Respon Cepat BBWS Pemali Juana Perkuat Mitigasi Kekeringan di Rowosari - Siapkan Langkah Antisipasi Kebutuhan Air
Semarang – Sebagai langkah mitigasi dampak musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terus melakukan inventarisasi dan koordinasi lapangan guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat direspons secara cepat dan tepat.
Inventarisasi dilaksanakan bersama Pemerintah Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, pada Rabu (30/7), untuk mengidentifikasi potensi kekeringan di wilayah yang memiliki luas sekitar 719 hektare, terbagi dalam 9 RW, dengan jumlah penduduk sebanyak 13.684 jiwa. Berdasarkan data tata guna lahan, Kelurahan Rowosari memiliki lahan pertanian seluas ±275 hektare dan pada Juli 2026 termasuk wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan hidrologis.
Hasil klarifikasi bersama Lurah Rowosari menunjukkan bahwa lahan pertanian di wilayah tersebut merupakan area pertanian tadah hujan yang sepenuhnya mengandalkan curah hujan sebagai sumber air. Pola tanam yang diterapkan meliputi padi dan kacang-kacangan pada lahan sekitar 158 hektare, serta kacang-kacangan pada lahan sekitar 10 hektare.
Sementara itu, hingga saat ini belum terdapat keluhan maupun permohonan bantuan air bersih dari masyarakat. Kebutuhan air domestik masih terpenuhi melalui layanan PDAM dan pompa artesis, sehingga sumber air yang tersedia diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau, BBWS Pemali Juana akan mengoordinasikan rencana peminjaman pompa alkon sekaligus mengidentifikasi sumber air yang memungkinkan untuk dipompa sebagai langkah mitigasi apabila kondisi kekeringan berkembang dan mulai berdampak pada kebutuhan masyarakat maupun sektor pertanian.
Melalui koordinasi dan langkah mitigasi yang berkelanjutan, BBWS Pemali Juana berkomitmen untuk terus mengantisipasi dampak kekeringan sehingga kebutuhan masyarakat tetap terjaga dan risiko yang ditimbulkan selama musim kemarau dapat diminimalkan.