Berita Balai

Informasi Terkini Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung

Kilas Pengumuman :
Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem Capai 28,72 Persen, Tingkatkan Layanan Irigasi bagi Lahan Pertanian
Post
21 Juli 2026 Admin

Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem Capai 28,72 Persen, Tingkatkan Layanan Irigasi bagi Lahan Pertanian

Pekerjaan Rehabilitasi Daerah Irigasi (D.I.) Way Rarem terus berjalan dengan baik sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung sektor pertanian di Provinsi Lampung. Hingga saat ini, progres fisik pekerjaan telah mencapai 28,72%, sesuai dengan tahapan pelaksanaan yang telah direncanakan. Dalam pelaksanaannya, proyek ini memiliki target rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 40 kilometer. Hingga periode pelaporan saat ini, telah terealisasi 2 kilometer pekerjaan yang meliputi rehabilitasi saluran irigasi beserta pekerjaan struktur pendukungnya. Setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan memperhatikan standar mutu konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pengawasan teknis yang ketat agar hasil pembangunan memberikan manfaat yang optimal. Dari sisi manfaat, rehabilitasi D.I. Way Rarem direncanakan mampu meningkatkan pelayanan irigasi pada lahan pertanian seluas 3.400 hektare. Sejauh ini, jaringan yang telah selesai dikerjakan telah memberikan pelayanan irigasi pada sekitar 1.000 hektare lahan pertanian, sehingga petani mulai merasakan manfaat berupa distribusi air yang lebih lancar dan efisien. Keberadaan jaringan irigasi yang andal diharapkan dapat mendukung peningkatan intensitas tanam, menjaga ketersediaan air selama musim tanam, mengurangi kehilangan air di sepanjang saluran, serta meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Proyek ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan serta kerja sama masyarakat sekitar, pekerjaan Rehabilitasi D.I. Way Rarem diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Setelah seluruh pekerjaan rampung, jaringan irigasi ini akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi 3.400 hektare lahan pertanian, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (Pan)
Baca Selengkapnya
Sabuk Hijau Bendungan: Benteng Alami Penjaga Kelestarian Ekosistem dan Keandalan Infrastruktur
Post
21 Juli 2026 Admin

Sabuk Hijau Bendungan: Benteng Alami Penjaga Kelestarian Ekosistem dan Keandalan Infrastruktur

Bendungan tidak hanya membutuhkan bangunan utama yang kokoh, tetapi juga kawasan penyangga yang mampu menjaga keberlanjutan fungsinya dalam jangka panjang. Salah satu komponen penting tersebut adalah sabuk hijau (green belt), yakni kawasan vegetasi yang berada di sekitar waduk atau sepanjang garis sempadan bendungan. Sabuk hijau berfungsi sebagai zona penyangga antara area genangan waduk dengan lahan pertanian, perkebunan, maupun permukiman masyarakat. Keberadaannya bukan sekadar untuk penghijauan, melainkan merupakan bagian dari strategi pengelolaan sumber daya air yang berperan menjaga kualitas lingkungan sekaligus melindungi infrastruktur bendungan. Menjaga Bendungan dari Ancaman Sedimentasi dan Erosi Salah satu manfaat utama sabuk hijau adalah mengendalikan erosi dan sedimentasi yang dapat mengurangi kapasitas tampung waduk. Vegetasi yang tumbuh di kawasan sempadan memiliki sistem perakaran yang kuat sehingga mampu mengikat tanah dan memperkuat lereng di sekitar waduk. Dengan demikian, risiko longsoran tebing dapat diminimalkan. Selain itu, vegetasi berfungsi sebagai penyaring alami yang menahan material tanah dan sedimen yang terbawa aliran permukaan sebelum masuk ke dalam waduk. Pengendalian sedimentasi sangat penting karena pendangkalan waduk dapat mengurangi umur layanan bendungan serta menurunkan efektivitasnya dalam menyimpan air. Melindungi Kualitas Air Waduk Sabuk hijau juga berperan menjaga kualitas air yang tersimpan di dalam waduk. Tanaman mampu menyerap unsur hara berlebih seperti nitrogen dan fosfor yang berasal dari aktivitas pertanian di sekitar kawasan bendungan. Proses alami ini membantu mencegah eutrofikasi, yaitu kondisi ketika perairan mengalami ledakan pertumbuhan tanaman air dan gulma seperti eceng gondok. Apabila tidak dikendalikan, pertumbuhan gulma yang berlebihan dapat menurunkan kualitas air, mengganggu ekosistem perairan, bahkan menghambat operasional infrastruktur seperti pintu air dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Menjaga Siklus Hidrologi dan Iklim Mikro Keberadaan sabuk hijau turut mendukung keseimbangan hidrologi di sekitar bendungan. Vegetasi membantu meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah sehingga cadangan air tanah tetap terjaga. Selain itu, pepohonan di sekitar waduk berkontribusi menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk dan lembap, sehingga dapat membantu menekan laju penguapan air dari permukaan waduk. Fungsi ini menjadi semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air bagi masyarakat. Habitat Satwa dan Penjaga Keanekaragaman Hayati Selain manfaat teknis, sabuk hijau juga memiliki nilai ekologis yang tinggi. Kawasan ini menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna lokal serta berfungsi sebagai koridor ekologis bagi satwa liar, termasuk burung-burung migran. Dengan demikian, pembangunan bendungan tetap dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Strategi Pengelolaan Sabuk Hijau Keberhasilan pengembangan sabuk hijau sangat ditentukan oleh pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi kawasan bendungan. Tanaman yang dipilih umumnya memiliki karakteristik sebagai berikut: Memiliki akar kuat dan dalam untuk mengikat tanah, seperti mahoni, jati, dan bambu. Mampu beradaptasi terhadap fluktuasi muka air waduk. Memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat, seperti durian, manggis, dan alpukat, sehingga mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kawasan sabuk hijau. Dengan pendekatan ini, fungsi konservasi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Implementasi di Bendungan Lampung Konsep sabuk hijau telah diterapkan di berbagai bendungan di Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan fungsi waduk. Bendungan Batutegi Bendungan Batutegi memiliki kawasan sabuk hijau yang cukup luas di Provinsi Lampung. Penanaman vegetasi di sekitar waduk dilakukan untuk menjaga daerah tangkapan air (catchment area) Sungai Way Sekampung, mengurangi sedimentasi, serta menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan irigasi dan PLTA. Bendungan Way Sekampung Pada Bendungan Way Sekampung, pengembangan sabuk hijau difokuskan pada perlindungan lereng dari erosi sekaligus mendukung pengembangan kawasan yang memiliki potensi wisata edukasi lingkungan tanpa mengganggu fungsi utama bendungan. Menjaga Bendungan, Menjaga Masa Depan Sabuk hijau bukan sekadar deretan pohon di sekitar waduk. Kawasan ini merupakan bagian integral dari sistem pengelolaan bendungan modern yang berfungsi menjaga kualitas air, mengendalikan sedimentasi, melindungi ekosistem, serta memperpanjang umur layanan infrastruktur. Karena itu, pengelolaan sabuk hijau perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pemilihan vegetasi yang tepat, pelibatan masyarakat, serta pengawasan terhadap pemanfaatan kawasan sempadan. Dengan langkah tersebut, bendungan dapat terus memberikan manfaat optimal bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. (Pan)  
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Mulai Bangun Pengaman Pantai Mandiri Sejati, Lindungi Wilayah Pesisir dari Ancaman Abrasi
Post
17 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Mulai Bangun Pengaman Pantai Mandiri Sejati, Lindungi Wilayah Pesisir dari Ancaman Abrasi

  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung mulai melaksanakan pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati di Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Pembangunan infrastruktur ini merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi dampak abrasi yang terus mengancam kawasan pesisir. Selain melindungi permukiman dan infrastruktur masyarakat, pembangunan pengaman pantai juga bertujuan menjaga keberlanjutan kawasan pesisir agar tetap aman dan produktif bagi masyarakat. Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, bersama jajaran Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Mesuji Sekampung melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan. Peninjauan dilakukan guna memantau progres pekerjaan sekaligus memastikan setiap tahapan konstruksi dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang telah ditetapkan. Saat ini, penyedia jasa konstruksi tengah melaksanakan pabrikasi kubus beton dan buis beton yang akan digunakan sebagai material utama pembangunan pengaman pantai sepanjang 150 meter. Dalam arahannya, Kepala BBWS Mesuji Sekampung menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan pekerjaan dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi. Penyedia jasa diminta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, termasuk peralatan dan tenaga kerja, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Melalui pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati ini, diharapkan risiko abrasi di wilayah pesisir dapat berkurang secara signifikan. Bangunan pengaman pantai akan berfungsi meredam energi gelombang laut, memperlambat laju pengikisan garis pantai, serta melindungi ruang hidup masyarakat pesisir. Keberadaan infrastruktur ini juga diharapkan mampu mendukung keberlanjutan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Pekon Mandiri Sejati dan sekitarnya. Dengan target mulai berfungsi pada awal tahun 2027, Pengaman Pantai Mandiri Sejati diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga kawasan pesisir Pesisir Barat dari ancaman abrasi, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang garis pantai. (Pan)  
Baca Selengkapnya
Kepala BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Daerah Irigasi Jabung Kiri Lampung Timur
Post
14 Juli 2026 Admin

Kepala BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Daerah Irigasi Jabung Kiri Lampung Timur

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, beserta jajaran melakukan peninjauan rehabilitasi dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) Jabung Kiri di Kabupaten Lampung Timur, Selasa (14/7/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai rencana serta mengecek progres pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh penyedia jasa konstruksi di lapangan. Berdasarkan hasil peninjauan, saat ini pekerjaan telah memasuki tahap pengecoran lantai dasar atau Lean Concrete (LC) pada saluran irigasi. Lapisan beton ini berfungsi menciptakan permukaan dasar yang rata, bersih, dan stabil sebagai fondasi bagi struktur saluran irigasi yang akan dibangun. Pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan DI Jabung Kiri dilaksanakan untuk mengoptimalkan fungsi jaringan irigasi yang melayani beberapa wilayah, di antaranya Desa Asahan, Desa Beteng Sari, dan Desa Adi Luhur, Kabupaten Lampung Timur. Dengan adanya rehabilitasi ini, diharapkan distribusi air irigasi dapat berlangsung lebih efektif dan efisien sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian. Dalam arahannya, Kepala BBWS Mesuji Sekampung meminta agar seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan baik, tepat waktu, serta memenuhi standar mutu dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Ia juga menekankan pentingnya peran konsultan pengawas dalam memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, sehingga hasil pembangunan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Daerah Irigasi Jabung Kiri merupakan jaringan irigasi dengan luas layanan sekitar 5.638 hektare di Lampung Timur. Keberadaan jaringan irigasi ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan air bagi lahan pertanian secara berkelanjutan. Kegiatan rehabilitasi dan peningkatan DI Jabung Kiri merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Mesuji Sekampung dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sumber daya air guna mendukung produktivitas pertanian, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat. (Pan)  
Baca Selengkapnya
Kepala BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulam
Post
13 Juli 2026 Admin

Kepala BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulam

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung telah memulai pekerjaan rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulam di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Rehabilitasi ini bagian dari program pengelolaan sumber daya air di bawah Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air atau SNVT PJSA Mesuji Sekampung. Untuk melihat progres awal pekerjaan, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, beserta jajaran melakukan peninjauan lapangan ke lokasi rehabilitasi pada Sabtu 11 Juli 2026. Kegiatan ini guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana serta memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Di lokasi, tampak sejumlah alat berat excavator telah beroperasi melakukan pengerukan sedimen sungai sebagai bagian dari tahapan awal pekerjaan. Elroy Koyari juga menyampaikan sejumlah arahan teknis kepada pelaksana pekerjaan agar seluruh kegiatan konstruksi dapat berjalan dengan baik, tepat mutu dan tepat waktu. Melalui rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulam, diharapkan tanggul akan lebih andal dan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat, lahan pertanian, serta infrastruktur di kawasan sekitar, sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan di Kabupaten Lampung Selatan. (Pan)
Baca Selengkapnya
Sosialisasi dan Persiapan Self Assessment RBO-PB BBWS Mesuji Sekampung
Post
10 Juli 2026 Admin

Sosialisasi dan Persiapan Self Assessment RBO-PB BBWS Mesuji Sekampung

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung menggelar kegiatan sosialisasi dan persiapan Self Assessment River Basin Organization Performance Benchmarking (RBO-PB) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Margatiga BBWS Mesuji Sekampung pada Kamis, 9 Juli 2026 dan dipimpin oleh Dr. Iskandar Rahim selaku Plt. Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha. Sebelumnya, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, telah menerbitkan keputusan tentang pembentukan Tim RBO-PB BBWS Mesuji Sekampung Tahun Anggaran 2026. Pembentukan tim tersebut dilakukan sebagai upaya mengukur kinerja River Basin Organization (RBO) BBWS Mesuji Sekampung melalui evaluasi kinerja Self Assessment menggunakan alat (tool) RBO Performance Benchmarking yang diterbitkan oleh Networks of Asian River Basin Organizations (NARBO). Self Assessment merupakan proses pengukuran kinerja RBO terhadap lima bidang kritis dan 16 indikator penilaian yang dilakukan oleh pimpinan dan staf BBWS Mesuji Sekampung. Penilaian dilakukan dengan membandingkan pelaksanaan tugas terhadap norma, standar, pedoman, dan/atau kriteria yang telah ditetapkan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin adanya perbaikan kinerja RBO secara berkelanjutan dalam rangka mewujudkan keterpaduan pengelolaan sumber daya air. Untuk mendukung pelaksanaan penilaian tersebut, telah dibentuk Tim Self Assessment yang terdiri dari pejabat dan pegawai BBWS Mesuji Sekampung yang dinilai memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Kepala BBWS Mesuji Sekampung bertindak sebagai pengarah, sementara sejumlah kepala bidang ditunjuk sebagai wakil pengarah, ketua, wakil ketua, serta anggota tim yang berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan BBWS Mesuji Sekampung. (Pan)
Baca Selengkapnya
Pekerjaan Lantai Dasar Saluran BRS III–1 DI Jabung Kiri Lampung Timur Dimulai
Post
09 Juli 2026 Admin

Pekerjaan Lantai Dasar Saluran BRS III–1 DI Jabung Kiri Lampung Timur Dimulai

Pekerjaan lantai dasar (Lean Concrete/LC)) pada Saluran BRS III–1 Daerah Irigasi (DI) Jabung Kiri, Kabupaten Lampung Timur, mulai dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan rehabilitasi jaringan irigasi. Pekerjaan ini menggunakan beton ready mix mutu fc' 10 yang diperuntukkan sebagai lantai kerja sebelum pembangunan struktur utama saluran. Lean Concrete (LC) merupakan lapisan beton kurus yang berfungsi menciptakan permukaan dasar yang rata, bersih, dan stabil. Keberadaannya penting untuk menjaga kualitas konstruksi, mencegah kontaminasi material dengan tanah dasar, serta mendukung ketahanan dan umur layanan bangunan saluran. Pekerjaan yang berlokasi di Desa Asahan, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, tersebut menggunakan beton ready mix fc' 10 karena mampu memberikan mutu yang lebih seragam, mempercepat pelaksanaan, serta meningkatkan efisiensi pekerjaan di lapangan. Mutu beton ini umum digunakan untuk pekerjaan nonstruktural, seperti lantai kerja yang menjadi alas bagi konstruksi berikutnya. Selama proses pengecoran, pelaksanaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis, mulai dari persiapan permukaan, penghamparan beton secara merata, hingga proses perataan dan pengendalian mutu. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketebalan dan elevasi lantai dasar sesuai dengan gambar kerja yang telah ditetapkan. Melalui pekerjaan ini, konstruksi Saluran BRS III–1 diharapkan memiliki fondasi yang lebih stabil sehingga mampu mendukung kinerja jaringan irigasi secara optimal. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen dalam menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang andal dan berkualitas guna mendukung kelancaran distribusi air irigasi serta meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Lampung Timur. (*)
Baca Selengkapnya
Sosialisasi Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
Post
08 Juli 2026 Admin

Sosialisasi Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang transparan, partisipatif, dan tepat sasaran, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung menggelar sosialisasi pelaksanaan Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Way Rarem. Kegiatan ini melibatkan masyarakat, unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai rencana pelaksanaan rehabilitasi, ruang lingkup pekerjaan, manfaat yang akan diperoleh, serta tahapan kegiatan di lapangan. Melalui forum ini, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan pembangunan dan peran masing-masing dalam mendukung kelancaran pelaksanaannya. Dalam kesempatan tersebut, BBWS Mesuji Sekampung menjelaskan bahwa rehabilitasi DI Way Rarem merupakan upaya meningkatkan layanan irigasi guna mendukung produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan. Pekerjaan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi air, mengurangi kehilangan air pada saluran, serta menjamin ketersediaan air irigasi yang lebih optimal bagi para petani. Keterlibatan TNI dan Polri menjadi bentuk dukungan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pekerjaan berlangsung. Sementara itu, masyarakat sebagai penerima manfaat utama diberikan ruang untuk menyampaikan masukan, saran, dan aspirasi terkait pelaksanaan kegiatan di wilayahnya. Melalui dialog yang terbuka dan konstruktif, terbangun komitmen bersama untuk mendukung kelancaran rehabilitasi DI Way Rarem. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat yang maksimal bagi wilayah layanan irigasi. Kegiatan sosialisasi ini juga diharapkan semakin memperkuat komunikasi, pemahaman, dan kolaborasi antara BBWS Mesuji Sekampung, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan keberhasilan rehabilitasi DI Way Rarem demi meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. "Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong seluruh pemangku kepentingan, rehabilitasi DI Way Rarem diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan." (Pan)
Baca Selengkapnya
Sistem Bendungan di Provinsi Lampung Menopang Swasembada Pangan Nasional
Post
08 Juli 2026 Admin

Sistem Bendungan di Provinsi Lampung Menopang Swasembada Pangan Nasional

Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, swasembada pangan menjadi program prioritas nasional. Sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di luar Pulau Jawa, Provinsi Lampung memegang peran penting dalam mewujudkan target tersebut. Salah satu kunci swasembada pangan adalah peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga 300, atau tiga kali tanam dalam setahun pada lahan yang sama. Target ini hanya dapat dicapai jika ketersediaan air irigasi terjamin sepanjang tahun. Di sinilah peran strategis sistem bendungan di Lampung. Infrastruktur ini memastikan pasokan air irigasi tetap stabil, sehingga petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada curah hujan dan dapat menjalankan pola tanam secara berkelanjutan. Tiga Bendungan Penopang Pertanian Lampung: Produktivitas pertanian di wilayah Pringsewu, Tanggamus, Lampung Selatan, hingga Lampung Timur ditopang oleh sistem bendungan berjenjang (cascade dam system) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Sekampung. Bendungan Batutegi berfungsi sebagai penyimpan cadangan air utama saat musim hujan. Bendungan ini menjadi penyangga pasokan air ketika kemarau panjang atau El Niño melanda. Bendungan Way Sekampung berperan sebagai pusat distribusi air. Air dari Batutegi dan aliran sungai sekitar diatur dan disalurkan ke berbagai daerah irigasi, mendukung lebih dari 55.000 hektare sawah agar tetap mendapat pasokan air secara merata. Bendungan Margatiga menjadi penjaga wilayah hilir. Bendungan ini memanfaatkan potensi air yang sebelumnya terbuang ke laut serta meningkatkan intensitas tanam di kawasan yang selama ini rentan kekeringan. Dampak bagi Swasembada Pangan: Integrasi ketiga bendungan tersebut memberikan manfaat langsung bagi sektor pertanian, antara lain: 1. Meningkatkan luas panen dengan mengaktifkan lahan yang sebelumnya tidak produktif saat musim kemarau. 2. Meningkatkan produksi padi melalui pasokan air yang lebih terukur sesuai kebutuhan tanaman. 3. Meningkatkan kesejahteraan petani melalui kepastian musim tanam dan hasil panen yang lebih stabil. Dalam mendukung target ketahanan pangan nasional, bendungan di Lampung tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengelolaan air. Lebih dari itu, bendungan menjadi aset strategis yang menjaga produktivitas pertanian, stabilitas pasokan pangan, dan kemandirian pangan nasional. (*)
Baca Selengkapnya
Pemasangan Patok dan Pengukuran untuk Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem
Post
08 Juli 2026 Admin

Pemasangan Patok dan Pengukuran untuk Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem

Sebagai bagian dari tahapan awal Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Way Rarem, Lampung Utara, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung melakukan pemasangan patok dan pengukuran lokasi pekerjaan. Kegiatan pada Senin 21 Juni ini bertujuan memberikan batas serta acuan yang jelas sesuai hasil pengukuran dan desain teknis yang telah ditetapkan. Pemasangan patok memiliki peran penting untuk memastikan ketepatan posisi, dimensi, dan elevasi pekerjaan di lapangan. Dengan adanya titik kontrol tersebut, pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi dapat berjalan lebih terarah, akurat, dan sesuai spesifikasi teknis. Tim teknis melakukan pemasangan patok secara cermat dengan memperhatikan kondisi lapangan, sehingga seluruh titik pekerjaan dapat teridentifikasi dengan baik. Tahapan ini menjadi langkah penting untuk mencegah kesalahan pelaksanaan konstruksi dan menjaga kualitas hasil pekerjaan. Melalui rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem, diharapkan kinerja jaringan irigasi semakin meningkat sehingga distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih efektif, merata, dan berkelanjutan. Dengan layanan irigasi yang lebih baik, produktivitas pertanian masyarakat di wilayah layanan Way Rarem diharapkan terus meningkat dan mendukung ketahanan pangan daerah. (*)
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Hasil Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Bumi Agung Lampung Utara
Post
07 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Hasil Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Bumi Agung Lampung Utara

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, didampingi Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Arie Bayu Purnomo, meninjau hasil rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Way Bumi Agung di Kabupaten Lampung Utara, Jumat (3/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan yang telah rampung sesuai dengan spesifikasi teknis, berfungsi optimal, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani yang memanfaatkan layanan irigasi tersebut. Rehabilitasi DI Way Bumi Agung dilaksanakan pada tahun 2025 dengan tujuan mengembalikan kondisi jaringan irigasi agar kembali berfungsi seperti semula sekaligus meningkatkan keandalan sistem distribusi air. Adapun pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi normalisasi saluran primer sepanjang 12.674 meter, pembangunan kembali satu unit gorong-gorong avour BBA.4b sepanjang 46,5 meter, serta pekerjaan lining pada empat titik gorong-gorong, yakni BBA.3a, BBA.3c, BBA.4a, dan BBA.4b. Selain itu, juga dibangun saluran drainase menggunakan U-Ditch ukuran 60 x 50 x 120 sentimeter sepanjang 3.076,8 meter atau sebanyak 2.564 unit. Pada sektor bangunan pelengkap, rehabilitasi mencakup pemasangan 18 unit pintu air baru serta perbaikan dan perawatan 32 set pintu air yang telah ada. Daerah Irigasi Way Bumi Agung merupakan jaringan irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui BBWS Mesuji Sekampung. Saat ini, daerah irigasi tersebut melayani areal irigasi seluas 391 hektare, dengan rencana pengembangan hingga mencapai 4.063 hektare. Selain itu, jaringan ini juga memberikan suplesi air sebesar 3,40 meter kubik per detik ke Daerah Irigasi Way Tulung Mas. Melalui rehabilitasi ini, diharapkan distribusi air irigasi menjadi lebih lancar, efisien, dan andal sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Lampung Utara. BBWS Mesuji Sekampung memastikan pengelolaan dan pembangunan infrastruktur sumber daya air terus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. (Pan)
Baca Selengkapnya
Segera Dimulai, BBWS Mesuji Sekampung Sosialisasikan Program P3-TGAI Tahun Anggaran 2026
Post
07 Juli 2026 Admin

Segera Dimulai, BBWS Mesuji Sekampung Sosialisasikan Program P3-TGAI Tahun Anggaran 2026

BBWS Mesuji Sekampung menggelar Sosialisasi Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Hotel Novotel Bandar Lampung, Senin (22/6). P3-TGAI merupakan salah satu program strategis Kementerian PU dalam meningkatkan kinerja jaringan irigasi tersier melalui pemberdayaan masyarakat petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), maupun Induk P3A (IP3A). Masyarakat diberikan kesempatan untuk berperan aktif dalam pembangunan dan pengelolaan jaringan irigasi di wilayahnya. Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari mengatakan tahun ini ada sebanyak 432 lokasi P3-TGAI akan dilaksanakan di 14 kabupaten/kota se-Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan secara swakelola dengan tahapan yang meliputi persiapan, perencanaan, pelaksanaan konstruksi, hingga penyelesaian pekerjaan. Dalam sosialisasi ini juga diadakan penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kerja Sama sebagai bentuk komitmen mengawali pelaksanaan P3-TGAI secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Selama proses pelaksanaan, setiap P3A, GP3A, dan IP3A akan mendapatkan pendampingan dari Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM). Pendampingan ini bertujuan memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) P3-TGAI, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaporan akhir. Program ini akan diwujudkan melalui rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi tersier guna mendukung produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Lampung. *
Baca Selengkapnya

Berita Balai

Informasi Terkini Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung

Kilas Pengumuman :
Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem Capai 28,72 Persen, Tingkatkan Layanan Irigasi bagi Lahan Pertanian
Post
21 Juli 2026 Admin

Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem Capai 28,72 Persen, Tingkatkan Layanan Irigasi bagi Lahan Pertanian

Pekerjaan Rehabilitasi Daerah Irigasi (D.I.) Way Rarem terus berjalan dengan baik sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung sektor pertanian di Provinsi Lampung. Hingga saat ini, progres fisik pekerjaan telah mencapai 28,72%, sesuai dengan tahapan pelaksanaan yang telah direncanakan. Dalam pelaksanaannya, proyek ini memiliki target rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 40 kilometer. Hingga periode pelaporan saat ini, telah terealisasi 2 kilometer pekerjaan yang meliputi rehabilitasi saluran irigasi beserta pekerjaan struktur pendukungnya. Setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan memperhatikan standar mutu konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pengawasan teknis yang ketat agar hasil pembangunan memberikan manfaat yang optimal. Dari sisi manfaat, rehabilitasi D.I. Way Rarem direncanakan mampu meningkatkan pelayanan irigasi pada lahan pertanian seluas 3.400 hektare. Sejauh ini, jaringan yang telah selesai dikerjakan telah memberikan pelayanan irigasi pada sekitar 1.000 hektare lahan pertanian, sehingga petani mulai merasakan manfaat berupa distribusi air yang lebih lancar dan efisien. Keberadaan jaringan irigasi yang andal diharapkan dapat mendukung peningkatan intensitas tanam, menjaga ketersediaan air selama musim tanam, mengurangi kehilangan air di sepanjang saluran, serta meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Proyek ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan serta kerja sama masyarakat sekitar, pekerjaan Rehabilitasi D.I. Way Rarem diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Setelah seluruh pekerjaan rampung, jaringan irigasi ini akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi 3.400 hektare lahan pertanian, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (Pan)
Baca Selengkapnya
Sabuk Hijau Bendungan: Benteng Alami Penjaga Kelestarian Ekosistem dan Keandalan Infrastruktur
Post
21 Juli 2026 Admin

Sabuk Hijau Bendungan: Benteng Alami Penjaga Kelestarian Ekosistem dan Keandalan Infrastruktur

Bendungan tidak hanya membutuhkan bangunan utama yang kokoh, tetapi juga kawasan penyangga yang mampu menjaga keberlanjutan fungsinya dalam jangka panjang. Salah satu komponen penting tersebut adalah sabuk hijau (green belt), yakni kawasan vegetasi yang berada di sekitar waduk atau sepanjang garis sempadan bendungan. Sabuk hijau berfungsi sebagai zona penyangga antara area genangan waduk dengan lahan pertanian, perkebunan, maupun permukiman masyarakat. Keberadaannya bukan sekadar untuk penghijauan, melainkan merupakan bagian dari strategi pengelolaan sumber daya air yang berperan menjaga kualitas lingkungan sekaligus melindungi infrastruktur bendungan. Menjaga Bendungan dari Ancaman Sedimentasi dan Erosi Salah satu manfaat utama sabuk hijau adalah mengendalikan erosi dan sedimentasi yang dapat mengurangi kapasitas tampung waduk. Vegetasi yang tumbuh di kawasan sempadan memiliki sistem perakaran yang kuat sehingga mampu mengikat tanah dan memperkuat lereng di sekitar waduk. Dengan demikian, risiko longsoran tebing dapat diminimalkan. Selain itu, vegetasi berfungsi sebagai penyaring alami yang menahan material tanah dan sedimen yang terbawa aliran permukaan sebelum masuk ke dalam waduk. Pengendalian sedimentasi sangat penting karena pendangkalan waduk dapat mengurangi umur layanan bendungan serta menurunkan efektivitasnya dalam menyimpan air. Melindungi Kualitas Air Waduk Sabuk hijau juga berperan menjaga kualitas air yang tersimpan di dalam waduk. Tanaman mampu menyerap unsur hara berlebih seperti nitrogen dan fosfor yang berasal dari aktivitas pertanian di sekitar kawasan bendungan. Proses alami ini membantu mencegah eutrofikasi, yaitu kondisi ketika perairan mengalami ledakan pertumbuhan tanaman air dan gulma seperti eceng gondok. Apabila tidak dikendalikan, pertumbuhan gulma yang berlebihan dapat menurunkan kualitas air, mengganggu ekosistem perairan, bahkan menghambat operasional infrastruktur seperti pintu air dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Menjaga Siklus Hidrologi dan Iklim Mikro Keberadaan sabuk hijau turut mendukung keseimbangan hidrologi di sekitar bendungan. Vegetasi membantu meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah sehingga cadangan air tanah tetap terjaga. Selain itu, pepohonan di sekitar waduk berkontribusi menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk dan lembap, sehingga dapat membantu menekan laju penguapan air dari permukaan waduk. Fungsi ini menjadi semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air bagi masyarakat. Habitat Satwa dan Penjaga Keanekaragaman Hayati Selain manfaat teknis, sabuk hijau juga memiliki nilai ekologis yang tinggi. Kawasan ini menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna lokal serta berfungsi sebagai koridor ekologis bagi satwa liar, termasuk burung-burung migran. Dengan demikian, pembangunan bendungan tetap dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Strategi Pengelolaan Sabuk Hijau Keberhasilan pengembangan sabuk hijau sangat ditentukan oleh pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi kawasan bendungan. Tanaman yang dipilih umumnya memiliki karakteristik sebagai berikut: Memiliki akar kuat dan dalam untuk mengikat tanah, seperti mahoni, jati, dan bambu. Mampu beradaptasi terhadap fluktuasi muka air waduk. Memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat, seperti durian, manggis, dan alpukat, sehingga mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kawasan sabuk hijau. Dengan pendekatan ini, fungsi konservasi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Implementasi di Bendungan Lampung Konsep sabuk hijau telah diterapkan di berbagai bendungan di Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan fungsi waduk. Bendungan Batutegi Bendungan Batutegi memiliki kawasan sabuk hijau yang cukup luas di Provinsi Lampung. Penanaman vegetasi di sekitar waduk dilakukan untuk menjaga daerah tangkapan air (catchment area) Sungai Way Sekampung, mengurangi sedimentasi, serta menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan irigasi dan PLTA. Bendungan Way Sekampung Pada Bendungan Way Sekampung, pengembangan sabuk hijau difokuskan pada perlindungan lereng dari erosi sekaligus mendukung pengembangan kawasan yang memiliki potensi wisata edukasi lingkungan tanpa mengganggu fungsi utama bendungan. Menjaga Bendungan, Menjaga Masa Depan Sabuk hijau bukan sekadar deretan pohon di sekitar waduk. Kawasan ini merupakan bagian integral dari sistem pengelolaan bendungan modern yang berfungsi menjaga kualitas air, mengendalikan sedimentasi, melindungi ekosistem, serta memperpanjang umur layanan infrastruktur. Karena itu, pengelolaan sabuk hijau perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pemilihan vegetasi yang tepat, pelibatan masyarakat, serta pengawasan terhadap pemanfaatan kawasan sempadan. Dengan langkah tersebut, bendungan dapat terus memberikan manfaat optimal bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. (Pan)  
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Mulai Bangun Pengaman Pantai Mandiri Sejati, Lindungi Wilayah Pesisir dari Ancaman Abrasi
Post
17 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Mulai Bangun Pengaman Pantai Mandiri Sejati, Lindungi Wilayah Pesisir dari Ancaman Abrasi

  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung mulai melaksanakan pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati di Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Pembangunan infrastruktur ini merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi dampak abrasi yang terus mengancam kawasan pesisir. Selain melindungi permukiman dan infrastruktur masyarakat, pembangunan pengaman pantai juga bertujuan menjaga keberlanjutan kawasan pesisir agar tetap aman dan produktif bagi masyarakat. Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, bersama jajaran Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Mesuji Sekampung melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan. Peninjauan dilakukan guna memantau progres pekerjaan sekaligus memastikan setiap tahapan konstruksi dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang telah ditetapkan. Saat ini, penyedia jasa konstruksi tengah melaksanakan pabrikasi kubus beton dan buis beton yang akan digunakan sebagai material utama pembangunan pengaman pantai sepanjang 150 meter. Dalam arahannya, Kepala BBWS Mesuji Sekampung menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan pekerjaan dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi. Penyedia jasa diminta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, termasuk peralatan dan tenaga kerja, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Melalui pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati ini, diharapkan risiko abrasi di wilayah pesisir dapat berkurang secara signifikan. Bangunan pengaman pantai akan berfungsi meredam energi gelombang laut, memperlambat laju pengikisan garis pantai, serta melindungi ruang hidup masyarakat pesisir. Keberadaan infrastruktur ini juga diharapkan mampu mendukung keberlanjutan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Pekon Mandiri Sejati dan sekitarnya. Dengan target mulai berfungsi pada awal tahun 2027, Pengaman Pantai Mandiri Sejati diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga kawasan pesisir Pesisir Barat dari ancaman abrasi, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang garis pantai. (Pan)  
Baca Selengkapnya
Kepala BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Daerah Irigasi Jabung Kiri Lampung Timur
Post
14 Juli 2026 Admin

Kepala BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Daerah Irigasi Jabung Kiri Lampung Timur

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, beserta jajaran melakukan peninjauan rehabilitasi dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) Jabung Kiri di Kabupaten Lampung Timur, Selasa (14/7/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai rencana serta mengecek progres pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh penyedia jasa konstruksi di lapangan. Berdasarkan hasil peninjauan, saat ini pekerjaan telah memasuki tahap pengecoran lantai dasar atau Lean Concrete (LC) pada saluran irigasi. Lapisan beton ini berfungsi menciptakan permukaan dasar yang rata, bersih, dan stabil sebagai fondasi bagi struktur saluran irigasi yang akan dibangun. Pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan DI Jabung Kiri dilaksanakan untuk mengoptimalkan fungsi jaringan irigasi yang melayani beberapa wilayah, di antaranya Desa Asahan, Desa Beteng Sari, dan Desa Adi Luhur, Kabupaten Lampung Timur. Dengan adanya rehabilitasi ini, diharapkan distribusi air irigasi dapat berlangsung lebih efektif dan efisien sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian. Dalam arahannya, Kepala BBWS Mesuji Sekampung meminta agar seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan baik, tepat waktu, serta memenuhi standar mutu dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Ia juga menekankan pentingnya peran konsultan pengawas dalam memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, sehingga hasil pembangunan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Daerah Irigasi Jabung Kiri merupakan jaringan irigasi dengan luas layanan sekitar 5.638 hektare di Lampung Timur. Keberadaan jaringan irigasi ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan air bagi lahan pertanian secara berkelanjutan. Kegiatan rehabilitasi dan peningkatan DI Jabung Kiri merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Mesuji Sekampung dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sumber daya air guna mendukung produktivitas pertanian, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat. (Pan)  
Baca Selengkapnya
Kepala BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulam
Post
13 Juli 2026 Admin

Kepala BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulam

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung telah memulai pekerjaan rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulam di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Rehabilitasi ini bagian dari program pengelolaan sumber daya air di bawah Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air atau SNVT PJSA Mesuji Sekampung. Untuk melihat progres awal pekerjaan, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, beserta jajaran melakukan peninjauan lapangan ke lokasi rehabilitasi pada Sabtu 11 Juli 2026. Kegiatan ini guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana serta memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Di lokasi, tampak sejumlah alat berat excavator telah beroperasi melakukan pengerukan sedimen sungai sebagai bagian dari tahapan awal pekerjaan. Elroy Koyari juga menyampaikan sejumlah arahan teknis kepada pelaksana pekerjaan agar seluruh kegiatan konstruksi dapat berjalan dengan baik, tepat mutu dan tepat waktu. Melalui rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulam, diharapkan tanggul akan lebih andal dan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat, lahan pertanian, serta infrastruktur di kawasan sekitar, sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan di Kabupaten Lampung Selatan. (Pan)
Baca Selengkapnya
Sosialisasi dan Persiapan Self Assessment RBO-PB BBWS Mesuji Sekampung
Post
10 Juli 2026 Admin

Sosialisasi dan Persiapan Self Assessment RBO-PB BBWS Mesuji Sekampung

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung menggelar kegiatan sosialisasi dan persiapan Self Assessment River Basin Organization Performance Benchmarking (RBO-PB) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Margatiga BBWS Mesuji Sekampung pada Kamis, 9 Juli 2026 dan dipimpin oleh Dr. Iskandar Rahim selaku Plt. Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha. Sebelumnya, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, telah menerbitkan keputusan tentang pembentukan Tim RBO-PB BBWS Mesuji Sekampung Tahun Anggaran 2026. Pembentukan tim tersebut dilakukan sebagai upaya mengukur kinerja River Basin Organization (RBO) BBWS Mesuji Sekampung melalui evaluasi kinerja Self Assessment menggunakan alat (tool) RBO Performance Benchmarking yang diterbitkan oleh Networks of Asian River Basin Organizations (NARBO). Self Assessment merupakan proses pengukuran kinerja RBO terhadap lima bidang kritis dan 16 indikator penilaian yang dilakukan oleh pimpinan dan staf BBWS Mesuji Sekampung. Penilaian dilakukan dengan membandingkan pelaksanaan tugas terhadap norma, standar, pedoman, dan/atau kriteria yang telah ditetapkan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin adanya perbaikan kinerja RBO secara berkelanjutan dalam rangka mewujudkan keterpaduan pengelolaan sumber daya air. Untuk mendukung pelaksanaan penilaian tersebut, telah dibentuk Tim Self Assessment yang terdiri dari pejabat dan pegawai BBWS Mesuji Sekampung yang dinilai memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Kepala BBWS Mesuji Sekampung bertindak sebagai pengarah, sementara sejumlah kepala bidang ditunjuk sebagai wakil pengarah, ketua, wakil ketua, serta anggota tim yang berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan BBWS Mesuji Sekampung. (Pan)
Baca Selengkapnya
Pekerjaan Lantai Dasar Saluran BRS III–1 DI Jabung Kiri Lampung Timur Dimulai
Post
09 Juli 2026 Admin

Pekerjaan Lantai Dasar Saluran BRS III–1 DI Jabung Kiri Lampung Timur Dimulai

Pekerjaan lantai dasar (Lean Concrete/LC)) pada Saluran BRS III–1 Daerah Irigasi (DI) Jabung Kiri, Kabupaten Lampung Timur, mulai dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan rehabilitasi jaringan irigasi. Pekerjaan ini menggunakan beton ready mix mutu fc' 10 yang diperuntukkan sebagai lantai kerja sebelum pembangunan struktur utama saluran. Lean Concrete (LC) merupakan lapisan beton kurus yang berfungsi menciptakan permukaan dasar yang rata, bersih, dan stabil. Keberadaannya penting untuk menjaga kualitas konstruksi, mencegah kontaminasi material dengan tanah dasar, serta mendukung ketahanan dan umur layanan bangunan saluran. Pekerjaan yang berlokasi di Desa Asahan, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, tersebut menggunakan beton ready mix fc' 10 karena mampu memberikan mutu yang lebih seragam, mempercepat pelaksanaan, serta meningkatkan efisiensi pekerjaan di lapangan. Mutu beton ini umum digunakan untuk pekerjaan nonstruktural, seperti lantai kerja yang menjadi alas bagi konstruksi berikutnya. Selama proses pengecoran, pelaksanaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis, mulai dari persiapan permukaan, penghamparan beton secara merata, hingga proses perataan dan pengendalian mutu. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketebalan dan elevasi lantai dasar sesuai dengan gambar kerja yang telah ditetapkan. Melalui pekerjaan ini, konstruksi Saluran BRS III–1 diharapkan memiliki fondasi yang lebih stabil sehingga mampu mendukung kinerja jaringan irigasi secara optimal. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen dalam menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang andal dan berkualitas guna mendukung kelancaran distribusi air irigasi serta meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Lampung Timur. (*)
Baca Selengkapnya
Sosialisasi Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
Post
08 Juli 2026 Admin

Sosialisasi Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang transparan, partisipatif, dan tepat sasaran, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung menggelar sosialisasi pelaksanaan Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Way Rarem. Kegiatan ini melibatkan masyarakat, unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai rencana pelaksanaan rehabilitasi, ruang lingkup pekerjaan, manfaat yang akan diperoleh, serta tahapan kegiatan di lapangan. Melalui forum ini, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan pembangunan dan peran masing-masing dalam mendukung kelancaran pelaksanaannya. Dalam kesempatan tersebut, BBWS Mesuji Sekampung menjelaskan bahwa rehabilitasi DI Way Rarem merupakan upaya meningkatkan layanan irigasi guna mendukung produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan. Pekerjaan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi air, mengurangi kehilangan air pada saluran, serta menjamin ketersediaan air irigasi yang lebih optimal bagi para petani. Keterlibatan TNI dan Polri menjadi bentuk dukungan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pekerjaan berlangsung. Sementara itu, masyarakat sebagai penerima manfaat utama diberikan ruang untuk menyampaikan masukan, saran, dan aspirasi terkait pelaksanaan kegiatan di wilayahnya. Melalui dialog yang terbuka dan konstruktif, terbangun komitmen bersama untuk mendukung kelancaran rehabilitasi DI Way Rarem. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat yang maksimal bagi wilayah layanan irigasi. Kegiatan sosialisasi ini juga diharapkan semakin memperkuat komunikasi, pemahaman, dan kolaborasi antara BBWS Mesuji Sekampung, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan keberhasilan rehabilitasi DI Way Rarem demi meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. "Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong seluruh pemangku kepentingan, rehabilitasi DI Way Rarem diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan." (Pan)
Baca Selengkapnya
Sistem Bendungan di Provinsi Lampung Menopang Swasembada Pangan Nasional
Post
08 Juli 2026 Admin

Sistem Bendungan di Provinsi Lampung Menopang Swasembada Pangan Nasional

Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, swasembada pangan menjadi program prioritas nasional. Sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di luar Pulau Jawa, Provinsi Lampung memegang peran penting dalam mewujudkan target tersebut. Salah satu kunci swasembada pangan adalah peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga 300, atau tiga kali tanam dalam setahun pada lahan yang sama. Target ini hanya dapat dicapai jika ketersediaan air irigasi terjamin sepanjang tahun. Di sinilah peran strategis sistem bendungan di Lampung. Infrastruktur ini memastikan pasokan air irigasi tetap stabil, sehingga petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada curah hujan dan dapat menjalankan pola tanam secara berkelanjutan. Tiga Bendungan Penopang Pertanian Lampung: Produktivitas pertanian di wilayah Pringsewu, Tanggamus, Lampung Selatan, hingga Lampung Timur ditopang oleh sistem bendungan berjenjang (cascade dam system) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Sekampung. Bendungan Batutegi berfungsi sebagai penyimpan cadangan air utama saat musim hujan. Bendungan ini menjadi penyangga pasokan air ketika kemarau panjang atau El Niño melanda. Bendungan Way Sekampung berperan sebagai pusat distribusi air. Air dari Batutegi dan aliran sungai sekitar diatur dan disalurkan ke berbagai daerah irigasi, mendukung lebih dari 55.000 hektare sawah agar tetap mendapat pasokan air secara merata. Bendungan Margatiga menjadi penjaga wilayah hilir. Bendungan ini memanfaatkan potensi air yang sebelumnya terbuang ke laut serta meningkatkan intensitas tanam di kawasan yang selama ini rentan kekeringan. Dampak bagi Swasembada Pangan: Integrasi ketiga bendungan tersebut memberikan manfaat langsung bagi sektor pertanian, antara lain: 1. Meningkatkan luas panen dengan mengaktifkan lahan yang sebelumnya tidak produktif saat musim kemarau. 2. Meningkatkan produksi padi melalui pasokan air yang lebih terukur sesuai kebutuhan tanaman. 3. Meningkatkan kesejahteraan petani melalui kepastian musim tanam dan hasil panen yang lebih stabil. Dalam mendukung target ketahanan pangan nasional, bendungan di Lampung tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengelolaan air. Lebih dari itu, bendungan menjadi aset strategis yang menjaga produktivitas pertanian, stabilitas pasokan pangan, dan kemandirian pangan nasional. (*)
Baca Selengkapnya
Pemasangan Patok dan Pengukuran untuk Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem
Post
08 Juli 2026 Admin

Pemasangan Patok dan Pengukuran untuk Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem

Sebagai bagian dari tahapan awal Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Way Rarem, Lampung Utara, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung melakukan pemasangan patok dan pengukuran lokasi pekerjaan. Kegiatan pada Senin 21 Juni ini bertujuan memberikan batas serta acuan yang jelas sesuai hasil pengukuran dan desain teknis yang telah ditetapkan. Pemasangan patok memiliki peran penting untuk memastikan ketepatan posisi, dimensi, dan elevasi pekerjaan di lapangan. Dengan adanya titik kontrol tersebut, pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi dapat berjalan lebih terarah, akurat, dan sesuai spesifikasi teknis. Tim teknis melakukan pemasangan patok secara cermat dengan memperhatikan kondisi lapangan, sehingga seluruh titik pekerjaan dapat teridentifikasi dengan baik. Tahapan ini menjadi langkah penting untuk mencegah kesalahan pelaksanaan konstruksi dan menjaga kualitas hasil pekerjaan. Melalui rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem, diharapkan kinerja jaringan irigasi semakin meningkat sehingga distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih efektif, merata, dan berkelanjutan. Dengan layanan irigasi yang lebih baik, produktivitas pertanian masyarakat di wilayah layanan Way Rarem diharapkan terus meningkat dan mendukung ketahanan pangan daerah. (*)
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Hasil Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Bumi Agung Lampung Utara
Post
07 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Hasil Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Bumi Agung Lampung Utara

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, didampingi Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Arie Bayu Purnomo, meninjau hasil rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Way Bumi Agung di Kabupaten Lampung Utara, Jumat (3/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan yang telah rampung sesuai dengan spesifikasi teknis, berfungsi optimal, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani yang memanfaatkan layanan irigasi tersebut. Rehabilitasi DI Way Bumi Agung dilaksanakan pada tahun 2025 dengan tujuan mengembalikan kondisi jaringan irigasi agar kembali berfungsi seperti semula sekaligus meningkatkan keandalan sistem distribusi air. Adapun pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi normalisasi saluran primer sepanjang 12.674 meter, pembangunan kembali satu unit gorong-gorong avour BBA.4b sepanjang 46,5 meter, serta pekerjaan lining pada empat titik gorong-gorong, yakni BBA.3a, BBA.3c, BBA.4a, dan BBA.4b. Selain itu, juga dibangun saluran drainase menggunakan U-Ditch ukuran 60 x 50 x 120 sentimeter sepanjang 3.076,8 meter atau sebanyak 2.564 unit. Pada sektor bangunan pelengkap, rehabilitasi mencakup pemasangan 18 unit pintu air baru serta perbaikan dan perawatan 32 set pintu air yang telah ada. Daerah Irigasi Way Bumi Agung merupakan jaringan irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui BBWS Mesuji Sekampung. Saat ini, daerah irigasi tersebut melayani areal irigasi seluas 391 hektare, dengan rencana pengembangan hingga mencapai 4.063 hektare. Selain itu, jaringan ini juga memberikan suplesi air sebesar 3,40 meter kubik per detik ke Daerah Irigasi Way Tulung Mas. Melalui rehabilitasi ini, diharapkan distribusi air irigasi menjadi lebih lancar, efisien, dan andal sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Lampung Utara. BBWS Mesuji Sekampung memastikan pengelolaan dan pembangunan infrastruktur sumber daya air terus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. (Pan)
Baca Selengkapnya
Segera Dimulai, BBWS Mesuji Sekampung Sosialisasikan Program P3-TGAI Tahun Anggaran 2026
Post
07 Juli 2026 Admin

Segera Dimulai, BBWS Mesuji Sekampung Sosialisasikan Program P3-TGAI Tahun Anggaran 2026

BBWS Mesuji Sekampung menggelar Sosialisasi Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Hotel Novotel Bandar Lampung, Senin (22/6). P3-TGAI merupakan salah satu program strategis Kementerian PU dalam meningkatkan kinerja jaringan irigasi tersier melalui pemberdayaan masyarakat petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), maupun Induk P3A (IP3A). Masyarakat diberikan kesempatan untuk berperan aktif dalam pembangunan dan pengelolaan jaringan irigasi di wilayahnya. Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari mengatakan tahun ini ada sebanyak 432 lokasi P3-TGAI akan dilaksanakan di 14 kabupaten/kota se-Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan secara swakelola dengan tahapan yang meliputi persiapan, perencanaan, pelaksanaan konstruksi, hingga penyelesaian pekerjaan. Dalam sosialisasi ini juga diadakan penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kerja Sama sebagai bentuk komitmen mengawali pelaksanaan P3-TGAI secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Selama proses pelaksanaan, setiap P3A, GP3A, dan IP3A akan mendapatkan pendampingan dari Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM). Pendampingan ini bertujuan memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) P3-TGAI, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaporan akhir. Program ini akan diwujudkan melalui rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi tersier guna mendukung produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Lampung. *
Baca Selengkapnya