Berita SDA


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Monev Paket Pekerjaan Wilayah Madiun

17 June 2022

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Maryadi Utama, S.T., M.Si., beserta tim melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi paket pekerjaan di wilayah Madiun, Jawa Timur, Rabu (15/06/2022). Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Lokasi pertama yang dikunjungi oleh rombongan tim BBWBS yakni Paket Penanganan Banjir Kali Jeroan Kab. Madiun (Tahap II) yang merupakan anak Kali Madiun. Untuk realisasi progres fisik per 12 Juni 2022 telah mencapai 7,94%. Lokasi pekerjaan proyek tersebut berada di lokasi Kecamatan Balerejo yakni Desa Balerejo, Desa Bulakrejo, Desa Kedungjati, Desa Babadan Lor, Desa Sumberbening, Kecamatan Wonoasri yakni Desa Buduran, dan Kecamatan Pilangkenceng yakni Desa Purworejo. Penanganan Banjir Kali Jeroan Kab. Madiun (Tahap II) ini bertujuan untuk mengurangi resiko genangan banjir seluas 200 Ha, dan juga mengurangi resiko genangan banjir di Jalan Nasional Madiun – Surabaya dan Jalan Tol Ngawi – Kertosono di KM +603 – KM +604. Di sela kegiatan, Maryadi juga menyampaikan agar pengerjaan proyek tersebut dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu nantinya. “Untuk penyedia jasa, kami berharap agar tetap memahami dan menjalankan pekerjaan sesuai kontrak yang tertuang, dan tak lupa agar tetap berkoordinasi secara intensif guna menunjang keberhasilan proyek,” imbuhnya. Monitoring dilanjutkan ke proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. SIM di Kabupaten Madiun (IPDMIP). Proyek yang dikerjakan pada T.A. 2020-2022 tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan produksi padi di daerah Prov. Jawa Timur, khususnya di daerah irigasi SIM dengan jalan rehabilitasi daerah irigasi. Suplesi Irigasi D.I SIM didapat dari Sungai Madiun, yang dibendung di Bendung Jati (Dam Jati) Kec. Nguntoro Kab. Magetan. Adapun progres fisik Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. SIM di Kabupaten Madiun (IPDMIP) per 14 Juni 2022 telah mencapai 100%. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Pengendalian dan Pengaturan Anak Sungai Kali Kebo

31 January 2022

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring anak sungai Kali Kebo tepatnya di Tempat Pembuangan Akhir Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Surakarta, Senin (31/01/2022). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T., Kabid Operasi dan Pemeliharan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) Sumber Daya Air (SDA), Ali Rahmat, S.T., M.T., dan beberapa pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kali Kebo merupakan sungai orde 3 dari Sungai Bengawan Solo yang memerlukan pengendalian dan pengaturan dalam rangka menambah volume tampungan debit banjir dan mengendalikan pencemaran air pada ruas sungai yang masuk di daerah pembuangan sampah. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengalihkan aliran Kali Kebo mengitari gunungan sampah pada TPA Putri Cempo, yang dalam perencanaannya diperlukan kajian secara detail sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T. “Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya dampak negatif dari pengalihan alur sungai, maka perlu dilakukan kajian pengaruh pengalihan sungai terhadap tren perubahan hidrolik, morfologi, dan banjir di hulu dan hilir ruas pengalihan sungai,” katanya. Naryo menjelaskan bahwa BBWS Bengawan Solo melakukan pengendalian dan pengaturan anak sungai Kali Kebo dengan melakukan pengalihan alur sungai melalui tepi area Blok C kearah sungai eksisting yang salahsatu tujuannya adalah dalam rangka mendukung operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional sesuai tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Koordinasi Lintas Sektor Proyek Revitalisasi Rawa Jombor di Klaten

12 October 2021

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, berkoordinasi dengan Bupati Klaten, Sri Mulyani, Komandan Korem (Danrem) 074 Warastratama, Kolonel Inf Rudy Saladin, M.A, dan Dandim 0723 Klaten Letkol Inf Joni Eko Prasetyo di Markas Kodim (Makodim) 0723/Klaten, Selasa (12/10/2021). Koordinasi kali ini bertujuan untuk berdiskusi tentang proyek revitalisasi Rawa Jombor, yang dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Setelah melakukan koordinasi, BBWSBS melakukan kegiatan monitoring di Rawa Jombor dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Danau, Situ dan Embung (DSE), Yoga Darmawan Diparindra, S.T., M.T, beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Fungsi utama Rawa Jombor adalah sebagai sumber irigasi serta penampung air hujan untuk mencegah banjir. Selain itu, Rawa Jombor selama ini dimanfaatkan untuk aktivitas warga sekitar seperti budi daya ikan menggunakan karamba, warung apung, serta belakangan digunakan untuk wisata perahu. Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T, menuturkan ada kegiatan penataan dan revitalisasi yang sudah berjalan, seperti pembuatan pagar pengamanan serta pembuatan jogging track keliling rawa. Namun, baru dibangun sekitar 2 km. Sementara, kegiatan pengerukan sedimentasi ditargetkan tetap berjalan pada 2021. “Saya berharap Rawa Jombor dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan semoga revitalisasi ini dapat berjalan lancar sesuai target, sehingga lahan di kawasan setempat yang tadinya hanya mengharap air hujan, kedepannya dapat diairi dan menjadi lebih produktif,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro Siap Diresmikan

18 November 2021

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo meninjau pembangunan fisik Bendungan Gongseng yang berada di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (18/11/2021). Kegiatan ini dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pekerjaan Bendungan Gongseng dilaksanakan mulai tahun 2013 dan direncanakan selesai pada akhir tahun 2021 sementara progres fisik pembangunan Bendungan Gongseng saat ini sebesar 96,5 %. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan impounding atau pengisian awal sebagai syarat penyelesaian proyek waduk telah dilakukan pada 22 September 2021. Pengisian Bendungan Gongseng dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 63 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan. “Menurut data per 11 November 2021 progres pembangunan pembangunan Bendungan Gongseng sudah mencapai 96,5 %. Bendungan Gongseng ini diperkirakan akan di resmikan pada tanggal 30 November 2021 mendatang,” ujarnya. Bendungan Gongseng merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan menambah kapasitas tampungan air sehingga keberlanjutan suplai air irigasi ke sawah terjaga. Kehadiran waduk ini juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal. Bendungan Gongseng merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Bendungan ini dirancang memiliki kapasitas 22,43 juta meter kubik dan memiliki lima potensi manfaat yakni untuk irigasi seluas 6.191 hektare, penyediaan air baku 300 liter/detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 meter kubik/detik serta sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya