Berita SDA


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Presiden Resmikan Bendungan Bendo di Ponorogo

07 September 2021

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (07/09/2021). Waduk Bendo merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan menambah kapasitas tampungan air sehingga keberlanjutan suplai air irigasi ke sawah terjaga. Hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Ir. Jarot Widyoko, Sp-1, Menteri, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Acara peresmian dimulai pukul 12.00 WIB. Presiden Jokowi berharap waduk tersebut bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Ponorogo. “Semoga Bendungan Bendo ini dapat memberikan pertumbuhan ekonomi yang baik. Saya harapkan dengan berfungsinya Bendungan Bendo di Ponorogo ini akan menjadi infrastruktur yang penting, memperkuat ketahanan pangan, dan memperkuat ketahanan air,” ujar Jokowi. Jokowi mengatakan Bendungan Bendo tidak sekadar bisa mengurangi dampak banjir dan untuk kepentingan irigasi serta suplai air baku, melainkan juga memiliki manfaat sebagai sarana wisata sebagai bentuk ekonomi kerakyatan tersendiri. “Bendungan Bendo ini memiliki desain unik memang berpotensi menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Kabupaten Ponorogo,” ujarnya. Pada tahun ini, telah dan akan diselesaikan 17 bendungan di tahun 2021. Pertama yaitu Bendungan Tukul di Pacitan Jawa Timur, kedua Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan, dan ketiga Bendungan Napun Gete di NTT (Nusa Tenggara Timur), semua diresmikan di Bulan Februari. Keempat Bendungan Sindang Heula, berada di Banten, diresmikan di Bulan Maret. Kelima Bendungan Kuningan di Jawa Barat) yang baru saja diresmikan pada 31 Agustus 2021. Selain itu ada Bendungan Way Sekampung di Lampung yang awal September kemarin juga sudah diresmikan. Sekarang Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo. “Bendungan Bendo memiliki manfaat untuk dapat memenuhi kebutuhan irigasi seluas 7.800 Ha. Pekerjaan Bendungan Bendo ini dilaksanakan mulai tahun 2013 dan selesai pada tahun 2021 dengan biaya sebesar 1.1 Triliun dengan sumber dana APBN. Semoga Bendungan Bendo ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar dengan dapat mengairi sawah sehingga meningkatkan indeks pertanaman,” katanya. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan pembangunan Bendungan Bendo telah melewati perjalanan Panjang untuk mencapai momen ini antara lain sertifikasi persetujuan desain, izin pelaksanaan konstruksi, dan sertifikasi persetujuan pengisian waduk. “Selain sebagai sumber air baku, Bendungan Bendo dapat diandalkan saat musim kemarau tiba, ketika Bendungan Bendo mengalami kekeringan akibat musim kemarau Panjang,” ujarnya. Sebagai informasi, Bendungan Bendo berada di Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo yang dikerjakan sejak tahun 2013. Bendungan Bendo dibangun dengan kapasitas total tampungan sebesar 43,11 juta m3 dengan tinggi bendungan 71 m. Kehadiran waduk ini juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal. Waduk Bendo ini bisa mengaliri lahan persawahan seluas 7.800 hektare. Selain itu juga sebagai sumber air baku atau air minum dengan debit 7.900 liter per detik. Air di waduk itu juga bisa sebagai pembangkit listrik. (BBWSBS/Tamara Geraldine)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Belajar dari Penyintas Covid-19 BBWSBS Adakan Video Conference

09 July 2021

Pandemi Covid-19 di Indonesia memberikan dampak tidak hanya pada kesehatan masyarakatnya, akan tetapi juga pada gaya hidup akibat berbagai kebijakan yang berlaku untuk penanganannya. Untuk itu Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar kegiatan video conference dengan topik Arahan Menteri PUPR Terkait Penanganan Covid-19, pada Kamis (08/07/2021) malam. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh keluarga besar BBWS Bengawan Solo baik yang berada di wilayah Jawa Tengah (Jateng) maupun Jawa Timur (Jatim). Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menyampaikan arahan yang disampaikan oleh Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., paparan dari Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) BBWSBS, Bambang, S.E., S.T., M.T., paparan dari narasumber penyintas, serta Sapa Isolas Mandiri (Isoman) untuk pegawai BBWSBS yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir.Agus Rudyanto, M.Tech mengingatkan bagi seluruh keluarga besar BBWS Bengawan Solo tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Karena pandemi Covid-19 belum berakhir, selain itu klaster keluarga menyumbang kasus positif Covid-19 yang cukup banyak. “Jangan sampai keluarga tertular karena kita beraktivitas di luar rumah. Kasus dari klaster keluarga cenderung meningkat. Salah satu kuncinya tetap menerapkan protokol 3M,” ujarnya. Agus mengatakan akan menyiapkan tempat isolasi mandiri khusus bagi pegawai yang terinfeksi Covid-19. “Kita tidak menginginkan pegawai BBWSBS yang terpapar Covid-19 semakin banyak. Bagi pegawai yang sedang menjalani isoman yang membutuhkan tempat isolasi kami membantu siapkan tempat. Siapa tahu membutuhkan tempat, karena kalau di rumah bisa membahayakan anggota keluarga yang lain. Selain itu kami juga akan memberikan pasokan obat – obatan penanganan Covid-19, hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan tingkat kesembuhan penderita Covid-19,” ujarnya. Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) BBWSBS, Bambang, S.E., S.T., M.T mengatakan dengan adanya kegiatan video conference dengan seluruh jajaran keluarga besar BBWS Bengawan Solo baik yang berada di wilayah Jawa Tengah (Jateng) maupun Jawa Timur (Jatim). Kegiatan ini, dilakukan untuk menjaga komunikasi antar pegawai agar tetap terjaga yang sedang menjalani isoman. Selain itu untuk para penyintas dapat membagikan tips agar cepat sembuh dari virus Covid-19. “Ada beberapa pegawai BBWSBS yang terpapar Covid-19, kita tanyakan apa saja kebutuhan mereka saat menjalankan isoman. Jangan sampai pegawai yang sedang menjalani isoman tidak mendapatkan obat atau kekurangan kebutuhan lainnya,” katanya. Bambang mengimbau seluruh pegawai BBWSBS untuk tetap semangat melaksanakan protokol kesehatan. Sebab dengan menjalankan protokol kesehatan, bisa membantu mengurangi penularan Covid-19. “Untuk menangkal virus, baiknya ada peningkatan daya tahan tubuh atau sistem imun di dalam tubuh kita. Cara mengupayakan kekebalan tubuh itu adalah dengan melaksanakan perilaku hidup sehat, dengan makan lebih banyak buah dan sayur, istirahat cukup serta olahraga berkala,” lanjut dia. Guna mencegah penyebarluasan Covid-19 dengan pertimbangan seksama dari masing-masing pegawai BBWSBS telah melaksanakan pola hidup bersih dan sehat serta melakukan prosedur kesehatan sesuai Protokol Kesehatan dari Pemerintah untuk Penanganan Covid-19. Dengan ini diharapkan dapat melakukan pekerjaan masing-masing dengan baik tanpa terganggunya penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, serta pada saat yang bersamaan dapat mengurangi terjadinya penyebaran virus corona di Indonesia. (BBWSBS/Tamara - Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

TKPSDA Jatim Kunjungi BBWS Bengawan Solo

28 September 2021

Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Provinsi Jawa Timur, berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (28/09/2021). Kunjungan kali ini bertujuan untuk berkoordinasi mengenai pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) dengan Sektetariat TKPSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo. Acara yang tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sebagai informasi, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) memiliki lingkup kerja yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. TKPSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo periode 3 (2019 – 2023) dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri PU PR Nomor 303/KPTS/M/2019 tentang Pembentukan TKPSDA WS Bengawan Solo. TKPSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo pada periode ini beranggotakan 74 anggota yang terdiri dari 37 anggota dari unsur Pemerintah dan 37 anggota dari Lembaga/Organisasi unsur Non Pemerintah (ORNOP). Untuk Jabatan Ketua TKPSDA WS Bengawan Solo dijabat oleh Kepala BAPPEDA Provinsi (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan Ketua Harian dijabat oleh Kepala Dinas PUSDATARU/PUSDA Provinsi (Jawa Tengah dan Jawa Timur) yang dijabat secara bergantian setiap tahunnya sesuai kesepakatan. Pada tahun ini, sebagai Ketua TKPSDA adalah Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah dan Ketua Harian adalah Kepala Dinas PUSDA Provinsi Jawa Timur. Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo sekaligus Kepala Sekretariat TKPSDA WS Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST., M.Si., menyampaikan bahwa TKPSDA sebagai wadah koordinasi pengelolaan SDA diharapkan dapat memberikan pertimbangan/rekomendasi dalam aspek konservasi dan pendayagunaannya, serta pengendalian daya rusak air, baik pada saat perencanaan, pelaksanaan, maupun pemantauan juga pengawasan di lapangan. “Dengan adanya kegiatan ini, kami juga berharap bisa berbagi ilmu dan pengalaman agar terciptanya koordinasi yang baik serta saling melengkapi,”ujarnya. Ir. Anton Dharma Pusaka, MT selaku perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) SDA Jawa timur menyampaikan terima kasih karena telah diterima dengan baik di BBWS Bengawan Solo. “Dengan penuh semangat, dan tetap mematuhi protokol kesehatan, saya juga berharap dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat sebagai peningkatan ilmu dan wawasan bagi setiap anggota TKPSDA Wilayah Sungai Provinsi Jawa Timur,” jelasnya. (BBWSBS/Tamara/MG-Alfida)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Pemantapan Penataan Kawasan Bendung Gerak Karangnongko

05 March 2021

Pembangunan infrsatruktur di suatu wilayah dapat meningkatkan dan menggerakan sektor lain sebagai upaya pembangunan dan perkembangan di wilayah tersebut, seperti Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang direncanakan akan di bangun di Sungai Bengawan Solo tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur yakni sisi kiri berada di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dan sisi kanan berada di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sebagai upaya percepatan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT berkoordinasi bersama Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, ST MM, dan Tim Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Gadjah Mada (UGM) serta Jajaran Pemerintah Kabupaten Blora membahas terkait Progres Pekerjaan Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jum’at (04/03/2020). “Dalam proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko BBWS Bengawan Solo telah melaksanakan beberapa kegiatan yaitu Review Detail Desain Bendung Gerak Karangnongko, Larap dari Area Genangan, dan Larap Irigasi. ” Pesan Ir. Isgiyanto, MT dalam paparannya. Bendung Gerak Karangnongko direncanakan dibangun dengan tipe concrete gravity, dengan daerah tangkapan seluas 10,03 Km2 serta berdaya tampung efektif sebesar 59,1 juta m3. Di masa mendatang diharapkan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha. Kebutuhan air baku Kabupaten Bojonegoro 280 lt/dt, Kabupaten Blora 100 lt/dt, Kabupaten Tuban 275 lt/dt dan Kabupaten Ngawi 500 lt/dt serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Tri Yuli Setyowato, ST MM dalam kesempatan itu menyampaikan ajakan agar bersama bergerak membentuk Satgas bersama Lintas Instansi agar pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berjalan dengan lancar sehingga dapat menjadi kawasan ekonomi kreatif bagi masyarakat Blora dan sekitarnya. “Kami berharap agar proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko dapat melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan kawasan hutan, sehingga kawasan Hutan di sekitar Bendung Gerak Karangnongko tetap terjaga kelestariannya” Ungkap Dr. Wahyu Wardhana, S.Hut, M.Sc selaku Koordinator Perencanaan KHDTK. Pertemuan kali ini membahas terkait beberapa mekanisme dalam proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko seperti pembebasan lahan, relokasi masyarakat, pembahasan teknis sekaligus opsi solusi yang akan dilakukan yang menyesuaikan budaya masyarakat yang ada disekitarnya. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo akan senantiasa bekerjasama dengan berbagai Instansi dalam pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. (bbwsbs/sita).

Baca Selengkapnya