Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
30 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BWBSBS) menggelar acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BBWSBS, Ikatan Pensiunan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (IPPU) Komisariat Sumber Daya Air (SDA), dan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Peduli Waduk dalam rangka Pengelolaan Sabuk Hijau (Greenbelt) Bendungan di Wilayah Sungai Bengawan Solo, yang dilaksanakan di Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (30/03/2021). Acara penandatanganan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Wilayah Sungai Bengawan Solo mempunyai beberapa bendungan baik besar maupun kecil yang memerlukan pengelolaan secara intensif dan berkala. Untuk itu, pengelolaan bendungan dilakukan untuk menjamin kelestarian fungsi, manfaat, efektivitas, dan efisiensi pemanfaatan air beserta keamanan bendungannya. Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST., M.Si., dalam hal ini mewakili Kepala BBWSBS Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., memaparkan bahwa untuk menjaga keberlangsungan fungsi waduk, peran serta masyarakat sangatlah dibutuhkan. “Berdasarkan Pedoman dan Pemanfataan Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang dipakai sebagai acuan pemilik/pengelola bendungan dalam pengelolaan greenbelt, bertujuan untuk menjaga ketersediaan lahan hijau sekaligus menjaga keserasian lingkungan bendungan. Selain itu, sebagai prasarana penguat struktur bendungan sekaligus menjaga kesimbangan lingkungan dan partisipasi publik,” sambungnya. Ketua IPPU Provinsi Jawa Timur (Jatim), Ir. Warno Harisasono, M.Eng., juga berpesan agar kegiatan pengelolaan greenbelt bendungan tersebut dapat terlaksana sesuai dengan tujuannya, yakni pelestarian fungsi dan manfaat bendungan itu sendiri. “Pohon yang ditanam tentunya memiliki segi produktivitas dan bernilai ekonomis. Sebab, masyarakat sekitar yang ikut berpartisipasi dalam pengelolaannya akan dapat memanfaatkan hasilnya,” imbuhnya. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama tersebut dilakukan oleh perwakilan IPPU dan Pokmas untuk enam bendungan, yakni Bendungan Ketro yang ditandatangani oleh perwakilan Komisariat SDA-Kementerian PUPR, Ir. Hartanto, Dipl.H.E., dengan perwakilan Pokmas Tirto Joyo, Susanto, perwakilan Pokmas Semut Ireng, Bayu Aji Prasetyo (Bendungan Nawangan), perwakilan Pokmas Ngudi Lestari, Suparmo (Bendungan Cengklik), perwakilan Pokmas Kyai Deling, Sigit Sugiyanto, S.E. (Bendungan Delingan). Selanjutnya, Bendungan Pondok yang ditandatangani oleh Ketua IPPU Provinsi Jatim, Ir. Warno Harsasono, M.Eng., dengan perwakilan Pokmas Petruk Pondok Indah, Kandi Wiyono, dan perwakilan Pokmas Gloso Pacal, Suyanto, untuk Bendungan Pacal. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
20 December 2021
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo meninjau lokasi Jembatan Kacangan di Desa Kacangan, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik yang patah akibat pilar tengah konstruksi jembatan mengalami ambles, Senin (20/12/2021). Kegiatan ini dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Jembatan yang melintas diatas Kali Lamong tersebut sangat vital yang menghubungkan desa-desa di Kecamatan Benjeng. Jalan penghubung antardesa itu terpaksa ditutup untuk akses kendaraan roda empat dan roda dua. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan BBWS Bengawan Solo terus mengupayakan penanganan dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan dinas terkait untuk melakukan penanganan lebih lanjut. “Kami akan berkoordinasi dengan Pemkab terkait masalah tersebut. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses utama penghubung antar desa. Untuk saat ini jembatan yang patah tersebut langsung ditutup total dan tidak boleh digunakan untuk aktivitas. Untuk akses pengganti, masyarakat bisa beralih ke jalur alternatif,” katanya. Agus menambahkan BBWSBS hanya memiliki kewenangan terkait penanganan wilayah sungai Kali Lamong. “Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan ada atau tidaknya material reruntuhan jembatan yang menghambat aliran Kali Lamong, guna mengantisipasi terjadinya backwater,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara/ Feri).
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
05 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menggelar acara Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan Di Lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Graha Tirta I, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (05/03/2021). Dalam kesempatan ini, BBWS Bengawan Solo menandatangani 15 paket pekerjaan, yakni tiga paket dari Satker BBWS Bengawan Solo, enam paket dari SNVT ATAB Bengawan Solo, empat paket dari Satker OPSDA Bengawan Solo, dua paket dari Satker PJSA Bengawan Solo. Dengan rincian paket diantaranya SID Rehabilitasi Partisipatif DI Asin Bawah, SID Rehabilitasi Partisipatif DI Jejeruk, DD Rehabilitasi D.I. Pondok di Kabupaten Ngawi, Rehabilitasi Rumah Pompa & JIAT Perpipaan di Jawa Tengah (Sragen), Rehabilitasi Rumah Pompa & JIAT Perpipaan di Jawa Timur (Pacitan), Rehabilitasi Rumah Pompa & JIAT Perpipaan di Jawa Timur (Ponorogo), Supervisi Rehabilitasi Rumah Pompa & JIAT Perpipaan di Jawa Tengah & Jawa Timur, Penggantian dan Pemasangan Mesin dan Pompa di Jawa Tengah, Penggantian dan Pemasangan Mesin dan Pompa di Jawa Timur, Remedial Bendungan di Wilayah Solo Hulu, Supervisi Remedial Bendungan di Wilayah Solo Hulu, Supervisi Remedial Bendungan di Wilayah Madiun, Supervisi Pemeliharaan Berkala di Wilayah Madiun, Supervisi Pengendalian Banjir Sungai Bengawan Solo Hilir (Kab. Tuban), Pembangunan Parapet/Revetment Ruas Kampung Sewu - Pucang Sawit. Kepala BBWS Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech menjelaskan total jumlah paket kontraktual BBWS Bengawan Solo pada awal tahun 2021 sebanyak 91 paket, dengan adanya refocusing anggaran mengakibatkan jumlah paket menjadi 87 paket. Dari 87 paket yang ada secara keseluruhan telah mendapatkan ID SIRUP untuk pelaksanaan pengadaan lelang. Sampai saat ini jumlah paket yang sudah terkontrak sebanyak 43 paket pekerjaan. “Untuk itu kami mohon bantuan dan kerjasama para Kasatker serta PPK untuk berkomunikasi secara intensif dengan BP2JK namun tidak intervensi,” jelasnya. “Dengan demikian jumlah paket BBWS Bengawan Solo yang sudah terproses adalah 74 paket atau 85 persen dari total, yang meliputi 25 paket pekerjaan konstruksi, 47 jasa konsultasi, dan 2 paket pengadaan barang. Sehingga penadatanganan kontrak bukanlah akhir suatu kemenangan kompetisi namun sebagai titik tolak awal untuk dimulai perjuangan yang lebih berat lagi, para pihak harus mulai memahami dan mematuhi ketentuan-ketentuan dalam kontrak untuk dapat meyelesaikan pekerjaan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak,” pesan V. Untoro Kurniawan, S.T., M.M., M.T., selaku Kepala BP2JK Jawa Tengah. Direktur Kepatuhan Intern SDA Ditjen SDA Mochamad Mazid, ST, Sp-1. secara daring mengucapkan selamat, bukan kepada penyedia jasa saja tetapi tiga pihak yang telah menjalankan tugas keprofesionalannya baik dari unsur BP2JK, PPK dan Kasatker BBWS Bengawan Solo, dan khususnya Penyedia Jasa atas proses evaluasinya telah dinyatakan sebagai pemenang dalam pengadaan barang dan jasa ini. Dengan ikatan kontrak ini, kedua belah pihak agar betul-betul memahami apa yang ada didalam dokumen kontrak, baik dari aspek tertib administrasinya untuk betul-betul dicermati, kemudian pada saat implementasi kita harus mendasarkan tertib fisiknya dengan merujuk pada aturan-aturan yang ada, dan yang tidak kalah pentingya dari semua proses ini adalah tertib manfaat. Tertib manfaat ini dapat kita ukur dari sisi capaian outputnya maupun capaian outcomenya. Inilah yang harus selalu kita kawal sejak awal sampai akhir daripada masa ikatan kontrak ini(BBWSBS/charis).
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
05 October 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan monitoring paket pekerjaan Remedial Bendungan di Wilayah Solo Hulu tepatnya di Bendungan Krisak, Kabupaten Wonogiri, Senin (04/10/2021). Bendungan Krisak berada di Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri pada wilayah kerja BBWS Bengawan Solo. Kegiatan monitoring di Bendungan Krisak dipimpin Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Sri Wahyu Kusumastuti, ST. M.Si, dan Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring tersebut dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Sebagai informasi, Bendungan Krisak selesai dibangun pada tahun 1943. Fungsi dibangunnya waduk ini adalah untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di wilayah Kabupaten Wonogiri pada umumnya dan Kecamatan Selogiri pada khususnya. Secara administratif waduk Krisak terletak di Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Propinsi Jawa Tengah. Dari Kota Wonogiri ±8 km ke arah barat laut. Daerah hilir bendungan merupakan daerah yang terdiri dari daerah pemukiman padat penduduk serta area irigasi teknis yang cukup subur. Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah Bertani. Beberapa item pekerjaan yang dilaksanakan antara lain adalah perbaikan puncak bendungan, perbaikan drainase bendungan, serta perbaikan spillway bendungan, dan saat ini progress keseluruhan paket pekerjaan Remedial Bendungan di Wilayah Solo Hulu ini adalah sebesar 66,24%. Dalam kegiatan monitoring tersebut, dipimpin Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech meminta agar pekerjakan di Bendungan Krisak segera dilakukan untuk meminimalisir efek yang terjadi di musim hujan. “Dimohon agar pekerjaan ini segera dikejar sebelum musim hujan datang. Hal tersebut untuk meminimalisir efek yang terjadi di musim hujan. Selain itu saya berharap dengan adanya pembangunan di Bendungan Krisak ini dapat berjalan efektif, tentunya dengan kerjasama dari berbagai pihak terkait.,” paparnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya