SE., MM di Kantor Bupati Sukoharjo, Kamis (09/12/2021). Rapat koordinasi (Rakor) ini turut dihadiri oleh Kepala BBWSBS Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dan pejabat di lingkungan BBWSBS. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Rakor tersebut membahas mengenai pengendalian banjir yang menjadi permasalahan di Kabupaten Sukoharjo. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan perlu adanya kerjasama serta kolaborasi dari berbagai pihak terkait dalam menangani masalah pengendalian banjir yang ada di Kabupaten Sukoharjo. “BBWS Bengawan Solo telah melakukan kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Sungai secara rutin dan berkala. Untuk pengendalian banjir tahun 2022 akan dilakukan penyusunan Detail Engineering Design [DED] pengendalian banjir di Kabupaten Sukoharjo serta kajian AMDAL dan LARAPnya,” katanya. Selain itu dalam rakor tersebut juga membahas tentang terpilihnya Kabupaten Sukoharjo menjadi pilot project pengembangan lahan padi dengan intensitas tanam IP400. Untuk mendukung penerapan konsep IP400 ini memerlukan sistem irigasi yang memadai guna menunjang produktivitas petani, yang dapat dibantu melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Agus berharap BBWS Bengawan Solo mampu berkontribusi dalam peningakatan intensitas tanam IP400 di Kabupaten Sukoharjo. Kunci keberhasilan penerapan konsep IP400 adalah ketersediaan pasokan air. Saya meminta Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Sukoharjo dapat berkolaborasi baik dalam pemenuhan kebutuhan air yang diperlukan dan akan dimasukkan dalam Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) di Wilayah Sungai Bengawan Solo. Hal ini dilakukan agar pembagian air dapat dilakukan secara adil dan merata sesuai dengan UU No. 17 Tahun 2019 tentang SDA mengenai prioritas pemanfaat air. Bupati Sukoharjo, Hj. Etik Suryani, SE., MM mengungkapkan terima kasih kepada BBWS Bengawan Solo dengan adanya dukungan dan sinergitas sumber daya air di Kabupaten Sukoharjo. “Melalui sinergitas ini saya harap Kabupaten Sukoharjo mampu melaksanakan penerapan intensitas tanam IP400 di lahan pertanian,” katanya. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
16 August 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan penandatanganan empat kontrak yang didanai oleh World Bank melalui dana Dam Operational Improvement Safety Project (DOISP) Phase 2 di lingkungan satuan kerja (satker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Senin (16/8/2021) di Kantor BBWSBS di Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah. Acara penandatanganan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang disaksikan oleh jajaran Kepala Bidang (Kabid) dan Satuan Kerja (Satker) di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Paket pekerjaan yang akan dilaksanakan antara lain Remedial Bendungan Notopuro senilai Rp21.600.065.165 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender penyedia jasa Aura Sinar Baru – Inti Jawa Tehnik, KSO dan Supervisi Remedial Bendungan Notopuro senilai Rp985.300.000 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender dengan penyedia jasa PT. Suwanda Karya Mandiri yang ditandatangani oleh PPK O&P SDA III, Pranata Setyo Kuntoro, S.T. Kemudian, untuk paket Penyiapan Dokumen Lingkungan untuk Remedial Bendungan di Provinsi Jawa Tengah senilai Rp6.348.400.000 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender dengan penyedia jasa PT. Kwarsa Hexagon dan Penyiapan Dokumen Lingkungan untuk Remedial Bendungan di Provinsi Jawa Timur senilai Rp 8.668.000.000 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender dengan penyedia jasa PT. Intimulya Multikencana KSO PT. Tuah Agung Anugrah. yang ditandatangani oleh PPK O&P SDA I, Ratih Nilam Sari, ST, MPSDA. Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Tata Usaha (TU) BBWSBS, Bambang, S.E., S.T., M.T., yang dalam hal ini mewakili Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., berpesan bahwa dalam paket pekerjaan yang akan dilaksanakan nantinya dapat berjalan tepat waktu. “Dalam pelaksanaan pekerjaan nantinya, kami berharap agar tetap menjaga sekaligus memperhatikan kualitas dan kuantitas sesuai dengan yang telah ditentukan dalam spesifikasinya. Semoga semua pekerjaan dapat berjalan lancar serta sesuai target,” ujarnya. Kepala Bidang (Kabid) OP SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T. M.Si., menyampaikan untuk semua penyedia jasa untuk selalu menjaga integritas dalam bekerja. “Untuk para penyedia jasa dapat memanfaatkan sisa waktu seefektif mungkin. Dan jika ada masalah-masalah di lapangan untuk bisa dikonsultasikan. Semoga semua pekerjaan berjalan lancar tanpa ada gangguan atau hambatan,” pungkasnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
21 April 2021
<img src="http://sda.pu.go.id/balai/bbwsbengawansolo/portal/wp-content/uploads/2021/04/DE8D5EC7-2F4D-47DB-B3C7-27D72644C56A.jpeg" alt="" width="1280" height="853" class="aligncenter size-full wp-image-3806" /> Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan di Lingkungan BBWSBS dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Kantor BBWSBS, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (21/04/2021). Acara penandatanganan tersebut disaksikan oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dan pejabat di lingkungan BBWSBS. Dalam kesempatan ini, BBWSBS menandatangani dua paket pekerjaan, yakni Peningkatan Bangunan Prasedimentasi Intake Semanggi di Kota Surakarta dengan penyedia jasa PT. Bangkit Cipta Sakti – PT. Jaya Mulya Konstruksi, KSO Semarang senilai Rp 4.479.999.898,88. Dan paket pekerjaan kedua yakni Supervisi Peningkatan Bangunan Prasedimentasi Intake Semanggi di Kota Surakarta dengan penyedia jasa CV. Jati Utama Semarang senilai Rp 850.884.100,00 yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penyedia Air Baku SNVT PJPA Bengawan Solo, Wahyana ST, MT. Selanjutnya, Paket Peningkatan Bangunan Prasedimentasi Intake Semanggi di Kota Surakarta dan Supervisi Peningkatan Bangunan Prasedimentasi Intake Semanggi di Kota Surakarta tersebut akan berlangsung sejak 21 April 2021 sampai dengan 16 Desember 2021 atau selama 240 hari kalender. Dalam penandatangannya kontrak tersebut, Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. sempat mewanti-wanti kepada penyedia jasa untuk menjaga integritas dalam bekerja. Lebih lajut, Kepala BBWS Bengawan Solo juga menyampaikan untuk tetap semangat dan memberikan hasil terbaik dalam bekerja di tengah situasi pandemi Covid-19. “Mohon disyukuri besar kecil (nominalnya) karena yang terpenting hasil kerja harus tetap bagus. Segera nantinya langsung dilaksanakan pekerjaan tersebut karena di tengah situasi pandemi ini penting untuk meningkatkan penerapan,” paparnya. Disampaikan pula oleh Kepala BBWSBS terkait harapannya terhadap kinerja dan hasil kerja setelah penandatanganan paket kontrak tersebut akan bermanfaat terhadap masyarakat nantinya. “Tetap bekerja dengan baik dan semoga pekerjaan ini lancar dan bermanfaat bagi masyarakat di sekitar. Sehingga, Pemerintah Kota Solo bisa melihat hasilnya dengan puas,” tutupnya.(BBWSBS/Fira)
Baca Selengkapnya