Tegal - Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana terus mengoptimalkan penanganan kerusakan Bendung Cipero (S.Rambut), Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal. Pekerjaan dimulai sejak 14 April 2026 dengan pembuatan tanggul pengelak sepanjang 120 meter menggunakan kombinasi Geobox, Jumbo bag, geotextile dan batu boulder serta diperkuat dengan cerucuk bambu untuk perkuatan tanggul. Batu boulder digunakan sebagai pelindung tanggul agar tidak tergerus aliran sungai. Tujuan pembuatan tanggul pengelak ini dilakukan sebagai tanggul darurat bencana yang berfungsi untuk membendung air dan mengarahkan air supaya bisa masuk ke saluran irigasi sehingga tidak mengganggu masa tanam di Daerah Irigasi Cipero.
Pengangkatan sedimentasi pada kantong lumpur sepanjang ±450 meter juga terus dilakukan untuk memperlancar aliran air dan menambah debit air sehingga debit air yang masuk ke saluran induk Rambut Daerah Irigasi Cipero bisa lancar tanpa kendala. Penanganan ini merupakan kolaborasi dengan Dinas PUPR Jateng melalui Kegiatan TPOP Balai PSDA Pemali Comal, didukung 2 alat berat excavator PC 200 dan Dump truck serta 3 alat berat berupa excavator dari BBWS Pemali Juana.
Saluran Induk/Primer Rambut dengan panjang ±14 km ini digunakan untuk mengaliri 4 saluran sekunder, yaitu Warureja, Suradadi, Taban, dan Dukuhrandu, dengan cakupan layanan 7.640 hektar. BBWS Pemali Juana terus berkomitmen menjaga fungsi jaringan irigasi tetap optimal serta memastikan ketersediaan air bagi pertanian masyarakat.
27 April 2026 Selengkapnya

















