Berita Terkini

Informasi Terkini Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung

Kilas Pengumuman :
Lagi, BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Masyarakat yang Membutuhkan di Pesawaran
Post
30 Juli 2026 Admin

Lagi, BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Masyarakat yang Membutuhkan di Pesawaran

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. Kali ini, bantuan air bersih disalurkan kepada warga Desa Gunung Sugih, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.  Bantuan tersebut didistribusikan menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air selama musim kemarau. Penyaluran bantuan ini merupakan adalah respons cepat BBWS Mesuji Sekampung dalam membantu masyarakat yang kekurangan air akibat musim kemarau yang berlangsung di sejumlah daerah. Sebelumnya, tim BBWS Mesuji Sekampung juga telah menyalurkan bantuan serupa di berbagai wilayah terdampak kekeringan, di antaranya Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, serta Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur.  BBWS Mesuji Sekampung akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai upaya mitigasi dan penanganan dampak kekeringan guna memastikan ketersediaan air bersih tetap terpenuhi.  Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan menjaga kelestarian sumber daya air demi keberlanjutan kebutuhan air di masa mendatang. *
Baca Selengkapnya
Akurasi Debit Air untuk Ketahanan Pangan: Kalibrasi Sungai Way Sekampung Berbasis ADCP
Post
30 Juli 2026 Admin

Akurasi Debit Air untuk Ketahanan Pangan: Kalibrasi Sungai Way Sekampung Berbasis ADCP

Pelaksanaan kalibrasi bukaan pintu Bendungan Way Sekampung dan pos duga air di sepanjang Sungai Way Sekampung secara berkala menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang efektif, akurat, dan berkelanjutan. Kegiatan yang dilaksanakan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sekampung ini memanfaatkan teknologi Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) untuk memperoleh data kecepatan aliran dan debit sungai secara presisi. Teknologi tersebut memungkinkan pengukuran kondisi aliran air secara lebih cepat dan akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumber daya air. Keakuratan data hasil kalibrasi memiliki peran penting dalam mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi serta optimalisasi layanan irigasi. Melalui informasi debit air yang akurat dan diperbarui secara berkala, operator dapat mengatur pembukaan maupun penutupan pintu air secara terukur sesuai kondisi di lapangan. Dalam upaya mitigasi banjir, data debit yang akurat membantu memastikan kelancaran pengaliran limpasan air saat terjadi peningkatan debit sungai pada musim hujan. Dengan demikian, risiko genangan dan banjir di wilayah hilir dapat diminimalkan. Sementara itu, pada musim kemarau, hasil kalibrasi menjadi acuan penting untuk menjamin ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian. Distribusi air dapat dilakukan secara tepat waktu, merata, dan berkelanjutan sehingga kebutuhan petani tetap terpenuhi. Komitmen terhadap pemanfaatan teknologi modern dan penyediaan data yang akurat ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional. Serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui layanan irigasi yang lebih optimal, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar daerah aliran sungai.
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih di Kecamatan Panjang Bandar Lampung
Post
30 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih di Kecamatan Panjang Bandar Lampung

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di berbagai wilayah. Kali ini, Tim BBWS Mesuji Sekampung menyalurkan bantuan air bersih di Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, pada Rabu (29/7/2026). Penyaluran bantuan dilakukan di Perumahan Bukit Alam Asri, Jalan Raya Suban dengan jumlah warga sekitar 250 KK yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau. Tim BBWS Mesuji Sekampung menurunkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dan disambut antusias oleh warga yang telah menyiapkan berbagai wadah penampungan, seperti jeriken, tong air, ember, hingga galon isi ulang. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya BBWS Mesuji Sekampung dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan yang sedang terjadi. Sebelumnya, bantuan air bersih juga telah disalurkan di sejumlah lokasi terdampak kekeringan, antara lain Desa Rejo Katon dan Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur. Sebagai langkah antisipasi kekeringan akibat fenomena El Niño, BBWS Mesuji Sekampung telah membentuk Posko Siaga Kekeringan yang siap menerima laporan dan permintaan bantuan dari masyarakat. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau informasi terkait penanganan kekeringan, dapat menghubungi Hotline Posko Siaga Kekeringan BBWS Mesuji Sekampung di nomor 0823-7512-3622 atau 0823-7311-4310. (*)
Baca Selengkapnya
Jaga Keandalan Infrastruktur Sungai, BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Way Ketibung–Way Sulan
Post
28 Juli 2026 Admin

Jaga Keandalan Infrastruktur Sungai, BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Way Ketibung–Way Sulan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, bersama jajaran SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Mesuji Sekampung kembali melakukan peninjauan lapangan pada pekerjaan rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulan di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Kunjungan yang dilaksanakan pada 28 Juli 2026 ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas, keselamatan kerja, maupun capaian progres di lapangan. Dalam peninjauan tersebut, rombongan BBWS Mesuji Sekampung meninjau sejumlah titik pekerjaan yang saat ini tengah berlangsung. Berbagai kegiatan konstruksi tampak dikerjakan, mulai dari pengerukan dan pembentukan badan tanggul menggunakan alat berat, pembuatan bronjong sebagai penguat lereng, hingga pemasangan cerucuk untuk memperkuat struktur tanggul. Rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan keandalan infrastruktur pengendali banjir. Keberadaan tanggul yang lebih kuat dan kokoh diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat, lahan pertanian, serta infrastruktur di kawasan sekitar dari ancaman luapan sungai. Selain mendukung upaya pengurangan risiko bencana, pekerjaan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Lampung Selatan. Pada kesempatan tersebut, Kepala BBWS Mesuji Sekampung memberikan arahan kepada pihak pelaksana pekerjaan agar terus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, baik peralatan maupun tenaga kerja, guna mempercepat progres konstruksi tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga standar pelaksanaan di lapangan sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. (Pan)
Baca Selengkapnya
Antisipasi Kekeringan Lahan, BBWS Mesuji Sekampung Buka Floodway Bendung Gerak Jabung
Post
23 Juli 2026 Admin

Antisipasi Kekeringan Lahan, BBWS Mesuji Sekampung Buka Floodway Bendung Gerak Jabung

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung bergerak cepat menangani dampak kekeringan di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Salah satunya di Daerah Irigasi (DI) Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, yang dilakukan oleh Tim Operasional dan Pemeliharaan (OP) III pada Kamis (23/7/2026). Upaya yang dilakukan berupa pengoperasian Pintu Floodway Nomor 1 dan Pintu Floodway Nomor 2 pada Bendung Gerak Jabung. Kedua pintu dibuka dengan elevasi masing-masing 10 cm sehingga menghasilkan debit aliran sebesar 23,56 meter kubik per detik. Pengaliran air ke bagian hilir Bendung Gerak Jabung menuju Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, mampu mengisi Saluran Floodway Pisang serta mendorong intrusi air laut sehingga berubah menjadi air tawar dengan pH 7. Langkah ini memberikan manfaat bagi areal persawahan seluas 500 hektare. Dengan adanya pengaliran tersebut, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sumber Rezeki di Desa Sukapura dapat memanfaatkan air untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi. Perlu diketahui, pola operasi Bendung Gerak Jabung tidak menjadi satu kesatuan dengan pola operasi Bendungan Margatiga. BBWS Mesuji Sekampung berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan kondisi sumber daya air serta mengoptimalkan pengoperasian bangunan air guna menjamin ketersediaan air bagi kebutuhan irigasi masyarakat.  Melalui koordinasi yang intensif dengan pemerintah daerah, petugas lapangan, dan kelompok petani, BBWS Mesuji Sekampung akan terus mengambil langkah-langkah responsif dalam menghadapi potensi kekeringan sehingga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di wilayah layanan tetap terjaga. Data Teknis Bendung Gerak Jabung 23 Juli 2026:  TMA Genangan : 3,19 m TMA Intake : 0,59 m Total Floodway + Scouring : 23,56 m³/detik Keterangan : Surut Arus Air : Normal. (*) 
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 1.200 KK di Lampung Timur
Post
23 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 1.200 KK di Lampung Timur

Guna mengantisipasi kekeringan akibat dampak fenomena El Nino, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung memperkuat strategi mitigasi guna menjaga ketahanan pangan serta ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Langkah yang mulai digulirkan meliputi optimalisasi infrastruktur penampungan air seperti waduk dan embung, penyaluran bantuan pompa air ke kawasan pertanian yang rawan puso, serta pemetaan rute armada truk tangki untuk menyuplai kebutuhan air bersih ke permukiman warga. Wujud dari langkah tersebut dilakukan oleh BBWS Mesuji Sekampung melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA IV dengan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Lampung Timur, tepatnya di Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara. Di lokasi ini, tim OP SDA IV menyalurkan air bersih kepada sekitar 1.200 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan. Pengiriman dilakukan menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat selama musim kemarau. Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, juga meminta tim yang terjun langsung ke lapangan untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih. Elroy menyebut penyaluran bantuan air bersih ini sebagai wujud komitmen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam mengantisipasi kekurangan air di tengah masyarakat selama musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Melalui upaya ini, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat tetap terpenuhi serta dampak kekeringan dapat diminimalkan hingga kondisi cuaca kembali normal. *
Baca Selengkapnya
Analisis Hidrolika dan Karakteristik Chute Spillway pada Bendungan di Indonesia
Post
23 Juli 2026 Admin

Analisis Hidrolika dan Karakteristik Chute Spillway pada Bendungan di Indonesia

Chute spillway atau bangunan peluncur merupakan jenis pelimpah yang paling banyak digunakan pada bendungan urugan di Indonesia. Struktur ini berfungsi mengalirkan debit banjir secara aman dari waduk menuju sungai di hilir melalui saluran terbuka yang umumnya dibangun pada sisi bukit atau abutmen bendungan. Dengan kondisi curah hujan yang tinggi serta topografi yang beragam, keberadaan chute spillway menjadi komponen vital dalam menjaga keamanan bendungan. Selain mengendalikan muka air waduk saat banjir, struktur ini juga melindungi tubuh bendungan dari risiko limpasan yang dapat menyebabkan kerusakan serius. Mengapa Chute Spillway Banyak Digunakan?Indonesia memiliki banyak bendungan yang dibangun pada wilayah berbukit dan lembah sempit. Kondisi tersebut membuat chute spillway menjadi pilihan yang efektif karena mampu mengalirkan air dalam jumlah besar dengan memanfaatkan kemiringan alami lereng. Air yang melimpas dari waduk akan dipercepat melalui saluran peluncur sebelum akhirnya masuk ke struktur peredam energi dan kembali ke sungai. Sistem ini memungkinkan debit banjir ekstrem dapat dilewatkan tanpa membahayakan konstruksi utama bendungan. Komponen Utama Chute SpillwaySecara umum, chute spillway terdiri atas empat bagian utama yang saling terintegrasi: 1. Struktur Pengatur (Entrance Structure)Bagian ini berfungsi mengontrol debit air yang masuk ke saluran peluncur. Umumnya menggunakan ambang pelimpah tipe ogee weir yang dirancang sesuai kapasitas banjir rencana. 2. Saluran Peluncur (Chute Channel)Merupakan bagian dengan kemiringan curam tempat air mengalami percepatan aliran. Dinding saluran dirancang cukup tinggi untuk mengakomodasi fenomena aerasi yang menyebabkan volume aliran tampak bertambah. 3. Peredam Energi (Energy Dissipator)Karena kecepatan air sangat tinggi, diperlukan struktur peredam energi di bagian hilir. Bentuk yang paling umum digunakan adalah kolam olak (stilling basin) yang berfungsi mengurangi energi kinetik sebelum air kembali ke sungai. 4. Saluran Keluar (Exit Channel)Bagian ini menghubungkan kolam olak dengan alur sungai alami sehingga aliran dapat kembali secara terkendali tanpa menyebabkan gerusan berlebihan. Prinsip Hidrolika pada Chute Spillway Aliran yang terjadi pada saluran peluncur umumnya bersifat superkritis, yaitu kondisi ketika kecepatan aliran lebih besar dibandingkan kecepatan rambat gelombang air.Semakin curam kemiringan saluran, semakin tinggi pula kecepatan aliran yang dihasilkan. Oleh karena itu, desain hidrolika harus memperhitungkan kapasitas saluran, kekasaran permukaan beton, serta stabilitas struktur agar mampu bekerja dengan aman selama umur layanan bendungan. Tantangan Kavitasi Salah satu tantangan utama pada chute spillway adalah kavitasi, yaitu terbentuknya gelembung uap akibat tekanan rendah pada aliran berkecepatan tinggi. Ketika gelembung tersebut pecah di permukaan beton, dapat terjadi kerusakan yang berpotensi mengurangi umur struktur. Risiko kavitasi biasanya meningkat pada kecepatan aliran di atas 20–25 meter per detik. Untuk mengatasinya, banyak bendungan modern menggunakan aerator, yaitu struktur yang memasukkan udara ke dalam aliran sehingga tekanan negatif dapat dikurangi dan permukaan beton lebih terlindungi. Pentingnya Sistem Drainase Selain menghadapi aliran berkecepatan tinggi, chute spillway juga harus mampu mengendalikan tekanan air di bawah lantai beton.Apabila tekanan air tanah meningkat, dapat timbul gaya angkat (uplift pressure) yang berpotensi merusak atau mengangkat lantai saluran. Oleh karena itu, sistem drainase bawah tanah seperti pipa perforasi dan weep hole menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas struktur. Penerapan pada Bendungan di Indonesia Bendungan Batutegi, LampungSebagai bendungan tertinggi di Indonesia dengan ketinggian sekitar 122 meter, Bendungan Batutegi memiliki chute spillway yang dirancang untuk mengalirkan debit banjir dengan energi yang sangat besar. Sistem peredam energinya menggunakan kolam olak yang dilengkapi blok pemecah energi (baffle blocks) sebelum air dialirkan kembali ke Sungai Way Sekampung. Bendungan Jatigede, Jawa BaratBendungan Jatigede menggunakan pelimpah tipe chute dengan pintu pengatur (gated spillway). Struktur ini dilengkapi sistem aerasi untuk mengurangi risiko kavitasi saat menghadapi debit banjir ekstrem. Bendungan Karalloe, Sulawesi SelatanPada Bendungan Karalloe, desain chute spillway disesuaikan dengan kondisi geologi batuan keras. Saluran peluncur dibangun mengikuti profil lereng hasil galian yang diperkuat dengan shotcrete dan sistem angkur guna menjaga stabilitas tebing. Menjaga Keamanan BendunganChute spillway merupakan salah satu elemen paling penting dalam sistem keamanan bendungan. Kinerja struktur ini tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pelimpah, tetapi juga oleh kemampuan mengendalikan kavitasi, mengurangi tekanan air di bawah struktur, serta meredam energi aliran sebelum masuk ke sungai. Dengan perencanaan, konstruksi, dan pemeliharaan yang tepat, chute spillway mampu memastikan bendungan tetap aman dalam menghadapi berbagai kondisi hidrologi, termasuk banjir ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. (Pan)
Baca Selengkapnya
Mengenal Sistem Rumah Robotik untuk Pemantauan Keamanan Bendungan
Post
23 Juli 2026 Admin

Mengenal Sistem Rumah Robotik untuk Pemantauan Keamanan Bendungan

Keamanan bendungan merupakan aspek yang sangat penting dalam pengelolaan sumber daya air dan perlindungan masyarakat di wilayah hilir. Pemantauan kondisi bendungan secara berkala diperlukan untuk memastikan seluruh komponen struktur berfungsi dengan baik dan potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini. Namun, metode pemantauan konvensional sering menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses ke lokasi tertentu, tingginya risiko bagi petugas lapangan, serta keterlambatan dalam memperoleh data. Untuk menjawab tantangan tersebut, berkembang konsep Rumah Robotik (Automated Monitoring Station), yaitu sebuah sistem terintegrasi yang menggabungkan sensor otomatis, teknologi robotik, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna melakukan inspeksi serta pengolahan data secara real-time. Penerapan teknologi ini memungkinkan proses pemantauan menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien, sekaligus meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap berbagai anomali yang berpotensi mengganggu keamanan bendungan. Komponen Teknologi Rumah Robotik Rumah Robotik berfungsi sebagai pusat kendali yang mengintegrasikan berbagai instrumen pemantauan modern. Beberapa komponen utama yang umumnya digunakan antara lain: 1. Sistem Telemetri dan Internet of Things (IoT)Sistem ini mengumpulkan data secara otomatis dari berbagai instrumen pemantauan seperti piezometer digital, inclinometer, dan jointmeter. Seluruh data dikirim secara nirkabel ke pusat kendali untuk dianalisis secara berkelanjutan. 2. Stasiun Drone Otomatis (Docking Station)Fasilitas ini digunakan sebagai tempat pengisian daya, penyimpanan, serta peluncuran drone atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Drone berperan dalam melakukan pemotretan dan pemetaan kondisi permukaan bendungan menggunakan teknologi fotogrametri. 3. Hangar ROV (Remotely Operated Vehicle)ROV merupakan robot bawah air yang digunakan untuk melakukan inspeksi visual pada area yang sulit dijangkau, seperti bagian hulu bendungan, bangunan intake, maupun struktur yang berada di bawah permukaan air. 4. Pusat Komputasi Tepi (Edge Computing)Perangkat ini berfungsi mengolah data mentah dari berbagai sensor menjadi informasi yang lebih mudah dipahami dalam bentuk grafik, visualisasi, maupun laporan otomatis sebelum diteruskan ke pusat kendali utama. Penerapan di Lapangan A. Pemantauan Deformasi dengan Robotic Total Station (RTS)Salah satu aplikasi utama Rumah Robotik adalah penggunaan Robotic Total Station (RTS) yang ditempatkan pada rumah pelindung khusus. Peralatan ini secara otomatis membidik prisma-prisma yang dipasang pada tubuh bendungan untuk mengukur pergeseran struktur hingga tingkat ketelitian milimeter. Melalui sistem ini, perubahan posisi atau deformasi struktur dapat dipantau secara berkala tanpa memerlukan pengukuran manual oleh petugas lapangan. B. Inspeksi Visual Bawah Air Menggunakan ROVPada area waduk yang dalam dan berisiko tinggi bagi penyelam, ROV dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan visual terhadap kondisi struktur bawah air. Robot ini mampu mendeteksi retakan, sedimentasi, kerusakan lapisan pelindung, maupun korosi pada komponen bendungan tanpa perlu mengosongkan waduk (dewatering). C. Analisis Tekanan Air Pori Secara Real-TimeSensor tekanan air pori yang tertanam di dalam fondasi maupun tubuh bendungan akan mengirimkan data secara terus-menerus ke Rumah Robotik. Apabila tekanan melebihi ambang batas yang telah ditentukan, sistem akan secara otomatis mengirimkan peringatan dini kepada operator sehingga tindakan mitigasi dapat segera dilakukan. Manfaat Utama Rumah Robotik Penerapan Rumah Robotik memberikan berbagai manfaat dalam pengelolaan keamanan bendungan, antara lain:• Meningkatkan keselamatan kerja, karena mengurangi kebutuhan petugas untuk memasuki area berisiko tinggi.• Meningkatkan akurasi data, melalui pemantauan otomatis yang berlangsung secara berkesinambungan dan minim kesalahan manusia.• Meningkatkan efisiensi operasional, dengan mengurangi kebutuhan mobilisasi tim inspeksi secara rutin.• Mempercepat respons terhadap potensi bahaya, melalui sistem peringatan dini yang bekerja secara real-time.• Mendukung pengambilan keputusan berbasis data, sehingga pengelolaan bendungan menjadi lebih efektif dan terukur. Kesimpulan Integrasi Rumah Robotik dalam sistem pemantauan bendungan merupakan langkah penting menuju transformasi pengelolaan infrastruktur sumber daya air yang lebih modern dan adaptif. Dengan dukungan sensor otomatis, teknologi robotik, dan kecerdasan buatan, kondisi bendungan dapat dipantau selama 24 jam secara berkelanjutan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Melalui penerapan teknologi ini, potensi risiko kegagalan bendungan dapat diminimalkan sejak dini, sehingga fungsi bendungan sebagai penyedia air irigasi, pengendali banjir, penyedia air baku, dan pendukung ketahanan pangan dapat terus terjaga secara optimal demi kesejahteraan masyarakat. (Pan)  
Baca Selengkapnya
Dukung Swasembada Pangan, BBWS Mesuji Sekampung dan TNI AD Tuntaskan Pembersihan Gulma Way Rarem
Post
23 Juli 2026 Admin

Dukung Swasembada Pangan, BBWS Mesuji Sekampung dan TNI AD Tuntaskan Pembersihan Gulma Way Rarem

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung melaksanakan pembersihan gulma di Waduk Bendungan Way Rarem, Kabupaten Lampung Utara. Dalam mendukung kelancaran kegiatan ini, BBWS Mesuji Sekampung menggandeng TNI Angkatan Darat melalui Kodam XXI/Radin Inten. Pembersihan dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan berkala untuk mengoptimalkan fungsi Bendungan Way Rarem serta menjaga pasokan air bagi lahan pertanian di Lampung Utara dan wilayah sekitarnya. Secara keseluruhan, area gulma yang dibersihkan mencapai 40 hektare dan telah dilakukan sejak awal Juni 2026. Dalam prosesnya, tim lapangan mengoperasikan dua unit excavator amfibi, satu unit excavator long arm, satu unit harvester, serta dua unit dump truck. Gulma yang sudah diangkat dari waduk, kemudian diangkut ke disposal area menggunakan dump truck. TNI Angkatan Darat turut mengerahkan 80 personel yang dibagi ke dalam beberapa tim untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan. Dengan pembersihan gulma ini, Bendungan Way Rarem diharapkan dapat berfungsi lebih optimal dalam menyimpan dan menyalurkan air, serta memastikan pasokan air bagi ribuan hektare lahan pertanian tetap terjaga. Kolaborasi antara BBWS Mesuji Sekampung dan TNI Angkatan Darat ini juga diharapkan turut mendukung peningkatan produktivitas pertanian, kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan swasembada pangan nasional. (Pan) 
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Hadiri Pengambilan Sumpah/Janji PNS dan Pelantikan Pejabat Fungsional Ditjen SDA
Post
23 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Hadiri Pengambilan Sumpah/Janji PNS dan Pelantikan Pejabat Fungsional Ditjen SDA

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum menggelar kegiatan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024 serta Pelantikan Pejabat Fungsional Tertentu pada Rabu, 22 Juli 2026. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji dilaksanakan di Gedung Ditjen SDA, Jakarta, sementara peserta dari berbagai provinsi mengikuti kegiatan secara daring melalui video conference. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh PNS di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung. Secara keseluruhan, sebanyak 160 peserta mengikuti kegiatan secara luring di Jakarta, sedangkan peserta lainnya mengikuti rangkaian acara secara daring dari kantor masing-masing. Dari BBWS Mesuji Sekampung, sebanyak 12 PNS turut mengikuti kegiatan tersebut. Delapan orang di antaranya merupakan PNS yang resmi dilantik dari formasi seleksi tahun 2024. Pengambilan sumpah/janji PNS merupakan bagian penting dalam pembentukan aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab. Melalui momentum ini, para PNS Ditjen SDA diharapkan dapat menjalankan tugas dan amanah dengan penuh dedikasi, serta memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan bagi masyarakat. (Pan)  
Baca Selengkapnya
Hadapi Musim Kemarau, BBWS Mesuji Sekampung Aktifkan Sejumlah Sumur JIAT di Lampung
Post
22 Juli 2026 Admin

Hadapi Musim Kemarau, BBWS Mesuji Sekampung Aktifkan Sejumlah Sumur JIAT di Lampung

Tim Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) II BBWS Mesuji Sekampung melakukan berbagai upaya penanganan kekeringan di sejumlah wilayah Provinsi Lampung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian, agar musim tanam tetap berjalan optimal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoperasikan sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Pringsewu dan Lampung Selatan. Berdasarkan data OP SDA II, di Kabupaten Pringsewu terdapat dua sumur JIAT yang diaktifkan, yaitu Sumur SBE.36 di Kecamatan Pardasuka dengan debit 22,11 liter per detik serta Sumur SBP.109 di Kecamatan Pardasuka dengan debit 22,63 liter per detik. Kedua sumur tersebut mampu memberikan layanan irigasi bagi sekitar 300 hektare lahan pertanian. Sementara di Lampung Selatan, sumur yang dioperasikan sama-sama berada di Kecamatan Natar yaitu Sumur SBP.175 (debit 29 liter per detik) dan Sumur SBP.93 (debit mencapai 83,36 liter per detik). Kedua sumur ini memberikan layanan irigasi untuk sekitar 400 hektare lahan pertanian. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP SDA II BBWS Mesuji Sekampung, MF. Nur Yuniar, mengatakan bahwa pengoperasian kembali sumur JIAT menjadi salah satu langkah strategis untuk membantu Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) menghadapi musim kemarau serta mendukung pelaksanaan Musim Tanam II (MT II) Tahun 2026. “Langkah penyediaan air ini merupakan bagian dari upaya kami dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional,” ujarnya, Selasa (21/7/2026). Ia menjelaskan, menghadapi musim kemarau tahun ini, Tim OP SDA II secara berkala mengaktifkan kembali sumur-sumur JIAT yang tersebar di wilayah Lampung agar dapat beroperasi secara optimal. “Sumur-sumur JIAT difungsikan kembali untuk mendukung kebutuhan air irigasi pada MT II. Harapannya, upaya ini dapat membantu para petani menjaga produktivitas pertanian di tengah musim kemarau,” pungkasnya. (*)  
Baca Selengkapnya
Pemeliharaan Berkala Daerah Iigasi Jabung Lampung Timur Rampung 100 Persen
Post
21 Juli 2026 Admin

Pemeliharaan Berkala Daerah Iigasi Jabung Lampung Timur Rampung 100 Persen

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung telah menyelesaikan kegiatan pemeliharaan berkala di Daerah Irigasi (DI) Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan tahun anggaran 2026 ini dilakukan untuk menjaga kinerja jaringan irigasi agar tetap optimal dalam melayani kebutuhan air bagi lahan pertanian. Pemeliharaan dilaksanakan melalui pengangkatan sedimen pada saluran SPP BJA 0 hingga BJA 6 menggunakan excavator long arm. Pekerjaan ini bertujuan untuk menjaga kapasitas saluran serta memastikan aliran air tetap lancar menuju area layanan irigasi. Hingga saat ini, progres pelaksanaan kegiatan telah mencapai 100 persen dengan total panjang penanganan sepanjang 10.400 meter. Dengan berkurangnya sedimentasi di saluran, distribusi air irigasi diharapkan menjadi lebih efektif dan merata, terutama dalam mendukung produktivitas pertanian di wilayah Lampung Timur. Kegiatan pemeliharaan berkala ini merupakan bagian dari komitmen BBWS Mesuji Sekampung dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur sumber daya air. Melalui pemeliharaan yang rutin dan berkesinambungan, fungsi layanan irigasi dapat terus berjalan secara optimal, sehingga mendukung peningkatan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional. (Pan)
Baca Selengkapnya

Berita Terkini

Informasi Terkini Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung

Kilas Pengumuman :
Lagi, BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Masyarakat yang Membutuhkan di Pesawaran
Post
30 Juli 2026 Admin

Lagi, BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Masyarakat yang Membutuhkan di Pesawaran

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. Kali ini, bantuan air bersih disalurkan kepada warga Desa Gunung Sugih, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.  Bantuan tersebut didistribusikan menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air selama musim kemarau. Penyaluran bantuan ini merupakan adalah respons cepat BBWS Mesuji Sekampung dalam membantu masyarakat yang kekurangan air akibat musim kemarau yang berlangsung di sejumlah daerah. Sebelumnya, tim BBWS Mesuji Sekampung juga telah menyalurkan bantuan serupa di berbagai wilayah terdampak kekeringan, di antaranya Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, serta Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur.  BBWS Mesuji Sekampung akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai upaya mitigasi dan penanganan dampak kekeringan guna memastikan ketersediaan air bersih tetap terpenuhi.  Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan menjaga kelestarian sumber daya air demi keberlanjutan kebutuhan air di masa mendatang. *
Baca Selengkapnya
Akurasi Debit Air untuk Ketahanan Pangan: Kalibrasi Sungai Way Sekampung Berbasis ADCP
Post
30 Juli 2026 Admin

Akurasi Debit Air untuk Ketahanan Pangan: Kalibrasi Sungai Way Sekampung Berbasis ADCP

Pelaksanaan kalibrasi bukaan pintu Bendungan Way Sekampung dan pos duga air di sepanjang Sungai Way Sekampung secara berkala menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang efektif, akurat, dan berkelanjutan. Kegiatan yang dilaksanakan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sekampung ini memanfaatkan teknologi Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) untuk memperoleh data kecepatan aliran dan debit sungai secara presisi. Teknologi tersebut memungkinkan pengukuran kondisi aliran air secara lebih cepat dan akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumber daya air. Keakuratan data hasil kalibrasi memiliki peran penting dalam mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi serta optimalisasi layanan irigasi. Melalui informasi debit air yang akurat dan diperbarui secara berkala, operator dapat mengatur pembukaan maupun penutupan pintu air secara terukur sesuai kondisi di lapangan. Dalam upaya mitigasi banjir, data debit yang akurat membantu memastikan kelancaran pengaliran limpasan air saat terjadi peningkatan debit sungai pada musim hujan. Dengan demikian, risiko genangan dan banjir di wilayah hilir dapat diminimalkan. Sementara itu, pada musim kemarau, hasil kalibrasi menjadi acuan penting untuk menjamin ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian. Distribusi air dapat dilakukan secara tepat waktu, merata, dan berkelanjutan sehingga kebutuhan petani tetap terpenuhi. Komitmen terhadap pemanfaatan teknologi modern dan penyediaan data yang akurat ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional. Serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui layanan irigasi yang lebih optimal, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar daerah aliran sungai.
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih di Kecamatan Panjang Bandar Lampung
Post
30 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih di Kecamatan Panjang Bandar Lampung

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di berbagai wilayah. Kali ini, Tim BBWS Mesuji Sekampung menyalurkan bantuan air bersih di Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, pada Rabu (29/7/2026). Penyaluran bantuan dilakukan di Perumahan Bukit Alam Asri, Jalan Raya Suban dengan jumlah warga sekitar 250 KK yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau. Tim BBWS Mesuji Sekampung menurunkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dan disambut antusias oleh warga yang telah menyiapkan berbagai wadah penampungan, seperti jeriken, tong air, ember, hingga galon isi ulang. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya BBWS Mesuji Sekampung dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan yang sedang terjadi. Sebelumnya, bantuan air bersih juga telah disalurkan di sejumlah lokasi terdampak kekeringan, antara lain Desa Rejo Katon dan Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur. Sebagai langkah antisipasi kekeringan akibat fenomena El Niño, BBWS Mesuji Sekampung telah membentuk Posko Siaga Kekeringan yang siap menerima laporan dan permintaan bantuan dari masyarakat. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau informasi terkait penanganan kekeringan, dapat menghubungi Hotline Posko Siaga Kekeringan BBWS Mesuji Sekampung di nomor 0823-7512-3622 atau 0823-7311-4310. (*)
Baca Selengkapnya
Jaga Keandalan Infrastruktur Sungai, BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Way Ketibung–Way Sulan
Post
28 Juli 2026 Admin

Jaga Keandalan Infrastruktur Sungai, BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Rehabilitasi Tanggul Way Ketibung–Way Sulan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, bersama jajaran SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Mesuji Sekampung kembali melakukan peninjauan lapangan pada pekerjaan rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulan di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Kunjungan yang dilaksanakan pada 28 Juli 2026 ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas, keselamatan kerja, maupun capaian progres di lapangan. Dalam peninjauan tersebut, rombongan BBWS Mesuji Sekampung meninjau sejumlah titik pekerjaan yang saat ini tengah berlangsung. Berbagai kegiatan konstruksi tampak dikerjakan, mulai dari pengerukan dan pembentukan badan tanggul menggunakan alat berat, pembuatan bronjong sebagai penguat lereng, hingga pemasangan cerucuk untuk memperkuat struktur tanggul. Rehabilitasi Tanggul Sungai Way Ketibung–Way Sulan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan keandalan infrastruktur pengendali banjir. Keberadaan tanggul yang lebih kuat dan kokoh diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat, lahan pertanian, serta infrastruktur di kawasan sekitar dari ancaman luapan sungai. Selain mendukung upaya pengurangan risiko bencana, pekerjaan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Lampung Selatan. Pada kesempatan tersebut, Kepala BBWS Mesuji Sekampung memberikan arahan kepada pihak pelaksana pekerjaan agar terus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, baik peralatan maupun tenaga kerja, guna mempercepat progres konstruksi tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga standar pelaksanaan di lapangan sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. (Pan)
Baca Selengkapnya
Antisipasi Kekeringan Lahan, BBWS Mesuji Sekampung Buka Floodway Bendung Gerak Jabung
Post
23 Juli 2026 Admin

Antisipasi Kekeringan Lahan, BBWS Mesuji Sekampung Buka Floodway Bendung Gerak Jabung

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung bergerak cepat menangani dampak kekeringan di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Salah satunya di Daerah Irigasi (DI) Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, yang dilakukan oleh Tim Operasional dan Pemeliharaan (OP) III pada Kamis (23/7/2026). Upaya yang dilakukan berupa pengoperasian Pintu Floodway Nomor 1 dan Pintu Floodway Nomor 2 pada Bendung Gerak Jabung. Kedua pintu dibuka dengan elevasi masing-masing 10 cm sehingga menghasilkan debit aliran sebesar 23,56 meter kubik per detik. Pengaliran air ke bagian hilir Bendung Gerak Jabung menuju Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, mampu mengisi Saluran Floodway Pisang serta mendorong intrusi air laut sehingga berubah menjadi air tawar dengan pH 7. Langkah ini memberikan manfaat bagi areal persawahan seluas 500 hektare. Dengan adanya pengaliran tersebut, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sumber Rezeki di Desa Sukapura dapat memanfaatkan air untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi. Perlu diketahui, pola operasi Bendung Gerak Jabung tidak menjadi satu kesatuan dengan pola operasi Bendungan Margatiga. BBWS Mesuji Sekampung berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan kondisi sumber daya air serta mengoptimalkan pengoperasian bangunan air guna menjamin ketersediaan air bagi kebutuhan irigasi masyarakat.  Melalui koordinasi yang intensif dengan pemerintah daerah, petugas lapangan, dan kelompok petani, BBWS Mesuji Sekampung akan terus mengambil langkah-langkah responsif dalam menghadapi potensi kekeringan sehingga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di wilayah layanan tetap terjaga. Data Teknis Bendung Gerak Jabung 23 Juli 2026:  TMA Genangan : 3,19 m TMA Intake : 0,59 m Total Floodway + Scouring : 23,56 m³/detik Keterangan : Surut Arus Air : Normal. (*) 
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 1.200 KK di Lampung Timur
Post
23 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 1.200 KK di Lampung Timur

Guna mengantisipasi kekeringan akibat dampak fenomena El Nino, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung memperkuat strategi mitigasi guna menjaga ketahanan pangan serta ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Langkah yang mulai digulirkan meliputi optimalisasi infrastruktur penampungan air seperti waduk dan embung, penyaluran bantuan pompa air ke kawasan pertanian yang rawan puso, serta pemetaan rute armada truk tangki untuk menyuplai kebutuhan air bersih ke permukiman warga. Wujud dari langkah tersebut dilakukan oleh BBWS Mesuji Sekampung melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA IV dengan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Lampung Timur, tepatnya di Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara. Di lokasi ini, tim OP SDA IV menyalurkan air bersih kepada sekitar 1.200 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan. Pengiriman dilakukan menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat selama musim kemarau. Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, juga meminta tim yang terjun langsung ke lapangan untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih. Elroy menyebut penyaluran bantuan air bersih ini sebagai wujud komitmen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam mengantisipasi kekurangan air di tengah masyarakat selama musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Melalui upaya ini, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat tetap terpenuhi serta dampak kekeringan dapat diminimalkan hingga kondisi cuaca kembali normal. *
Baca Selengkapnya
Analisis Hidrolika dan Karakteristik Chute Spillway pada Bendungan di Indonesia
Post
23 Juli 2026 Admin

Analisis Hidrolika dan Karakteristik Chute Spillway pada Bendungan di Indonesia

Chute spillway atau bangunan peluncur merupakan jenis pelimpah yang paling banyak digunakan pada bendungan urugan di Indonesia. Struktur ini berfungsi mengalirkan debit banjir secara aman dari waduk menuju sungai di hilir melalui saluran terbuka yang umumnya dibangun pada sisi bukit atau abutmen bendungan. Dengan kondisi curah hujan yang tinggi serta topografi yang beragam, keberadaan chute spillway menjadi komponen vital dalam menjaga keamanan bendungan. Selain mengendalikan muka air waduk saat banjir, struktur ini juga melindungi tubuh bendungan dari risiko limpasan yang dapat menyebabkan kerusakan serius. Mengapa Chute Spillway Banyak Digunakan?Indonesia memiliki banyak bendungan yang dibangun pada wilayah berbukit dan lembah sempit. Kondisi tersebut membuat chute spillway menjadi pilihan yang efektif karena mampu mengalirkan air dalam jumlah besar dengan memanfaatkan kemiringan alami lereng. Air yang melimpas dari waduk akan dipercepat melalui saluran peluncur sebelum akhirnya masuk ke struktur peredam energi dan kembali ke sungai. Sistem ini memungkinkan debit banjir ekstrem dapat dilewatkan tanpa membahayakan konstruksi utama bendungan. Komponen Utama Chute SpillwaySecara umum, chute spillway terdiri atas empat bagian utama yang saling terintegrasi: 1. Struktur Pengatur (Entrance Structure)Bagian ini berfungsi mengontrol debit air yang masuk ke saluran peluncur. Umumnya menggunakan ambang pelimpah tipe ogee weir yang dirancang sesuai kapasitas banjir rencana. 2. Saluran Peluncur (Chute Channel)Merupakan bagian dengan kemiringan curam tempat air mengalami percepatan aliran. Dinding saluran dirancang cukup tinggi untuk mengakomodasi fenomena aerasi yang menyebabkan volume aliran tampak bertambah. 3. Peredam Energi (Energy Dissipator)Karena kecepatan air sangat tinggi, diperlukan struktur peredam energi di bagian hilir. Bentuk yang paling umum digunakan adalah kolam olak (stilling basin) yang berfungsi mengurangi energi kinetik sebelum air kembali ke sungai. 4. Saluran Keluar (Exit Channel)Bagian ini menghubungkan kolam olak dengan alur sungai alami sehingga aliran dapat kembali secara terkendali tanpa menyebabkan gerusan berlebihan. Prinsip Hidrolika pada Chute Spillway Aliran yang terjadi pada saluran peluncur umumnya bersifat superkritis, yaitu kondisi ketika kecepatan aliran lebih besar dibandingkan kecepatan rambat gelombang air.Semakin curam kemiringan saluran, semakin tinggi pula kecepatan aliran yang dihasilkan. Oleh karena itu, desain hidrolika harus memperhitungkan kapasitas saluran, kekasaran permukaan beton, serta stabilitas struktur agar mampu bekerja dengan aman selama umur layanan bendungan. Tantangan Kavitasi Salah satu tantangan utama pada chute spillway adalah kavitasi, yaitu terbentuknya gelembung uap akibat tekanan rendah pada aliran berkecepatan tinggi. Ketika gelembung tersebut pecah di permukaan beton, dapat terjadi kerusakan yang berpotensi mengurangi umur struktur. Risiko kavitasi biasanya meningkat pada kecepatan aliran di atas 20–25 meter per detik. Untuk mengatasinya, banyak bendungan modern menggunakan aerator, yaitu struktur yang memasukkan udara ke dalam aliran sehingga tekanan negatif dapat dikurangi dan permukaan beton lebih terlindungi. Pentingnya Sistem Drainase Selain menghadapi aliran berkecepatan tinggi, chute spillway juga harus mampu mengendalikan tekanan air di bawah lantai beton.Apabila tekanan air tanah meningkat, dapat timbul gaya angkat (uplift pressure) yang berpotensi merusak atau mengangkat lantai saluran. Oleh karena itu, sistem drainase bawah tanah seperti pipa perforasi dan weep hole menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas struktur. Penerapan pada Bendungan di Indonesia Bendungan Batutegi, LampungSebagai bendungan tertinggi di Indonesia dengan ketinggian sekitar 122 meter, Bendungan Batutegi memiliki chute spillway yang dirancang untuk mengalirkan debit banjir dengan energi yang sangat besar. Sistem peredam energinya menggunakan kolam olak yang dilengkapi blok pemecah energi (baffle blocks) sebelum air dialirkan kembali ke Sungai Way Sekampung. Bendungan Jatigede, Jawa BaratBendungan Jatigede menggunakan pelimpah tipe chute dengan pintu pengatur (gated spillway). Struktur ini dilengkapi sistem aerasi untuk mengurangi risiko kavitasi saat menghadapi debit banjir ekstrem. Bendungan Karalloe, Sulawesi SelatanPada Bendungan Karalloe, desain chute spillway disesuaikan dengan kondisi geologi batuan keras. Saluran peluncur dibangun mengikuti profil lereng hasil galian yang diperkuat dengan shotcrete dan sistem angkur guna menjaga stabilitas tebing. Menjaga Keamanan BendunganChute spillway merupakan salah satu elemen paling penting dalam sistem keamanan bendungan. Kinerja struktur ini tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pelimpah, tetapi juga oleh kemampuan mengendalikan kavitasi, mengurangi tekanan air di bawah struktur, serta meredam energi aliran sebelum masuk ke sungai. Dengan perencanaan, konstruksi, dan pemeliharaan yang tepat, chute spillway mampu memastikan bendungan tetap aman dalam menghadapi berbagai kondisi hidrologi, termasuk banjir ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. (Pan)
Baca Selengkapnya
Mengenal Sistem Rumah Robotik untuk Pemantauan Keamanan Bendungan
Post
23 Juli 2026 Admin

Mengenal Sistem Rumah Robotik untuk Pemantauan Keamanan Bendungan

Keamanan bendungan merupakan aspek yang sangat penting dalam pengelolaan sumber daya air dan perlindungan masyarakat di wilayah hilir. Pemantauan kondisi bendungan secara berkala diperlukan untuk memastikan seluruh komponen struktur berfungsi dengan baik dan potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini. Namun, metode pemantauan konvensional sering menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses ke lokasi tertentu, tingginya risiko bagi petugas lapangan, serta keterlambatan dalam memperoleh data. Untuk menjawab tantangan tersebut, berkembang konsep Rumah Robotik (Automated Monitoring Station), yaitu sebuah sistem terintegrasi yang menggabungkan sensor otomatis, teknologi robotik, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna melakukan inspeksi serta pengolahan data secara real-time. Penerapan teknologi ini memungkinkan proses pemantauan menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien, sekaligus meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap berbagai anomali yang berpotensi mengganggu keamanan bendungan. Komponen Teknologi Rumah Robotik Rumah Robotik berfungsi sebagai pusat kendali yang mengintegrasikan berbagai instrumen pemantauan modern. Beberapa komponen utama yang umumnya digunakan antara lain: 1. Sistem Telemetri dan Internet of Things (IoT)Sistem ini mengumpulkan data secara otomatis dari berbagai instrumen pemantauan seperti piezometer digital, inclinometer, dan jointmeter. Seluruh data dikirim secara nirkabel ke pusat kendali untuk dianalisis secara berkelanjutan. 2. Stasiun Drone Otomatis (Docking Station)Fasilitas ini digunakan sebagai tempat pengisian daya, penyimpanan, serta peluncuran drone atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Drone berperan dalam melakukan pemotretan dan pemetaan kondisi permukaan bendungan menggunakan teknologi fotogrametri. 3. Hangar ROV (Remotely Operated Vehicle)ROV merupakan robot bawah air yang digunakan untuk melakukan inspeksi visual pada area yang sulit dijangkau, seperti bagian hulu bendungan, bangunan intake, maupun struktur yang berada di bawah permukaan air. 4. Pusat Komputasi Tepi (Edge Computing)Perangkat ini berfungsi mengolah data mentah dari berbagai sensor menjadi informasi yang lebih mudah dipahami dalam bentuk grafik, visualisasi, maupun laporan otomatis sebelum diteruskan ke pusat kendali utama. Penerapan di Lapangan A. Pemantauan Deformasi dengan Robotic Total Station (RTS)Salah satu aplikasi utama Rumah Robotik adalah penggunaan Robotic Total Station (RTS) yang ditempatkan pada rumah pelindung khusus. Peralatan ini secara otomatis membidik prisma-prisma yang dipasang pada tubuh bendungan untuk mengukur pergeseran struktur hingga tingkat ketelitian milimeter. Melalui sistem ini, perubahan posisi atau deformasi struktur dapat dipantau secara berkala tanpa memerlukan pengukuran manual oleh petugas lapangan. B. Inspeksi Visual Bawah Air Menggunakan ROVPada area waduk yang dalam dan berisiko tinggi bagi penyelam, ROV dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan visual terhadap kondisi struktur bawah air. Robot ini mampu mendeteksi retakan, sedimentasi, kerusakan lapisan pelindung, maupun korosi pada komponen bendungan tanpa perlu mengosongkan waduk (dewatering). C. Analisis Tekanan Air Pori Secara Real-TimeSensor tekanan air pori yang tertanam di dalam fondasi maupun tubuh bendungan akan mengirimkan data secara terus-menerus ke Rumah Robotik. Apabila tekanan melebihi ambang batas yang telah ditentukan, sistem akan secara otomatis mengirimkan peringatan dini kepada operator sehingga tindakan mitigasi dapat segera dilakukan. Manfaat Utama Rumah Robotik Penerapan Rumah Robotik memberikan berbagai manfaat dalam pengelolaan keamanan bendungan, antara lain:• Meningkatkan keselamatan kerja, karena mengurangi kebutuhan petugas untuk memasuki area berisiko tinggi.• Meningkatkan akurasi data, melalui pemantauan otomatis yang berlangsung secara berkesinambungan dan minim kesalahan manusia.• Meningkatkan efisiensi operasional, dengan mengurangi kebutuhan mobilisasi tim inspeksi secara rutin.• Mempercepat respons terhadap potensi bahaya, melalui sistem peringatan dini yang bekerja secara real-time.• Mendukung pengambilan keputusan berbasis data, sehingga pengelolaan bendungan menjadi lebih efektif dan terukur. Kesimpulan Integrasi Rumah Robotik dalam sistem pemantauan bendungan merupakan langkah penting menuju transformasi pengelolaan infrastruktur sumber daya air yang lebih modern dan adaptif. Dengan dukungan sensor otomatis, teknologi robotik, dan kecerdasan buatan, kondisi bendungan dapat dipantau selama 24 jam secara berkelanjutan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Melalui penerapan teknologi ini, potensi risiko kegagalan bendungan dapat diminimalkan sejak dini, sehingga fungsi bendungan sebagai penyedia air irigasi, pengendali banjir, penyedia air baku, dan pendukung ketahanan pangan dapat terus terjaga secara optimal demi kesejahteraan masyarakat. (Pan)  
Baca Selengkapnya
Dukung Swasembada Pangan, BBWS Mesuji Sekampung dan TNI AD Tuntaskan Pembersihan Gulma Way Rarem
Post
23 Juli 2026 Admin

Dukung Swasembada Pangan, BBWS Mesuji Sekampung dan TNI AD Tuntaskan Pembersihan Gulma Way Rarem

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung melaksanakan pembersihan gulma di Waduk Bendungan Way Rarem, Kabupaten Lampung Utara. Dalam mendukung kelancaran kegiatan ini, BBWS Mesuji Sekampung menggandeng TNI Angkatan Darat melalui Kodam XXI/Radin Inten. Pembersihan dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan berkala untuk mengoptimalkan fungsi Bendungan Way Rarem serta menjaga pasokan air bagi lahan pertanian di Lampung Utara dan wilayah sekitarnya. Secara keseluruhan, area gulma yang dibersihkan mencapai 40 hektare dan telah dilakukan sejak awal Juni 2026. Dalam prosesnya, tim lapangan mengoperasikan dua unit excavator amfibi, satu unit excavator long arm, satu unit harvester, serta dua unit dump truck. Gulma yang sudah diangkat dari waduk, kemudian diangkut ke disposal area menggunakan dump truck. TNI Angkatan Darat turut mengerahkan 80 personel yang dibagi ke dalam beberapa tim untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan. Dengan pembersihan gulma ini, Bendungan Way Rarem diharapkan dapat berfungsi lebih optimal dalam menyimpan dan menyalurkan air, serta memastikan pasokan air bagi ribuan hektare lahan pertanian tetap terjaga. Kolaborasi antara BBWS Mesuji Sekampung dan TNI Angkatan Darat ini juga diharapkan turut mendukung peningkatan produktivitas pertanian, kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan swasembada pangan nasional. (Pan) 
Baca Selengkapnya
BBWS Mesuji Sekampung Hadiri Pengambilan Sumpah/Janji PNS dan Pelantikan Pejabat Fungsional Ditjen SDA
Post
23 Juli 2026 Admin

BBWS Mesuji Sekampung Hadiri Pengambilan Sumpah/Janji PNS dan Pelantikan Pejabat Fungsional Ditjen SDA

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum menggelar kegiatan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024 serta Pelantikan Pejabat Fungsional Tertentu pada Rabu, 22 Juli 2026. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji dilaksanakan di Gedung Ditjen SDA, Jakarta, sementara peserta dari berbagai provinsi mengikuti kegiatan secara daring melalui video conference. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh PNS di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung. Secara keseluruhan, sebanyak 160 peserta mengikuti kegiatan secara luring di Jakarta, sedangkan peserta lainnya mengikuti rangkaian acara secara daring dari kantor masing-masing. Dari BBWS Mesuji Sekampung, sebanyak 12 PNS turut mengikuti kegiatan tersebut. Delapan orang di antaranya merupakan PNS yang resmi dilantik dari formasi seleksi tahun 2024. Pengambilan sumpah/janji PNS merupakan bagian penting dalam pembentukan aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab. Melalui momentum ini, para PNS Ditjen SDA diharapkan dapat menjalankan tugas dan amanah dengan penuh dedikasi, serta memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan bagi masyarakat. (Pan)  
Baca Selengkapnya
Hadapi Musim Kemarau, BBWS Mesuji Sekampung Aktifkan Sejumlah Sumur JIAT di Lampung
Post
22 Juli 2026 Admin

Hadapi Musim Kemarau, BBWS Mesuji Sekampung Aktifkan Sejumlah Sumur JIAT di Lampung

Tim Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) II BBWS Mesuji Sekampung melakukan berbagai upaya penanganan kekeringan di sejumlah wilayah Provinsi Lampung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian, agar musim tanam tetap berjalan optimal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoperasikan sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Pringsewu dan Lampung Selatan. Berdasarkan data OP SDA II, di Kabupaten Pringsewu terdapat dua sumur JIAT yang diaktifkan, yaitu Sumur SBE.36 di Kecamatan Pardasuka dengan debit 22,11 liter per detik serta Sumur SBP.109 di Kecamatan Pardasuka dengan debit 22,63 liter per detik. Kedua sumur tersebut mampu memberikan layanan irigasi bagi sekitar 300 hektare lahan pertanian. Sementara di Lampung Selatan, sumur yang dioperasikan sama-sama berada di Kecamatan Natar yaitu Sumur SBP.175 (debit 29 liter per detik) dan Sumur SBP.93 (debit mencapai 83,36 liter per detik). Kedua sumur ini memberikan layanan irigasi untuk sekitar 400 hektare lahan pertanian. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP SDA II BBWS Mesuji Sekampung, MF. Nur Yuniar, mengatakan bahwa pengoperasian kembali sumur JIAT menjadi salah satu langkah strategis untuk membantu Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) menghadapi musim kemarau serta mendukung pelaksanaan Musim Tanam II (MT II) Tahun 2026. “Langkah penyediaan air ini merupakan bagian dari upaya kami dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional,” ujarnya, Selasa (21/7/2026). Ia menjelaskan, menghadapi musim kemarau tahun ini, Tim OP SDA II secara berkala mengaktifkan kembali sumur-sumur JIAT yang tersebar di wilayah Lampung agar dapat beroperasi secara optimal. “Sumur-sumur JIAT difungsikan kembali untuk mendukung kebutuhan air irigasi pada MT II. Harapannya, upaya ini dapat membantu para petani menjaga produktivitas pertanian di tengah musim kemarau,” pungkasnya. (*)  
Baca Selengkapnya
Pemeliharaan Berkala Daerah Iigasi Jabung Lampung Timur Rampung 100 Persen
Post
21 Juli 2026 Admin

Pemeliharaan Berkala Daerah Iigasi Jabung Lampung Timur Rampung 100 Persen

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung telah menyelesaikan kegiatan pemeliharaan berkala di Daerah Irigasi (DI) Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan tahun anggaran 2026 ini dilakukan untuk menjaga kinerja jaringan irigasi agar tetap optimal dalam melayani kebutuhan air bagi lahan pertanian. Pemeliharaan dilaksanakan melalui pengangkatan sedimen pada saluran SPP BJA 0 hingga BJA 6 menggunakan excavator long arm. Pekerjaan ini bertujuan untuk menjaga kapasitas saluran serta memastikan aliran air tetap lancar menuju area layanan irigasi. Hingga saat ini, progres pelaksanaan kegiatan telah mencapai 100 persen dengan total panjang penanganan sepanjang 10.400 meter. Dengan berkurangnya sedimentasi di saluran, distribusi air irigasi diharapkan menjadi lebih efektif dan merata, terutama dalam mendukung produktivitas pertanian di wilayah Lampung Timur. Kegiatan pemeliharaan berkala ini merupakan bagian dari komitmen BBWS Mesuji Sekampung dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur sumber daya air. Melalui pemeliharaan yang rutin dan berkesinambungan, fungsi layanan irigasi dapat terus berjalan secara optimal, sehingga mendukung peningkatan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional. (Pan)
Baca Selengkapnya