Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

© 2026 Balai Besar Wilayah Sungai Pemali - Juana.

Berita Terkini & Pengumuman

Berita Terkini & Pengumuman
 5th Implementation Support Mission National Urban Flood Resilience Project (NUFReP)
5th Implementation Support Mission National Urban Flood Resilience Project (NUFReP)

Semarang - Dalam rangka pelaksanaan 5th Implementation Support Mission National Urban Flood Resilience Project (NUFReP), pada 15–16 April 2026, Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana menerima kunjungan serta melaksanakan rangkaian kegiatan bersama Bappeda, Dinas PUPR Kota Semarang, Tim Konsultan, dan Tim World Bank di Kota Semarang.

Kegiatan ini meliputi diskusi terkait status implementasi program, kesiapan subproyek, koordinasi kebijakan, serta rencana kerja ke depan, termasuk progres pengadaan tanah, pemukiman kembali, dan berbagai isu strategis.

Sebagai bagian dari evaluasi, BBWS Pemali Juana mendampingi kunjungan lapangan ke sistem pengendalian banjir Tenggang–Sringin Paket I–III untuk memastikan progres, kualitas konstruksi, dan kesesuaian pelaksanaan dengan perencanaan teknis.

Diskusi teknis juga dilakukan guna mengidentifikasi kendala dan merumuskan tindak lanjut, termasuk penentuan prioritas Nature-Based Solutions, penyesuaian lingkup pekerjaan, serta pemenuhan aspek lingkungan dan sosial.

BBWS Pemali Juana berkomitmen memastikan setiap tahapan program berjalan efektif dan terarah. Melalui kegiatan ini, diharapkan koordinasi antar pemangku kepentingan semakin kuat, sehingga pelaksanaan NUFReP lebih optimal dalam mendukung pengendalian banjir yang efektif dan berkelanjutan di Kota Semarang.

21 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Penanganan Darurat Bendung Danawarih dan Bendung Cipero di Kab. tegal
Penanganan Darurat Bendung Danawarih dan Bendung Cipero di Kab. tegal

Tegal - (14/4/2026) Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana beserta jajaran dari bidang terkait meninjau infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Tegal, yakni Bendung Danawarih, Kecamatan Balapulang dan Bendung Cipero, Kecamatan Warureja. Kegiatan ini merupakan dukungan terhadap Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 dalam percepatan pembangunan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi guna mendukung swasembada pangan dan kesiapan menghadapi musim kemarau.

Di Bendung Danawarih, kerusakan pada mercu bendung menyebabkan aliran air tidak bisa mengalir ke pintu intake utama sebagaimana seharusnya, sehingga berpotensi mengurangi efektivitas distribusi air irigasi. Untuk itu, dilakukan penanganan darurat berupa pembuatan saluran pengarah untuk mengarahkan aliran air agar dapat masuk ke intake Sunyoto secara optimal. Upaya ini menjaga layanan irigasi DI Gung seluas 6.632 hektare di enam kecamatan agar tetap mendukung masa tanam kedua.

Koordinator GP3A DI Gung, M. Angger Selamet, menyampaikan apresiasi atas penanganan yang dilakukan. Ia menjelaskan bahwa aliran air kini sudah dapat menjangkau wilayah hilir hingga Kemantren Dukuhwaru dengan cakupan sekitar 1.725 hektar.

Peninjauan juga dilanjutkan ke Bendung Cipero yang melayani DI Rambut seluas 7.634 hektare di Kecamatan Warureja dan Suradadi. Penanganan terus dilakukan oleh tim operasi dan pemeliharaan BBWS Pemali Juana guna memastikan layanan air irigasi tetap optimal.

BBWS Pemali Juana terus berkomitmen menjaga keandalan jaringan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui upaya penanganan dan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan distribusi air dapat semakin optimal sehingga musim tanam dapat berlangsung lebih baik dan produktivitas pertanian tetap terjaga.

17 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Kolaborasi Penanganan Pasca Bencana Banjir - Pembersihan Sampah Sungai Setro Desa Terban
Kolaborasi Penanganan Pasca Bencana Banjir - Pembersihan Sampah Sungai Setro Desa Terban

Kudus - BBWS Pemali Juana melalui Satker Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OPSDA) melakukan langkah cepat dalam menindaklanjuti kejadian banjir di Sungai Setro, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, pada Minggu, 12 April 2026.

Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan peningkatan debit air serta sumbatan sampah dan material kayu di bawah jembatan, sehingga air meluap ke ruas Jalan Pantura Kudus–Pati dan berdampak pada permukiman serta area persawahan.

Sebagai bagian dari upaya tanggap darurat, dilakukan monitoring lapangan, koordinasi lintas instansi, serta pembersihan sampah secara manual. Kegiatan ini diperkuat melalui rapat koordinasi teknis dan dilanjutkan dengan aksi pembersihan pada 13 April 2026 sebagai upaya pemulihan kondisi sungai. Penanganan ini merupakan hasil kolaborasi antara BBWS Pemali Juana, BPBD Kabupaten Kudus, Dinas PUPR Kabupaten Kudus, BPJN Wilayah Pati, PSDA Seluna, serta Pemerintah Desa Terban.

Penguatan kolaborasi dan kewaspadaan bersama menjadi kunci dalam menjaga fungsi sungai tetap optimal serta meminimalkan risiko banjir. Ke depan, diharapkan seluruh lapisan masyarakat juga turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kelangsungan fungsi sungai, salah satunya dengan tidak membuang sampah dalam bentuk apa pun ke dalam aliran sungai.

13 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Review Design Rehabilitasi DI. Comal - Maksimalkan Fungsi Irigasi dan Produktivitas Pertanian
Review Design Rehabilitasi DI. Comal - Maksimalkan Fungsi Irigasi dan Produktivitas Pertanian

Pemalang - Dalam rangka meningkatkan kinerja layanan irigasi, BBWS Pemali Juana melalui PPK Perencanaan dan Program dibawah Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air, melaksanakan review dan survey desain rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Comal, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang.

DI Comal merupakan daerah irigasi kewenangan pusat dengan luas layanan 8.882 hektare, yang bersumber dari Sungai Comal melalui Bendung Sukowati, bangunan utama yang telah berdiri sejak tahun 1901.

Jaringan irigasinya meliputi saluran induk sepanjang 8,9 km dan 9 saluran sekunder sepanjang 41,2 km. Seiring usia infrastruktur dan terakhir direhabilitasi pada tahun 2010, diperlukan evaluasi menyeluruh untuk mengembalikan dan meningkatkan kinerja sistem. Melalui kegiatan ini dilakukan inventarisasi kondisi dan peninjauan desain sebagai dasar pelaksanaan rehabilitasi fisik.

Diharapkan, upaya ini mampu menghadirkan sistem irigasi yang lebih andal dan berkelanjutan dalam mendukung produktivitas pertanian serta ketahanan pangan.

13 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Peran Penting Petugas OP Bendung dalam Menjaga Aliran Air Tetap Terkendali
Peran Penting Petugas OP Bendung dalam Menjaga Aliran Air Tetap Terkendali

Semarang - Peran Penting Petugas OP Bendung dalam Menjaga Aliran Air Tetap Terkendali.

Di tengah kondisi cuaca ekstrem, seperti hujan deras yang kerap terjadi di berbagai wilayah, terdapat peran penting yang sering luput dari perhatian publik, yakni petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) bendung. Mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan aliran air tetap terkendali dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.

Petugas OP bendung bertanggung jawab dalam mengatur debit air, membersihkan sumbatan, serta memastikan infrastruktur bendung berfungsi dengan baik dalam berbagai kondisi cuaca. Tugas tersebut dilakukan secara konsisten dan penuh dedikasi guna menjaga stabilitas aliran air, baik untuk kebutuhan irigasi maupun pengendalian banjir.

Keberadaan mereka menjadi kunci di balik terjaganya sistem pengelolaan air yang aman dan efektif. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenal serta mengapresiasi peran petugas OP bendung yang senantiasa siaga dalam menjalankan tugasnya.

13 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Potensi Godzilla El Niño, Suhu Panas dan Risiko Kekeringan Meningkat
Potensi Godzilla El Niño, Suhu Panas dan Risiko Kekeringan Meningkat

Semarang - Potensi Godzilla El Niño, Suhu Panas dan Risiko Kekeringan Meningkat di Indonesia

Belakangan ini, masyarakat di berbagai wilayah Indonesia mulai merasakan peningkatan suhu udara yang lebih panas dan kondisi yang semakin gerah dari biasanya. Fenomena ini bukan sekadar perubahan cuaca biasa, melainkan berkaitan dengan potensi terjadinya El Niño berkekuatan ekstrem yang kerap disebut sebagai “Godzilla El Niño”.

Fenomena tersebut berpotensi memicu kenaikan suhu secara signifikan, penurunan curah hujan secara drastis, serta meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah daerah. Dampaknya dapat dirasakan tidak hanya pada kondisi lingkungan, tetapi juga pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Dalam situasi ini, keberadaan bendungan serta infrastruktur sumber daya air menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan air. Pengelolaan air yang efektif dinilai mampu membantu mengurangi dampak buruk dari kondisi cuaca ekstrem tersebut.

Masyarakat pun diimbau untuk mulai lebih bijak dalam menggunakan air guna menghadapi potensi krisis yang dapat terjadi.

13 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Rapat Koordinasi dan Kunjungan Lapangan Program Perencanaan Terpadu Bidang Infrastruktur di Pantai Utara Jawa Tengah
Rapat Koordinasi dan Kunjungan Lapangan Program Perencanaan Terpadu Bidang Infrastruktur di Pantai Utara Jawa Tengah

Semarang - Dalam rangka kunjungan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas ke kawasan Pantura Jawa Tengah, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air yang diwakili oleh Satker PJSA BBWS Pemali Juana menerima kunjungan tersebut, sekaligus menegaskan upaya pengendalian banjir di Kaligawe hingga koridor Semarang–Demak melalui pendekatan system engineering yang terintegrasi.”

Kunjungan ini juga mencakup peninjauan ke Rumah Pompa Sringin sebagai bagian dari sistem Tenggang–Sringin, yang dilengkapi 5 pompa berkapasitas masing-masing 2.000 liter/detik atau total 10.000 liter/detik untuk mengurangi genangan di kawasan Kaligawe dan sekitarnya. Melalui Satker PJSA, BBWS Pemali Juana terus memperkuat proyek pengendalian banjir Tenggang–Sringin. Kepala Satker PJSA, Dadang menjelaskan bahwa sistem ini dirancang melindungi kawasan hingga ±4.000 hektare, dengan catchment area sekitar 2.500 hektare.
“Karena itu, kapasitas pompa dan sistem pendukung harus disesuaikan agar bekerja optimal,” jelasnya. Ia menambahkan, sistem tidak hanya mengandalkan pompa, tetapi juga didukung tanggul (border system), kolam retensi, dan jaringan saluran pembawa.

Sementara itu, Deputi Bidang Infrastruktur, Kementerian PPN/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris menegaskan bahwa kinerja sistem tidak hanya bergantung pada kapasitas pompa, tetapi juga pada kecukupan saluran dan desain jaringan secara menyeluruh.
Melalui value engineering, penyempurnaan desain dilakukan agar lebih efisien dan berkelanjutan, termasuk optimalisasi kolam retensi sebagai buffer saat hujan ekstrem.

Ke depan, upaya ini diharapkan mampu mengurangi genangan di Kaligawe dan koridor Semarang–Demak, sekaligus menjaga konektivitas Pantura sebagai infrastruktur vital nasional sebagai wujud Asta Cita Presiden.

09 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Upaya Percepatan Penanganan Tanggul Jebol Sungai Tuntang di Kabupaten Demak
Upaya Percepatan Penanganan Tanggul Jebol Sungai Tuntang di Kabupaten Demak

Demak - Upaya percepatan penanganan tanggul jebol Sungai Tuntang di Kabupaten Demak terus dilakukan secara intensif. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktur Operasi dan Pemeliharaan beserta jajaran turut meninjau dan mengawal langsung penanganan di lokasi pada 6 April 2026, guna memastikan proses berjalan optimal. Peninjauan ini juga didampingi oleh jajaran BBWS Pemali Juana, meliputi Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan, Kepala Satuan Kerja OP, serta PPK OP 4.

Penanganan difokuskan pada tiga titik terdampak, yakni Desa Sidoharjo, Solondoko, dan Solowire. Di lapangan, panjang jebolan mencapai hingga 40 meter dengan tinggi mencapai 7,4 meter. Material dikerahkan, mulai dari jumbo bag, bambu, glugu, hingga sesek, serta dukungan alat berat di setiap titik berupa 2 ekskavator dan 1 dozer. Proses penanganan dilakukan bertahap, dimulai pada 6 April untuk penutupan tanggul dan dilanjutkan 7 April dengan perkuatan menggunakan pancang bambu dan glugu. “Tiga hari ini penutupan. Target kita besok selesai, malam ini kita lembur untuk menutup tanggul jebol,” ujar Heri, PPK OP 4 BBWS Pemali Juana. Ia menambahkan, setelah penutupan selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan perkuatan struktur tanggul menggunakan material bambu dan glugu.

“Besok kita mulai perkuatan dengan pancang glugu dan bambu. Untuk masing-masing titik dikerahkan dua alat ekskavator dan satu buldozer, dengan total tiga titik penanganan,” jelasnya. Lebih lanjut, Heri menyampaikan bahwa langkah ke depan tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga perencanaan penanganan permanen melalui pemetaan titik-titik kritis. “Kami akan melakukan walkthrough bersama untuk memetakan titik kritis sebagai dasar penanganan selanjutnya, baik darurat maupun permanen,” tambahnya.

Seluruh upaya ini diharapkan dapat segera menutup tanggul secara optimal, mengurangi risiko banjir, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah terdampak.

08 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Pembersihan Enceng Gondok Untuk Menjaga Kinerja Bendungan Tetap Optimal
Pembersihan Enceng Gondok Untuk Menjaga Kinerja Bendungan Tetap Optimal

Kudus - BBWS Pemali Juana melalui Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA melaksanakan pembersihan enceng gondok di Bendungan Logung, Kudus (6/4).Keberadaan enceng gondok yang terus berkembang perlu dikendalikan secara rutin, khususnya pada periode Maret hingga Juli. Jika dibiarkan, tanaman ini dapat mengganggu aliran di spillway, memengaruhi keakuratan data pemantauan, mempercepat sedimentasi, hingga menurunkan kualitas air dan ekosistem perairan.

Pembersihan dilakukan secara manual oleh tim OPSDA dengan metode penarikan menggunakan tali dari darat untuk menjangkau area yang sulit. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen BBWS Pemali Juana dalam menjaga kinerja bendungan tetap optimal.

Melalui langkah konsisten, diharapkan aliran air tetap lancar, kualitas air terjaga, dan manfaat bendungan dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan oleh masyarakat.

06 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Kunjungan Proyek Pengendalian Banjir Sistem Tenggang Seringin Tahap 1 dan Pekerjaan Normalisasi Sungai Wulan
Kunjungan Proyek Pengendalian Banjir Sistem Tenggang Seringin Tahap 1 dan Pekerjaan Normalisasi Sungai Wulan

Demak - Dalam rangka melaksanakan instruksi Menteri Pekerjaan Umum, Plh Direktur Jenderal Sumber Daya Air melakukan kunjungan kerja pada Jumat, 3 April hingga Sabtu, 4 April 2026 di Kota Semarang dan Kabupaten Demak, didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana beserta jajaran.

Pada Jumat, 3 April di Kota Semarang, dilakukan peninjauan Proyek Pengendalian Banjir Sistem Tenggang–Sringin Tahap I, meliputi Rumah Pompa Sringin, kolam retensi Terboyo, serta Rumah Pompa Tenggang untuk melihat kondisi eksisting dan rencana pembangunan. Memasuki hari kedua, Sabtu, 4 April 2026, kunjungan difokuskan pada pekerjaan normalisasi Sungai Wulan di Kabupaten Demak yang terintegrasi hingga wilayah Kudus dan Jepara. Kegiatan diawali dengan perjalanan menuju lokasi, dilanjutkan diskusi dan peninjauan langsung di muara Sungai Wulan.

Peninjauan ini menitikberatkan pada progres normalisasi, peningkatan kapasitas aliran, serta pengendalian sedimentasi guna mengurangi risiko banjir di kawasan hilir. Kegiatan ini menjadi langkah konkret percepatan penanganan banjir melalui peningkatan infrastruktur sumber daya air yang terintegrasi dan berkelanjutan.

06 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Respon Cepat BBWS Pemali Juana Tangani Tanggul Jebol - Desa Sidoharjo Kab. Demak
Respon Cepat BBWS Pemali Juana Tangani Tanggul Jebol - Desa Sidoharjo Kab. Demak

Demak - Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana, melakukan peninjauan langsung ke lokasi tanggul jebol di Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak (4/4). Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto melakukan peninjauan dan hadir langsung di lokasi untuk memastikan percepatan penanganan didampingi oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan, jajaran Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (Satker OP), Satuan Kerja PJSA, serta PPK OP 4 dan PPK Supan 2.

Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk respon cepat atas kondisi limpasan air yang menyebabkan kerusakan tanggul. Pembenahan tanggul sebagai respon cepat telah dilakukan sejak 4 April 2026. BBWS Pemali Juana juga telah mengerahkan alat berat, termasuk ekskavator dan dozer, serta material penanganan darurat seperti cerucuk dan geobag untuk menutup titik jebol. Upaya penanganan ditargetkan dapat menutup tanggul dalam waktu 3x24 jam, dilanjutkan dengan perkuatan agar kondisi kembali stabil secara optimal dalam waktu satu minggu, dengan harapan didukung oleh kondisi cuaca yang membaik.

Langkah ini merupakan komitmen BBWS Pemali Juana dalam memastikan penanganan cepat dan perlindungan wilayah dari risiko banjir yang lebih luas.

05 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Tanggul Sungai Setro Pulih - Penanganan Tanggul Kritis Dilanjutkan
Tanggul Sungai Setro Pulih - Penanganan Tanggul Kritis Dilanjutkan

Pati - Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Setro di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, yang terjadi pada 26 Maret 2026, telah berhasil ditangani 100%.

Kejadian ini dipicu oleh hujan lebat di wilayah lereng Pegunungan Pati Ayam dan sekitarnya, yang menyebabkan peningkatan debit Sungai Setro hingga melampaui kapasitas sungai dan mengakibatkan limpasan serta kerusakan tanggul. Dampak yang ditimbulkan meliputi genangan pada area permukiman dan persawahan warga. Penanganan darurat segera dilakukan melalui penutupan tanggul menggunakan material bambu, sasak, dan sandbag, serta dukungan alat berat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, antara lain PSDA, DPUPR, BPBD Kabupaten Kudus, dan pemerintah desa setempat.

Saat ini, kondisi di lokasi telah berangsur pulih dan genangan air telah surut. Namun demikian, masih terdapat beberapa titik kritis di sepanjang aliran Sungai Setro yang memerlukan penanganan lanjutan sebagai langkah antisipatif. BBWS Pemali Juana terus melakukan monitoring dan upaya penguatan pada titik-titik tersebut guna meminimalisir risiko kejadian serupa di kemudian hari. Sebagai langkah bersama, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta turut menjaga kondisi lingkungan sekitar sungai.

05 April 2026 Selengkapnya