Berita Balai

Informasi Terkini Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung

Kilas Pengumuman :
Lagi, BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Masyarakat yang Membutuhkan di Pesawaran
Post
30 Juli 2026 Admin

Lagi, BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Masyarakat yang Membutuhkan di Pesawaran

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. Kali ini, bantuan air bersih disalurkan kepada warga Desa Gunung Sugih, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.  Bantuan tersebut didistribusikan menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air selama musim kemarau. Penyaluran bantuan ini merupakan adalah respons cepat BBWS Mesuji Sekampung dalam membantu masyarakat yang kekurangan air akibat musim kemarau yang berlangsung di sejumlah daerah. Sebelumnya, tim BBWS Mesuji Sekampung juga telah menyalurkan bantuan serupa di berbagai wilayah terdampak kekeringan, di antaranya Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, serta Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur.  BBWS Mesuji Sekampung akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai upaya mitigasi dan penanganan dampak kekeringan guna memastikan ketersediaan air bersih tetap terpenuhi.  Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan menjaga kelestarian sumber daya air demi keberlanjutan kebutuhan air di masa mendatang. *
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih di Kecamatan Panjang Bandar Lampung
Post
30 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih di Kecamatan Panjang Bandar Lampung

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di berbagai wilayah. Kali ini, Tim BBWS Mesuji Sekampung menyalurkan bantuan air bersih di Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, pada Rabu (29/7/2026). Penyaluran bantuan dilakukan di Perumahan Bukit Alam Asri, Jalan Raya Suban dengan jumlah warga sekitar 250 KK yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau. Tim BBWS Mesuji Sekampung menurunkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dan disambut antusias oleh warga yang telah menyiapkan berbagai wadah penampungan, seperti jeriken, tong air, ember, hingga galon isi ulang. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya BBWS Mesuji Sekampung dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan yang sedang terjadi. Sebelumnya, bantuan air bersih juga telah disalurkan di sejumlah lokasi terdampak kekeringan, antara lain Desa Rejo Katon dan Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur. Sebagai langkah antisipasi kekeringan akibat fenomena El Niño, BBWS Mesuji Sekampung telah membentuk Posko Siaga Kekeringan yang siap menerima laporan dan permintaan bantuan dari masyarakat. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau informasi terkait penanganan kekeringan, dapat menghubungi Hotline Posko Siaga Kekeringan BBWS Mesuji Sekampung di nomor 0823-7512-3622 atau 0823-7311-4310. (*)
Baca Selengkapnya
Jaga Keandalan Infrastruktur Sungai, BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Way Ketibung–Way Sulan
Post
28 Juli 2026 Admin

Jaga Keandalan Infrastruktur Sungai, BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Way Ketibung–Way Sulan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, bersama jajaran SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Mesuji Sekampung kembali melakukan peninjauan lapangan pada pekerjaan rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulan di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Kunjungan yang dilaksanakan pada 28 Juli 2026 ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas, keselamatan kerja, maupun capaian progres di lapangan. Dalam peninjauan tersebut, rombongan BBWS Mesuji Sekampung meninjau sejumlah titik pekerjaan yang saat ini tengah berlangsung. Berbagai kegiatan konstruksi tampak dikerjakan, mulai dari pengerukan dan pembentukan badan tanggul menggunakan alat berat, pembuatan bronjong sebagai penguat lereng, hingga pemasangan cerucuk untuk memperkuat struktur tanggul. Rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan keandalan infrastruktur pengendali banjir. Keberadaan tanggul yang lebih kuat dan kokoh diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat, lahan pertanian, serta infrastruktur di kawasan sekitar dari ancaman luapan sungai. Selain mendukung upaya pengurangan risiko bencana, pekerjaan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Lampung Selatan. Pada kesempatan tersebut, Kepala BBWS Mesuji Sekampung memberikan arahan kepada pihak pelaksana pekerjaan agar terus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, baik peralatan maupun tenaga kerja, guna mempercepat progres konstruksi tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga standar pelaksanaan di lapangan sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. (Pan)
Baca Selengkapnya
Antisipasi Kekeringan Lahan, BBWS Mesuji Sekampung Buka Floodway Bendung Gerak Jabung
Post
23 Juli 2026 Admin

Antisipasi Kekeringan Lahan, BBWS Mesuji Sekampung Buka Floodway Bendung Gerak Jabung

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung bergerak cepat menangani dampak kekeringan di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Salah satunya di Daerah Irigasi (DI) Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, yang dilakukan oleh Tim Operasional dan Pemeliharaan (OP) III pada Kamis (23/7/2026). Upaya yang dilakukan berupa pengoperasian Pintu Floodway Nomor 1 dan Pintu Floodway Nomor 2 pada Bendung Gerak Jabung. Kedua pintu dibuka dengan elevasi masing-masing 10 cm sehingga menghasilkan debit aliran sebesar 23,56 meter kubik per detik. Pengaliran air ke bagian hilir Bendung Gerak Jabung menuju Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, mampu mengisi Saluran Floodway Pisang serta mendorong intrusi air laut sehingga berubah menjadi air tawar dengan pH 7. Langkah ini memberikan manfaat bagi areal persawahan seluas 500 hektare. Dengan adanya pengaliran tersebut, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sumber Rezeki di Desa Sukapura dapat memanfaatkan air untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi. Perlu diketahui, pola operasi Bendung Gerak Jabung tidak menjadi satu kesatuan dengan pola operasi Bendungan Margatiga. BBWS Mesuji Sekampung berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan kondisi sumber daya air serta mengoptimalkan pengoperasian bangunan air guna menjamin ketersediaan air bagi kebutuhan irigasi masyarakat.  Melalui koordinasi yang intensif dengan pemerintah daerah, petugas lapangan, dan kelompok petani, BBWS Mesuji Sekampung akan terus mengambil langkah-langkah responsif dalam menghadapi potensi kekeringan sehingga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di wilayah layanan tetap terjaga. Data Teknis Bendung Gerak Jabung 23 Juli 2026:  TMA Genangan : 3,19 m TMA Intake : 0,59 m Total Floodway + Scouring : 23,56 m³/detik Keterangan : Surut Arus Air : Normal. (*) 
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 1.200 KK di Lampung Timur
Post
23 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 1.200 KK di Lampung Timur

Guna mengantisipasi kekeringan akibat dampak fenomena El Nino, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung memperkuat strategi mitigasi guna menjaga ketahanan pangan serta ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Langkah yang mulai digulirkan meliputi optimalisasi infrastruktur penampungan air seperti waduk dan embung, penyaluran bantuan pompa air ke kawasan pertanian yang rawan puso, serta pemetaan rute armada truk tangki untuk menyuplai kebutuhan air bersih ke permukiman warga. Wujud dari langkah tersebut dilakukan oleh BBWS Mesuji Sekampung melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA IV dengan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Lampung Timur, tepatnya di Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara. Di lokasi ini, tim OP SDA IV menyalurkan air bersih kepada sekitar 1.200 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan. Pengiriman dilakukan menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat selama musim kemarau. Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, juga meminta tim yang terjun langsung ke lapangan untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih. Elroy menyebut penyaluran bantuan air bersih ini sebagai wujud komitmen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam mengantisipasi kekurangan air di tengah masyarakat selama musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Melalui upaya ini, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat tetap terpenuhi serta dampak kekeringan dapat diminimalkan hingga kondisi cuaca kembali normal. *
Baca Selengkapnya
Dukung Swasembada Pangan, BBWS Mesuji Sekampung dan TNI AD Tuntaskan Pembersihan Gulma Way Rarem
Post
23 Juli 2026 Admin

Dukung Swasembada Pangan, BBWS Mesuji Sekampung dan TNI AD Tuntaskan Pembersihan Gulma Way Rarem

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung melaksanakan pembersihan gulma di Waduk Bendungan Way Rarem, Kabupaten Lampung Utara. Dalam mendukung kelancaran kegiatan ini, BBWS Mesuji Sekampung menggandeng TNI Angkatan Darat melalui Kodam XXI/Radin Inten. Pembersihan dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan berkala untuk mengoptimalkan fungsi Bendungan Way Rarem serta menjaga pasokan air bagi lahan pertanian di Lampung Utara dan wilayah sekitarnya. Secara keseluruhan, area gulma yang dibersihkan mencapai 40 hektare dan telah dilakukan sejak awal Juni 2026. Dalam prosesnya, tim lapangan mengoperasikan dua unit excavator amfibi, satu unit excavator long arm, satu unit harvester, serta dua unit dump truck. Gulma yang sudah diangkat dari waduk, kemudian diangkut ke disposal area menggunakan dump truck. TNI Angkatan Darat turut mengerahkan 80 personel yang dibagi ke dalam beberapa tim untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan. Dengan pembersihan gulma ini, Bendungan Way Rarem diharapkan dapat berfungsi lebih optimal dalam menyimpan dan menyalurkan air, serta memastikan pasokan air bagi ribuan hektare lahan pertanian tetap terjaga. Kolaborasi antara BBWS Mesuji Sekampung dan TNI Angkatan Darat ini juga diharapkan turut mendukung peningkatan produktivitas pertanian, kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan swasembada pangan nasional. (Pan) 
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Hadiri Pengambilan Sumpah/Janji PNS dan Pelantikan Pejabat Fungsional Ditjen SDA
Post
23 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Hadiri Pengambilan Sumpah/Janji PNS dan Pelantikan Pejabat Fungsional Ditjen SDA

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum menggelar kegiatan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024 serta Pelantikan Pejabat Fungsional Tertentu pada Rabu, 22 Juli 2026. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji dilaksanakan di Gedung Ditjen SDA, Jakarta, sementara peserta dari berbagai provinsi mengikuti kegiatan secara daring melalui video conference. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh PNS di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung. Secara keseluruhan, sebanyak 160 peserta mengikuti kegiatan secara luring di Jakarta, sedangkan peserta lainnya mengikuti rangkaian acara secara daring dari kantor masing-masing. Dari BBWS Mesuji Sekampung, sebanyak 12 PNS turut mengikuti kegiatan tersebut. Delapan orang di antaranya merupakan PNS yang resmi dilantik dari formasi seleksi tahun 2024. Pengambilan sumpah/janji PNS merupakan bagian penting dalam pembentukan aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab. Melalui momentum ini, para PNS Ditjen SDA diharapkan dapat menjalankan tugas dan amanah dengan penuh dedikasi, serta memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan bagi masyarakat. (Pan)  
Baca Selengkapnya
Hadapi Musim Kemarau, BBWS Mesuji Sekampung Aktifkan Sejumlah Sumur JIAT di Lampung
Post
22 Juli 2026 Admin

Hadapi Musim Kemarau, BBWS Mesuji Sekampung Aktifkan Sejumlah Sumur JIAT di Lampung

Tim Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) II BBWS Mesuji Sekampung melakukan berbagai upaya penanganan kekeringan di sejumlah wilayah Provinsi Lampung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian, agar musim tanam tetap berjalan optimal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoperasikan sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Pringsewu dan Lampung Selatan. Berdasarkan data OP SDA II, di Kabupaten Pringsewu terdapat dua sumur JIAT yang diaktifkan, yaitu Sumur SBE.36 di Kecamatan Pardasuka dengan debit 22,11 liter per detik serta Sumur SBP.109 di Kecamatan Pardasuka dengan debit 22,63 liter per detik. Kedua sumur tersebut mampu memberikan layanan irigasi bagi sekitar 300 hektare lahan pertanian. Sementara di Lampung Selatan, sumur yang dioperasikan sama-sama berada di Kecamatan Natar yaitu Sumur SBP.175 (debit 29 liter per detik) dan Sumur SBP.93 (debit mencapai 83,36 liter per detik). Kedua sumur ini memberikan layanan irigasi untuk sekitar 400 hektare lahan pertanian. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP SDA II BBWS Mesuji Sekampung, MF. Nur Yuniar, mengatakan bahwa pengoperasian kembali sumur JIAT menjadi salah satu langkah strategis untuk membantu Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) menghadapi musim kemarau serta mendukung pelaksanaan Musim Tanam II (MT II) Tahun 2026. “Langkah penyediaan air ini merupakan bagian dari upaya kami dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional,” ujarnya, Selasa (21/7/2026). Ia menjelaskan, menghadapi musim kemarau tahun ini, Tim OP SDA II secara berkala mengaktifkan kembali sumur-sumur JIAT yang tersebar di wilayah Lampung agar dapat beroperasi secara optimal. “Sumur-sumur JIAT difungsikan kembali untuk mendukung kebutuhan air irigasi pada MT II. Harapannya, upaya ini dapat membantu para petani menjaga produktivitas pertanian di tengah musim kemarau,” pungkasnya. (*)  
Baca Selengkapnya
Pemeliharaan Berkala Daerah Iigasi Jabung Lampung Timur Rampung 100 Persen
Post
21 Juli 2026 Admin

Pemeliharaan Berkala Daerah Iigasi Jabung Lampung Timur Rampung 100 Persen

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung telah menyelesaikan kegiatan pemeliharaan berkala di Daerah Irigasi (DI) Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan tahun anggaran 2026 ini dilakukan untuk menjaga kinerja jaringan irigasi agar tetap optimal dalam melayani kebutuhan air bagi lahan pertanian. Pemeliharaan dilaksanakan melalui pengangkatan sedimen pada saluran SPP BJA 0 hingga BJA 6 menggunakan excavator long arm. Pekerjaan ini bertujuan untuk menjaga kapasitas saluran serta memastikan aliran air tetap lancar menuju area layanan irigasi. Hingga saat ini, progres pelaksanaan kegiatan telah mencapai 100 persen dengan total panjang penanganan sepanjang 10.400 meter. Dengan berkurangnya sedimentasi di saluran, distribusi air irigasi diharapkan menjadi lebih efektif dan merata, terutama dalam mendukung produktivitas pertanian di wilayah Lampung Timur. Kegiatan pemeliharaan berkala ini merupakan bagian dari komitmen BBWS Mesuji Sekampung dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur sumber daya air. Melalui pemeliharaan yang rutin dan berkesinambungan, fungsi layanan irigasi dapat terus berjalan secara optimal, sehingga mendukung peningkatan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional. (Pan)
Baca Selengkapnya
Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem Capai 28,72 Persen, Tingkatkan Layanan Irigasi bagi Lahan Pertanian
Post
21 Juli 2026 Admin

Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem Capai 28,72 Persen, Tingkatkan Layanan Irigasi bagi Lahan Pertanian

Pekerjaan Rehabilitasi Daerah Irigasi (D.I.) Way Rarem terus berjalan dengan baik sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung sektor pertanian di Provinsi Lampung. Hingga saat ini, progres fisik pekerjaan telah mencapai 28,72%, sesuai dengan tahapan pelaksanaan yang telah direncanakan. Dalam pelaksanaannya, proyek ini memiliki target rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 40 kilometer. Hingga periode pelaporan saat ini, telah terealisasi 2 kilometer pekerjaan yang meliputi rehabilitasi saluran irigasi beserta pekerjaan struktur pendukungnya. Setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan memperhatikan standar mutu konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pengawasan teknis yang ketat agar hasil pembangunan memberikan manfaat yang optimal. Dari sisi manfaat, rehabilitasi D.I. Way Rarem direncanakan mampu meningkatkan pelayanan irigasi pada lahan pertanian seluas 3.400 hektare. Sejauh ini, jaringan yang telah selesai dikerjakan telah memberikan pelayanan irigasi pada sekitar 1.000 hektare lahan pertanian, sehingga petani mulai merasakan manfaat berupa distribusi air yang lebih lancar dan efisien. Keberadaan jaringan irigasi yang andal diharapkan dapat mendukung peningkatan intensitas tanam, menjaga ketersediaan air selama musim tanam, mengurangi kehilangan air di sepanjang saluran, serta meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Proyek ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan serta kerja sama masyarakat sekitar, pekerjaan Rehabilitasi D.I. Way Rarem diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Setelah seluruh pekerjaan rampung, jaringan irigasi ini akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi 3.400 hektare lahan pertanian, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (Pan)
Baca Selengkapnya
Sabuk Hijau Bendungan: Benteng Alami Penjaga Kelestarian Ekosistem dan Keandalan Infrastruktur
Post
21 Juli 2026 Admin

Sabuk Hijau Bendungan: Benteng Alami Penjaga Kelestarian Ekosistem dan Keandalan Infrastruktur

Bendungan tidak hanya membutuhkan bangunan utama yang kokoh, tetapi juga kawasan penyangga yang mampu menjaga keberlanjutan fungsinya dalam jangka panjang. Salah satu komponen penting tersebut adalah sabuk hijau (green belt), yakni kawasan vegetasi yang berada di sekitar waduk atau sepanjang garis sempadan bendungan. Sabuk hijau berfungsi sebagai zona penyangga antara area genangan waduk dengan lahan pertanian, perkebunan, maupun permukiman masyarakat. Keberadaannya bukan sekadar untuk penghijauan, melainkan merupakan bagian dari strategi pengelolaan sumber daya air yang berperan menjaga kualitas lingkungan sekaligus melindungi infrastruktur bendungan. Menjaga Bendungan dari Ancaman Sedimentasi dan Erosi Salah satu manfaat utama sabuk hijau adalah mengendalikan erosi dan sedimentasi yang dapat mengurangi kapasitas tampung waduk. Vegetasi yang tumbuh di kawasan sempadan memiliki sistem perakaran yang kuat sehingga mampu mengikat tanah dan memperkuat lereng di sekitar waduk. Dengan demikian, risiko longsoran tebing dapat diminimalkan. Selain itu, vegetasi berfungsi sebagai penyaring alami yang menahan material tanah dan sedimen yang terbawa aliran permukaan sebelum masuk ke dalam waduk. Pengendalian sedimentasi sangat penting karena pendangkalan waduk dapat mengurangi umur layanan bendungan serta menurunkan efektivitasnya dalam menyimpan air. Melindungi Kualitas Air Waduk Sabuk hijau juga berperan menjaga kualitas air yang tersimpan di dalam waduk. Tanaman mampu menyerap unsur hara berlebih seperti nitrogen dan fosfor yang berasal dari aktivitas pertanian di sekitar kawasan bendungan. Proses alami ini membantu mencegah eutrofikasi, yaitu kondisi ketika perairan mengalami ledakan pertumbuhan tanaman air dan gulma seperti eceng gondok. Apabila tidak dikendalikan, pertumbuhan gulma yang berlebihan dapat menurunkan kualitas air, mengganggu ekosistem perairan, bahkan menghambat operasional infrastruktur seperti pintu air dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Menjaga Siklus Hidrologi dan Iklim Mikro Keberadaan sabuk hijau turut mendukung keseimbangan hidrologi di sekitar bendungan. Vegetasi membantu meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah sehingga cadangan air tanah tetap terjaga. Selain itu, pepohonan di sekitar waduk berkontribusi menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk dan lembap, sehingga dapat membantu menekan laju penguapan air dari permukaan waduk. Fungsi ini menjadi semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air bagi masyarakat. Habitat Satwa dan Penjaga Keanekaragaman Hayati Selain manfaat teknis, sabuk hijau juga memiliki nilai ekologis yang tinggi. Kawasan ini menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna lokal serta berfungsi sebagai koridor ekologis bagi satwa liar, termasuk burung-burung migran. Dengan demikian, pembangunan bendungan tetap dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Strategi Pengelolaan Sabuk Hijau Keberhasilan pengembangan sabuk hijau sangat ditentukan oleh pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi kawasan bendungan. Tanaman yang dipilih umumnya memiliki karakteristik sebagai berikut: Memiliki akar kuat dan dalam untuk mengikat tanah, seperti mahoni, jati, dan bambu. Mampu beradaptasi terhadap fluktuasi muka air waduk. Memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat, seperti durian, manggis, dan alpukat, sehingga mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kawasan sabuk hijau. Dengan pendekatan ini, fungsi konservasi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Implementasi di Bendungan Lampung Konsep sabuk hijau telah diterapkan di berbagai bendungan di Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan fungsi waduk. Bendungan Batutegi Bendungan Batutegi memiliki kawasan sabuk hijau yang cukup luas di Provinsi Lampung. Penanaman vegetasi di sekitar waduk dilakukan untuk menjaga daerah tangkapan air (catchment area) Sungai Way Sekampung, mengurangi sedimentasi, serta menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan irigasi dan PLTA. Bendungan Way Sekampung Pada Bendungan Way Sekampung, pengembangan sabuk hijau difokuskan pada perlindungan lereng dari erosi sekaligus mendukung pengembangan kawasan yang memiliki potensi wisata edukasi lingkungan tanpa mengganggu fungsi utama bendungan. Menjaga Bendungan, Menjaga Masa Depan Sabuk hijau bukan sekadar deretan pohon di sekitar waduk. Kawasan ini merupakan bagian integral dari sistem pengelolaan bendungan modern yang berfungsi menjaga kualitas air, mengendalikan sedimentasi, melindungi ekosistem, serta memperpanjang umur layanan infrastruktur. Karena itu, pengelolaan sabuk hijau perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pemilihan vegetasi yang tepat, pelibatan masyarakat, serta pengawasan terhadap pemanfaatan kawasan sempadan. Dengan langkah tersebut, bendungan dapat terus memberikan manfaat optimal bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. (Pan)  
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Mulai Bangun Pengaman Pantai Mandiri Sejati, Lindungi Wilayah Pesisir dari Ancaman Abrasi
Post
17 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Mulai Bangun Pengaman Pantai Mandiri Sejati, Lindungi Wilayah Pesisir dari Ancaman Abrasi

  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung mulai melaksanakan pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati di Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Pembangunan infrastruktur ini merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi dampak abrasi yang terus mengancam kawasan pesisir. Selain melindungi permukiman dan infrastruktur masyarakat, pembangunan pengaman pantai juga bertujuan menjaga keberlanjutan kawasan pesisir agar tetap aman dan produktif bagi masyarakat. Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, bersama jajaran Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Mesuji Sekampung melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan. Peninjauan dilakukan guna memantau progres pekerjaan sekaligus memastikan setiap tahapan konstruksi dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang telah ditetapkan. Saat ini, penyedia jasa konstruksi tengah melaksanakan pabrikasi kubus beton dan buis beton yang akan digunakan sebagai material utama pembangunan pengaman pantai sepanjang 150 meter. Dalam arahannya, Kepala BBWS Mesuji Sekampung menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan pekerjaan dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi. Penyedia jasa diminta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, termasuk peralatan dan tenaga kerja, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Melalui pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati ini, diharapkan risiko abrasi di wilayah pesisir dapat berkurang secara signifikan. Bangunan pengaman pantai akan berfungsi meredam energi gelombang laut, memperlambat laju pengikisan garis pantai, serta melindungi ruang hidup masyarakat pesisir. Keberadaan infrastruktur ini juga diharapkan mampu mendukung keberlanjutan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Pekon Mandiri Sejati dan sekitarnya. Dengan target mulai berfungsi pada awal tahun 2027, Pengaman Pantai Mandiri Sejati diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga kawasan pesisir Pesisir Barat dari ancaman abrasi, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang garis pantai. (Pan)  
Baca Selengkapnya

Berita Balai

Informasi Terkini Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung

Kilas Pengumuman :
Lagi, BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Masyarakat yang Membutuhkan di Pesawaran
Post
30 Juli 2026 Admin

Lagi, BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Masyarakat yang Membutuhkan di Pesawaran

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. Kali ini, bantuan air bersih disalurkan kepada warga Desa Gunung Sugih, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.  Bantuan tersebut didistribusikan menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air selama musim kemarau. Penyaluran bantuan ini merupakan adalah respons cepat BBWS Mesuji Sekampung dalam membantu masyarakat yang kekurangan air akibat musim kemarau yang berlangsung di sejumlah daerah. Sebelumnya, tim BBWS Mesuji Sekampung juga telah menyalurkan bantuan serupa di berbagai wilayah terdampak kekeringan, di antaranya Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, serta Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur.  BBWS Mesuji Sekampung akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai upaya mitigasi dan penanganan dampak kekeringan guna memastikan ketersediaan air bersih tetap terpenuhi.  Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan menjaga kelestarian sumber daya air demi keberlanjutan kebutuhan air di masa mendatang. *
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih di Kecamatan Panjang Bandar Lampung
Post
30 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih di Kecamatan Panjang Bandar Lampung

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di berbagai wilayah. Kali ini, Tim BBWS Mesuji Sekampung menyalurkan bantuan air bersih di Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, pada Rabu (29/7/2026). Penyaluran bantuan dilakukan di Perumahan Bukit Alam Asri, Jalan Raya Suban dengan jumlah warga sekitar 250 KK yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau. Tim BBWS Mesuji Sekampung menurunkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dan disambut antusias oleh warga yang telah menyiapkan berbagai wadah penampungan, seperti jeriken, tong air, ember, hingga galon isi ulang. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya BBWS Mesuji Sekampung dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan yang sedang terjadi. Sebelumnya, bantuan air bersih juga telah disalurkan di sejumlah lokasi terdampak kekeringan, antara lain Desa Rejo Katon dan Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur. Sebagai langkah antisipasi kekeringan akibat fenomena El Niño, BBWS Mesuji Sekampung telah membentuk Posko Siaga Kekeringan yang siap menerima laporan dan permintaan bantuan dari masyarakat. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau informasi terkait penanganan kekeringan, dapat menghubungi Hotline Posko Siaga Kekeringan BBWS Mesuji Sekampung di nomor 0823-7512-3622 atau 0823-7311-4310. (*)
Baca Selengkapnya
Jaga Keandalan Infrastruktur Sungai, BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Way Ketibung–Way Sulan
Post
28 Juli 2026 Admin

Jaga Keandalan Infrastruktur Sungai, BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Way Ketibung–Way Sulan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, bersama jajaran SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Mesuji Sekampung kembali melakukan peninjauan lapangan pada pekerjaan rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulan di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Kunjungan yang dilaksanakan pada 28 Juli 2026 ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas, keselamatan kerja, maupun capaian progres di lapangan. Dalam peninjauan tersebut, rombongan BBWS Mesuji Sekampung meninjau sejumlah titik pekerjaan yang saat ini tengah berlangsung. Berbagai kegiatan konstruksi tampak dikerjakan, mulai dari pengerukan dan pembentukan badan tanggul menggunakan alat berat, pembuatan bronjong sebagai penguat lereng, hingga pemasangan cerucuk untuk memperkuat struktur tanggul. Rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan keandalan infrastruktur pengendali banjir. Keberadaan tanggul yang lebih kuat dan kokoh diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat, lahan pertanian, serta infrastruktur di kawasan sekitar dari ancaman luapan sungai. Selain mendukung upaya pengurangan risiko bencana, pekerjaan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Lampung Selatan. Pada kesempatan tersebut, Kepala BBWS Mesuji Sekampung memberikan arahan kepada pihak pelaksana pekerjaan agar terus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, baik peralatan maupun tenaga kerja, guna mempercepat progres konstruksi tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga standar pelaksanaan di lapangan sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. (Pan)
Baca Selengkapnya
Antisipasi Kekeringan Lahan, BBWS Mesuji Sekampung Buka Floodway Bendung Gerak Jabung
Post
23 Juli 2026 Admin

Antisipasi Kekeringan Lahan, BBWS Mesuji Sekampung Buka Floodway Bendung Gerak Jabung

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung bergerak cepat menangani dampak kekeringan di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Salah satunya di Daerah Irigasi (DI) Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, yang dilakukan oleh Tim Operasional dan Pemeliharaan (OP) III pada Kamis (23/7/2026). Upaya yang dilakukan berupa pengoperasian Pintu Floodway Nomor 1 dan Pintu Floodway Nomor 2 pada Bendung Gerak Jabung. Kedua pintu dibuka dengan elevasi masing-masing 10 cm sehingga menghasilkan debit aliran sebesar 23,56 meter kubik per detik. Pengaliran air ke bagian hilir Bendung Gerak Jabung menuju Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, mampu mengisi Saluran Floodway Pisang serta mendorong intrusi air laut sehingga berubah menjadi air tawar dengan pH 7. Langkah ini memberikan manfaat bagi areal persawahan seluas 500 hektare. Dengan adanya pengaliran tersebut, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sumber Rezeki di Desa Sukapura dapat memanfaatkan air untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi. Perlu diketahui, pola operasi Bendung Gerak Jabung tidak menjadi satu kesatuan dengan pola operasi Bendungan Margatiga. BBWS Mesuji Sekampung berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan kondisi sumber daya air serta mengoptimalkan pengoperasian bangunan air guna menjamin ketersediaan air bagi kebutuhan irigasi masyarakat.  Melalui koordinasi yang intensif dengan pemerintah daerah, petugas lapangan, dan kelompok petani, BBWS Mesuji Sekampung akan terus mengambil langkah-langkah responsif dalam menghadapi potensi kekeringan sehingga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di wilayah layanan tetap terjaga. Data Teknis Bendung Gerak Jabung 23 Juli 2026:  TMA Genangan : 3,19 m TMA Intake : 0,59 m Total Floodway + Scouring : 23,56 m³/detik Keterangan : Surut Arus Air : Normal. (*) 
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 1.200 KK di Lampung Timur
Post
23 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 1.200 KK di Lampung Timur

Guna mengantisipasi kekeringan akibat dampak fenomena El Nino, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung memperkuat strategi mitigasi guna menjaga ketahanan pangan serta ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Langkah yang mulai digulirkan meliputi optimalisasi infrastruktur penampungan air seperti waduk dan embung, penyaluran bantuan pompa air ke kawasan pertanian yang rawan puso, serta pemetaan rute armada truk tangki untuk menyuplai kebutuhan air bersih ke permukiman warga. Wujud dari langkah tersebut dilakukan oleh BBWS Mesuji Sekampung melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA IV dengan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Lampung Timur, tepatnya di Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara. Di lokasi ini, tim OP SDA IV menyalurkan air bersih kepada sekitar 1.200 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan. Pengiriman dilakukan menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat selama musim kemarau. Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, juga meminta tim yang terjun langsung ke lapangan untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih. Elroy menyebut penyaluran bantuan air bersih ini sebagai wujud komitmen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam mengantisipasi kekurangan air di tengah masyarakat selama musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Melalui upaya ini, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat tetap terpenuhi serta dampak kekeringan dapat diminimalkan hingga kondisi cuaca kembali normal. *
Baca Selengkapnya
Dukung Swasembada Pangan, BBWS Mesuji Sekampung dan TNI AD Tuntaskan Pembersihan Gulma Way Rarem
Post
23 Juli 2026 Admin

Dukung Swasembada Pangan, BBWS Mesuji Sekampung dan TNI AD Tuntaskan Pembersihan Gulma Way Rarem

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung melaksanakan pembersihan gulma di Waduk Bendungan Way Rarem, Kabupaten Lampung Utara. Dalam mendukung kelancaran kegiatan ini, BBWS Mesuji Sekampung menggandeng TNI Angkatan Darat melalui Kodam XXI/Radin Inten. Pembersihan dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan berkala untuk mengoptimalkan fungsi Bendungan Way Rarem serta menjaga pasokan air bagi lahan pertanian di Lampung Utara dan wilayah sekitarnya. Secara keseluruhan, area gulma yang dibersihkan mencapai 40 hektare dan telah dilakukan sejak awal Juni 2026. Dalam prosesnya, tim lapangan mengoperasikan dua unit excavator amfibi, satu unit excavator long arm, satu unit harvester, serta dua unit dump truck. Gulma yang sudah diangkat dari waduk, kemudian diangkut ke disposal area menggunakan dump truck. TNI Angkatan Darat turut mengerahkan 80 personel yang dibagi ke dalam beberapa tim untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan. Dengan pembersihan gulma ini, Bendungan Way Rarem diharapkan dapat berfungsi lebih optimal dalam menyimpan dan menyalurkan air, serta memastikan pasokan air bagi ribuan hektare lahan pertanian tetap terjaga. Kolaborasi antara BBWS Mesuji Sekampung dan TNI Angkatan Darat ini juga diharapkan turut mendukung peningkatan produktivitas pertanian, kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan swasembada pangan nasional. (Pan) 
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Hadiri Pengambilan Sumpah/Janji PNS dan Pelantikan Pejabat Fungsional Ditjen SDA
Post
23 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Hadiri Pengambilan Sumpah/Janji PNS dan Pelantikan Pejabat Fungsional Ditjen SDA

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum menggelar kegiatan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024 serta Pelantikan Pejabat Fungsional Tertentu pada Rabu, 22 Juli 2026. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji dilaksanakan di Gedung Ditjen SDA, Jakarta, sementara peserta dari berbagai provinsi mengikuti kegiatan secara daring melalui video conference. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh PNS di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung. Secara keseluruhan, sebanyak 160 peserta mengikuti kegiatan secara luring di Jakarta, sedangkan peserta lainnya mengikuti rangkaian acara secara daring dari kantor masing-masing. Dari BBWS Mesuji Sekampung, sebanyak 12 PNS turut mengikuti kegiatan tersebut. Delapan orang di antaranya merupakan PNS yang resmi dilantik dari formasi seleksi tahun 2024. Pengambilan sumpah/janji PNS merupakan bagian penting dalam pembentukan aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab. Melalui momentum ini, para PNS Ditjen SDA diharapkan dapat menjalankan tugas dan amanah dengan penuh dedikasi, serta memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan bagi masyarakat. (Pan)  
Baca Selengkapnya
Hadapi Musim Kemarau, BBWS Mesuji Sekampung Aktifkan Sejumlah Sumur JIAT di Lampung
Post
22 Juli 2026 Admin

Hadapi Musim Kemarau, BBWS Mesuji Sekampung Aktifkan Sejumlah Sumur JIAT di Lampung

Tim Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) II BBWS Mesuji Sekampung melakukan berbagai upaya penanganan kekeringan di sejumlah wilayah Provinsi Lampung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian, agar musim tanam tetap berjalan optimal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoperasikan sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Pringsewu dan Lampung Selatan. Berdasarkan data OP SDA II, di Kabupaten Pringsewu terdapat dua sumur JIAT yang diaktifkan, yaitu Sumur SBE.36 di Kecamatan Pardasuka dengan debit 22,11 liter per detik serta Sumur SBP.109 di Kecamatan Pardasuka dengan debit 22,63 liter per detik. Kedua sumur tersebut mampu memberikan layanan irigasi bagi sekitar 300 hektare lahan pertanian. Sementara di Lampung Selatan, sumur yang dioperasikan sama-sama berada di Kecamatan Natar yaitu Sumur SBP.175 (debit 29 liter per detik) dan Sumur SBP.93 (debit mencapai 83,36 liter per detik). Kedua sumur ini memberikan layanan irigasi untuk sekitar 400 hektare lahan pertanian. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP SDA II BBWS Mesuji Sekampung, MF. Nur Yuniar, mengatakan bahwa pengoperasian kembali sumur JIAT menjadi salah satu langkah strategis untuk membantu Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) menghadapi musim kemarau serta mendukung pelaksanaan Musim Tanam II (MT II) Tahun 2026. “Langkah penyediaan air ini merupakan bagian dari upaya kami dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional,” ujarnya, Selasa (21/7/2026). Ia menjelaskan, menghadapi musim kemarau tahun ini, Tim OP SDA II secara berkala mengaktifkan kembali sumur-sumur JIAT yang tersebar di wilayah Lampung agar dapat beroperasi secara optimal. “Sumur-sumur JIAT difungsikan kembali untuk mendukung kebutuhan air irigasi pada MT II. Harapannya, upaya ini dapat membantu para petani menjaga produktivitas pertanian di tengah musim kemarau,” pungkasnya. (*)  
Baca Selengkapnya
Pemeliharaan Berkala Daerah Iigasi Jabung Lampung Timur Rampung 100 Persen
Post
21 Juli 2026 Admin

Pemeliharaan Berkala Daerah Iigasi Jabung Lampung Timur Rampung 100 Persen

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung telah menyelesaikan kegiatan pemeliharaan berkala di Daerah Irigasi (DI) Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan tahun anggaran 2026 ini dilakukan untuk menjaga kinerja jaringan irigasi agar tetap optimal dalam melayani kebutuhan air bagi lahan pertanian. Pemeliharaan dilaksanakan melalui pengangkatan sedimen pada saluran SPP BJA 0 hingga BJA 6 menggunakan excavator long arm. Pekerjaan ini bertujuan untuk menjaga kapasitas saluran serta memastikan aliran air tetap lancar menuju area layanan irigasi. Hingga saat ini, progres pelaksanaan kegiatan telah mencapai 100 persen dengan total panjang penanganan sepanjang 10.400 meter. Dengan berkurangnya sedimentasi di saluran, distribusi air irigasi diharapkan menjadi lebih efektif dan merata, terutama dalam mendukung produktivitas pertanian di wilayah Lampung Timur. Kegiatan pemeliharaan berkala ini merupakan bagian dari komitmen BBWS Mesuji Sekampung dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur sumber daya air. Melalui pemeliharaan yang rutin dan berkesinambungan, fungsi layanan irigasi dapat terus berjalan secara optimal, sehingga mendukung peningkatan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional. (Pan)
Baca Selengkapnya
Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem Capai 28,72 Persen, Tingkatkan Layanan Irigasi bagi Lahan Pertanian
Post
21 Juli 2026 Admin

Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem Capai 28,72 Persen, Tingkatkan Layanan Irigasi bagi Lahan Pertanian

Pekerjaan Rehabilitasi Daerah Irigasi (D.I.) Way Rarem terus berjalan dengan baik sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung sektor pertanian di Provinsi Lampung. Hingga saat ini, progres fisik pekerjaan telah mencapai 28,72%, sesuai dengan tahapan pelaksanaan yang telah direncanakan. Dalam pelaksanaannya, proyek ini memiliki target rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 40 kilometer. Hingga periode pelaporan saat ini, telah terealisasi 2 kilometer pekerjaan yang meliputi rehabilitasi saluran irigasi beserta pekerjaan struktur pendukungnya. Setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan memperhatikan standar mutu konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pengawasan teknis yang ketat agar hasil pembangunan memberikan manfaat yang optimal. Dari sisi manfaat, rehabilitasi D.I. Way Rarem direncanakan mampu meningkatkan pelayanan irigasi pada lahan pertanian seluas 3.400 hektare. Sejauh ini, jaringan yang telah selesai dikerjakan telah memberikan pelayanan irigasi pada sekitar 1.000 hektare lahan pertanian, sehingga petani mulai merasakan manfaat berupa distribusi air yang lebih lancar dan efisien. Keberadaan jaringan irigasi yang andal diharapkan dapat mendukung peningkatan intensitas tanam, menjaga ketersediaan air selama musim tanam, mengurangi kehilangan air di sepanjang saluran, serta meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Proyek ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan serta kerja sama masyarakat sekitar, pekerjaan Rehabilitasi D.I. Way Rarem diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Setelah seluruh pekerjaan rampung, jaringan irigasi ini akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi 3.400 hektare lahan pertanian, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (Pan)
Baca Selengkapnya
Sabuk Hijau Bendungan: Benteng Alami Penjaga Kelestarian Ekosistem dan Keandalan Infrastruktur
Post
21 Juli 2026 Admin

Sabuk Hijau Bendungan: Benteng Alami Penjaga Kelestarian Ekosistem dan Keandalan Infrastruktur

Bendungan tidak hanya membutuhkan bangunan utama yang kokoh, tetapi juga kawasan penyangga yang mampu menjaga keberlanjutan fungsinya dalam jangka panjang. Salah satu komponen penting tersebut adalah sabuk hijau (green belt), yakni kawasan vegetasi yang berada di sekitar waduk atau sepanjang garis sempadan bendungan. Sabuk hijau berfungsi sebagai zona penyangga antara area genangan waduk dengan lahan pertanian, perkebunan, maupun permukiman masyarakat. Keberadaannya bukan sekadar untuk penghijauan, melainkan merupakan bagian dari strategi pengelolaan sumber daya air yang berperan menjaga kualitas lingkungan sekaligus melindungi infrastruktur bendungan. Menjaga Bendungan dari Ancaman Sedimentasi dan Erosi Salah satu manfaat utama sabuk hijau adalah mengendalikan erosi dan sedimentasi yang dapat mengurangi kapasitas tampung waduk. Vegetasi yang tumbuh di kawasan sempadan memiliki sistem perakaran yang kuat sehingga mampu mengikat tanah dan memperkuat lereng di sekitar waduk. Dengan demikian, risiko longsoran tebing dapat diminimalkan. Selain itu, vegetasi berfungsi sebagai penyaring alami yang menahan material tanah dan sedimen yang terbawa aliran permukaan sebelum masuk ke dalam waduk. Pengendalian sedimentasi sangat penting karena pendangkalan waduk dapat mengurangi umur layanan bendungan serta menurunkan efektivitasnya dalam menyimpan air. Melindungi Kualitas Air Waduk Sabuk hijau juga berperan menjaga kualitas air yang tersimpan di dalam waduk. Tanaman mampu menyerap unsur hara berlebih seperti nitrogen dan fosfor yang berasal dari aktivitas pertanian di sekitar kawasan bendungan. Proses alami ini membantu mencegah eutrofikasi, yaitu kondisi ketika perairan mengalami ledakan pertumbuhan tanaman air dan gulma seperti eceng gondok. Apabila tidak dikendalikan, pertumbuhan gulma yang berlebihan dapat menurunkan kualitas air, mengganggu ekosistem perairan, bahkan menghambat operasional infrastruktur seperti pintu air dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Menjaga Siklus Hidrologi dan Iklim Mikro Keberadaan sabuk hijau turut mendukung keseimbangan hidrologi di sekitar bendungan. Vegetasi membantu meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah sehingga cadangan air tanah tetap terjaga. Selain itu, pepohonan di sekitar waduk berkontribusi menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk dan lembap, sehingga dapat membantu menekan laju penguapan air dari permukaan waduk. Fungsi ini menjadi semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air bagi masyarakat. Habitat Satwa dan Penjaga Keanekaragaman Hayati Selain manfaat teknis, sabuk hijau juga memiliki nilai ekologis yang tinggi. Kawasan ini menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna lokal serta berfungsi sebagai koridor ekologis bagi satwa liar, termasuk burung-burung migran. Dengan demikian, pembangunan bendungan tetap dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Strategi Pengelolaan Sabuk Hijau Keberhasilan pengembangan sabuk hijau sangat ditentukan oleh pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi kawasan bendungan. Tanaman yang dipilih umumnya memiliki karakteristik sebagai berikut: Memiliki akar kuat dan dalam untuk mengikat tanah, seperti mahoni, jati, dan bambu. Mampu beradaptasi terhadap fluktuasi muka air waduk. Memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat, seperti durian, manggis, dan alpukat, sehingga mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kawasan sabuk hijau. Dengan pendekatan ini, fungsi konservasi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Implementasi di Bendungan Lampung Konsep sabuk hijau telah diterapkan di berbagai bendungan di Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan fungsi waduk. Bendungan Batutegi Bendungan Batutegi memiliki kawasan sabuk hijau yang cukup luas di Provinsi Lampung. Penanaman vegetasi di sekitar waduk dilakukan untuk menjaga daerah tangkapan air (catchment area) Sungai Way Sekampung, mengurangi sedimentasi, serta menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan irigasi dan PLTA. Bendungan Way Sekampung Pada Bendungan Way Sekampung, pengembangan sabuk hijau difokuskan pada perlindungan lereng dari erosi sekaligus mendukung pengembangan kawasan yang memiliki potensi wisata edukasi lingkungan tanpa mengganggu fungsi utama bendungan. Menjaga Bendungan, Menjaga Masa Depan Sabuk hijau bukan sekadar deretan pohon di sekitar waduk. Kawasan ini merupakan bagian integral dari sistem pengelolaan bendungan modern yang berfungsi menjaga kualitas air, mengendalikan sedimentasi, melindungi ekosistem, serta memperpanjang umur layanan infrastruktur. Karena itu, pengelolaan sabuk hijau perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pemilihan vegetasi yang tepat, pelibatan masyarakat, serta pengawasan terhadap pemanfaatan kawasan sempadan. Dengan langkah tersebut, bendungan dapat terus memberikan manfaat optimal bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. (Pan)  
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Mulai Bangun Pengaman Pantai Mandiri Sejati, Lindungi Wilayah Pesisir dari Ancaman Abrasi
Post
17 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Mulai Bangun Pengaman Pantai Mandiri Sejati, Lindungi Wilayah Pesisir dari Ancaman Abrasi

  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung mulai melaksanakan pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati di Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Pembangunan infrastruktur ini merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi dampak abrasi yang terus mengancam kawasan pesisir. Selain melindungi permukiman dan infrastruktur masyarakat, pembangunan pengaman pantai juga bertujuan menjaga keberlanjutan kawasan pesisir agar tetap aman dan produktif bagi masyarakat. Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, bersama jajaran Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Mesuji Sekampung melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan. Peninjauan dilakukan guna memantau progres pekerjaan sekaligus memastikan setiap tahapan konstruksi dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang telah ditetapkan. Saat ini, penyedia jasa konstruksi tengah melaksanakan pabrikasi kubus beton dan buis beton yang akan digunakan sebagai material utama pembangunan pengaman pantai sepanjang 150 meter. Dalam arahannya, Kepala BBWS Mesuji Sekampung menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan pekerjaan dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi. Penyedia jasa diminta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, termasuk peralatan dan tenaga kerja, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Melalui pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati ini, diharapkan risiko abrasi di wilayah pesisir dapat berkurang secara signifikan. Bangunan pengaman pantai akan berfungsi meredam energi gelombang laut, memperlambat laju pengikisan garis pantai, serta melindungi ruang hidup masyarakat pesisir. Keberadaan infrastruktur ini juga diharapkan mampu mendukung keberlanjutan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Pekon Mandiri Sejati dan sekitarnya. Dengan target mulai berfungsi pada awal tahun 2027, Pengaman Pantai Mandiri Sejati diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga kawasan pesisir Pesisir Barat dari ancaman abrasi, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang garis pantai. (Pan)  
Baca Selengkapnya