Demak - Upaya percepatan penanganan tanggul jebol Sungai Tuntang di Kabupaten Demak terus dilakukan secara intensif. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktur Operasi dan Pemeliharaan beserta jajaran turut meninjau dan mengawal langsung penanganan di lokasi pada 6 April 2026, guna memastikan proses berjalan optimal. Peninjauan ini juga didampingi oleh jajaran BBWS Pemali Juana, meliputi Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan, Kepala Satuan Kerja OP, serta PPK OP 4.
Penanganan difokuskan pada tiga titik terdampak, yakni Desa Sidoharjo, Solondoko, dan Solowire. Di lapangan, panjang jebolan mencapai hingga 40 meter dengan tinggi mencapai 7,4 meter. Material dikerahkan, mulai dari jumbo bag, bambu, glugu, hingga sesek, serta dukungan alat berat di setiap titik berupa 2 ekskavator dan 1 dozer. Proses penanganan dilakukan bertahap, dimulai pada 6 April untuk penutupan tanggul dan dilanjutkan 7 April dengan perkuatan menggunakan pancang bambu dan glugu. “Tiga hari ini penutupan. Target kita besok selesai, malam ini kita lembur untuk menutup tanggul jebol,” ujar Heri, PPK OP 4 BBWS Pemali Juana. Ia menambahkan, setelah penutupan selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan perkuatan struktur tanggul menggunakan material bambu dan glugu.
“Besok kita mulai perkuatan dengan pancang glugu dan bambu. Untuk masing-masing titik dikerahkan dua alat ekskavator dan satu buldozer, dengan total tiga titik penanganan,” jelasnya. Lebih lanjut, Heri menyampaikan bahwa langkah ke depan tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga perencanaan penanganan permanen melalui pemetaan titik-titik kritis. “Kami akan melakukan walkthrough bersama untuk memetakan titik kritis sebagai dasar penanganan selanjutnya, baik darurat maupun permanen,” tambahnya.
Seluruh upaya ini diharapkan dapat segera menutup tanggul secara optimal, mengurangi risiko banjir, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah terdampak.
08 April 2026 Selengkapnya

.jpeg)










