Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

© 2026 Balai Besar Wilayah Sungai Pemali - Juana.

Berita Terkini & Pengumuman

Berita Terkini & Pengumuman
Penanganan Darurat Bendung Karet Welahan Bum - Mencegah Intrusi Air Laut
Penanganan Darurat Bendung Karet Welahan Bum - Mencegah Intrusi Air Laut

Jepara - Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana melaksanakan penanganan darurat di Bendung Karet Welahan Bum, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, selama proses rehabilitasi bendung karet berlangsung.

Penanganan dilakukan dengan membangun bendung sementara menggunakan sandbag pada tubuh bendung untuk mencegah intrusi air laut ke saluran air tawar. Langkah ini diperlukan agar air asin tidak masuk ke saluran irigasi sehingga elevasi dan kualitas air tetap terjaga serta kebutuhan air bagi masyarakat dan layanan irigasi tetap dapat dipenuhi selama pekerjaan perbaikan berlangsung.

Penanganan darurat dilaksanakan oleh Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA BBWS Pemali Juana dengan menyiagakan personel, dump truck, material sandbag, serta bronjong pasir yang diisi tanah sebagai sekat sementara. Kegiatan tersebut juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Jepara melalui penyediaan excavator PC45 untuk mempercepat proses pemasangan. Melalui kolaborasi ini, fungsi Bendung Karet Welahan diupayakan tetap berjalan optimal sehingga pelayanan sumber daya air kepada masyarakat tetap terjaga hingga rehabilitasi bendung selesai dilaksanakan.

Diharapkan proses perbaikan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai rencana sehingga bendung dapat kembali beroperasi secara optimal. Mari bersama menjaga infrastruktur sumber daya air dengan tidak merusak fasilitas yang ada serta mendukung setiap upaya pelestarian sumber daya air demi keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.

20 Juli 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Air Bersih Hadir untuk Masyarakat Terdampak Kekeringan
Air Bersih Hadir untuk Masyarakat Terdampak Kekeringan

KUDUS - Memasuki musim kemarau Tahun 2026, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi dampak kekeringan. Berdasarkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan hasil pemetaan potensi kekeringan di Wilayah Sungai Jratunseluna, sejumlah daerah dipantau secara intensif sebagai dasar pelaksanaan langkah antisipatif dan penanganan di lapangan.
Selain mengoptimalkan penggunaan air di Waduk dan embung yang ada di wilayah kab. kudus untuk pemenuhan kebutuhan akan air irigasi dan air baku, BBWS Pemali Juana berkoordinasi dengan bpbd kab kudus menyiapkan langkah distribusi bantuan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai tindak lanjut, BBWS Pemali Juana melalui Satker OPSDA menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter kepada masyarakat Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus pada Jumat (17/7). Air bersih didistribusikan menggunakan mobil tangki dan disalurkan langsung kepada warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi distribusi awal penanganan kekeringan di wilayah kerja BBWS Pemali Juana dan akan dilaksanakan secara bertahap pada wilayah terdampak lainnya, sesuai hasil pemantauan lapangan, peta potensi kekeringan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah.

Melalui langkah ini, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih tetap terpenuhi selama musim kemarau. Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak, menjaga kebersihan sumber-sumber air, serta melaporkan apabila terjadi kesulitan akses air bersih kepada pemerintah desa atau instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Bersama, mari menjaga sumber daya air untuk mewujudkan ketahanan air yang berkelanjutan.

18 Juli 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Penanganan Sedimen Sungai Kanal Banjir Timur Ruas  Citarum Kaligawe
Penanganan Sedimen Sungai Kanal Banjir Timur Ruas Citarum Kaligawe

Semarang - Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana melaksanakan pemeliharaan rutin berupa penanganan sedimen di Sungai Kanal Banjir Timur, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Pekerjaan dilakukan pada dua segmen, yaitu Jembatan Citarum–Pasar Waru sepanjang ±1 kilometer dan Jembatan Pasar Waru–Jembatan Kaligawe sepanjang ±600 meter, dengan memanfaatkan long arm excavator dan short arm excavator agar proses pengerukan berlangsung lebih efektif dan efisien.

Melalui kegiatan ini, kapasitas aliran Sungai Kanal Banjir Timur diharapkan tetap terjaga sehingga mampu mengoptimalkan fungsi pengendalian banjir, terutama saat curah hujan tinggi.

BBWS Pemali Juana juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah maupun limbah ke aliran sungai demi mewujudkan sungai yang bersih, sehat, dan berfungsi optimal.

18 Juli 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Respon Cepat BBWS Pemali Juana dan Pemkot Semarang Tangani Rob Tambaklorok Semarang
Respon Cepat BBWS Pemali Juana dan Pemkot Semarang Tangani Rob Tambaklorok Semarang

Semarang - Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana bersama Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat merespons genangan rob di Kawasan Tambak Lorok, Kota Semarang yang dipicu oleh rembesan air laut pada sejumlah titik tanggul serta genangan yang dipengaruhi kondisi saluran drainase. Melalui rapat koordinasi yang dilaksanakan pada 14 Juli 2026, disepakati langkah penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang sesuai kewenangan masing-masing instansi sebagai upaya mengurangi dampak rob dan melindungi kawasan permukiman.

Pada penanganan jangka pendek, BBWS Pemali Juana melaksanakan penyediaan 2 unit mobile pump berkapasitas 500 liter per detik, pemasangan sandbag (geobag) yang mulai dilaksanakan pada 15 Juli 2026 sebagai penanganan rembesan air laut, serta pengukuran elevasi saluran drainase. Sementara itu, Pemerintah Kota Semarang melaksanakan pengerukan sedimen saluran drainase, pembangunan inlet drain, pembuatan cross drain pada titik terkendala, serta penanganan bangunan yang menghambat aliran drainase guna mempercepat surutnya genangan. Penanganan jangka menengah berupa peningkatan jalan lingkungan di RW 13 dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Semarang, sedangkan penanganan jangka panjang berupa kajian teknis dan penyusunan program pengendalian rob menjadi bagian dari tindak lanjut BBWS Pemali Juana.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Pemali Juana, petugas operasi dan pemeliharaan, serta perwakilan Pemerintah Kota Semarang. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan dan pembagian tugas sesuai kewenangan, penanganan rob di Tambak Lorok diharapkan mampu mengurangi risiko genangan serta memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi kawasan permukiman pesisir.

16 Juli 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Pembangunan Embung Kaliombo Memasuki Tahap Pemasangan Tulangan Spilway
Pembangunan Embung Kaliombo Memasuki Tahap Pemasangan Tulangan Spilway

Rembang - Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana terus mengoptimalkan pelaksanaan pembangunan Embung Kaliombo di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang sebagai bagian dari upaya peningkatan ketersediaan air baku dan konservasi sumber daya air di wilayah tersebut.

Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahapan pemasangan besi tulangan pada struktur spillway sebagai salah satu komponen utama embung yang berfungsi mengendalikan aliran limpasan secara aman.

Pekerjaan ini dilaksanakan secara bertahap dengan tetap mengedepankan mutu konstruksi, ketepatan pelaksanaan, dan aspek keselamatan kerja agar hasil pembangunan dapat berfungsi secara optimal.

Melalui pembangunan embung ini, diharapkan ketersediaan air dapat lebih terjaga, terutama pada musim kemarau, sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat dan meningkatkan ketahanan sumber daya air di Kabupaten Rembang.

16 Juli 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Rumah Pompa Gebangsari Hampir Rampung, Perkuat Pengendalian Banjir Tenggang–Sringin
Rumah Pompa Gebangsari Hampir Rampung, Perkuat Pengendalian Banjir Tenggang–Sringin

Semarang - Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terus melanjutkan pembangunan Rumah Pompa Gebangsari sebagai bagian dari Sistem Pengendalian Banjir Tenggang–Sringin Tahap I Paket II. Hingga saat ini, progres fisik pekerjaan telah mencapai 98,56 persen dan memasuki tahap penyelesaian akhir. Bangunan utama beserta fasilitas pendukung telah selesai dibangun, termasuk ruang pompa, ruang panel, ruang genset, serta ruang cubicle dan trafo yang akan menjadi pusat operasional sistem pemompaan dan penyediaan tenaga listrik.

Seiring penyelesaian bangunan utama, pekerjaan pada area luar masih terus berlangsung, meliputi pembangunan pagar kawasan, pos jaga, musala, dan rumah jaga sebagai fasilitas pendukung operasional serta pengamanan infrastruktur. Rumah Pompa Gebangsari dilengkapi tiga unit pompa dengan kapasitas masing-masing 2.000 liter per detik untuk mendukung pengendalian banjir secara optimal. Seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan konstruksi, pengendalian mutu, serta kepatuhan terhadap spesifikasi teknis.

Setelah seluruh pekerjaan selesai dan rumah pompa mulai beroperasi, infrastruktur ini diharapkan mampu memberikan perlindungan terhadap kawasan dari risiko banjir. Kehadiran Rumah Pompa Gebangsari menjadi salah satu upaya Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana dalam memperkuat sistem pengendalian banjir, sehingga masyarakat dapat merasakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan produktif.

14 Juli 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Kementerian PU melalui BBWS Pemali Juana Kelola 20 Bendungan untuk Dukung Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional
Kementerian PU melalui BBWS Pemali Juana Kelola 20 Bendungan untuk Dukung Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional

semarang - Sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mengelola 20 bendungan yang tersebar di Wilayah Sungai Pemali Comal dan Wilayah Sungai Jratun Seluna. Bendungan-bendungan tersebut berperan penting sebagai cadangan air di musim kemarau untuk menjamin keberlanjutan irigasi, sekaligus mendukung penyediaan air baku, pengendalian banjir, dan pembangkit energi.

Beberapa bendungan memiliki peran strategis dengan kapasitas tampung yang besar, di antaranya Bendungan Kedung Ombo di Kabupaten Grobogan dengan volume tampung 938,496 juta m³ yang melayani irigasi dan lahan pertanian, penyediaan air baku, pembangkit listrik tenaga air, serta pengendalian banjir. Selain itu, Bendungan Cacaban di Kabupaten Tegal memiliki volume tampung 65,817 juta m³ untuk mengairi sekitar 17.481 hektare lahan, sedangkan Bendungan Logung di Kabupaten Kudus berkapasitas 20,150 juta m³ yang mendukung irigasi, penyediaan air baku, pembangkit listrik, dan pengendalian banjir.

Ke depan, penguatan ketahanan air juga didukung melalui pembangunan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang yang ditargetkan rampung pada tahun 2026 dengan kapasitas tampung sekitar 110 juta m³. Bendungan ini dirancang untuk mengairi lahan pertanian di Kabupaten Demak, Grobogan, dan Semarang, meningkatkan indeks pertanaman hingga 300 persen, serta mendukung penyediaan air baku dan pengendalian banjir.

Melalui pengelolaan bendungan yang berkelanjutan, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana terus berkomitmen memperkuat ketahanan sumber daya air sebagai fondasi dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

14 Juli 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Penguatan Tanggul Sungai Tuntang Untuk mengurangi Risiko Limpasan Banjir di Desa Trimulyo
Penguatan Tanggul Sungai Tuntang Untuk mengurangi Risiko Limpasan Banjir di Desa Trimulyo

Demak - Sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di Sungai Tuntang, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana melaksanakan pekerjaan peninggian tanggul sepanjang ±4 kilometer di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak.

Pekerjaan ini dilakukan karena pada beberapa kejadian banjir sebelumnya, tinggi tanggul di ruas tersebut belum mampu menahan kenaikan muka air sungai sehingga air sempat melimpas ke wilayah sekitar. Melalui peninggian elevasi tanggul, kapasitas perlindungan terhadap potensi limpasan diharapkan semakin meningkat, terutama saat debit Sungai Tuntang naik pada musim hujan.

Dengan tanggul yang lebih tinggi, risiko genangan pada permukiman dan lahan pertanian di sekitar sungai diharapkan dapat diminimalkan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen BBWS Pemali Juana dalam memperkuat perlindungan kawasan dari risiko banjir.

Keandalan tanggul tidak hanya bergantung pada pembangunan, tetapi juga pada kepedulian bersama. Mari menjaga sungai dan tanggul dengan tidak membuang sampah, tidak merusak bangunan tanggul, serta segera melaporkan apabila ditemukan kerusakan atau potensi longsoran.

13 Juli 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
BBWS Pemali Juana terus melanjutkan pekerjaan peninggian tanggul Sungai Tuntang
BBWS Pemali Juana terus melanjutkan pekerjaan peninggian tanggul Sungai Tuntang

Demak - Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana terus melanjutkan pekerjaan peninggian tanggul Sungai Tuntang di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Pekerjaan dimulai dari kawasan Jembatan Gubug dan dilaksanakan sepanjang kurang lebih 3 kilometer sebagai upaya meningkatkan perlindungan wilayah terhadap potensi banjir.

Ruas tanggul ini termasuk kategori tanggul rendah sehingga pada banjir sebelumnya air Sungai Tuntang sempat melimpas melewati tanggul dan berpotensi menggenangi wilayah sekitar. Melalui pekerjaan peninggian tanggul, kapasitas perlindungan terhadap luapan sungai diharapkan semakin meningkat sehingga risiko limpasan saat debit sungai naik dapat diminimalkan.

Selain mendukung pelaksanaan pekerjaan, masyarakat juga diimbau untuk turut menjaga fungsi tanggul dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun melakukan aktivitas yang dapat merusak konstruksi tanggul. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga infrastruktur sumber daya air agar tetap berfungsi optimal demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

12 Juli 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Koordinasi Pengendaliaan Banjir Sungai Silandak dan Perizinan Jembatan POJ City Semarang
Koordinasi Pengendaliaan Banjir Sungai Silandak dan Perizinan Jembatan POJ City Semarang

Semarang - Dalam rangka mendukung penyusunan desain dan pelaksanaan konstruksi Kegiatan Pengendalian Banjir Sungai Silandak pada Program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP), telah dilaksanakan rapat koordinasi pada Rabu, 8 Juli 2026, di Ruang Rapat Kedungombo, Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Kegiatan rapat koordinasi ini dihadiri oleh PPK Perancanaan dan Program BBWS Pemali Juana selaku Pemimpin rapat, PPK Sungai dan Pantai I, perwakilan PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA III, beserta jajaran terkait. Turut hadir perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Semarang, Kantor Pertanahan Kota Semarang, Lanumad Ahmad Yani (TNI Angkatan Darat), PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, serta Pearl of Java (POJ) City Semarang.

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan untuk memperoleh informasi mengenai status kepemilikan lahan pada kawasan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, kawasan Pearl of Java (POJ) City Semarang, serta Lanumad Ahmad Yani sebagai bagian dari tahapan perencanaan pengendalian banjir Sungai Silandak. Selain itu, turut dibahas status perizinan jembatan Pearl of Java (POJ) City Semarang yang melintasi Sungai Siangker guna mendukung kelancaran pelaksanaan konstruksi pada program NUFReP.

Melalui koordinasi ini diharapkan diperoleh kesamaan pemahaman mengenai aspek status lahan dan perizinan yang diperlukan sehingga proses perencanaan maupun pelaksanaan Kegiatan Pengendalian Banjir Sungai Silandak dapat berjalan secara efektif, terkoordinasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam mendukung pengurangan risiko banjir di Kota Semarang.

 

10 Juli 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pekerjaan Tenggang–Sringin
Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pekerjaan Tenggang–Sringin

Semarang - Dalam rangka mendukung pelaksanaan penanganan Sungai Babon, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pekerjaan Tenggang–Sringin pada hari Senin, 6 Juli 2026, bertempat di Direksi Keet Lapangan Paket Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1A, Tambakrejo, Kota Semarang. Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang diwakili oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai I dan PPK Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OPSDA) III, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta, Satuan Kerja Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak, serta instansi dan pihak terkait lainnya.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas hasil monitoring pergeseran struktur slab on pile pada Jembatan Kali Tenggang eksisting serta sebagai forum koordinasi untuk menyelaraskan pelaksanaan pekerjaan yang beririsan dengan penanganan Sungai Babon dan kawasan Tenggang–Sringin. Dalam pertemuan tersebut, para pihak membahas kondisi eksisting di lapangan, potensi dampak terhadap pelaksanaan konstruksi, serta langkah-langkah penanganan yang perlu dilakukan guna menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan kewenangan masing-masing instansi.

Melalui koordinasi lintas instansi ini diharapkan terwujud sinergi yang semakin kuat dalam mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan, sehingga penanganan Sungai Babon dan kawasan Tenggang–Sringin dapat dilaksanakan secara terpadu, efektif, dan tepat sasaran, serta mendukung keberlanjutan infrastruktur sumber daya air dan konektivitas jaringan transportasi di wilayah Kota Semarang.

09 Juli 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Pemasangan Bronjong Pasir Perkuat Tanggul Sungai Widodaren
Pemasangan Bronjong Pasir Perkuat Tanggul Sungai Widodaren

Grobogan - Sebagai upaya menjaga keandalan infrastruktur sumber daya air, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah melaksanakan pemasangan bronjong pada tanggul sleding Sungai Widodaren di Desa Ketitangwetan.

Pekerjaan ini dilaksanakan pada 3 titik lokasi dengan total panjang 76 meter dan didukung 1 unit excavator. Pemasangan bronjong bertujuan memperkuat tanggul, mengurangi risiko gerusan yang dapat memicu longsor, serta melindungi lahan dan infrastruktur di sekitar sungai agar tetap aman dan berfungsi optimal.

Melalui penanganan ini, diharapkan kondisi tanggul Sungai Widodaren semakin stabil sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat berupa meningkatnya rasa aman dan terjaganya fungsi sungai secara berkelanjutan. Masyarakat juga dihimbau untuuk menjaga sungai dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai serta turut memelihara infrastruktur yang telah dibangun.

07 Juli 2026 Selengkapnya