Berita SDA


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Serah Terima Hasil Kegiatan P3TGAI Wilayah OP SDA III

27 October 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan kegiatan Serah Terima Hasil Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahap I Tahun Anggaran 2021 di Wilayah Jawa Timur, Selasa – Rabu (26-27/10/2021) di Hotel Aston Madiun, Jawa Timur. Kegiatan yang turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi V Hj Sri Wahyuni S,Sos, Kepala BBWSBS dan para pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo ini telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. P3TGAI merupakan program perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (HIPPA), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) atau lnduk Perkumpulan. Selain untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, melalui P3TGAI dapat meningkatkan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat khususnya petani. Program tersebut juga bermanfaat untuk memperkuat sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat petani dalam kegiatan pengelolaan jaringan irigasi. Alokasi penerima P3TGAI di wilayah kerja PPK OP SDA III pada Tahap I sejumlah 271 desa yang tersebar di 5 Kabupaten yaitu Madiun, Magetan, Ngawi, Pacitan dan Ponorogo. Penerima alokasi P3TGAI Tahap II sejumlah 42 desa yang tersebar Madiun, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan pelaksanaan P3TGAI untuk wilayah kerja PPK OP SDA III terbagi menjadi dua tahapan. Tahap I pada periode April sampai dengan Agustus ada sebanyak 271 desa yang mendapatkan alokasi sedangkan tahap II pada periode Agustus sampai dengan Desember ada sebanyak 42 desa. “Pelaksanaan P3TGAI tahun ini telah banyak berkontribusi baik dalam membuka lapangan pekerjaan di wilayah kerja PPK OP SDA III, khususnya pada Tahap I telah menyerap tenaga kerja sebanyak 246.280 HOK yang tebagi di 271 Desa di 5 Kabupaten. Pekerjaan fisik yang telah terselesaikan diharapkan berfungsi secara optimal, sehingga bisa meningkatkan produktifitas dari petani di 271 desa penerima program. Pada kesempatan ini kami menitipkan bangunan yang telah dilaksanakan untuk dipelihara oleh HIPPA/P3A, agar hasil pertanian yang diperoleh semakin meningkat dan dapat mensejahterakan masyarakat sekitar,” katanya. Agus Rudyanto juga berharap nantinya kegiatan tersebut dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah lokasi pekerjaan. “Progres pelaksanaan fisik maupun keuangan untuk Tahap I telah mencapai 100%. Saya mengucapkan terima kasih untuk semua pihak yang terlibat dalam program P3TGAI di wilayah kerja PPK OP SDA III, berdasarkan hasil evaluasi kami secara keseluruhan pelaksanaan P3TGAI berjalan dengan baik, diharapkan untuk kedepannya akan lebih baik lagi dalam hal pendampingan dan pemberdayaan dalam kegiatan Padat Karya,” ujarnya. Anggota DPR RI Komisi V Hj. Sri Wahyuni, S.Sos., mengharapkan kerjasama dari pihak BBWS Bengawan Solo selalu terjalin demi tercapainya percepatan pembangunan infrastruktur SDA di wilayah ker PPK OP SDA III. “ Melalui program ini harapannya semakin banyak sawah di Jawa Timur yang teraliri air. Artinya, sektor pertanian di wilayah Jawa Timur bisa terus dikembangkan karena air tercukupi. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Kunjungan Lapangan Kepala BBWS Bengawan Solo di Jawa Timur

14 June 2022

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) yang dipimpin oleh Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, S.T. M.Si., melaksanakan kunjungan lapangan di wilayah hilir Sungai Bengawan Solo di Jawa Timur, Senin (13/06/2022). Dalam kunjungan tersebut, Kepala BBWSBS didampingi oleh Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM., Subkoordinator Pengendalian Pelaksanaan Sungai dan Pantai, Sugeng Wiratna, S.T., M.T., PPK Sungai Pantai I, Yuhanes Widi Widodo, S.T., M.Eng., dan PPK Sungai Pantai II, Gadhang Swatyastu, S.T., M.Eng. dengan tetap memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Lokasi pertama, yakni Kantor Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Provinsi Jawa Timur (Jatim). Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus perkenalan Kepala BBWSBS yang baru. Dalam pertemuan tersebut pula turut dibahas koordinasi terkait pengelolaan SDA terpadu di Jatim bersama Kepala Dinas PU SDA Prov. Jatim, Dr. Muhammad Isa Anshori, ATD., MT. Dalam diskusi juga dilakukan pembahasan terkait proyek pengendalian Kali Lamong, penyelesaian pembangunan Jabung Ring Dike, penuntasan saluran primer daerah irigasi (DI) Bengawan Jero (lanjutan saluran primer intake Babat Barrage), peningkatan kapasitas tampungan floodway di Kabupaten Lamongan, serta pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Selanjutnya Tim BBWSBS juga mengunjungi proyek pekerjaan pembangunan breakwater di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Adapun progres pekerjaan pembangunan breakwater di PPN Brondong pada hari ini mencapai 38,40 %. Pembangunan breakwater ini dibangun untuk menjaga tinggi gelombang yang berada di dalam kolam pelabuhan tetap tenang, sehingga kapal nelayan dan aktifitas bongkar muat dapat berjalan dengan lancar. Lingkup pekerjaan antara lain pekerjaan persiapan, penyelenggaraan SMK3 dan pekerjaan breakwater. Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, S.T. M.Si mengatakan manfaat dari pembangunan breakwater ini yakni melindungi kolam pelabuhan seluas 17,2 Ha, dan penerima manfaat adalah masyarakat nelayan di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan khususnya dan nelayan pada umumnya. “PPN Brondong menjadi tempat bongkar muat dan fasilitas penunjang perdagangan perikanan bagi nelayan dan industri perikanan setempat. Kabupaten Lamongan sendiri memiliki potensi perikanan yang cukup besar,” katanya. Selain PPN Brondong di Kecamatan Brondong, Tim BBWSBS mengunjungi proyek Sudetan (Floodway) Plangwot-Sedayu Lawas di Kelurahan Plangwot, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sebagai informasi, Floodway ini telah dibangun sejak tahun 1996 – 2004 dengan kapasitas desain sebesar 640 m3/detik. Dengan kondisi eksisting saat ini, masih ada daerah Bengawan Solo Hilir yang tergenang banjir antara lain di Kecamatan Turi dan Kecamatan Kali Tengah. (BBWSBS/Tamara-Feri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Perkenalan Kepala SNVT Air Tanah dan Air Baku

05 March 2021

Sehubungan dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 185/KPTS/M/2021 tentang perubahan lampiran Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 59/KPTS/M/2021 tentang Pengangkatan Atasan/Atasan Langsung/Pembantu Atasan Langsung Kuasa Pengguna Anggaran/Barang dan Pejabat Perbendaharaan Satuan Kerja di Lingkungan Direktorat Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo mengadakan Perkenalan Kepala SNVT Air Tanah dan Air Baku Bengawan Solo yaitu Nely Mulyaningsih, S.P., MPSDA dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, di Hotel Syariah, Sukoharjo, Jumat (05/03/2021). Dalam sambutannya Kepala SNVT Air Tanah dan Air Baku Bengawan Solo Nely Mulyaningsih, S.P., MPSDA mengatakan pertama masuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada Tahun 2010 di Direktorat Irigasi dan Rawa, kemudian di Tahun 2014 dipindahkan di BWS Kalimantan 3 sebagai PPK Air Tanah dan Air Baku, kemudian sempat juga dua tahun di PPK Irigasi dan Rawa, dan kemudian yang terakhir posisi saya PPK Air Tanah dan Air Baku. “Saya senang sekali dipindahkan disini sekaligus gugup, karena BBWS Bengawan Solo ini termasuk yang bonafit, saya berharap bila dalam bekerja nanti misalnya saya ada tertinggal mohon diberikan arahan,” sambungnya. Kepala BBWS Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengucapkan selamat datang di BBWS Bengawan Solo, nanti Ibu nely akan dibantu oleh teman-teman PPK yaitu PPK Pendayagunaan Air Tanah dan PPK Penyediaan Air Baku. “Intinya tadi seperti dikatakan Ibu Lilik, kerja itu yang penting niat, jujur, kemudian kerja keras, karena di BBWS Bengawan Solo ini tuntutannya sangat tinggi,” jelasnya. “Satu hal yang perlu kita sampaikan bahwa kenapa adanya SNVT Air Tanah dan Air Baku, karena Integrated Water Resources Management adalah termasuk integrase antara air tanah dan air permukaan. Dan ini yang masih kita bahas bagaimana tutunan dari integrated tersebut. Jadi integrasi bukan berarti semuatetapi bagaimana kita mensinergikan dan mengintegrasikan air tanah dan air baku bersama-sama dengan Kementerian ESDM,” Jelas Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA saat memberi arahan sekaligus penutup acara(BBWSBS/charis).

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Webinar Pengelolaan Air Tanah Wilayah Sungai Bengawan Solo

15 March 2022

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar webinar bertema Pengelolaan Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, selasa (15/3/2022). Kegiatan ini diadakan secara online via zoom dan ditayangkan secara live via youtube channel BBWS Bengawan Solo. Narasumber yang hadir sebagai pembicara untuk memberikan materi dalam webinar tersebut yakni, Kasubdit Wilayah II, Direktorat Air Tanah dan Air Baku, Ir. Wursito Adi Baskoro, M.T menyampaikan materi mengenai Kebijakan Pengelolaan Air Tanah di Indonesia, Kepala SNVT ATAB BBWS Bengawan Solo, Nely Mulyaningsih S.P., M.PSDA menyampaikan materi mengenai Pengelolaan Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Koordinator Pengusahaan Dan Konservasi Air Tanah, Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Hermawan, S.T menyampaikan materi mengenai Kondisi Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Kepala Balai Air Tanah, Dr. Ahmad Taufiq, S.T., M.T., Phd menyampaikan materi mengenai Perencanaan Pengelolaan Air Tanah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Dr. Muhammad Isa Anshori, ATD., MT, menyampaikan materi mengenai Kegiatan Pemanfaatan dan Pengelolaan Air Tanah di Jawa Timur, dan Akademisi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS menyampaikan materi mengenai Perkembangan Teknologi Pengelolaan Air Tanah di Daerah Perkotaan. Selaku moderator pada webinar adalah Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) Sumber Daya Air (SDA), Ali Rahmat, S.T., M.T.. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunci kelestarian air tanah untuk pemenuhan kebutuhan adalah pengelolaan air tanah secara baik dan berkelanjutan yang kemudian menjadi tanggung jawab bersama. “Dalam pemanfaatan air tanah bayak hal yang perlu dianalisa lebih lanjut, karena eksploitasi air tanah berlebih tanpa pengisian ulang akan mengakibatkan penurunan kualitas air tanah” ujarnya. Melalui pemaparan materinya, Ir. Wursito Adi Baskoro, M.T menyampaikan mengenai regulasi dan kebijakan pengelolaan air tanah di Indonesia. Nely Mulyaningsih, SP,. MPSDA. turut menjelaskan program kegiatan pengelolaan air tanah yang telah dilakukan di Wilayah Bengawan Solo yakni melalui program rehabilitasi rumah pompa dan redrilling (pengeboran ulang) sumur produksi tanah. “Balai Besar Wilayah Sungai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang meliputi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi dan pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada sungai, pantai, bendungan, danau, situ, embung, dan tampungan air lainnya, irigasi, rawa, tambak, air tanah, dan air baku serta pengelolaan drainase utama perkotaan,” paparnya. Selanjutnya, Hermawan, S.T menambahkan upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga kesetimbangan Cekungan Air Tanah (CAT) adalah dengan melarang pengusaha air tanah pada zona imbuhan dan sekitar mata air. “Upaya dalam menjaga Kesetimbangan Cekungan Air Tanah pada Wilayah Sungai Bengawan Solo yang pertama ada proses perizinan, kewajiban membangun sumur resapan bagi pemegang izin sumur bor, lalu yang ketiga wajib membangun sumur pantau untuk sumur dan melaporkan hasil pemantauan ke Dinas ESDM, melarang pengusahaan air tanah pada zona imbuhan dan sekitar mata air. Dan yang ke lima penindakan terhadap penggunaan air tanah yang melebihi debit yang diizinkan,” katanya. Dr. Ahmad Taufiq, ST,. MT., Ph.D menjelaskan bagaimana langkah-langkah dalam perencanaan pengelolaan air tanah. Dimulai dengan melakukan survey air tanah, geolistrik, jenis data air tanah, pengujian air tanah, pengujian kualitas air tanah, kemudian dilanjutkan dengan pemodelan air tanah. Dr. Muhammad Isa Ansori, ATD., MT juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menaruh perhatian terhadap groundwater. “Groundwater merupakan isu yang harus diperhatikan di tingkat internasional, kondisi air tanah yang menurun mengharuskan adanya perbaikan pengelolaan air tanah” ujarnya. Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS. IPU turut memberikan gambaran mengenai teknologi sumur injeksi sebagai imbuhan air tanah buatan pada akuifer bebas di wilayah perkotaan. Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa prinsip dalam pengelolaan air tanah adalah keseimbangan, yaitu keseimbangan antara permintaan (demand) dan penyediaan (supply). (BBWSBS/Tamara- Meyta)

Baca Selengkapnya