Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
18 November 2021
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo meninjau pembangunan fisik Bendungan Gongseng yang berada di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (18/11/2021). Kegiatan ini dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pekerjaan Bendungan Gongseng dilaksanakan mulai tahun 2013 dan direncanakan selesai pada akhir tahun 2021 sementara progres fisik pembangunan Bendungan Gongseng saat ini sebesar 96,5 %. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan impounding atau pengisian awal sebagai syarat penyelesaian proyek waduk telah dilakukan pada 22 September 2021. Pengisian Bendungan Gongseng dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 63 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan. “Menurut data per 11 November 2021 progres pembangunan pembangunan Bendungan Gongseng sudah mencapai 96,5 %. Bendungan Gongseng ini diperkirakan akan di resmikan pada tanggal 30 November 2021 mendatang,” ujarnya. Bendungan Gongseng merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan menambah kapasitas tampungan air sehingga keberlanjutan suplai air irigasi ke sawah terjaga. Kehadiran waduk ini juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal. Bendungan Gongseng merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Bendungan ini dirancang memiliki kapasitas 22,43 juta meter kubik dan memiliki lima potensi manfaat yakni untuk irigasi seluas 6.191 hektare, penyediaan air baku 300 liter/detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 meter kubik/detik serta sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
28 September 2021
Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Provinsi Jawa Timur, berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (28/09/2021). Kunjungan kali ini bertujuan untuk berkoordinasi mengenai pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) dengan Sektetariat TKPSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo. Acara yang tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sebagai informasi, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) memiliki lingkup kerja yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. TKPSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo periode 3 (2019 – 2023) dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri PU PR Nomor 303/KPTS/M/2019 tentang Pembentukan TKPSDA WS Bengawan Solo. TKPSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo pada periode ini beranggotakan 74 anggota yang terdiri dari 37 anggota dari unsur Pemerintah dan 37 anggota dari Lembaga/Organisasi unsur Non Pemerintah (ORNOP). Untuk Jabatan Ketua TKPSDA WS Bengawan Solo dijabat oleh Kepala BAPPEDA Provinsi (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan Ketua Harian dijabat oleh Kepala Dinas PUSDATARU/PUSDA Provinsi (Jawa Tengah dan Jawa Timur) yang dijabat secara bergantian setiap tahunnya sesuai kesepakatan. Pada tahun ini, sebagai Ketua TKPSDA adalah Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah dan Ketua Harian adalah Kepala Dinas PUSDA Provinsi Jawa Timur. Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo sekaligus Kepala Sekretariat TKPSDA WS Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST., M.Si., menyampaikan bahwa TKPSDA sebagai wadah koordinasi pengelolaan SDA diharapkan dapat memberikan pertimbangan/rekomendasi dalam aspek konservasi dan pendayagunaannya, serta pengendalian daya rusak air, baik pada saat perencanaan, pelaksanaan, maupun pemantauan juga pengawasan di lapangan. “Dengan adanya kegiatan ini, kami juga berharap bisa berbagi ilmu dan pengalaman agar terciptanya koordinasi yang baik serta saling melengkapi,”ujarnya. Ir. Anton Dharma Pusaka, MT selaku perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) SDA Jawa timur menyampaikan terima kasih karena telah diterima dengan baik di BBWS Bengawan Solo. “Dengan penuh semangat, dan tetap mematuhi protokol kesehatan, saya juga berharap dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat sebagai peningkatan ilmu dan wawasan bagi setiap anggota TKPSDA Wilayah Sungai Provinsi Jawa Timur,” jelasnya. (BBWSBS/Tamara/MG-Alfida)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
24 June 2022
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berupaya meningkatkan kemampuan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pada Operasi dan Pemeliharaan bangunan Infrastruktur SDA di wilayah BBWS Bengawan Solo khususnya Petugas OP Pompa Banjir melalui pelatihan Petugas OP Pompa Banjir di Adhiwangsa Hotel Convention Jl. Adisucipto No.146 Kec. Laweyan, Kota Surakarta. Kegiatan yang berlangsung dari Kamis-Jumat (23-24/06/2022) ini tetap menerapakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kegiatan Pelatihan Petugas OP Pompa Banjir BBWS Bengawan Solo dimaksudkan dalam rangka menghadapi bencana banjir di wilayah BBWS Bengawan Solo, serta mengurangi potensi dampak bencana banjir sehingga diperlukan pengoperasian dan pemeliharaan pompa banjir yang optimal agar dapat berfungsi dengan baik saat melakukan pengoperasian pompa banjir. Selain itu, petugas yang di lapangan diharapkan mampu lebih terampil dan berkompeten serta memahami tugas pokok dan fungsi dalam penyelenggaraan operasi dan pemeliharaan secara baik dan benar. Kegiatan pemeliharaan Pompa Banjir di bulan Juni 2022 meliputi Pengecekan radiator, filter oli, dan filter angin di Pompa Banjir Pucangsawit, Pengecekan panel kelistrikan pompa banjir di Pompa Banjir Langenharjo, dan Pengecekan fungsi klep pada saluran input di Pompa Banjir Joyontakan. BBWS Bengawan Solo berharap melalui kegiatan ini Petugas Operasi dan Pemeliharaan dapat melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing untuk menunjang keberlangsungan serta kelancaran kegiatan Operasi dan Pemeliharaaan Pompa Banjir.(BBWSBS/Safira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
07 December 2021
Dalam rangka pelaksanaan Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) Tahun 2021-2022, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar Sosialisasi Pelaksanaan RAAT Tahun 2021-2022 WS Bengawan Solo di Adhiwangsa Hotel, Jl. Adi Sucipto No.146, Laweyan, Surakarta, Selasa, (07/12/2021). Kegiatan yang turut mengundang Kepala Bidang (Kabid) Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti ST, M.Si, Kepala Satker OP, Surendro Andi Wibowo, ST, MPSDA, Subkoordinator Perencanaan O&P SDA, Ambar Puspitosari, ST, MDM, dan pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Dalam sambutannya, Sri Wahyu Kusumastuti ST, M.Si menyampaikan jika RAAT merupakan salah satu tugas BBWS Bengawan Solo sebagai manajemen alokasi air untuk merencanakan pengaturan antara ketersedian sumber air dan kebutuhan air pada WS Bengawan Solo. Pada RAAT Tahun 2021/2022 telah tercatat sebanyak 36 pemanfaat air yang menggunakan sumber dari Sungai Bengawan Solo dan Kali Madiun antara lain 15 pemanfaat PDAM, 14 pemanfaat Industri dan 6 pemanfaat irigasi kewenangan pusat. ”Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) Tahun 2021/2022 dilakukan agar pembagian air dapat dilakukan secara adil dan merata sesuai dengan UU NO. 17 Tahun 2019 tentang SDA mengenai prioritas pemanfaat air. RAAT Tahun 2021/2022 ini perlu dilakukan sosialisasi kepada stakeholder terkait sehingga terjalin kerjasama dan koordinasi dalam pelaksanaan RAAT Tahun 2021/2022 dengan baik dan sesuai prosedur yang ada," paparnya. Memberikan arahan mewakili Direktur Bina OP SDA, I, Kepala Subdit Perencanaan Teknis dan Kelembagaan Direktorat Bina OP, Sigit Hanandaya P.D. S.T. M.Eng menyampaikan pentingnya RAAT karena merupakan dokumen untuk mencegah konflik dengan stakeholder sekaligus dasar hukum sehingga kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan RAAT Tahun 2021-2022 memiliki peran penting kedepannya. Kegiatan berlanjut dengan paparan materi oleh Narasumber Sri Wahyu Kusumastuti ST, M.Si, dan diskusi panel. Materi yang dibahas adalah Monitoring dan Evaluasi Pengendalian Pemanfaatan Air yang dijelaskan jika Monitoring dan Evaluasi bermaksud untuk mengumpulkan data dan informasi kegiatan yang dilakukan oleh pemegang izin dan pemanfaat yang belum berizin serta menilai aspek kepatuhan (compliance) dan kedisiplinan (discipline) pemegang izin dalam pelaksanaan kewajiba izin. Materi kedua disampaikan oleh Ambar Puspitosari, ST, MDM, terkait Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) Tahun 2021-2022 WS Bengawan Solo yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Materi tersebut menghasilkan 3 kesimpulan yakni: kesepakatan dalam Sidang Pleno ke III TKPSDA pada tanggal 31 Agustus 2021 ditetapkan RAAT 2021/2022 menggunakan Skenario Tahun Kering (Q80), kemudian dari kondisi yang terlihat pada RAAT tahun 2021-2022 WS Bengawan Solo ketersediaan air bagi pemanfaat yang telah berijin dapat dialokasikan namun perlu dipertimbangkan pengambilan air pada Agustus-Oktober terutama di wilayah Hilir, dan hasil neraca air pada daerah irigasi di wilayah Jawa Timur khususnya di DAS Madiun yang menggunakan sumber daya air banyak mengalami defisit. Materi terakhir yakni Rancangan Review Pola PSDA WS Bengawan Solo dari Kepala Bidang (Kabid) Keterpaduan Pembangunan Insfrastrukur Sumber Daya Air (SDA), Ali Rahmat ST, MT memuat proyeksi kebutuhan air yang meliputi Kebutuhan Air Rumah Tangga, Kebutuhan Air Perkotaan (komersial dan sosial) – non domestik, dan Kebutuhan Air Industri. (BBWSBS/Fira)
Baca Selengkapnya