Berita Terkini

Informasi Terkini Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung

Kilas Pengumuman :
Peran Vital Bendungan Lampung dalam Memitigasi Kekeringan di Tengah Kemarau Ekstrem 2026
Post
20 Juli 2026 Admin

Peran Vital Bendungan Lampung dalam Memitigasi Kekeringan di Tengah Kemarau Ekstrem 2026

Provinsi Lampung merupakan salah satu lumbung pangan nasional yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. Keberhasilan sektor pertanian di daerah ini sangat bergantung pada ketersediaan air yang cukup dan berkelanjutan. Namun, di tengah perubahan iklim global yang semakin tidak menentu, ancaman kekeringan menjadi tantangan yang harus diantisipasi secara serius. Tahun 2026 menjadi periode yang penuh tantangan bagi sektor sumber daya air dan pertanian. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Niño diperkirakan masih memengaruhi kondisi cuaca hingga awal tahun 2027. Dampaknya adalah musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal. BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. Pada periode tersebut, banyak wilayah di Indonesia mengalami penurunan curah hujan yang signifikan. Di sejumlah daerah, suhu udara maksimum bahkan dapat mencapai 35 hingga 36 derajat Celsius. Kondisi ini menyebabkan tingkat penguapan meningkat, debit sungai menurun, dan risiko kekeringan semakin tinggi. Di tengah kondisi tersebut, keberadaan bendungan menjadi sangat penting sebagai infrastruktur pengelolaan air yang mampu menjaga ketersediaan air saat musim kemarau berlangsung. Bendungan tidak hanya berfungsi sebagai penampung air, tetapi juga menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas pasokan air untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Saat musim hujan, bendungan menampung limpasan air yang berlebih sehingga dapat mengurangi risiko banjir di wilayah hilir. Air yang tersimpan kemudian menjadi cadangan yang dapat dimanfaatkan secara terukur ketika curah hujan berkurang dan debit sungai menurun pada musim kemarau. Dengan sistem operasi yang terencana, pelepasan air dari bendungan dapat dilakukan sesuai kebutuhan sehingga pasokan air tetap tersedia sepanjang tahun. Bagi sektor pertanian, bendungan memiliki peran yang sangat vital. Ketersediaan air irigasi yang terjamin memungkinkan petani tetap melakukan kegiatan budidaya meskipun curah hujan rendah.  Pasokan air yang stabil membantu menjaga produktivitas lahan pertanian, mengurangi risiko gagal panen, serta mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Selain itu, bendungan juga berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air tanah. Keberadaan tampungan air dalam skala besar membantu mempertahankan kelembapan lingkungan sekitar dan mendukung proses pengisian kembali cadangan air tanah. Manfaat lainnya adalah tersedianya air baku untuk kebutuhan rumah tangga, perkotaan, industri, dan berbagai fasilitas publik yang membutuhkan pasokan air secara berkelanjutan. Di Provinsi Lampung, upaya mitigasi kekeringan didukung oleh tiga bendungan utama yang berada dalam satu sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Sekampung, yaitu Bendungan Batutegi, Bendungan Way Sekampung, dan Bendungan Margatiga. Bendungan Batutegi yang berada di Kabupaten Tanggamus berfungsi sebagai tampungan utama di bagian hulu. Bendungan ini memiliki peran penting dalam mengatur ketersediaan air yang akan dialirkan ke wilayah hilir. Cadangan air yang tersimpan di Bendungan Batutegi menjadi salah satu penopang utama kebutuhan irigasi dan air baku di Provinsi Lampung. Di bagian tengah sistem DAS Way Sekampung terdapat Bendungan Way Sekampung yang berlokasi di Kabupaten Pringsewu. Bendungan ini berperan dalam meningkatkan layanan irigasi sekaligus menyediakan air baku bagi masyarakat di wilayah Pringsewu, Bandar Lampung, dan sekitarnya. Keberadaannya membantu meningkatkan efisiensi distribusi air sehingga pemanfaatannya menjadi lebih optimal. Sementara itu, Bendungan Margatiga di Kabupaten Lampung Timur berfungsi sebagai tampungan di wilayah hilir yang memperkuat layanan irigasi untuk daerah-daerah pertanian di Lampung Timur dan Lampung Selatan. Bendungan ini menjadi infrastruktur penting dalam mengurangi risiko kekeringan yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang maupun ketika fenomena El Niño melanda. Menghadapi kemarau ekstrem tahun 2026, keberadaan ketiga bendungan tersebut menjadi benteng pertahanan penting bagi sektor pertanian, penyediaan air baku, dan keberlanjutan sumber daya air di Provinsi Lampung. Pengelolaan bendungan yang terintegrasi dan adaptif terhadap kondisi cuaca menjadi kunci untuk memastikan air dapat didistribusikan secara efektif, efisien, dan berkeadilan. Melalui pengoperasian Bendungan Batutegi, Way Sekampung, dan Margatiga secara optimal, BBWS Mesuji Sekampung terus berupaya menjaga ketahanan air dan ketahanan pangan di Provinsi Lampung. Infrastruktur sumber daya air yang andal tidak hanya menjadi solusi menghadapi kekeringan saat ini, tetapi juga investasi jangka panjang dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Pan)
Baca Selengkapnya
Post
20 Juli 2026 Admin

Peran Vital Bendungan Lampung dalam Memitigasi Kekeringan di Tengah Kemarau Ekstrem 2026

Provinsi Lampung merupakan salah satu lumbung pangan nasional yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. Keberhasilan sektor pertanian di daerah ini sangat bergantung pada ketersediaan air yang cukup dan berkelanjutan. Namun, di tengah perubahan iklim global yang semakin tidak menentu, ancaman kekeringan menjadi tantangan yang harus diantisipasi secara serius. Tahun 2026 menjadi periode yang penuh tantangan bagi sektor sumber daya air dan pertanian. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Niño diperkirakan masih memengaruhi kondisi cuaca hingga awal tahun 2027. Dampaknya adalah musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal. BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. Pada periode tersebut, banyak wilayah di Indonesia mengalami penurunan curah hujan yang signifikan. Di sejumlah daerah, suhu udara maksimum bahkan dapat mencapai 35 hingga 36 derajat Celsius. Kondisi ini menyebabkan tingkat penguapan meningkat, debit sungai menurun, dan risiko kekeringan semakin tinggi. Di tengah kondisi tersebut, keberadaan bendungan menjadi sangat penting sebagai infrastruktur pengelolaan air yang mampu menjaga ketersediaan air saat musim kemarau berlangsung. Bendungan tidak hanya berfungsi sebagai penampung air, tetapi juga menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas pasokan air untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Saat musim hujan, bendungan menampung limpasan air yang berlebih sehingga dapat mengurangi risiko banjir di wilayah hilir. Air yang tersimpan kemudian menjadi cadangan yang dapat dimanfaatkan secara terukur ketika curah hujan berkurang dan debit sungai menurun pada musim kemarau. Dengan sistem operasi yang terencana, pelepasan air dari bendungan dapat dilakukan sesuai kebutuhan sehingga pasokan air tetap tersedia sepanjang tahun. Bagi sektor pertanian, bendungan memiliki peran yang sangat vital. Ketersediaan air irigasi yang terjamin memungkinkan petani tetap melakukan kegiatan budidaya meskipun curah hujan rendah.  Pasokan air yang stabil membantu menjaga produktivitas lahan pertanian, mengurangi risiko gagal panen, serta mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Selain itu, bendungan juga berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air tanah. Keberadaan tampungan air dalam skala besar membantu mempertahankan kelembapan lingkungan sekitar dan mendukung proses pengisian kembali cadangan air tanah. Manfaat lainnya adalah tersedianya air baku untuk kebutuhan rumah tangga, perkotaan, industri, dan berbagai fasilitas publik yang membutuhkan pasokan air secara berkelanjutan. Di Provinsi Lampung, upaya mitigasi kekeringan didukung oleh tiga bendungan utama yang berada dalam satu sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Sekampung, yaitu Bendungan Batutegi, Bendungan Way Sekampung, dan Bendungan Margatiga. Bendungan Batutegi yang berada di Kabupaten Tanggamus berfungsi sebagai tampungan utama di bagian hulu. Bendungan ini memiliki peran penting dalam mengatur ketersediaan air yang akan dialirkan ke wilayah hilir. Cadangan air yang tersimpan di Bendungan Batutegi menjadi salah satu penopang utama kebutuhan irigasi dan air baku di Provinsi Lampung. Di bagian tengah sistem DAS Way Sekampung terdapat Bendungan Way Sekampung yang berlokasi di Kabupaten Pringsewu. Bendungan ini berperan dalam meningkatkan layanan irigasi sekaligus menyediakan air baku bagi masyarakat di wilayah Pringsewu, Bandar Lampung, dan sekitarnya. Keberadaannya membantu meningkatkan efisiensi distribusi air sehingga pemanfaatannya menjadi lebih optimal. Sementara itu, Bendungan Margatiga di Kabupaten Lampung Timur berfungsi sebagai tampungan di wilayah hilir yang memperkuat layanan irigasi untuk daerah-daerah pertanian di Lampung Timur dan Lampung Selatan. Bendungan ini menjadi infrastruktur penting dalam mengurangi risiko kekeringan yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang maupun ketika fenomena El Niño melanda. Menghadapi kemarau ekstrem tahun 2026, keberadaan ketiga bendungan tersebut menjadi benteng pertahanan penting bagi sektor pertanian, penyediaan air baku, dan keberlanjutan sumber daya air di Provinsi Lampung. Pengelolaan bendungan yang terintegrasi dan adaptif terhadap kondisi cuaca menjadi kunci untuk memastikan air dapat didistribusikan secara efektif, efisien, dan berkeadilan. Melalui pengoperasian Bendungan Batutegi, Way Sekampung, dan Margatiga secara optimal, BBWS Mesuji Sekampung terus berupaya menjaga ketahanan air dan ketahanan pangan di Provinsi Lampung. Infrastruktur sumber daya air yang andal tidak hanya menjadi solusi menghadapi kekeringan saat ini, tetapi juga investasi jangka panjang dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Pan)
Baca Selengkapnya
Rehabilitasi Sistem Penyediaan Air Baku Way Andeng Dukung Pengembangan Kawasan Pariwisata PSN Bakauheni
Post
20 Juli 2026 Admin

Rehabilitasi Sistem Penyediaan Air Baku Way Andeng Dukung Pengembangan Kawasan Pariwisata PSN Bakauheni

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung terus melaksanakan rehabilitasi Sistem Penyediaan Air Baku (SPAB) Way Andeng sebagai upaya mendukung pengembangan Kawasan Pariwisata Strategis Nasional (PSN) Bakauheni di Kabupaten Lampung Selatan. Pekerjaan rehabilitasi dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan keandalan infrastruktur penyediaan air baku yang menjadi salah satu kebutuhan utama dalam pengembangan kawasan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah. Hingga saat ini, progres pembangunan jaringan perpipaan telah mencapai sekitar 11 kilometer dari target total 13 kilometer. Ruang lingkup pekerjaan meliputi pemasangan jaringan perpipaan, pembangunan dan perbaikan bangunan pendukung, pekerjaan galian dan urugan, serta pengujian sistem guna memastikan distribusi air baku dapat berfungsi secara optimal. Setelah selesai, sistem ini direncanakan memiliki kapasitas layanan sebesar 0,02 meter kubik per detik untuk memenuhi kebutuhan air baku di kawasan pengembangan PSN Bakauheni. Pelaksanaan rehabilitasi juga dilakukan dengan mengedepankan mutu konstruksi, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta pengendalian kualitas pada setiap tahapan pekerjaan. Langkah tersebut dilakukan agar infrastruktur yang dibangun memiliki umur layanan yang panjang dan mampu beroperasi secara andal dalam jangka waktu yang lama. Keberadaan Sistem Penyediaan Air Baku Way Andeng diharapkan dapat menjamin ketersediaan air baku secara berkelanjutan bagi kawasan pariwisata, masyarakat sekitar, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Infrastruktur ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar, menarik investasi, dan memperkuat daya saing kawasan Bakauheni sebagai salah satu destinasi strategis nasional. Melalui rehabilitasi ini, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam menyediakan infrastruktur sumber daya air yang andal sebagai fondasi pembangunan kawasan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan sistem penyediaan air baku yang semakin baik, pengembangan PSN Bakauheni diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta mendorong peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan. (Pan)  
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Mulai Bangun Pengaman Pantai Mandiri Sejati, Lindungi Wilayah Pesisir dari Ancaman Abrasi
Post
17 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Mulai Bangun Pengaman Pantai Mandiri Sejati, Lindungi Wilayah Pesisir dari Ancaman Abrasi

  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung mulai melaksanakan pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati di Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Pembangunan infrastruktur ini merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi dampak abrasi yang terus mengancam kawasan pesisir. Selain melindungi permukiman dan infrastruktur masyarakat, pembangunan pengaman pantai juga bertujuan menjaga keberlanjutan kawasan pesisir agar tetap aman dan produktif bagi masyarakat. Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, bersama jajaran Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Mesuji Sekampung melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan. Peninjauan dilakukan guna memantau progres pekerjaan sekaligus memastikan setiap tahapan konstruksi dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang telah ditetapkan. Saat ini, penyedia jasa konstruksi tengah melaksanakan pabrikasi kubus beton dan buis beton yang akan digunakan sebagai material utama pembangunan pengaman pantai sepanjang 150 meter. Dalam arahannya, Kepala BBWS Mesuji Sekampung menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan pekerjaan dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi. Penyedia jasa diminta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, termasuk peralatan dan tenaga kerja, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Melalui pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati ini, diharapkan risiko abrasi di wilayah pesisir dapat berkurang secara signifikan. Bangunan pengaman pantai akan berfungsi meredam energi gelombang laut, memperlambat laju pengikisan garis pantai, serta melindungi ruang hidup masyarakat pesisir. Keberadaan infrastruktur ini juga diharapkan mampu mendukung keberlanjutan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Pekon Mandiri Sejati dan sekitarnya. Dengan target mulai berfungsi pada awal tahun 2027, Pengaman Pantai Mandiri Sejati diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga kawasan pesisir Pesisir Barat dari ancaman abrasi, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang garis pantai. (Pan)  
Baca Selengkapnya
Mengantisipasi Cuaca Ekstrem dengan Strategi Early Release Bendungan di Provinsi Lampung
Post
17 Juli 2026 Admin

Mengantisipasi Cuaca Ekstrem dengan Strategi Early Release Bendungan di Provinsi Lampung

Provinsi Lampung memiliki sejumlah bendungan strategis yang berperan penting dalam penyediaan air irigasi, air baku, pembangkit listrik, serta pengendalian banjir. Beberapa di antaranya adalah Bendungan Batutegi di Kabupaten Tanggamus, Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu, dan Bendungan Margatiga di Kabupaten Lampung Timur. Di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim global, seperti hujan dengan intensitas tinggi yang dipengaruhi fenomena La Niña maupun anomali cuaca lainnya, pengelolaan bendungan menjadi semakin kompleks. Salah satu strategi yang diterapkan untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga keamanan bendungan adalah sistem early release atau pelepasan air secara dini. Apa Itu Early Release? Early release adalah tindakan melepaskan sebagian air yang tersimpan di waduk sebelum terjadi hujan lebat atau cuaca ekstrem yang diperkirakan akan meningkatkan debit aliran sungai secara signifikan. Setiap bendungan memiliki kapasitas tampungan tertentu. Apabila hujan deras terjadi ketika waduk berada pada kondisi mendekati penuh, volume air yang masuk dapat menyebabkan pelimpasan melalui bangunan pelimpah (spillway) dalam jumlah besar. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko banjir di wilayah hilir. Melalui early release, pengelola bendungan menciptakan ruang tampungan sementara (flood control space) di dalam waduk. Ruang ini berfungsi menampung tambahan air yang datang dari hulu saat hujan ekstrem, sehingga debit yang mengalir ke hilir dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan lonjakan yang membahayakan. Pentingnya Early Release di Lampung Lampung memiliki sejumlah daerah aliran sungai (DAS) besar, seperti DAS Way Sekampung dan DAS Way Seputih, yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca di wilayah hulu. Curah hujan di kawasan pegunungan dan perbukitan, seperti Tanggamus dan sekitarnya, dapat meningkat drastis dalam waktu singkat dan menyebabkan lonjakan debit sungai. Penerapan early release memberikan dua manfaat utama. Melindungi Keamanan Bendungan Pelepasan air secara terencana membantu menjaga elevasi muka air waduk tetap berada dalam batas aman. Langkah ini mengurangi risiko terjadinya overtopping atau limpasan air melewati puncak bendungan yang dapat mengancam stabilitas struktur bendungan, khususnya bendungan tipe urukan tanah dan batu. Mengurangi Risiko Banjir di Hilir Dengan tersedianya ruang tampungan di dalam waduk, air banjir yang datang dari hulu dapat ditahan sementara. Hal ini membantu mengurangi potensi banjir di kawasan hilir, termasuk permukiman, lahan pertanian, serta infrastruktur vital yang berada di sepanjang aliran sungai. Bagaimana Sistem Early Release Bekerja? Keputusan melakukan early release tidak dilakukan secara sembarangan. Prosesnya didasarkan pada analisis teknis dan data hidrologi yang komprehensif. Pemantauan Cuaca dan Curah Hujan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau prakiraan cuaca, data radar hujan, serta informasi dari stasiun telemetri dan alat ukur curah hujan yang tersebar di wilayah hulu. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan selama 24 jam. Analisis Inflow dan Kondisi Waduk Data curah hujan dan kondisi daerah tangkapan air dianalisis untuk memperkirakan besarnya debit masuk (inflow) yang akan menuju waduk. Perhitungan ini menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan ruang tampungan banjir. Pelepasan Air Secara Bertahap Apabila diperkirakan terjadi peningkatan debit yang signifikan, pelepasan air dilakukan secara bertahap melalui bangunan pengeluaran atau pintu pelimpah sesuai prosedur operasi bendungan. Debit pelepasan diatur agar tetap aman dan tidak menimbulkan dampak negatif di wilayah hilir. Koordinasi dan Penyampaian Informasi Sebelum pelepasan air dilakukan, pengelola bendungan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, aparat setempat, dan masyarakat di sepanjang aliran sungai. Informasi disampaikan lebih awal agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sekitar badan sungai. Tantangan dalam Penerapan Early Release Meskipun efektif untuk mengurangi risiko banjir, penerapan early release juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satu yang paling krusial adalah akurasi prakiraan cuaca. Bendungan di Lampung tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga sebagai penyedia air irigasi bagi ribuan hektare lahan pertanian. Jika pelepasan air dilakukan terlalu dini berdasarkan prediksi yang ternyata tidak terjadi, maka volume cadangan air di waduk dapat berkurang dan berpotensi memengaruhi ketersediaan air pada musim kemarau. Karena itu, setiap keputusan early release harus didasarkan pada data yang akurat, analisis yang matang, serta koordinasi yang baik antarinstansi terkait. Kesimpulan Perubahan iklim menuntut pengelolaan bendungan yang semakin adaptif dan responsif. Sistem early release merupakan salah satu strategi penting dalam pengoperasian bendungan modern untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem dan banjir. Dengan dukungan teknologi pemantauan hidrometeorologi, pengelolaan operasional yang tepat, serta koordinasi yang baik antara BBWS Mesuji Sekampung, BMKG, pemerintah daerah, dan masyarakat, bendungan dapat menjalankan fungsinya secara optimal. Tidak hanya sebagai pengendali banjir pada musim hujan, tetapi juga sebagai penopang ketahanan pangan dan sumber daya air yang berkelanjutan bagi masyarakat Lampung. (pan)  
Baca Selengkapnya
Kepala BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Daerah Irigasi Jabung Kiri Lampung Timur
Post
14 Juli 2026 Admin

Kepala BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Daerah Irigasi Jabung Kiri Lampung Timur

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, beserta jajaran melakukan peninjauan rehabilitasi dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) Jabung Kiri di Kabupaten Lampung Timur, Selasa (14/7/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai rencana serta mengecek progres pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh penyedia jasa konstruksi di lapangan. Berdasarkan hasil peninjauan, saat ini pekerjaan telah memasuki tahap pengecoran lantai dasar atau Lean Concrete (LC) pada saluran irigasi. Lapisan beton ini berfungsi menciptakan permukaan dasar yang rata, bersih, dan stabil sebagai fondasi bagi struktur saluran irigasi yang akan dibangun. Pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan DI Jabung Kiri dilaksanakan untuk mengoptimalkan fungsi jaringan irigasi yang melayani beberapa wilayah, di antaranya Desa Asahan, Desa Beteng Sari, dan Desa Adi Luhur, Kabupaten Lampung Timur. Dengan adanya rehabilitasi ini, diharapkan distribusi air irigasi dapat berlangsung lebih efektif dan efisien sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian. Dalam arahannya, Kepala BBWS Mesuji Sekampung meminta agar seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan baik, tepat waktu, serta memenuhi standar mutu dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Ia juga menekankan pentingnya peran konsultan pengawas dalam memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, sehingga hasil pembangunan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Daerah Irigasi Jabung Kiri merupakan jaringan irigasi dengan luas layanan sekitar 5.638 hektare di Lampung Timur. Keberadaan jaringan irigasi ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan air bagi lahan pertanian secara berkelanjutan. Kegiatan rehabilitasi dan peningkatan DI Jabung Kiri merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Mesuji Sekampung dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sumber daya air guna mendukung produktivitas pertanian, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat. (Pan)  
Baca Selengkapnya
Kepala BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulam
Post
13 Juli 2026 Admin

Kepala BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulam

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung telah memulai pekerjaan rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulam di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Rehabilitasi ini bagian dari program pengelolaan sumber daya air di bawah Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air atau SNVT PJSA Mesuji Sekampung. Untuk melihat progres awal pekerjaan, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, beserta jajaran melakukan peninjauan lapangan ke lokasi rehabilitasi pada Sabtu 11 Juli 2026. Kegiatan ini guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana serta memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Di lokasi, tampak sejumlah alat berat excavator telah beroperasi melakukan pengerukan sedimen sungai sebagai bagian dari tahapan awal pekerjaan. Elroy Koyari juga menyampaikan sejumlah arahan teknis kepada pelaksana pekerjaan agar seluruh kegiatan konstruksi dapat berjalan dengan baik, tepat mutu dan tepat waktu. Melalui rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulam, diharapkan tanggul akan lebih andal dan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat, lahan pertanian, serta infrastruktur di kawasan sekitar, sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan di Kabupaten Lampung Selatan. (Pan)
Baca Selengkapnya
Sosialisasi dan Persiapan Self Assessment RBO-PB BBWS Mesuji Sekampung
Post
10 Juli 2026 Admin

Sosialisasi dan Persiapan Self Assessment RBO-PB BBWS Mesuji Sekampung

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung menggelar kegiatan sosialisasi dan persiapan Self Assessment River Basin Organization Performance Benchmarking (RBO-PB) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Margatiga BBWS Mesuji Sekampung pada Kamis, 9 Juli 2026 dan dipimpin oleh Dr. Iskandar Rahim selaku Plt. Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha. Sebelumnya, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, telah menerbitkan keputusan tentang pembentukan Tim RBO-PB BBWS Mesuji Sekampung Tahun Anggaran 2026. Pembentukan tim tersebut dilakukan sebagai upaya mengukur kinerja River Basin Organization (RBO) BBWS Mesuji Sekampung melalui evaluasi kinerja Self Assessment menggunakan alat (tool) RBO Performance Benchmarking yang diterbitkan oleh Networks of Asian River Basin Organizations (NARBO). Self Assessment merupakan proses pengukuran kinerja RBO terhadap lima bidang kritis dan 16 indikator penilaian yang dilakukan oleh pimpinan dan staf BBWS Mesuji Sekampung. Penilaian dilakukan dengan membandingkan pelaksanaan tugas terhadap norma, standar, pedoman, dan/atau kriteria yang telah ditetapkan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin adanya perbaikan kinerja RBO secara berkelanjutan dalam rangka mewujudkan keterpaduan pengelolaan sumber daya air. Untuk mendukung pelaksanaan penilaian tersebut, telah dibentuk Tim Self Assessment yang terdiri dari pejabat dan pegawai BBWS Mesuji Sekampung yang dinilai memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Kepala BBWS Mesuji Sekampung bertindak sebagai pengarah, sementara sejumlah kepala bidang ditunjuk sebagai wakil pengarah, ketua, wakil ketua, serta anggota tim yang berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan BBWS Mesuji Sekampung. (Pan)
Baca Selengkapnya
Pekerjaan Lantai Dasar Saluran BRS III–1 DI Jabung Kiri Lampung Timur Dimulai
Post
09 Juli 2026 Admin

Pekerjaan Lantai Dasar Saluran BRS III–1 DI Jabung Kiri Lampung Timur Dimulai

Pekerjaan lantai dasar (Lean Concrete/LC)) pada Saluran BRS III–1 Daerah Irigasi (DI) Jabung Kiri, Kabupaten Lampung Timur, mulai dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan rehabilitasi jaringan irigasi. Pekerjaan ini menggunakan beton ready mix mutu fc' 10 yang diperuntukkan sebagai lantai kerja sebelum pembangunan struktur utama saluran. Lean Concrete (LC) merupakan lapisan beton kurus yang berfungsi menciptakan permukaan dasar yang rata, bersih, dan stabil. Keberadaannya penting untuk menjaga kualitas konstruksi, mencegah kontaminasi material dengan tanah dasar, serta mendukung ketahanan dan umur layanan bangunan saluran. Pekerjaan yang berlokasi di Desa Asahan, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, tersebut menggunakan beton ready mix fc' 10 karena mampu memberikan mutu yang lebih seragam, mempercepat pelaksanaan, serta meningkatkan efisiensi pekerjaan di lapangan. Mutu beton ini umum digunakan untuk pekerjaan nonstruktural, seperti lantai kerja yang menjadi alas bagi konstruksi berikutnya. Selama proses pengecoran, pelaksanaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis, mulai dari persiapan permukaan, penghamparan beton secara merata, hingga proses perataan dan pengendalian mutu. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketebalan dan elevasi lantai dasar sesuai dengan gambar kerja yang telah ditetapkan. Melalui pekerjaan ini, konstruksi Saluran BRS III–1 diharapkan memiliki fondasi yang lebih stabil sehingga mampu mendukung kinerja jaringan irigasi secara optimal. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen dalam menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang andal dan berkualitas guna mendukung kelancaran distribusi air irigasi serta meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Lampung Timur. (*)
Baca Selengkapnya
Sosialisasi Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
Post
08 Juli 2026 Admin

Sosialisasi Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang transparan, partisipatif, dan tepat sasaran, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung menggelar sosialisasi pelaksanaan Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Way Rarem. Kegiatan ini melibatkan masyarakat, unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai rencana pelaksanaan rehabilitasi, ruang lingkup pekerjaan, manfaat yang akan diperoleh, serta tahapan kegiatan di lapangan. Melalui forum ini, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan pembangunan dan peran masing-masing dalam mendukung kelancaran pelaksanaannya. Dalam kesempatan tersebut, BBWS Mesuji Sekampung menjelaskan bahwa rehabilitasi DI Way Rarem merupakan upaya meningkatkan layanan irigasi guna mendukung produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan. Pekerjaan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi air, mengurangi kehilangan air pada saluran, serta menjamin ketersediaan air irigasi yang lebih optimal bagi para petani. Keterlibatan TNI dan Polri menjadi bentuk dukungan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pekerjaan berlangsung. Sementara itu, masyarakat sebagai penerima manfaat utama diberikan ruang untuk menyampaikan masukan, saran, dan aspirasi terkait pelaksanaan kegiatan di wilayahnya. Melalui dialog yang terbuka dan konstruktif, terbangun komitmen bersama untuk mendukung kelancaran rehabilitasi DI Way Rarem. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat yang maksimal bagi wilayah layanan irigasi. Kegiatan sosialisasi ini juga diharapkan semakin memperkuat komunikasi, pemahaman, dan kolaborasi antara BBWS Mesuji Sekampung, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan keberhasilan rehabilitasi DI Way Rarem demi meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. "Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong seluruh pemangku kepentingan, rehabilitasi DI Way Rarem diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan." (Pan)
Baca Selengkapnya
Sistem Bendungan di Provinsi Lampung Menopang Swasembada Pangan Nasional
Post
08 Juli 2026 Admin

Sistem Bendungan di Provinsi Lampung Menopang Swasembada Pangan Nasional

Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, swasembada pangan menjadi program prioritas nasional. Sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di luar Pulau Jawa, Provinsi Lampung memegang peran penting dalam mewujudkan target tersebut. Salah satu kunci swasembada pangan adalah peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga 300, atau tiga kali tanam dalam setahun pada lahan yang sama. Target ini hanya dapat dicapai jika ketersediaan air irigasi terjamin sepanjang tahun. Di sinilah peran strategis sistem bendungan di Lampung. Infrastruktur ini memastikan pasokan air irigasi tetap stabil, sehingga petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada curah hujan dan dapat menjalankan pola tanam secara berkelanjutan. Tiga Bendungan Penopang Pertanian Lampung: Produktivitas pertanian di wilayah Pringsewu, Tanggamus, Lampung Selatan, hingga Lampung Timur ditopang oleh sistem bendungan berjenjang (cascade dam system) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Sekampung. Bendungan Batutegi berfungsi sebagai penyimpan cadangan air utama saat musim hujan. Bendungan ini menjadi penyangga pasokan air ketika kemarau panjang atau El Niño melanda. Bendungan Way Sekampung berperan sebagai pusat distribusi air. Air dari Batutegi dan aliran sungai sekitar diatur dan disalurkan ke berbagai daerah irigasi, mendukung lebih dari 55.000 hektare sawah agar tetap mendapat pasokan air secara merata. Bendungan Margatiga menjadi penjaga wilayah hilir. Bendungan ini memanfaatkan potensi air yang sebelumnya terbuang ke laut serta meningkatkan intensitas tanam di kawasan yang selama ini rentan kekeringan. Dampak bagi Swasembada Pangan: Integrasi ketiga bendungan tersebut memberikan manfaat langsung bagi sektor pertanian, antara lain: 1. Meningkatkan luas panen dengan mengaktifkan lahan yang sebelumnya tidak produktif saat musim kemarau. 2. Meningkatkan produksi padi melalui pasokan air yang lebih terukur sesuai kebutuhan tanaman. 3. Meningkatkan kesejahteraan petani melalui kepastian musim tanam dan hasil panen yang lebih stabil. Dalam mendukung target ketahanan pangan nasional, bendungan di Lampung tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengelolaan air. Lebih dari itu, bendungan menjadi aset strategis yang menjaga produktivitas pertanian, stabilitas pasokan pangan, dan kemandirian pangan nasional. (*)
Baca Selengkapnya
Pemasangan Patok dan Pengukuran untuk Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem
Post
08 Juli 2026 Admin

Pemasangan Patok dan Pengukuran untuk Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem

Sebagai bagian dari tahapan awal Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Way Rarem, Lampung Utara, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung melakukan pemasangan patok dan pengukuran lokasi pekerjaan. Kegiatan pada Senin 21 Juni ini bertujuan memberikan batas serta acuan yang jelas sesuai hasil pengukuran dan desain teknis yang telah ditetapkan. Pemasangan patok memiliki peran penting untuk memastikan ketepatan posisi, dimensi, dan elevasi pekerjaan di lapangan. Dengan adanya titik kontrol tersebut, pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi dapat berjalan lebih terarah, akurat, dan sesuai spesifikasi teknis. Tim teknis melakukan pemasangan patok secara cermat dengan memperhatikan kondisi lapangan, sehingga seluruh titik pekerjaan dapat teridentifikasi dengan baik. Tahapan ini menjadi langkah penting untuk mencegah kesalahan pelaksanaan konstruksi dan menjaga kualitas hasil pekerjaan. Melalui rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem, diharapkan kinerja jaringan irigasi semakin meningkat sehingga distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih efektif, merata, dan berkelanjutan. Dengan layanan irigasi yang lebih baik, produktivitas pertanian masyarakat di wilayah layanan Way Rarem diharapkan terus meningkat dan mendukung ketahanan pangan daerah. (*)
Baca Selengkapnya

Berita Terkini

Informasi Terkini Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung

Kilas Pengumuman :
Peran Vital Bendungan Lampung dalam Memitigasi Kekeringan di Tengah Kemarau Ekstrem 2026
Post
20 Juli 2026 Admin

Peran Vital Bendungan Lampung dalam Memitigasi Kekeringan di Tengah Kemarau Ekstrem 2026

Provinsi Lampung merupakan salah satu lumbung pangan nasional yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. Keberhasilan sektor pertanian di daerah ini sangat bergantung pada ketersediaan air yang cukup dan berkelanjutan. Namun, di tengah perubahan iklim global yang semakin tidak menentu, ancaman kekeringan menjadi tantangan yang harus diantisipasi secara serius. Tahun 2026 menjadi periode yang penuh tantangan bagi sektor sumber daya air dan pertanian. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Niño diperkirakan masih memengaruhi kondisi cuaca hingga awal tahun 2027. Dampaknya adalah musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal. BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. Pada periode tersebut, banyak wilayah di Indonesia mengalami penurunan curah hujan yang signifikan. Di sejumlah daerah, suhu udara maksimum bahkan dapat mencapai 35 hingga 36 derajat Celsius. Kondisi ini menyebabkan tingkat penguapan meningkat, debit sungai menurun, dan risiko kekeringan semakin tinggi. Di tengah kondisi tersebut, keberadaan bendungan menjadi sangat penting sebagai infrastruktur pengelolaan air yang mampu menjaga ketersediaan air saat musim kemarau berlangsung. Bendungan tidak hanya berfungsi sebagai penampung air, tetapi juga menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas pasokan air untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Saat musim hujan, bendungan menampung limpasan air yang berlebih sehingga dapat mengurangi risiko banjir di wilayah hilir. Air yang tersimpan kemudian menjadi cadangan yang dapat dimanfaatkan secara terukur ketika curah hujan berkurang dan debit sungai menurun pada musim kemarau. Dengan sistem operasi yang terencana, pelepasan air dari bendungan dapat dilakukan sesuai kebutuhan sehingga pasokan air tetap tersedia sepanjang tahun. Bagi sektor pertanian, bendungan memiliki peran yang sangat vital. Ketersediaan air irigasi yang terjamin memungkinkan petani tetap melakukan kegiatan budidaya meskipun curah hujan rendah.  Pasokan air yang stabil membantu menjaga produktivitas lahan pertanian, mengurangi risiko gagal panen, serta mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Selain itu, bendungan juga berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air tanah. Keberadaan tampungan air dalam skala besar membantu mempertahankan kelembapan lingkungan sekitar dan mendukung proses pengisian kembali cadangan air tanah. Manfaat lainnya adalah tersedianya air baku untuk kebutuhan rumah tangga, perkotaan, industri, dan berbagai fasilitas publik yang membutuhkan pasokan air secara berkelanjutan. Di Provinsi Lampung, upaya mitigasi kekeringan didukung oleh tiga bendungan utama yang berada dalam satu sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Sekampung, yaitu Bendungan Batutegi, Bendungan Way Sekampung, dan Bendungan Margatiga. Bendungan Batutegi yang berada di Kabupaten Tanggamus berfungsi sebagai tampungan utama di bagian hulu. Bendungan ini memiliki peran penting dalam mengatur ketersediaan air yang akan dialirkan ke wilayah hilir. Cadangan air yang tersimpan di Bendungan Batutegi menjadi salah satu penopang utama kebutuhan irigasi dan air baku di Provinsi Lampung. Di bagian tengah sistem DAS Way Sekampung terdapat Bendungan Way Sekampung yang berlokasi di Kabupaten Pringsewu. Bendungan ini berperan dalam meningkatkan layanan irigasi sekaligus menyediakan air baku bagi masyarakat di wilayah Pringsewu, Bandar Lampung, dan sekitarnya. Keberadaannya membantu meningkatkan efisiensi distribusi air sehingga pemanfaatannya menjadi lebih optimal. Sementara itu, Bendungan Margatiga di Kabupaten Lampung Timur berfungsi sebagai tampungan di wilayah hilir yang memperkuat layanan irigasi untuk daerah-daerah pertanian di Lampung Timur dan Lampung Selatan. Bendungan ini menjadi infrastruktur penting dalam mengurangi risiko kekeringan yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang maupun ketika fenomena El Niño melanda. Menghadapi kemarau ekstrem tahun 2026, keberadaan ketiga bendungan tersebut menjadi benteng pertahanan penting bagi sektor pertanian, penyediaan air baku, dan keberlanjutan sumber daya air di Provinsi Lampung. Pengelolaan bendungan yang terintegrasi dan adaptif terhadap kondisi cuaca menjadi kunci untuk memastikan air dapat didistribusikan secara efektif, efisien, dan berkeadilan. Melalui pengoperasian Bendungan Batutegi, Way Sekampung, dan Margatiga secara optimal, BBWS Mesuji Sekampung terus berupaya menjaga ketahanan air dan ketahanan pangan di Provinsi Lampung. Infrastruktur sumber daya air yang andal tidak hanya menjadi solusi menghadapi kekeringan saat ini, tetapi juga investasi jangka panjang dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Pan)
Baca Selengkapnya
Post
20 Juli 2026 Admin

Peran Vital Bendungan Lampung dalam Memitigasi Kekeringan di Tengah Kemarau Ekstrem 2026

Provinsi Lampung merupakan salah satu lumbung pangan nasional yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. Keberhasilan sektor pertanian di daerah ini sangat bergantung pada ketersediaan air yang cukup dan berkelanjutan. Namun, di tengah perubahan iklim global yang semakin tidak menentu, ancaman kekeringan menjadi tantangan yang harus diantisipasi secara serius. Tahun 2026 menjadi periode yang penuh tantangan bagi sektor sumber daya air dan pertanian. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Niño diperkirakan masih memengaruhi kondisi cuaca hingga awal tahun 2027. Dampaknya adalah musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal. BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. Pada periode tersebut, banyak wilayah di Indonesia mengalami penurunan curah hujan yang signifikan. Di sejumlah daerah, suhu udara maksimum bahkan dapat mencapai 35 hingga 36 derajat Celsius. Kondisi ini menyebabkan tingkat penguapan meningkat, debit sungai menurun, dan risiko kekeringan semakin tinggi. Di tengah kondisi tersebut, keberadaan bendungan menjadi sangat penting sebagai infrastruktur pengelolaan air yang mampu menjaga ketersediaan air saat musim kemarau berlangsung. Bendungan tidak hanya berfungsi sebagai penampung air, tetapi juga menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas pasokan air untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Saat musim hujan, bendungan menampung limpasan air yang berlebih sehingga dapat mengurangi risiko banjir di wilayah hilir. Air yang tersimpan kemudian menjadi cadangan yang dapat dimanfaatkan secara terukur ketika curah hujan berkurang dan debit sungai menurun pada musim kemarau. Dengan sistem operasi yang terencana, pelepasan air dari bendungan dapat dilakukan sesuai kebutuhan sehingga pasokan air tetap tersedia sepanjang tahun. Bagi sektor pertanian, bendungan memiliki peran yang sangat vital. Ketersediaan air irigasi yang terjamin memungkinkan petani tetap melakukan kegiatan budidaya meskipun curah hujan rendah.  Pasokan air yang stabil membantu menjaga produktivitas lahan pertanian, mengurangi risiko gagal panen, serta mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Selain itu, bendungan juga berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air tanah. Keberadaan tampungan air dalam skala besar membantu mempertahankan kelembapan lingkungan sekitar dan mendukung proses pengisian kembali cadangan air tanah. Manfaat lainnya adalah tersedianya air baku untuk kebutuhan rumah tangga, perkotaan, industri, dan berbagai fasilitas publik yang membutuhkan pasokan air secara berkelanjutan. Di Provinsi Lampung, upaya mitigasi kekeringan didukung oleh tiga bendungan utama yang berada dalam satu sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Sekampung, yaitu Bendungan Batutegi, Bendungan Way Sekampung, dan Bendungan Margatiga. Bendungan Batutegi yang berada di Kabupaten Tanggamus berfungsi sebagai tampungan utama di bagian hulu. Bendungan ini memiliki peran penting dalam mengatur ketersediaan air yang akan dialirkan ke wilayah hilir. Cadangan air yang tersimpan di Bendungan Batutegi menjadi salah satu penopang utama kebutuhan irigasi dan air baku di Provinsi Lampung. Di bagian tengah sistem DAS Way Sekampung terdapat Bendungan Way Sekampung yang berlokasi di Kabupaten Pringsewu. Bendungan ini berperan dalam meningkatkan layanan irigasi sekaligus menyediakan air baku bagi masyarakat di wilayah Pringsewu, Bandar Lampung, dan sekitarnya. Keberadaannya membantu meningkatkan efisiensi distribusi air sehingga pemanfaatannya menjadi lebih optimal. Sementara itu, Bendungan Margatiga di Kabupaten Lampung Timur berfungsi sebagai tampungan di wilayah hilir yang memperkuat layanan irigasi untuk daerah-daerah pertanian di Lampung Timur dan Lampung Selatan. Bendungan ini menjadi infrastruktur penting dalam mengurangi risiko kekeringan yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang maupun ketika fenomena El Niño melanda. Menghadapi kemarau ekstrem tahun 2026, keberadaan ketiga bendungan tersebut menjadi benteng pertahanan penting bagi sektor pertanian, penyediaan air baku, dan keberlanjutan sumber daya air di Provinsi Lampung. Pengelolaan bendungan yang terintegrasi dan adaptif terhadap kondisi cuaca menjadi kunci untuk memastikan air dapat didistribusikan secara efektif, efisien, dan berkeadilan. Melalui pengoperasian Bendungan Batutegi, Way Sekampung, dan Margatiga secara optimal, BBWS Mesuji Sekampung terus berupaya menjaga ketahanan air dan ketahanan pangan di Provinsi Lampung. Infrastruktur sumber daya air yang andal tidak hanya menjadi solusi menghadapi kekeringan saat ini, tetapi juga investasi jangka panjang dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Pan)
Baca Selengkapnya
Rehabilitasi Sistem Penyediaan Air Baku Way Andeng Dukung Pengembangan Kawasan Pariwisata PSN Bakauheni
Post
20 Juli 2026 Admin

Rehabilitasi Sistem Penyediaan Air Baku Way Andeng Dukung Pengembangan Kawasan Pariwisata PSN Bakauheni

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung terus melaksanakan rehabilitasi Sistem Penyediaan Air Baku (SPAB) Way Andeng sebagai upaya mendukung pengembangan Kawasan Pariwisata Strategis Nasional (PSN) Bakauheni di Kabupaten Lampung Selatan. Pekerjaan rehabilitasi dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan keandalan infrastruktur penyediaan air baku yang menjadi salah satu kebutuhan utama dalam pengembangan kawasan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah. Hingga saat ini, progres pembangunan jaringan perpipaan telah mencapai sekitar 11 kilometer dari target total 13 kilometer. Ruang lingkup pekerjaan meliputi pemasangan jaringan perpipaan, pembangunan dan perbaikan bangunan pendukung, pekerjaan galian dan urugan, serta pengujian sistem guna memastikan distribusi air baku dapat berfungsi secara optimal. Setelah selesai, sistem ini direncanakan memiliki kapasitas layanan sebesar 0,02 meter kubik per detik untuk memenuhi kebutuhan air baku di kawasan pengembangan PSN Bakauheni. Pelaksanaan rehabilitasi juga dilakukan dengan mengedepankan mutu konstruksi, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta pengendalian kualitas pada setiap tahapan pekerjaan. Langkah tersebut dilakukan agar infrastruktur yang dibangun memiliki umur layanan yang panjang dan mampu beroperasi secara andal dalam jangka waktu yang lama. Keberadaan Sistem Penyediaan Air Baku Way Andeng diharapkan dapat menjamin ketersediaan air baku secara berkelanjutan bagi kawasan pariwisata, masyarakat sekitar, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Infrastruktur ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar, menarik investasi, dan memperkuat daya saing kawasan Bakauheni sebagai salah satu destinasi strategis nasional. Melalui rehabilitasi ini, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam menyediakan infrastruktur sumber daya air yang andal sebagai fondasi pembangunan kawasan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan sistem penyediaan air baku yang semakin baik, pengembangan PSN Bakauheni diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta mendorong peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan. (Pan)  
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Mulai Bangun Pengaman Pantai Mandiri Sejati, Lindungi Wilayah Pesisir dari Ancaman Abrasi
Post
17 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Mulai Bangun Pengaman Pantai Mandiri Sejati, Lindungi Wilayah Pesisir dari Ancaman Abrasi

  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung mulai melaksanakan pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati di Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Pembangunan infrastruktur ini merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi dampak abrasi yang terus mengancam kawasan pesisir. Selain melindungi permukiman dan infrastruktur masyarakat, pembangunan pengaman pantai juga bertujuan menjaga keberlanjutan kawasan pesisir agar tetap aman dan produktif bagi masyarakat. Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, bersama jajaran Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Mesuji Sekampung melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan. Peninjauan dilakukan guna memantau progres pekerjaan sekaligus memastikan setiap tahapan konstruksi dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang telah ditetapkan. Saat ini, penyedia jasa konstruksi tengah melaksanakan pabrikasi kubus beton dan buis beton yang akan digunakan sebagai material utama pembangunan pengaman pantai sepanjang 150 meter. Dalam arahannya, Kepala BBWS Mesuji Sekampung menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan pekerjaan dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi. Penyedia jasa diminta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, termasuk peralatan dan tenaga kerja, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Melalui pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati ini, diharapkan risiko abrasi di wilayah pesisir dapat berkurang secara signifikan. Bangunan pengaman pantai akan berfungsi meredam energi gelombang laut, memperlambat laju pengikisan garis pantai, serta melindungi ruang hidup masyarakat pesisir. Keberadaan infrastruktur ini juga diharapkan mampu mendukung keberlanjutan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Pekon Mandiri Sejati dan sekitarnya. Dengan target mulai berfungsi pada awal tahun 2027, Pengaman Pantai Mandiri Sejati diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga kawasan pesisir Pesisir Barat dari ancaman abrasi, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang garis pantai. (Pan)  
Baca Selengkapnya
Mengantisipasi Cuaca Ekstrem dengan Strategi Early Release Bendungan di Provinsi Lampung
Post
17 Juli 2026 Admin

Mengantisipasi Cuaca Ekstrem dengan Strategi Early Release Bendungan di Provinsi Lampung

Provinsi Lampung memiliki sejumlah bendungan strategis yang berperan penting dalam penyediaan air irigasi, air baku, pembangkit listrik, serta pengendalian banjir. Beberapa di antaranya adalah Bendungan Batutegi di Kabupaten Tanggamus, Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu, dan Bendungan Margatiga di Kabupaten Lampung Timur. Di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim global, seperti hujan dengan intensitas tinggi yang dipengaruhi fenomena La Niña maupun anomali cuaca lainnya, pengelolaan bendungan menjadi semakin kompleks. Salah satu strategi yang diterapkan untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga keamanan bendungan adalah sistem early release atau pelepasan air secara dini. Apa Itu Early Release? Early release adalah tindakan melepaskan sebagian air yang tersimpan di waduk sebelum terjadi hujan lebat atau cuaca ekstrem yang diperkirakan akan meningkatkan debit aliran sungai secara signifikan. Setiap bendungan memiliki kapasitas tampungan tertentu. Apabila hujan deras terjadi ketika waduk berada pada kondisi mendekati penuh, volume air yang masuk dapat menyebabkan pelimpasan melalui bangunan pelimpah (spillway) dalam jumlah besar. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko banjir di wilayah hilir. Melalui early release, pengelola bendungan menciptakan ruang tampungan sementara (flood control space) di dalam waduk. Ruang ini berfungsi menampung tambahan air yang datang dari hulu saat hujan ekstrem, sehingga debit yang mengalir ke hilir dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan lonjakan yang membahayakan. Pentingnya Early Release di Lampung Lampung memiliki sejumlah daerah aliran sungai (DAS) besar, seperti DAS Way Sekampung dan DAS Way Seputih, yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca di wilayah hulu. Curah hujan di kawasan pegunungan dan perbukitan, seperti Tanggamus dan sekitarnya, dapat meningkat drastis dalam waktu singkat dan menyebabkan lonjakan debit sungai. Penerapan early release memberikan dua manfaat utama. Melindungi Keamanan Bendungan Pelepasan air secara terencana membantu menjaga elevasi muka air waduk tetap berada dalam batas aman. Langkah ini mengurangi risiko terjadinya overtopping atau limpasan air melewati puncak bendungan yang dapat mengancam stabilitas struktur bendungan, khususnya bendungan tipe urukan tanah dan batu. Mengurangi Risiko Banjir di Hilir Dengan tersedianya ruang tampungan di dalam waduk, air banjir yang datang dari hulu dapat ditahan sementara. Hal ini membantu mengurangi potensi banjir di kawasan hilir, termasuk permukiman, lahan pertanian, serta infrastruktur vital yang berada di sepanjang aliran sungai. Bagaimana Sistem Early Release Bekerja? Keputusan melakukan early release tidak dilakukan secara sembarangan. Prosesnya didasarkan pada analisis teknis dan data hidrologi yang komprehensif. Pemantauan Cuaca dan Curah Hujan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau prakiraan cuaca, data radar hujan, serta informasi dari stasiun telemetri dan alat ukur curah hujan yang tersebar di wilayah hulu. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan selama 24 jam. Analisis Inflow dan Kondisi Waduk Data curah hujan dan kondisi daerah tangkapan air dianalisis untuk memperkirakan besarnya debit masuk (inflow) yang akan menuju waduk. Perhitungan ini menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan ruang tampungan banjir. Pelepasan Air Secara Bertahap Apabila diperkirakan terjadi peningkatan debit yang signifikan, pelepasan air dilakukan secara bertahap melalui bangunan pengeluaran atau pintu pelimpah sesuai prosedur operasi bendungan. Debit pelepasan diatur agar tetap aman dan tidak menimbulkan dampak negatif di wilayah hilir. Koordinasi dan Penyampaian Informasi Sebelum pelepasan air dilakukan, pengelola bendungan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, aparat setempat, dan masyarakat di sepanjang aliran sungai. Informasi disampaikan lebih awal agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sekitar badan sungai. Tantangan dalam Penerapan Early Release Meskipun efektif untuk mengurangi risiko banjir, penerapan early release juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satu yang paling krusial adalah akurasi prakiraan cuaca. Bendungan di Lampung tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga sebagai penyedia air irigasi bagi ribuan hektare lahan pertanian. Jika pelepasan air dilakukan terlalu dini berdasarkan prediksi yang ternyata tidak terjadi, maka volume cadangan air di waduk dapat berkurang dan berpotensi memengaruhi ketersediaan air pada musim kemarau. Karena itu, setiap keputusan early release harus didasarkan pada data yang akurat, analisis yang matang, serta koordinasi yang baik antarinstansi terkait. Kesimpulan Perubahan iklim menuntut pengelolaan bendungan yang semakin adaptif dan responsif. Sistem early release merupakan salah satu strategi penting dalam pengoperasian bendungan modern untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem dan banjir. Dengan dukungan teknologi pemantauan hidrometeorologi, pengelolaan operasional yang tepat, serta koordinasi yang baik antara BBWS Mesuji Sekampung, BMKG, pemerintah daerah, dan masyarakat, bendungan dapat menjalankan fungsinya secara optimal. Tidak hanya sebagai pengendali banjir pada musim hujan, tetapi juga sebagai penopang ketahanan pangan dan sumber daya air yang berkelanjutan bagi masyarakat Lampung. (pan)  
Baca Selengkapnya
Kepala BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Daerah Irigasi Jabung Kiri Lampung Timur
Post
14 Juli 2026 Admin

Kepala BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Daerah Irigasi Jabung Kiri Lampung Timur

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, beserta jajaran melakukan peninjauan rehabilitasi dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) Jabung Kiri di Kabupaten Lampung Timur, Selasa (14/7/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai rencana serta mengecek progres pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh penyedia jasa konstruksi di lapangan. Berdasarkan hasil peninjauan, saat ini pekerjaan telah memasuki tahap pengecoran lantai dasar atau Lean Concrete (LC) pada saluran irigasi. Lapisan beton ini berfungsi menciptakan permukaan dasar yang rata, bersih, dan stabil sebagai fondasi bagi struktur saluran irigasi yang akan dibangun. Pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan DI Jabung Kiri dilaksanakan untuk mengoptimalkan fungsi jaringan irigasi yang melayani beberapa wilayah, di antaranya Desa Asahan, Desa Beteng Sari, dan Desa Adi Luhur, Kabupaten Lampung Timur. Dengan adanya rehabilitasi ini, diharapkan distribusi air irigasi dapat berlangsung lebih efektif dan efisien sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian. Dalam arahannya, Kepala BBWS Mesuji Sekampung meminta agar seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan baik, tepat waktu, serta memenuhi standar mutu dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Ia juga menekankan pentingnya peran konsultan pengawas dalam memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, sehingga hasil pembangunan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Daerah Irigasi Jabung Kiri merupakan jaringan irigasi dengan luas layanan sekitar 5.638 hektare di Lampung Timur. Keberadaan jaringan irigasi ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan air bagi lahan pertanian secara berkelanjutan. Kegiatan rehabilitasi dan peningkatan DI Jabung Kiri merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Mesuji Sekampung dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sumber daya air guna mendukung produktivitas pertanian, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat. (Pan)  
Baca Selengkapnya
Kepala BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulam
Post
13 Juli 2026 Admin

Kepala BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulam

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung telah memulai pekerjaan rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulam di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Rehabilitasi ini bagian dari program pengelolaan sumber daya air di bawah Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air atau SNVT PJSA Mesuji Sekampung. Untuk melihat progres awal pekerjaan, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, beserta jajaran melakukan peninjauan lapangan ke lokasi rehabilitasi pada Sabtu 11 Juli 2026. Kegiatan ini guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana serta memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Di lokasi, tampak sejumlah alat berat excavator telah beroperasi melakukan pengerukan sedimen sungai sebagai bagian dari tahapan awal pekerjaan. Elroy Koyari juga menyampaikan sejumlah arahan teknis kepada pelaksana pekerjaan agar seluruh kegiatan konstruksi dapat berjalan dengan baik, tepat mutu dan tepat waktu. Melalui rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulam, diharapkan tanggul akan lebih andal dan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat, lahan pertanian, serta infrastruktur di kawasan sekitar, sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan di Kabupaten Lampung Selatan. (Pan)
Baca Selengkapnya
Sosialisasi dan Persiapan Self Assessment RBO-PB BBWS Mesuji Sekampung
Post
10 Juli 2026 Admin

Sosialisasi dan Persiapan Self Assessment RBO-PB BBWS Mesuji Sekampung

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung menggelar kegiatan sosialisasi dan persiapan Self Assessment River Basin Organization Performance Benchmarking (RBO-PB) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Margatiga BBWS Mesuji Sekampung pada Kamis, 9 Juli 2026 dan dipimpin oleh Dr. Iskandar Rahim selaku Plt. Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha. Sebelumnya, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, telah menerbitkan keputusan tentang pembentukan Tim RBO-PB BBWS Mesuji Sekampung Tahun Anggaran 2026. Pembentukan tim tersebut dilakukan sebagai upaya mengukur kinerja River Basin Organization (RBO) BBWS Mesuji Sekampung melalui evaluasi kinerja Self Assessment menggunakan alat (tool) RBO Performance Benchmarking yang diterbitkan oleh Networks of Asian River Basin Organizations (NARBO). Self Assessment merupakan proses pengukuran kinerja RBO terhadap lima bidang kritis dan 16 indikator penilaian yang dilakukan oleh pimpinan dan staf BBWS Mesuji Sekampung. Penilaian dilakukan dengan membandingkan pelaksanaan tugas terhadap norma, standar, pedoman, dan/atau kriteria yang telah ditetapkan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin adanya perbaikan kinerja RBO secara berkelanjutan dalam rangka mewujudkan keterpaduan pengelolaan sumber daya air. Untuk mendukung pelaksanaan penilaian tersebut, telah dibentuk Tim Self Assessment yang terdiri dari pejabat dan pegawai BBWS Mesuji Sekampung yang dinilai memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Kepala BBWS Mesuji Sekampung bertindak sebagai pengarah, sementara sejumlah kepala bidang ditunjuk sebagai wakil pengarah, ketua, wakil ketua, serta anggota tim yang berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan BBWS Mesuji Sekampung. (Pan)
Baca Selengkapnya
Pekerjaan Lantai Dasar Saluran BRS III–1 DI Jabung Kiri Lampung Timur Dimulai
Post
09 Juli 2026 Admin

Pekerjaan Lantai Dasar Saluran BRS III–1 DI Jabung Kiri Lampung Timur Dimulai

Pekerjaan lantai dasar (Lean Concrete/LC)) pada Saluran BRS III–1 Daerah Irigasi (DI) Jabung Kiri, Kabupaten Lampung Timur, mulai dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan rehabilitasi jaringan irigasi. Pekerjaan ini menggunakan beton ready mix mutu fc' 10 yang diperuntukkan sebagai lantai kerja sebelum pembangunan struktur utama saluran. Lean Concrete (LC) merupakan lapisan beton kurus yang berfungsi menciptakan permukaan dasar yang rata, bersih, dan stabil. Keberadaannya penting untuk menjaga kualitas konstruksi, mencegah kontaminasi material dengan tanah dasar, serta mendukung ketahanan dan umur layanan bangunan saluran. Pekerjaan yang berlokasi di Desa Asahan, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, tersebut menggunakan beton ready mix fc' 10 karena mampu memberikan mutu yang lebih seragam, mempercepat pelaksanaan, serta meningkatkan efisiensi pekerjaan di lapangan. Mutu beton ini umum digunakan untuk pekerjaan nonstruktural, seperti lantai kerja yang menjadi alas bagi konstruksi berikutnya. Selama proses pengecoran, pelaksanaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis, mulai dari persiapan permukaan, penghamparan beton secara merata, hingga proses perataan dan pengendalian mutu. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketebalan dan elevasi lantai dasar sesuai dengan gambar kerja yang telah ditetapkan. Melalui pekerjaan ini, konstruksi Saluran BRS III–1 diharapkan memiliki fondasi yang lebih stabil sehingga mampu mendukung kinerja jaringan irigasi secara optimal. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen dalam menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang andal dan berkualitas guna mendukung kelancaran distribusi air irigasi serta meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Lampung Timur. (*)
Baca Selengkapnya
Sosialisasi Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
Post
08 Juli 2026 Admin

Sosialisasi Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang transparan, partisipatif, dan tepat sasaran, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung menggelar sosialisasi pelaksanaan Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Way Rarem. Kegiatan ini melibatkan masyarakat, unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai rencana pelaksanaan rehabilitasi, ruang lingkup pekerjaan, manfaat yang akan diperoleh, serta tahapan kegiatan di lapangan. Melalui forum ini, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan pembangunan dan peran masing-masing dalam mendukung kelancaran pelaksanaannya. Dalam kesempatan tersebut, BBWS Mesuji Sekampung menjelaskan bahwa rehabilitasi DI Way Rarem merupakan upaya meningkatkan layanan irigasi guna mendukung produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan. Pekerjaan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi air, mengurangi kehilangan air pada saluran, serta menjamin ketersediaan air irigasi yang lebih optimal bagi para petani. Keterlibatan TNI dan Polri menjadi bentuk dukungan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pekerjaan berlangsung. Sementara itu, masyarakat sebagai penerima manfaat utama diberikan ruang untuk menyampaikan masukan, saran, dan aspirasi terkait pelaksanaan kegiatan di wilayahnya. Melalui dialog yang terbuka dan konstruktif, terbangun komitmen bersama untuk mendukung kelancaran rehabilitasi DI Way Rarem. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat yang maksimal bagi wilayah layanan irigasi. Kegiatan sosialisasi ini juga diharapkan semakin memperkuat komunikasi, pemahaman, dan kolaborasi antara BBWS Mesuji Sekampung, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan keberhasilan rehabilitasi DI Way Rarem demi meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. "Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong seluruh pemangku kepentingan, rehabilitasi DI Way Rarem diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan." (Pan)
Baca Selengkapnya
Sistem Bendungan di Provinsi Lampung Menopang Swasembada Pangan Nasional
Post
08 Juli 2026 Admin

Sistem Bendungan di Provinsi Lampung Menopang Swasembada Pangan Nasional

Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, swasembada pangan menjadi program prioritas nasional. Sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di luar Pulau Jawa, Provinsi Lampung memegang peran penting dalam mewujudkan target tersebut. Salah satu kunci swasembada pangan adalah peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga 300, atau tiga kali tanam dalam setahun pada lahan yang sama. Target ini hanya dapat dicapai jika ketersediaan air irigasi terjamin sepanjang tahun. Di sinilah peran strategis sistem bendungan di Lampung. Infrastruktur ini memastikan pasokan air irigasi tetap stabil, sehingga petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada curah hujan dan dapat menjalankan pola tanam secara berkelanjutan. Tiga Bendungan Penopang Pertanian Lampung: Produktivitas pertanian di wilayah Pringsewu, Tanggamus, Lampung Selatan, hingga Lampung Timur ditopang oleh sistem bendungan berjenjang (cascade dam system) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Sekampung. Bendungan Batutegi berfungsi sebagai penyimpan cadangan air utama saat musim hujan. Bendungan ini menjadi penyangga pasokan air ketika kemarau panjang atau El Niño melanda. Bendungan Way Sekampung berperan sebagai pusat distribusi air. Air dari Batutegi dan aliran sungai sekitar diatur dan disalurkan ke berbagai daerah irigasi, mendukung lebih dari 55.000 hektare sawah agar tetap mendapat pasokan air secara merata. Bendungan Margatiga menjadi penjaga wilayah hilir. Bendungan ini memanfaatkan potensi air yang sebelumnya terbuang ke laut serta meningkatkan intensitas tanam di kawasan yang selama ini rentan kekeringan. Dampak bagi Swasembada Pangan: Integrasi ketiga bendungan tersebut memberikan manfaat langsung bagi sektor pertanian, antara lain: 1. Meningkatkan luas panen dengan mengaktifkan lahan yang sebelumnya tidak produktif saat musim kemarau. 2. Meningkatkan produksi padi melalui pasokan air yang lebih terukur sesuai kebutuhan tanaman. 3. Meningkatkan kesejahteraan petani melalui kepastian musim tanam dan hasil panen yang lebih stabil. Dalam mendukung target ketahanan pangan nasional, bendungan di Lampung tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengelolaan air. Lebih dari itu, bendungan menjadi aset strategis yang menjaga produktivitas pertanian, stabilitas pasokan pangan, dan kemandirian pangan nasional. (*)
Baca Selengkapnya
Pemasangan Patok dan Pengukuran untuk Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem
Post
08 Juli 2026 Admin

Pemasangan Patok dan Pengukuran untuk Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem

Sebagai bagian dari tahapan awal Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Way Rarem, Lampung Utara, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung melakukan pemasangan patok dan pengukuran lokasi pekerjaan. Kegiatan pada Senin 21 Juni ini bertujuan memberikan batas serta acuan yang jelas sesuai hasil pengukuran dan desain teknis yang telah ditetapkan. Pemasangan patok memiliki peran penting untuk memastikan ketepatan posisi, dimensi, dan elevasi pekerjaan di lapangan. Dengan adanya titik kontrol tersebut, pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi dapat berjalan lebih terarah, akurat, dan sesuai spesifikasi teknis. Tim teknis melakukan pemasangan patok secara cermat dengan memperhatikan kondisi lapangan, sehingga seluruh titik pekerjaan dapat teridentifikasi dengan baik. Tahapan ini menjadi langkah penting untuk mencegah kesalahan pelaksanaan konstruksi dan menjaga kualitas hasil pekerjaan. Melalui rehabilitasi Daerah Irigasi Way Rarem, diharapkan kinerja jaringan irigasi semakin meningkat sehingga distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih efektif, merata, dan berkelanjutan. Dengan layanan irigasi yang lebih baik, produktivitas pertanian masyarakat di wilayah layanan Way Rarem diharapkan terus meningkat dan mendukung ketahanan pangan daerah. (*)
Baca Selengkapnya