Perbaikan saluran irigasi gantung di Daerah Irigasi Rawajitu, Kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang, telah rampung 100 persen di awal Juni 2026.
Setelah proses perbaikan yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan, seluruh titik saluran yang mengalami kerusakan berhasil diperbaiki dan kini kembali berfungsi optimal dalam mengalirkan air ke area pertanian.
Dari data BBWS Mesuji Sekampung, total panjang saluran yang telah ditangani mencapai 3.410 meter. Terdiri dari 2.998 meter pekerjaan perapian dan 412 meter pekerjaan perbaikan konstruksi.
Untuk mempercepat proses pengerjaan, Tim BBWS Mesuji Sekampung membagi pekerjaan ke dalam lima zona yang dikerjakan secara bersamaan.
Guna memastikan seluruh saluran berfungsi dengan baik, tim teknis juga telah melakukan uji aliran atau running test pada setiap zona.
Hasilnya, air dari rumah pompa dapat mengalir dengan debit yang besar hingga ke area persawahan warga, sehingga siap dimanfaatkan oleh para petani untuk mendukung aktivitas pertanian.
Di sisi lain, Tim Operasi dan Pemeliharaan BBWS Mesuji Sekampung juga telah merampungkan pekerjaan normalisasi Saluran Pembuangan Primer atau SPP IPIL Rawajitu yang menjadi sumber pasokan air bagi saluran irigasi gantung.
Pekerjaan normalisasi tersebut mencapai 10,2 kilometer yang berada di tiga desa, yakni Desa Wono Agung dan Desa Bumi Ratu di Kabupaten Tulang Bawang, serta Desa Bandar Anom di Kabupaten Mesuji.
Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari mengatakan rampungnya perbaikan ini menjadi wujud komitmen Kementerian Pekerjaan Umum khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui BBWS Mesuji Sekampung dalam menjaga kelancaran sistem irigasi bagi para petani di Kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang.
“Dengan kembali berfungsinya saluran irigasi secara optimal, produktivitas pertanian diharapkan terus meningkat dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Rampungnya perbaikan irigasi gantung ini mendapat respons positif dari warga dan petani di Rawajitu. Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sukatani, Suwarno, mengatakan bahwa keluhan masyarakat terkait kerusakan irigasi tersebut mendapat perhatian langsung dari BBWS Mesuji Sekampung.
“Sebelumnya ada beberapa titik yang kondisinya rusak. Hal ini mendorong BBWS untuk segera memperbaiki bagian-bagian yang bocor. Kemarin saat uji coba di titik T15, ada dua jalur yang dialiri air dan alirannya sudah sampai ke ujung saluran irigasi,” kata Suwarno.
Hal senada disampaikan Ketua P3A Tirta Lancar, Misranto. Ia berharap rampungnya perbaikan irigasi ini dapat memberikan manfaat bagi para petani dalam mengelola kebutuhan air sawah sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
“Alhamdulillah perbaikannya sudah rampung. Harapan kami, saluran beton ini dapat bermanfaat bagi para petani sehingga aliran air menjadi lebih lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Rawajitu Selatan, Sugianto, mengatakan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang sangat mengapresiasi pelaksanaan program perbaikan irigasi gantung di wilayah Rawajitu.
Menurutnya, program tersebut sangat penting karena air merupakan sumber kehidupan, terutama bagi petani dalam mengelola lahan pertanian dan meningkatkan hasil panen.
Namun, ia juga berpesan agar saluran yang telah diperbaiki dapat dijaga dan dipelihara bersama sehingga infrastruktur tersebut tetap berfungsi dengan baik dalam jangka waktu yang panjang.
“Kebutuhan air sangat penting bagi para petani. Karena itu, bangunan yang sudah diperbaiki ini harus dipelihara dan dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang lama,” tandasnya. (Pan)
23 Juni 2026 Selengkapnya



