Kementerian PU melalui BBWS Pemali Juana Kelola 20 Bendungan untuk Dukung Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional
semarang - Sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mengelola 20 bendungan yang tersebar di Wilayah Sungai Pemali Comal dan Wilayah Sungai Jratun Seluna. Bendungan-bendungan tersebut berperan penting sebagai cadangan air di musim kemarau untuk menjamin keberlanjutan irigasi, sekaligus mendukung penyediaan air baku, pengendalian banjir, dan pembangkit energi.
Beberapa bendungan memiliki peran strategis dengan kapasitas tampung yang besar, di antaranya Bendungan Kedung Ombo di Kabupaten Grobogan dengan volume tampung 938,496 juta m³ yang melayani irigasi dan lahan pertanian, penyediaan air baku, pembangkit listrik tenaga air, serta pengendalian banjir. Selain itu, Bendungan Cacaban di Kabupaten Tegal memiliki volume tampung 65,817 juta m³ untuk mengairi sekitar 17.481 hektare lahan, sedangkan Bendungan Logung di Kabupaten Kudus berkapasitas 20,150 juta m³ yang mendukung irigasi, penyediaan air baku, pembangkit listrik, dan pengendalian banjir.
Ke depan, penguatan ketahanan air juga didukung melalui pembangunan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang yang ditargetkan rampung pada tahun 2026 dengan kapasitas tampung sekitar 110 juta m³. Bendungan ini dirancang untuk mengairi lahan pertanian di Kabupaten Demak, Grobogan, dan Semarang, meningkatkan indeks pertanaman hingga 300 persen, serta mendukung penyediaan air baku dan pengendalian banjir.
Melalui pengelolaan bendungan yang berkelanjutan, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana terus berkomitmen memperkuat ketahanan sumber daya air sebagai fondasi dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.