Berita Terkini

Informasi Terkini Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung

Kilas Pengumuman :
BBWS Mesuji Sekampung Tegaskan Pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati Sesuai Spesifikasi dan Standar Mutu
Post
05 Agustus 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Tegaskan Pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati Sesuai Spesifikasi dan Standar Mutu

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung memastikan pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati di Kabupaten Pesisir Barat telah sesuai mutu dan memenuhi ketentuan spesifikasi teknis yang berlaku. Melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS Mesuji Sekampung menegaskan bahwa monitoring pekerjaan pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati telah dilakukan terhadap material buis beton dan kubus beton. Bahan-bahan yang digunakan dalam pekerjaan buis beton dan kubus beton telah memenuhi ketentuan spesifikasi teknis. Pasir yang digunakan bukan berasal dari pasir laut dan telah dilakukan pengujian sampel material dengan hasil yang memenuhi persyaratan spesifikasi teknis. Bahkan, material yang tidak memenuhi persyaratan telah di-reject atau ditolak oleh konsultan supervisi dan pengawas pekerjaan serta tidak diizinkan untuk digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. Buis beton yang dibuat merupakan armor untuk bangunan pelindung pantai, bukan untuk pekerjaan gorong-gorong yang menerima beban langsung seperti beban lalu lintas. Fungsi tulangan dalam pekerjaan buis beton untuk pengaman pantai adalah menahan retak saat proses pengangkatan dan pengangkutan, menahan benturan saat pemasangan, serta menjaga keutuhan buis beton. Dalam pekerjaan ini, mutu buis beton telah memenuhi persyaratan dan telah dilakukan uji coba pengangkatan, pengangkutan, serta pemasangan. Hasilnya menunjukkan bahwa kondisi buis beton tetap baik dan tidak mengalami retakan. Selain dilakukan uji pengangkatan, pengangkutan, dan pemasangan, mutu beton pada buis beton dan kubus beton yang digunakan dalam pekerjaan ini juga telah dilakukan pengujian sesuai dengan ketentuan spesifikasi teknis yang berlaku. Sementara itu, terkait plang proyek, BBWS Mesuji Sekampung menegaskan bahwa plang proyek telah terpasang di lokasi pekerjaan yang berada di Pantai Mandiri Sejati, Pekon Balai Kencana, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. Pembangunan infrastruktur ini merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi dampak abrasi yang terus mengancam kawasan pesisir. Selain melindungi permukiman dan infrastruktur masyarakat, pembangunan pengaman pantai juga bertujuan menjaga keberlanjutan kawasan pesisir agar tetap aman dan produktif bagi masyarakat. Dengan hadirnya Pengaman Pantai Mandiri Sejati ini, diharapkan risiko abrasi di wilayah pesisir dapat berkurang secara signifikan. Bangunan pengaman pantai akan berfungsi meredam energi gelombang laut, memperlambat laju pengikisan garis pantai, serta melindungi ruang hidup masyarakat pesisir. Keberadaan infrastruktur ini juga diharapkan mampu mendukung keberlanjutan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat sekitarnya, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang garis pantai. (Pan)  
Baca Selengkapnya
Bidang OP BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Pembersihan Gulma Bendungan Way Rarem
Post
05 Agustus 2026 Admin

Bidang OP BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Pembersihan Gulma Bendungan Way Rarem

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung bersama jajaran Kodam XXI/Radin Inten terus melakukan pembersihan dan pengangkatan gulma di Waduk Bendungan Way Rarem. Selain pembersihan gulma, juga dilakukan penataan Keramba Jaring Apung (KJA) yang berada di area waduk bendungan. Pada Senin, 3 Agustus 2026, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Mesuji Sekampung, Samuelson Hansen Sianipar, bersama Kepala Satuan Kerja OP, Firman Humala Pantas Yudha, meninjau kondisi bendungan yang telah dibersihkan sejak awal Juni lalu. Selain melakukan peninjauan, jajaran BBWS Mesuji Sekampung juga melaksanakan sosialisasi penataan KJA kepada para pemilik agar lebih tertib dan mematuhi ketentuan pemanfaatan bendungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pembersihan gulma ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pekerjaan Umum bersama TNI dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Air dari Bendungan Way Rarem memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian di Kabupaten Lampung Utara dan beberapa daerah lainnya. Terutama pada musim kemarau seperti saat ini, air dari waduk dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi sehingga lahan pertanian tetap memperoleh pasokan air yang cukup. Dengan demikian, kegiatan pertanian dapat terus berlangsung dan produktivitas petani tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau. (Pan)
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Ikuti Zoom Persiapan Peresmian Program Inpres Nomor 2 Tahun 2025
Post
04 Agustus 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Ikuti Zoom Persiapan Peresmian Program Inpres Nomor 2 Tahun 2025

Jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung mengikuti persiapan peresmian Program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 Tahun Anggaran 2026 yang digelar melalui Zoom Meeting, Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang dipusatkan dari Provinsi Riau tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Arnold A.P. Ritiauw. Kepala BBWS Mesuji Sekampung Elroy Koyari bersama para kepala bidang, kepala satker dan jajaran pegawai mengikuti kegiatan tersebut dari kawasan pertanian di Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Peresmian Program Inpres Nomor 2 Tahun 2025 dijadwalkan berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia dan akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan nasional tersebut rencananya dipusatkan di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, serta diikuti secara daring oleh daerah-daerah yang menjadi lokasi pelaksanaan program.Dalam kegiatan tersebut, masing-masing BWS dan BBWS menyampaikan laporan singkat terkait lokasi dan kesiapan di lapangan. Dirjen SDA Arnold A.P. Ritiauw dalam arahannya mengingatkan seluruh jajaran BWS dan BBWS agar terus mempersiapkan seluruh kebutuhan menjelang peresmian yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. BBWS Mesuji Sekampung sendiri telah melaksanakan berbagai kegiatan melalui Program Inpres Nomor 2 Tahun 2025 di Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut meliputi rehabilitasi jaringan irigasi utama dengan total outcome mencapai 16.080,84 hektare, rehabilitasi jaringan irigasi tersier tahap I seluas 4.699 hektare dan tahap III seluas 7.411 hektare. Kemudian rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sebanyak 11 titik di Kabupaten Pringsewu, Lampung Selatan, dan Lampung Timur dengan total outcome mencapai 151 hektare. Melalui program tersebut, pemerintah terus memperkuat infrastruktur sumber daya air guna mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di Provinsi Lampung. (Pan)
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Lokasi Peresmian Program Inpres Nomor 2 Tahun 2025 oleh Presiden RI
Post
01 Agustus 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Lokasi Peresmian Program Inpres Nomor 2 Tahun 2025 oleh Presiden RI

Jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung melakukan pengecekan dan peninjauan lokasi yang akan digunakan untuk peresmian Program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 pada Tahun Anggaran 2026. Peresmian program tersebut direncanakan berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia dan akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan nasional itu dipusatkan dari Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, serta diikuti secara daring oleh daerah-daerah yang menjadi lokasi pelaksanaan program. Di Provinsi Lampung, BBWS Mesuji Sekampung menetapkan area di sekitar Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Sukadamai, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, sebagai lokasi pelaksanaan peresmian. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu titik pelaksanaan kegiatan yang mendukung peningkatan layanan irigasi dan produktivitas pertanian. Dalam peninjauan tersebut, Sabtu (1/8/2026), Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, bersama jajaran melakukan pengecekan kesiapan lapangan, termasuk penentuan lokasi panggung utama, pemasangan tenda, akses peserta, hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya guna memastikan kegiatan peresmian berjalan lancar. Peresmian Program Inpres Nomor 2 Tahun 2025 di Lampung nantinya akan dihadiri oleh Gubernur Lampung beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung, perwakilan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Sebagai informasi, Inpres Nomor 2 Tahun 2025 diterbitkan pemerintah sebagai langkah percepatan optimalisasi pengelolaan dan pengembangan jaringan irigasi guna mendukung target swasembada pangan nasional. Melalui program ini, pemerintah berupaya meningkatkan keandalan infrastruktur irigasi sehingga mampu menjamin ketersediaan air bagi sektor pertanian secara berkelanjutan. Dalam implementasinya, BBWS Mesuji Sekampung turut melaksanakan berbagai kegiatan strategis yang menjadi bagian dari program tersebut. Antara lain rehabilitasi sistem jaringan irigasi utama (primer dan sekunder), rehabilitasi sistem jaringan irigasi tersier, pembangunan serta rehabilitasi sumur JIAT, dan lain sebagainya. Melalui berbagai kegiatan tersebut, diharapkan layanan irigasi di Provinsi Lampung semakin optimal sehingga dapat mendukung peningkatan indeks pertanaman, produktivitas pertanian, dan ketahanan pangan nasional sebagaimana menjadi salah satu prioritas pembangunan pemerintah. *  
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Terapkan Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu, Dorong Budaya Pilah Sampah di Kantor
Post
31 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Terapkan Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu, Dorong Budaya Pilah Sampah di Kantor

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu sebagai upaya mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan kerja. Penerapan sistem tersebut mengacu pada Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum nomor 6/SE/Sj/2026 yang berlaku bagi seluruh kantor dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian PU di Indonesia. Surat edaran tersebut menjadi pedoman dalam pelaksanaan pengelolaan sampah yang lebih tertib, efektif, dan berkelanjutan. Sosialisasi penerapan sistem pengelolaan sampah terpadu dilaksanakan di Ruang Rapat Margatiga pada Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan dipimpin oleh Plt. Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBWS Mesuji Sekampung, Iskandar Rahim, dengan pemaparan materi oleh PPK Ketatalaksanaan, Rindu Trisna. Melalui penerapan sistem ini, BBWS Mesuji Sekampung menargetkan peningkatan budaya pemilahan sampah di lingkungan kerja, meningkatkan kesadaran pegawai terhadap pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan, serta mendukung Kementerian PU menjadi role model dalam pengelolaan sampah. Langkah ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap target nasional pengurangan sampah. Skema yang diterapkan dimulai dari pemilahan sampah sejak dari sumbernya, yakni di lingkungan kantor. Sampah dipisahkan ke dalam tiga kategori utama, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah lainnya. Pemilahan sejak sumber diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh pegawai terhadap pentingnya tata kelola sampah yang baik sekaligus mendukung upaya pengurangan timbulan sampah. Kebijakan ini sejalan dengan paradigma baru pengelolaan sampah yang mengedepankan pengolahan dan pemanfaatan kembali sampah. Dalam konsep tersebut, pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru tidak lagi menjadi prioritas. Sebaliknya, pengelolaan sampah diarahkan melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), sementara TPA hanya digunakan untuk menampung residu atau sampah yang tidak dapat diolah maupun didaur ulang. Sampah organik, seperti sisa makanan dan limbah dapur, akan disalurkan kepada offtaker sampah organik untuk diolah menjadi kompos atau produk bermanfaat lainnya. Sementara itu, sampah anorganik seperti kertas, karton, plastik, dan gelas akan diserahkan kepada bank sampah atau pengepul untuk didaur ulang menjadi bahan baku baru. Adapun sampah residu atau sampah lainnya, seperti puntung rokok, popok bekas, karet bekas, dan jenis sampah yang sulit didaur ulang, akan dikumpulkan secara terpisah untuk selanjutnya dibuang ke TPA. Sebagai bagian dari sistem pengelolaan yang terintegrasi, seluruh sampah yang dihasilkan nantinya juga akan didata dan ditimbang berdasarkan jenisnya. Pendataan tersebut menjadi dasar evaluasi sekaligus pengukuran efektivitas program pengurangan sampah di lingkungan BBWS Mesuji Sekampung. (Pan)
Baca Selengkapnya
Lagi, BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Masyarakat yang Membutuhkan di Pesawaran
Post
30 Juli 2026 Admin

Lagi, BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Masyarakat yang Membutuhkan di Pesawaran

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. Kali ini, bantuan air bersih disalurkan kepada warga Desa Gunung Sugih, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.  Bantuan tersebut didistribusikan menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air selama musim kemarau. Penyaluran bantuan ini merupakan adalah respons cepat BBWS Mesuji Sekampung dalam membantu masyarakat yang kekurangan air akibat musim kemarau yang berlangsung di sejumlah daerah. Sebelumnya, tim BBWS Mesuji Sekampung juga telah menyalurkan bantuan serupa di berbagai wilayah terdampak kekeringan, di antaranya Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, serta Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur.  BBWS Mesuji Sekampung akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai upaya mitigasi dan penanganan dampak kekeringan guna memastikan ketersediaan air bersih tetap terpenuhi.  Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan menjaga kelestarian sumber daya air demi keberlanjutan kebutuhan air di masa mendatang. *
Baca Selengkapnya
Akurasi Debit Air untuk Ketahanan Pangan: Kalibrasi Sungai Way Sekampung Berbasis ADCP
Post
30 Juli 2026 Admin

Akurasi Debit Air untuk Ketahanan Pangan: Kalibrasi Sungai Way Sekampung Berbasis ADCP

Pelaksanaan kalibrasi bukaan pintu Bendungan Way Sekampung dan pos duga air di sepanjang Sungai Way Sekampung secara berkala menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang efektif, akurat, dan berkelanjutan. Kegiatan yang dilaksanakan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sekampung ini memanfaatkan teknologi Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) untuk memperoleh data kecepatan aliran dan debit sungai secara presisi. Teknologi tersebut memungkinkan pengukuran kondisi aliran air secara lebih cepat dan akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumber daya air. Keakuratan data hasil kalibrasi memiliki peran penting dalam mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi serta optimalisasi layanan irigasi. Melalui informasi debit air yang akurat dan diperbarui secara berkala, operator dapat mengatur pembukaan maupun penutupan pintu air secara terukur sesuai kondisi di lapangan. Dalam upaya mitigasi banjir, data debit yang akurat membantu memastikan kelancaran pengaliran limpasan air saat terjadi peningkatan debit sungai pada musim hujan. Dengan demikian, risiko genangan dan banjir di wilayah hilir dapat diminimalkan. Sementara itu, pada musim kemarau, hasil kalibrasi menjadi acuan penting untuk menjamin ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian. Distribusi air dapat dilakukan secara tepat waktu, merata, dan berkelanjutan sehingga kebutuhan petani tetap terpenuhi. Komitmen terhadap pemanfaatan teknologi modern dan penyediaan data yang akurat ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional. Serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui layanan irigasi yang lebih optimal, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar daerah aliran sungai.
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih di Kecamatan Panjang Bandar Lampung
Post
30 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih di Kecamatan Panjang Bandar Lampung

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di berbagai wilayah. Kali ini, Tim BBWS Mesuji Sekampung menyalurkan bantuan air bersih di Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, pada Rabu (29/7/2026). Penyaluran bantuan dilakukan di Perumahan Bukit Alam Asri, Jalan Raya Suban dengan jumlah warga sekitar 250 KK yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau. Tim BBWS Mesuji Sekampung menurunkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dan disambut antusias oleh warga yang telah menyiapkan berbagai wadah penampungan, seperti jeriken, tong air, ember, hingga galon isi ulang. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya BBWS Mesuji Sekampung dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan yang sedang terjadi. Sebelumnya, bantuan air bersih juga telah disalurkan di sejumlah lokasi terdampak kekeringan, antara lain Desa Rejo Katon dan Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur. Sebagai langkah antisipasi kekeringan akibat fenomena El Niño, BBWS Mesuji Sekampung telah membentuk Posko Siaga Kekeringan yang siap menerima laporan dan permintaan bantuan dari masyarakat. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau informasi terkait penanganan kekeringan, dapat menghubungi Hotline Posko Siaga Kekeringan BBWS Mesuji Sekampung di nomor 0823-7512-3622 atau 0823-7311-4310. (*)
Baca Selengkapnya
Jaga Keandalan Infrastruktur Sungai, BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Way Ketibung–Way Sulan
Post
28 Juli 2026 Admin

Jaga Keandalan Infrastruktur Sungai, BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Way Ketibung–Way Sulan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, bersama jajaran SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Mesuji Sekampung kembali melakukan peninjauan lapangan pada pekerjaan rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulan di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Kunjungan yang dilaksanakan pada 28 Juli 2026 ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas, keselamatan kerja, maupun capaian progres di lapangan. Dalam peninjauan tersebut, rombongan BBWS Mesuji Sekampung meninjau sejumlah titik pekerjaan yang saat ini tengah berlangsung. Berbagai kegiatan konstruksi tampak dikerjakan, mulai dari pengerukan dan pembentukan badan tanggul menggunakan alat berat, pembuatan bronjong sebagai penguat lereng, hingga pemasangan cerucuk untuk memperkuat struktur tanggul. Rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan keandalan infrastruktur pengendali banjir. Keberadaan tanggul yang lebih kuat dan kokoh diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat, lahan pertanian, serta infrastruktur di kawasan sekitar dari ancaman luapan sungai. Selain mendukung upaya pengurangan risiko bencana, pekerjaan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Lampung Selatan. Pada kesempatan tersebut, Kepala BBWS Mesuji Sekampung memberikan arahan kepada pihak pelaksana pekerjaan agar terus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, baik peralatan maupun tenaga kerja, guna mempercepat progres konstruksi tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga standar pelaksanaan di lapangan sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. (Pan)
Baca Selengkapnya
Antisipasi Kekeringan Lahan, BBWS Mesuji Sekampung Buka Floodway Bendung Gerak Jabung
Post
23 Juli 2026 Admin

Antisipasi Kekeringan Lahan, BBWS Mesuji Sekampung Buka Floodway Bendung Gerak Jabung

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung bergerak cepat menangani dampak kekeringan di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Salah satunya di Daerah Irigasi (DI) Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, yang dilakukan oleh Tim Operasional dan Pemeliharaan (OP) III pada Kamis (23/7/2026). Upaya yang dilakukan berupa pengoperasian Pintu Floodway Nomor 1 dan Pintu Floodway Nomor 2 pada Bendung Gerak Jabung. Kedua pintu dibuka dengan elevasi masing-masing 10 cm sehingga menghasilkan debit aliran sebesar 23,56 meter kubik per detik. Pengaliran air ke bagian hilir Bendung Gerak Jabung menuju Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, mampu mengisi Saluran Floodway Pisang serta mendorong intrusi air laut sehingga berubah menjadi air tawar dengan pH 7. Langkah ini memberikan manfaat bagi areal persawahan seluas 500 hektare. Dengan adanya pengaliran tersebut, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sumber Rezeki di Desa Sukapura dapat memanfaatkan air untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi. Perlu diketahui, pola operasi Bendung Gerak Jabung tidak menjadi satu kesatuan dengan pola operasi Bendungan Margatiga. BBWS Mesuji Sekampung berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan kondisi sumber daya air serta mengoptimalkan pengoperasian bangunan air guna menjamin ketersediaan air bagi kebutuhan irigasi masyarakat.  Melalui koordinasi yang intensif dengan pemerintah daerah, petugas lapangan, dan kelompok petani, BBWS Mesuji Sekampung akan terus mengambil langkah-langkah responsif dalam menghadapi potensi kekeringan sehingga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di wilayah layanan tetap terjaga. Data Teknis Bendung Gerak Jabung 23 Juli 2026:  TMA Genangan : 3,19 m TMA Intake : 0,59 m Total Floodway + Scouring : 23,56 m³/detik Keterangan : Surut Arus Air : Normal. (*) 
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 1.200 KK di Lampung Timur
Post
23 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 1.200 KK di Lampung Timur

Guna mengantisipasi kekeringan akibat dampak fenomena El Nino, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung memperkuat strategi mitigasi guna menjaga ketahanan pangan serta ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Langkah yang mulai digulirkan meliputi optimalisasi infrastruktur penampungan air seperti waduk dan embung, penyaluran bantuan pompa air ke kawasan pertanian yang rawan puso, serta pemetaan rute armada truk tangki untuk menyuplai kebutuhan air bersih ke permukiman warga. Wujud dari langkah tersebut dilakukan oleh BBWS Mesuji Sekampung melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA IV dengan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Lampung Timur, tepatnya di Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara. Di lokasi ini, tim OP SDA IV menyalurkan air bersih kepada sekitar 1.200 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan. Pengiriman dilakukan menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat selama musim kemarau. Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, juga meminta tim yang terjun langsung ke lapangan untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih. Elroy menyebut penyaluran bantuan air bersih ini sebagai wujud komitmen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam mengantisipasi kekurangan air di tengah masyarakat selama musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Melalui upaya ini, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat tetap terpenuhi serta dampak kekeringan dapat diminimalkan hingga kondisi cuaca kembali normal. *
Baca Selengkapnya
Analisis Hidrolika dan Karakteristik Chute Spillway pada Bendungan di Indonesia
Post
23 Juli 2026 Admin

Analisis Hidrolika dan Karakteristik Chute Spillway pada Bendungan di Indonesia

Chute spillway atau bangunan peluncur merupakan jenis pelimpah yang paling banyak digunakan pada bendungan urugan di Indonesia. Struktur ini berfungsi mengalirkan debit banjir secara aman dari waduk menuju sungai di hilir melalui saluran terbuka yang umumnya dibangun pada sisi bukit atau abutmen bendungan. Dengan kondisi curah hujan yang tinggi serta topografi yang beragam, keberadaan chute spillway menjadi komponen vital dalam menjaga keamanan bendungan. Selain mengendalikan muka air waduk saat banjir, struktur ini juga melindungi tubuh bendungan dari risiko limpasan yang dapat menyebabkan kerusakan serius. Mengapa Chute Spillway Banyak Digunakan?Indonesia memiliki banyak bendungan yang dibangun pada wilayah berbukit dan lembah sempit. Kondisi tersebut membuat chute spillway menjadi pilihan yang efektif karena mampu mengalirkan air dalam jumlah besar dengan memanfaatkan kemiringan alami lereng. Air yang melimpas dari waduk akan dipercepat melalui saluran peluncur sebelum akhirnya masuk ke struktur peredam energi dan kembali ke sungai. Sistem ini memungkinkan debit banjir ekstrem dapat dilewatkan tanpa membahayakan konstruksi utama bendungan. Komponen Utama Chute SpillwaySecara umum, chute spillway terdiri atas empat bagian utama yang saling terintegrasi: 1. Struktur Pengatur (Entrance Structure)Bagian ini berfungsi mengontrol debit air yang masuk ke saluran peluncur. Umumnya menggunakan ambang pelimpah tipe ogee weir yang dirancang sesuai kapasitas banjir rencana. 2. Saluran Peluncur (Chute Channel)Merupakan bagian dengan kemiringan curam tempat air mengalami percepatan aliran. Dinding saluran dirancang cukup tinggi untuk mengakomodasi fenomena aerasi yang menyebabkan volume aliran tampak bertambah. 3. Peredam Energi (Energy Dissipator)Karena kecepatan air sangat tinggi, diperlukan struktur peredam energi di bagian hilir. Bentuk yang paling umum digunakan adalah kolam olak (stilling basin) yang berfungsi mengurangi energi kinetik sebelum air kembali ke sungai. 4. Saluran Keluar (Exit Channel)Bagian ini menghubungkan kolam olak dengan alur sungai alami sehingga aliran dapat kembali secara terkendali tanpa menyebabkan gerusan berlebihan. Prinsip Hidrolika pada Chute Spillway Aliran yang terjadi pada saluran peluncur umumnya bersifat superkritis, yaitu kondisi ketika kecepatan aliran lebih besar dibandingkan kecepatan rambat gelombang air.Semakin curam kemiringan saluran, semakin tinggi pula kecepatan aliran yang dihasilkan. Oleh karena itu, desain hidrolika harus memperhitungkan kapasitas saluran, kekasaran permukaan beton, serta stabilitas struktur agar mampu bekerja dengan aman selama umur layanan bendungan. Tantangan Kavitasi Salah satu tantangan utama pada chute spillway adalah kavitasi, yaitu terbentuknya gelembung uap akibat tekanan rendah pada aliran berkecepatan tinggi. Ketika gelembung tersebut pecah di permukaan beton, dapat terjadi kerusakan yang berpotensi mengurangi umur struktur. Risiko kavitasi biasanya meningkat pada kecepatan aliran di atas 20–25 meter per detik. Untuk mengatasinya, banyak bendungan modern menggunakan aerator, yaitu struktur yang memasukkan udara ke dalam aliran sehingga tekanan negatif dapat dikurangi dan permukaan beton lebih terlindungi. Pentingnya Sistem Drainase Selain menghadapi aliran berkecepatan tinggi, chute spillway juga harus mampu mengendalikan tekanan air di bawah lantai beton.Apabila tekanan air tanah meningkat, dapat timbul gaya angkat (uplift pressure) yang berpotensi merusak atau mengangkat lantai saluran. Oleh karena itu, sistem drainase bawah tanah seperti pipa perforasi dan weep hole menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas struktur. Penerapan pada Bendungan di Indonesia Bendungan Batutegi, LampungSebagai bendungan tertinggi di Indonesia dengan ketinggian sekitar 122 meter, Bendungan Batutegi memiliki chute spillway yang dirancang untuk mengalirkan debit banjir dengan energi yang sangat besar. Sistem peredam energinya menggunakan kolam olak yang dilengkapi blok pemecah energi (baffle blocks) sebelum air dialirkan kembali ke Sungai Way Sekampung. Bendungan Jatigede, Jawa BaratBendungan Jatigede menggunakan pelimpah tipe chute dengan pintu pengatur (gated spillway). Struktur ini dilengkapi sistem aerasi untuk mengurangi risiko kavitasi saat menghadapi debit banjir ekstrem. Bendungan Karalloe, Sulawesi SelatanPada Bendungan Karalloe, desain chute spillway disesuaikan dengan kondisi geologi batuan keras. Saluran peluncur dibangun mengikuti profil lereng hasil galian yang diperkuat dengan shotcrete dan sistem angkur guna menjaga stabilitas tebing. Menjaga Keamanan BendunganChute spillway merupakan salah satu elemen paling penting dalam sistem keamanan bendungan. Kinerja struktur ini tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pelimpah, tetapi juga oleh kemampuan mengendalikan kavitasi, mengurangi tekanan air di bawah struktur, serta meredam energi aliran sebelum masuk ke sungai. Dengan perencanaan, konstruksi, dan pemeliharaan yang tepat, chute spillway mampu memastikan bendungan tetap aman dalam menghadapi berbagai kondisi hidrologi, termasuk banjir ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. (Pan)
Baca Selengkapnya

Berita Terkini

Informasi Terkini Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung

Kilas Pengumuman :
BBWS Mesuji Sekampung Tegaskan Pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati Sesuai Spesifikasi dan Standar Mutu
Post
05 Agustus 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Tegaskan Pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati Sesuai Spesifikasi dan Standar Mutu

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung memastikan pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati di Kabupaten Pesisir Barat telah sesuai mutu dan memenuhi ketentuan spesifikasi teknis yang berlaku. Melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS Mesuji Sekampung menegaskan bahwa monitoring pekerjaan pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati telah dilakukan terhadap material buis beton dan kubus beton. Bahan-bahan yang digunakan dalam pekerjaan buis beton dan kubus beton telah memenuhi ketentuan spesifikasi teknis. Pasir yang digunakan bukan berasal dari pasir laut dan telah dilakukan pengujian sampel material dengan hasil yang memenuhi persyaratan spesifikasi teknis. Bahkan, material yang tidak memenuhi persyaratan telah di-reject atau ditolak oleh konsultan supervisi dan pengawas pekerjaan serta tidak diizinkan untuk digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. Buis beton yang dibuat merupakan armor untuk bangunan pelindung pantai, bukan untuk pekerjaan gorong-gorong yang menerima beban langsung seperti beban lalu lintas. Fungsi tulangan dalam pekerjaan buis beton untuk pengaman pantai adalah menahan retak saat proses pengangkatan dan pengangkutan, menahan benturan saat pemasangan, serta menjaga keutuhan buis beton. Dalam pekerjaan ini, mutu buis beton telah memenuhi persyaratan dan telah dilakukan uji coba pengangkatan, pengangkutan, serta pemasangan. Hasilnya menunjukkan bahwa kondisi buis beton tetap baik dan tidak mengalami retakan. Selain dilakukan uji pengangkatan, pengangkutan, dan pemasangan, mutu beton pada buis beton dan kubus beton yang digunakan dalam pekerjaan ini juga telah dilakukan pengujian sesuai dengan ketentuan spesifikasi teknis yang berlaku. Sementara itu, terkait plang proyek, BBWS Mesuji Sekampung menegaskan bahwa plang proyek telah terpasang di lokasi pekerjaan yang berada di Pantai Mandiri Sejati, Pekon Balai Kencana, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. Pembangunan infrastruktur ini merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi dampak abrasi yang terus mengancam kawasan pesisir. Selain melindungi permukiman dan infrastruktur masyarakat, pembangunan pengaman pantai juga bertujuan menjaga keberlanjutan kawasan pesisir agar tetap aman dan produktif bagi masyarakat. Dengan hadirnya Pengaman Pantai Mandiri Sejati ini, diharapkan risiko abrasi di wilayah pesisir dapat berkurang secara signifikan. Bangunan pengaman pantai akan berfungsi meredam energi gelombang laut, memperlambat laju pengikisan garis pantai, serta melindungi ruang hidup masyarakat pesisir. Keberadaan infrastruktur ini juga diharapkan mampu mendukung keberlanjutan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat sekitarnya, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang garis pantai. (Pan)  
Baca Selengkapnya
Bidang OP BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Pembersihan Gulma Bendungan Way Rarem
Post
05 Agustus 2026 Admin

Bidang OP BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Pembersihan Gulma Bendungan Way Rarem

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung bersama jajaran Kodam XXI/Radin Inten terus melakukan pembersihan dan pengangkatan gulma di Waduk Bendungan Way Rarem. Selain pembersihan gulma, juga dilakukan penataan Keramba Jaring Apung (KJA) yang berada di area waduk bendungan. Pada Senin, 3 Agustus 2026, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Mesuji Sekampung, Samuelson Hansen Sianipar, bersama Kepala Satuan Kerja OP, Firman Humala Pantas Yudha, meninjau kondisi bendungan yang telah dibersihkan sejak awal Juni lalu. Selain melakukan peninjauan, jajaran BBWS Mesuji Sekampung juga melaksanakan sosialisasi penataan KJA kepada para pemilik agar lebih tertib dan mematuhi ketentuan pemanfaatan bendungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pembersihan gulma ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pekerjaan Umum bersama TNI dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Air dari Bendungan Way Rarem memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian di Kabupaten Lampung Utara dan beberapa daerah lainnya. Terutama pada musim kemarau seperti saat ini, air dari waduk dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi sehingga lahan pertanian tetap memperoleh pasokan air yang cukup. Dengan demikian, kegiatan pertanian dapat terus berlangsung dan produktivitas petani tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau. (Pan)
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Ikuti Zoom Persiapan Peresmian Program Inpres Nomor 2 Tahun 2025
Post
04 Agustus 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Ikuti Zoom Persiapan Peresmian Program Inpres Nomor 2 Tahun 2025

Jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung mengikuti persiapan peresmian Program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 Tahun Anggaran 2026 yang digelar melalui Zoom Meeting, Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang dipusatkan dari Provinsi Riau tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Arnold A.P. Ritiauw. Kepala BBWS Mesuji Sekampung Elroy Koyari bersama para kepala bidang, kepala satker dan jajaran pegawai mengikuti kegiatan tersebut dari kawasan pertanian di Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Peresmian Program Inpres Nomor 2 Tahun 2025 dijadwalkan berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia dan akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan nasional tersebut rencananya dipusatkan di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, serta diikuti secara daring oleh daerah-daerah yang menjadi lokasi pelaksanaan program.Dalam kegiatan tersebut, masing-masing BWS dan BBWS menyampaikan laporan singkat terkait lokasi dan kesiapan di lapangan. Dirjen SDA Arnold A.P. Ritiauw dalam arahannya mengingatkan seluruh jajaran BWS dan BBWS agar terus mempersiapkan seluruh kebutuhan menjelang peresmian yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. BBWS Mesuji Sekampung sendiri telah melaksanakan berbagai kegiatan melalui Program Inpres Nomor 2 Tahun 2025 di Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut meliputi rehabilitasi jaringan irigasi utama dengan total outcome mencapai 16.080,84 hektare, rehabilitasi jaringan irigasi tersier tahap I seluas 4.699 hektare dan tahap III seluas 7.411 hektare. Kemudian rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sebanyak 11 titik di Kabupaten Pringsewu, Lampung Selatan, dan Lampung Timur dengan total outcome mencapai 151 hektare. Melalui program tersebut, pemerintah terus memperkuat infrastruktur sumber daya air guna mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di Provinsi Lampung. (Pan)
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Lokasi Peresmian Program Inpres Nomor 2 Tahun 2025 oleh Presiden RI
Post
01 Agustus 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Lokasi Peresmian Program Inpres Nomor 2 Tahun 2025 oleh Presiden RI

Jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung melakukan pengecekan dan peninjauan lokasi yang akan digunakan untuk peresmian Program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 pada Tahun Anggaran 2026. Peresmian program tersebut direncanakan berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia dan akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan nasional itu dipusatkan dari Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, serta diikuti secara daring oleh daerah-daerah yang menjadi lokasi pelaksanaan program. Di Provinsi Lampung, BBWS Mesuji Sekampung menetapkan area di sekitar Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Sukadamai, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, sebagai lokasi pelaksanaan peresmian. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu titik pelaksanaan kegiatan yang mendukung peningkatan layanan irigasi dan produktivitas pertanian. Dalam peninjauan tersebut, Sabtu (1/8/2026), Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, bersama jajaran melakukan pengecekan kesiapan lapangan, termasuk penentuan lokasi panggung utama, pemasangan tenda, akses peserta, hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya guna memastikan kegiatan peresmian berjalan lancar. Peresmian Program Inpres Nomor 2 Tahun 2025 di Lampung nantinya akan dihadiri oleh Gubernur Lampung beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung, perwakilan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Sebagai informasi, Inpres Nomor 2 Tahun 2025 diterbitkan pemerintah sebagai langkah percepatan optimalisasi pengelolaan dan pengembangan jaringan irigasi guna mendukung target swasembada pangan nasional. Melalui program ini, pemerintah berupaya meningkatkan keandalan infrastruktur irigasi sehingga mampu menjamin ketersediaan air bagi sektor pertanian secara berkelanjutan. Dalam implementasinya, BBWS Mesuji Sekampung turut melaksanakan berbagai kegiatan strategis yang menjadi bagian dari program tersebut. Antara lain rehabilitasi sistem jaringan irigasi utama (primer dan sekunder), rehabilitasi sistem jaringan irigasi tersier, pembangunan serta rehabilitasi sumur JIAT, dan lain sebagainya. Melalui berbagai kegiatan tersebut, diharapkan layanan irigasi di Provinsi Lampung semakin optimal sehingga dapat mendukung peningkatan indeks pertanaman, produktivitas pertanian, dan ketahanan pangan nasional sebagaimana menjadi salah satu prioritas pembangunan pemerintah. *  
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Terapkan Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu, Dorong Budaya Pilah Sampah di Kantor
Post
31 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Terapkan Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu, Dorong Budaya Pilah Sampah di Kantor

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu sebagai upaya mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan kerja. Penerapan sistem tersebut mengacu pada Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum nomor 6/SE/Sj/2026 yang berlaku bagi seluruh kantor dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian PU di Indonesia. Surat edaran tersebut menjadi pedoman dalam pelaksanaan pengelolaan sampah yang lebih tertib, efektif, dan berkelanjutan. Sosialisasi penerapan sistem pengelolaan sampah terpadu dilaksanakan di Ruang Rapat Margatiga pada Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan dipimpin oleh Plt. Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBWS Mesuji Sekampung, Iskandar Rahim, dengan pemaparan materi oleh PPK Ketatalaksanaan, Rindu Trisna. Melalui penerapan sistem ini, BBWS Mesuji Sekampung menargetkan peningkatan budaya pemilahan sampah di lingkungan kerja, meningkatkan kesadaran pegawai terhadap pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan, serta mendukung Kementerian PU menjadi role model dalam pengelolaan sampah. Langkah ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap target nasional pengurangan sampah. Skema yang diterapkan dimulai dari pemilahan sampah sejak dari sumbernya, yakni di lingkungan kantor. Sampah dipisahkan ke dalam tiga kategori utama, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah lainnya. Pemilahan sejak sumber diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh pegawai terhadap pentingnya tata kelola sampah yang baik sekaligus mendukung upaya pengurangan timbulan sampah. Kebijakan ini sejalan dengan paradigma baru pengelolaan sampah yang mengedepankan pengolahan dan pemanfaatan kembali sampah. Dalam konsep tersebut, pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru tidak lagi menjadi prioritas. Sebaliknya, pengelolaan sampah diarahkan melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), sementara TPA hanya digunakan untuk menampung residu atau sampah yang tidak dapat diolah maupun didaur ulang. Sampah organik, seperti sisa makanan dan limbah dapur, akan disalurkan kepada offtaker sampah organik untuk diolah menjadi kompos atau produk bermanfaat lainnya. Sementara itu, sampah anorganik seperti kertas, karton, plastik, dan gelas akan diserahkan kepada bank sampah atau pengepul untuk didaur ulang menjadi bahan baku baru. Adapun sampah residu atau sampah lainnya, seperti puntung rokok, popok bekas, karet bekas, dan jenis sampah yang sulit didaur ulang, akan dikumpulkan secara terpisah untuk selanjutnya dibuang ke TPA. Sebagai bagian dari sistem pengelolaan yang terintegrasi, seluruh sampah yang dihasilkan nantinya juga akan didata dan ditimbang berdasarkan jenisnya. Pendataan tersebut menjadi dasar evaluasi sekaligus pengukuran efektivitas program pengurangan sampah di lingkungan BBWS Mesuji Sekampung. (Pan)
Baca Selengkapnya
Lagi, BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Masyarakat yang Membutuhkan di Pesawaran
Post
30 Juli 2026 Admin

Lagi, BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Masyarakat yang Membutuhkan di Pesawaran

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. Kali ini, bantuan air bersih disalurkan kepada warga Desa Gunung Sugih, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.  Bantuan tersebut didistribusikan menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air selama musim kemarau. Penyaluran bantuan ini merupakan adalah respons cepat BBWS Mesuji Sekampung dalam membantu masyarakat yang kekurangan air akibat musim kemarau yang berlangsung di sejumlah daerah. Sebelumnya, tim BBWS Mesuji Sekampung juga telah menyalurkan bantuan serupa di berbagai wilayah terdampak kekeringan, di antaranya Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, serta Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur.  BBWS Mesuji Sekampung akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai upaya mitigasi dan penanganan dampak kekeringan guna memastikan ketersediaan air bersih tetap terpenuhi.  Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan menjaga kelestarian sumber daya air demi keberlanjutan kebutuhan air di masa mendatang. *
Baca Selengkapnya
Akurasi Debit Air untuk Ketahanan Pangan: Kalibrasi Sungai Way Sekampung Berbasis ADCP
Post
30 Juli 2026 Admin

Akurasi Debit Air untuk Ketahanan Pangan: Kalibrasi Sungai Way Sekampung Berbasis ADCP

Pelaksanaan kalibrasi bukaan pintu Bendungan Way Sekampung dan pos duga air di sepanjang Sungai Way Sekampung secara berkala menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang efektif, akurat, dan berkelanjutan. Kegiatan yang dilaksanakan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sekampung ini memanfaatkan teknologi Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) untuk memperoleh data kecepatan aliran dan debit sungai secara presisi. Teknologi tersebut memungkinkan pengukuran kondisi aliran air secara lebih cepat dan akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumber daya air. Keakuratan data hasil kalibrasi memiliki peran penting dalam mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi serta optimalisasi layanan irigasi. Melalui informasi debit air yang akurat dan diperbarui secara berkala, operator dapat mengatur pembukaan maupun penutupan pintu air secara terukur sesuai kondisi di lapangan. Dalam upaya mitigasi banjir, data debit yang akurat membantu memastikan kelancaran pengaliran limpasan air saat terjadi peningkatan debit sungai pada musim hujan. Dengan demikian, risiko genangan dan banjir di wilayah hilir dapat diminimalkan. Sementara itu, pada musim kemarau, hasil kalibrasi menjadi acuan penting untuk menjamin ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian. Distribusi air dapat dilakukan secara tepat waktu, merata, dan berkelanjutan sehingga kebutuhan petani tetap terpenuhi. Komitmen terhadap pemanfaatan teknologi modern dan penyediaan data yang akurat ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional. Serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui layanan irigasi yang lebih optimal, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar daerah aliran sungai.
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih di Kecamatan Panjang Bandar Lampung
Post
30 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih di Kecamatan Panjang Bandar Lampung

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di berbagai wilayah. Kali ini, Tim BBWS Mesuji Sekampung menyalurkan bantuan air bersih di Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, pada Rabu (29/7/2026). Penyaluran bantuan dilakukan di Perumahan Bukit Alam Asri, Jalan Raya Suban dengan jumlah warga sekitar 250 KK yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau. Tim BBWS Mesuji Sekampung menurunkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dan disambut antusias oleh warga yang telah menyiapkan berbagai wadah penampungan, seperti jeriken, tong air, ember, hingga galon isi ulang. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya BBWS Mesuji Sekampung dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan yang sedang terjadi. Sebelumnya, bantuan air bersih juga telah disalurkan di sejumlah lokasi terdampak kekeringan, antara lain Desa Rejo Katon dan Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur. Sebagai langkah antisipasi kekeringan akibat fenomena El Niño, BBWS Mesuji Sekampung telah membentuk Posko Siaga Kekeringan yang siap menerima laporan dan permintaan bantuan dari masyarakat. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau informasi terkait penanganan kekeringan, dapat menghubungi Hotline Posko Siaga Kekeringan BBWS Mesuji Sekampung di nomor 0823-7512-3622 atau 0823-7311-4310. (*)
Baca Selengkapnya
Jaga Keandalan Infrastruktur Sungai, BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Way Ketibung–Way Sulan
Post
28 Juli 2026 Admin

Jaga Keandalan Infrastruktur Sungai, BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Way Ketibung–Way Sulan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, bersama jajaran SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Mesuji Sekampung kembali melakukan peninjauan lapangan pada pekerjaan rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulan di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Kunjungan yang dilaksanakan pada 28 Juli 2026 ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas, keselamatan kerja, maupun capaian progres di lapangan. Dalam peninjauan tersebut, rombongan BBWS Mesuji Sekampung meninjau sejumlah titik pekerjaan yang saat ini tengah berlangsung. Berbagai kegiatan konstruksi tampak dikerjakan, mulai dari pengerukan dan pembentukan badan tanggul menggunakan alat berat, pembuatan bronjong sebagai penguat lereng, hingga pemasangan cerucuk untuk memperkuat struktur tanggul. Rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan keandalan infrastruktur pengendali banjir. Keberadaan tanggul yang lebih kuat dan kokoh diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat, lahan pertanian, serta infrastruktur di kawasan sekitar dari ancaman luapan sungai. Selain mendukung upaya pengurangan risiko bencana, pekerjaan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Lampung Selatan. Pada kesempatan tersebut, Kepala BBWS Mesuji Sekampung memberikan arahan kepada pihak pelaksana pekerjaan agar terus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, baik peralatan maupun tenaga kerja, guna mempercepat progres konstruksi tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga standar pelaksanaan di lapangan sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. (Pan)
Baca Selengkapnya
Antisipasi Kekeringan Lahan, BBWS Mesuji Sekampung Buka Floodway Bendung Gerak Jabung
Post
23 Juli 2026 Admin

Antisipasi Kekeringan Lahan, BBWS Mesuji Sekampung Buka Floodway Bendung Gerak Jabung

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung bergerak cepat menangani dampak kekeringan di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Salah satunya di Daerah Irigasi (DI) Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, yang dilakukan oleh Tim Operasional dan Pemeliharaan (OP) III pada Kamis (23/7/2026). Upaya yang dilakukan berupa pengoperasian Pintu Floodway Nomor 1 dan Pintu Floodway Nomor 2 pada Bendung Gerak Jabung. Kedua pintu dibuka dengan elevasi masing-masing 10 cm sehingga menghasilkan debit aliran sebesar 23,56 meter kubik per detik. Pengaliran air ke bagian hilir Bendung Gerak Jabung menuju Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, mampu mengisi Saluran Floodway Pisang serta mendorong intrusi air laut sehingga berubah menjadi air tawar dengan pH 7. Langkah ini memberikan manfaat bagi areal persawahan seluas 500 hektare. Dengan adanya pengaliran tersebut, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sumber Rezeki di Desa Sukapura dapat memanfaatkan air untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi. Perlu diketahui, pola operasi Bendung Gerak Jabung tidak menjadi satu kesatuan dengan pola operasi Bendungan Margatiga. BBWS Mesuji Sekampung berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan kondisi sumber daya air serta mengoptimalkan pengoperasian bangunan air guna menjamin ketersediaan air bagi kebutuhan irigasi masyarakat.  Melalui koordinasi yang intensif dengan pemerintah daerah, petugas lapangan, dan kelompok petani, BBWS Mesuji Sekampung akan terus mengambil langkah-langkah responsif dalam menghadapi potensi kekeringan sehingga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di wilayah layanan tetap terjaga. Data Teknis Bendung Gerak Jabung 23 Juli 2026:  TMA Genangan : 3,19 m TMA Intake : 0,59 m Total Floodway + Scouring : 23,56 m³/detik Keterangan : Surut Arus Air : Normal. (*) 
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 1.200 KK di Lampung Timur
Post
23 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 1.200 KK di Lampung Timur

Guna mengantisipasi kekeringan akibat dampak fenomena El Nino, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung memperkuat strategi mitigasi guna menjaga ketahanan pangan serta ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Langkah yang mulai digulirkan meliputi optimalisasi infrastruktur penampungan air seperti waduk dan embung, penyaluran bantuan pompa air ke kawasan pertanian yang rawan puso, serta pemetaan rute armada truk tangki untuk menyuplai kebutuhan air bersih ke permukiman warga. Wujud dari langkah tersebut dilakukan oleh BBWS Mesuji Sekampung melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA IV dengan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Lampung Timur, tepatnya di Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara. Di lokasi ini, tim OP SDA IV menyalurkan air bersih kepada sekitar 1.200 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan. Pengiriman dilakukan menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat selama musim kemarau. Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, juga meminta tim yang terjun langsung ke lapangan untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih. Elroy menyebut penyaluran bantuan air bersih ini sebagai wujud komitmen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam mengantisipasi kekurangan air di tengah masyarakat selama musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Melalui upaya ini, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat tetap terpenuhi serta dampak kekeringan dapat diminimalkan hingga kondisi cuaca kembali normal. *
Baca Selengkapnya
Analisis Hidrolika dan Karakteristik Chute Spillway pada Bendungan di Indonesia
Post
23 Juli 2026 Admin

Analisis Hidrolika dan Karakteristik Chute Spillway pada Bendungan di Indonesia

Chute spillway atau bangunan peluncur merupakan jenis pelimpah yang paling banyak digunakan pada bendungan urugan di Indonesia. Struktur ini berfungsi mengalirkan debit banjir secara aman dari waduk menuju sungai di hilir melalui saluran terbuka yang umumnya dibangun pada sisi bukit atau abutmen bendungan. Dengan kondisi curah hujan yang tinggi serta topografi yang beragam, keberadaan chute spillway menjadi komponen vital dalam menjaga keamanan bendungan. Selain mengendalikan muka air waduk saat banjir, struktur ini juga melindungi tubuh bendungan dari risiko limpasan yang dapat menyebabkan kerusakan serius. Mengapa Chute Spillway Banyak Digunakan?Indonesia memiliki banyak bendungan yang dibangun pada wilayah berbukit dan lembah sempit. Kondisi tersebut membuat chute spillway menjadi pilihan yang efektif karena mampu mengalirkan air dalam jumlah besar dengan memanfaatkan kemiringan alami lereng. Air yang melimpas dari waduk akan dipercepat melalui saluran peluncur sebelum akhirnya masuk ke struktur peredam energi dan kembali ke sungai. Sistem ini memungkinkan debit banjir ekstrem dapat dilewatkan tanpa membahayakan konstruksi utama bendungan. Komponen Utama Chute SpillwaySecara umum, chute spillway terdiri atas empat bagian utama yang saling terintegrasi: 1. Struktur Pengatur (Entrance Structure)Bagian ini berfungsi mengontrol debit air yang masuk ke saluran peluncur. Umumnya menggunakan ambang pelimpah tipe ogee weir yang dirancang sesuai kapasitas banjir rencana. 2. Saluran Peluncur (Chute Channel)Merupakan bagian dengan kemiringan curam tempat air mengalami percepatan aliran. Dinding saluran dirancang cukup tinggi untuk mengakomodasi fenomena aerasi yang menyebabkan volume aliran tampak bertambah. 3. Peredam Energi (Energy Dissipator)Karena kecepatan air sangat tinggi, diperlukan struktur peredam energi di bagian hilir. Bentuk yang paling umum digunakan adalah kolam olak (stilling basin) yang berfungsi mengurangi energi kinetik sebelum air kembali ke sungai. 4. Saluran Keluar (Exit Channel)Bagian ini menghubungkan kolam olak dengan alur sungai alami sehingga aliran dapat kembali secara terkendali tanpa menyebabkan gerusan berlebihan. Prinsip Hidrolika pada Chute Spillway Aliran yang terjadi pada saluran peluncur umumnya bersifat superkritis, yaitu kondisi ketika kecepatan aliran lebih besar dibandingkan kecepatan rambat gelombang air.Semakin curam kemiringan saluran, semakin tinggi pula kecepatan aliran yang dihasilkan. Oleh karena itu, desain hidrolika harus memperhitungkan kapasitas saluran, kekasaran permukaan beton, serta stabilitas struktur agar mampu bekerja dengan aman selama umur layanan bendungan. Tantangan Kavitasi Salah satu tantangan utama pada chute spillway adalah kavitasi, yaitu terbentuknya gelembung uap akibat tekanan rendah pada aliran berkecepatan tinggi. Ketika gelembung tersebut pecah di permukaan beton, dapat terjadi kerusakan yang berpotensi mengurangi umur struktur. Risiko kavitasi biasanya meningkat pada kecepatan aliran di atas 20–25 meter per detik. Untuk mengatasinya, banyak bendungan modern menggunakan aerator, yaitu struktur yang memasukkan udara ke dalam aliran sehingga tekanan negatif dapat dikurangi dan permukaan beton lebih terlindungi. Pentingnya Sistem Drainase Selain menghadapi aliran berkecepatan tinggi, chute spillway juga harus mampu mengendalikan tekanan air di bawah lantai beton.Apabila tekanan air tanah meningkat, dapat timbul gaya angkat (uplift pressure) yang berpotensi merusak atau mengangkat lantai saluran. Oleh karena itu, sistem drainase bawah tanah seperti pipa perforasi dan weep hole menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas struktur. Penerapan pada Bendungan di Indonesia Bendungan Batutegi, LampungSebagai bendungan tertinggi di Indonesia dengan ketinggian sekitar 122 meter, Bendungan Batutegi memiliki chute spillway yang dirancang untuk mengalirkan debit banjir dengan energi yang sangat besar. Sistem peredam energinya menggunakan kolam olak yang dilengkapi blok pemecah energi (baffle blocks) sebelum air dialirkan kembali ke Sungai Way Sekampung. Bendungan Jatigede, Jawa BaratBendungan Jatigede menggunakan pelimpah tipe chute dengan pintu pengatur (gated spillway). Struktur ini dilengkapi sistem aerasi untuk mengurangi risiko kavitasi saat menghadapi debit banjir ekstrem. Bendungan Karalloe, Sulawesi SelatanPada Bendungan Karalloe, desain chute spillway disesuaikan dengan kondisi geologi batuan keras. Saluran peluncur dibangun mengikuti profil lereng hasil galian yang diperkuat dengan shotcrete dan sistem angkur guna menjaga stabilitas tebing. Menjaga Keamanan BendunganChute spillway merupakan salah satu elemen paling penting dalam sistem keamanan bendungan. Kinerja struktur ini tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pelimpah, tetapi juga oleh kemampuan mengendalikan kavitasi, mengurangi tekanan air di bawah struktur, serta meredam energi aliran sebelum masuk ke sungai. Dengan perencanaan, konstruksi, dan pemeliharaan yang tepat, chute spillway mampu memastikan bendungan tetap aman dalam menghadapi berbagai kondisi hidrologi, termasuk banjir ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. (Pan)
Baca Selengkapnya