Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

© 2026 Balai Besar Wilayah Sungai Pemali - Juana.

Berita Terkini & Pengumuman

Berita Terkini & Pengumuman
Tanggul Aman Masyarakat Amaan - Penanganan Longsor Tanggul Sungai Tuntang Hulu 100% Tuntas
Tanggul Aman Masyarakat Amaan - Penanganan Longsor Tanggul Sungai Tuntang Hulu 100% Tuntas

Penanganan longsor tanggul Sungai Tuntang bagian hulu di Desa Ginggang Tani, Kabupaten Grobogan, telah selesai dilaksanakan dengan progres mencapai 100%. Penanganan ini merupakan tindak lanjut atas kejadian longsoran yang sebelumnya terjadi pada tiga titik tanggul berjejer dengan total panjang sekitar ±80 meter. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian muka tanggul mengalami sliding/longsor yang berpotensi meningkatkan risiko limpasan air serta banjir, sehingga memerlukan penanganan segera.

 

Upaya penanganan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal, dilakukan penanganan darurat melalui pengisian geobag bersama masyarakat sebagai langkah cepat untuk mencegah limpasan air dan potensi jebolan tanggul. Selanjutnya, BBWS Pemali Juana melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (Satker OPSDA) melaksanakan penanganan lanjutan berupa penebalan tanggul pada area longsor guna memperkuat struktur. Kegiatan ini didukung oleh peralatan berupa 2 unit excavator dan 1 unit dump truck dari BBWS Pemali Juana, serta tambahan 1 unit dump truck dari pihak desa untuk mendukung percepatan pelaksanaan pekerjaan. Dengan selesainya penanganan tersebut, kondisi tanggul telah kembali stabil dan diharapkan mampu mengurangi risiko kerusakan lanjutan serta potensi banjir di wilayah sekitar.

 

BBWS Pemali Juana terus berkomitmen dalam menjaga keberlanjutan fungsi sungai serta keselamatan masyarakat. Dukungan dan partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga kondisi sungai dan tanggul, dengan tidak membuang sampah ke sungai, tidak merusak tanggul, menjaga lingkungan di sekitar daerah aliran sungai (DAS), serta tidak menanam di badan tanggul sungai.

 

 

30 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Pelatihan Pengoprasian Pompa Untuk Optimalisasi Kinerj Rumah Pompa Tenggang
Pelatihan Pengoprasian Pompa Untuk Optimalisasi Kinerj Rumah Pompa Tenggang

Semarang – Rumah pompa memiliki peran vital dalam sistem pengendalian banjir, khususnya di wilayah perkotaan yang rawan genangan saat curah hujan tinggi. Salah satu infrastruktur penting tersebut adalah Rumah Pompa Sungai Tenggang yang berfungsi sebagai benteng terakhir dalam mengendalikan limpasan air di Kota Semarang.

Di fasilitas ini, pompa-pompa beroperasi untuk mengalirkan air dari Kali Tenggang menuju Kolam Retensi Terboyo. Ketika debit air meningkat, keberadaan rumah pompa menjadi sangat krusial untuk mencegah genangan meluas ke kawasan permukiman dan area sekitarnya.

Dalam rangka memastikan kesiapsiagaan petugas, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menyelenggarakan pelatihan pengoperasian pompa baru di Rumah Pompa Sungai Tenggang pada 15 April. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam mengoperasikan peralatan secara aman, tepat, dan optimal.

Materi pelatihan mencakup pemahaman sistem kerja pompa, prosedur operasional standar, hingga langkah penanganan gangguan teknis di lapangan. Dengan kompetensi petugas yang semakin baik, sistem pengendalian air diharapkan mampu berjalan maksimal dalam menghadapi potensi banjir.

Melalui peningkatan kualitas infrastruktur dan kapasitas sumber daya manusia, pemerintah terus berupaya memberikan perlindungan bagi masyarakat dari risiko banjir. Dukungan serta kepedulian masyarakat terhadap infrastruktur pengendali banjir juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan bersama.

30 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Air Mengalir Panen Terjaga - Langkah Rutin Menjaga Kinerja Saluran Sekunder Pelayaran D.I. Klambu Kiri
Air Mengalir Panen Terjaga - Langkah Rutin Menjaga Kinerja Saluran Sekunder Pelayaran D.I. Klambu Kiri

Demak - D.I. Klambu Kiri sebagai bagian dari sistem irigasi Waduk Kedungombo memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian di Jawa Tengah, khususnya bagi petani di wilayah Kabupaten Grobogan dan sekitarnya. Melalui kegiatan penanganan dan pemeliharaan rutin, kondisi jaringan irigasi terus dijaga agar tetap optimal.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memastikan aliran air tetap lancar, mencegah potensi kerusakan yang lebih luas, serta mendukung keberlanjutan produksi pertanian. Pekerjaan difokuskan pada saluran sekunder pelayaran di ruas 23, 34, dan 45, dengan target penanganan sepanjang 5 km dan direncanakan selesai pada pertengahan bulan Mei.


Penanganan dilaksanakan di wilayah Desa Bango, Kecamatan Demak dan Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, dengan dukungan 1 (satu) unit excavator guna menunjang efektivitas pekerjaan di lapangan. Dengan layanan irigasi D.I. Klambu Kiri yang terjaga, lebih dari 20.000 hektare lahan pertanian dapat terus terairi secara optimal, sehingga produktivitas petani meningkat dan ketahanan pangan tetap terjaga.


Peran serta masyarakat juga sangat penting dalam menjaga keberlanjutan fungsi irigasi. Dengan tidak membuang sampah ke saluran, tidak merusak bangunan irigasi, serta tidak beraktivitas di area saluran maupun tanggul, kita turut memastikan manfaatnya dapat dirasakan bersama secara berkelanjutan.

28 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
BBWS Pemali Juana Optimalkan Progres Penanganan Darurat Bendung Cipero untuk Jaga Aliran Irigasi
BBWS Pemali Juana Optimalkan Progres Penanganan Darurat Bendung Cipero untuk Jaga Aliran Irigasi

Tegal - Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana terus mengoptimalkan penanganan kerusakan Bendung Cipero (S.Rambut), Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal. Pekerjaan dimulai sejak 14 April 2026 dengan pembuatan tanggul pengelak sepanjang 120 meter menggunakan kombinasi Geobox, Jumbo bag, geotextile dan batu boulder serta diperkuat dengan cerucuk bambu untuk perkuatan tanggul. Batu boulder digunakan sebagai pelindung tanggul agar tidak tergerus aliran sungai. Tujuan pembuatan tanggul pengelak ini dilakukan sebagai tanggul darurat bencana yang berfungsi untuk membendung air dan mengarahkan air supaya bisa masuk ke saluran irigasi sehingga tidak mengganggu masa tanam di Daerah Irigasi Cipero.

Pengangkatan sedimentasi pada kantong lumpur sepanjang ±450 meter juga terus dilakukan untuk memperlancar aliran air dan menambah debit air sehingga debit air yang masuk ke saluran induk Rambut Daerah Irigasi Cipero bisa lancar tanpa kendala. Penanganan ini merupakan kolaborasi dengan Dinas PUPR Jateng melalui Kegiatan TPOP Balai PSDA Pemali Comal, didukung 2 alat berat excavator PC 200 dan Dump truck serta 3 alat berat berupa excavator dari BBWS Pemali Juana.

Saluran Induk/Primer Rambut dengan panjang ±14 km ini digunakan untuk mengaliri 4 saluran sekunder, yaitu Warureja, Suradadi, Taban, dan Dukuhrandu, dengan cakupan layanan 7.640 hektar. BBWS Pemali Juana terus berkomitmen menjaga fungsi jaringan irigasi tetap optimal serta memastikan ketersediaan air bagi pertanian masyarakat.

 

27 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Peran Penting Embung Saat Musim Hujan dan Kemarau
Peran Penting Embung Saat Musim Hujan dan Kemarau

Semarang - Embung menjadi salah satu infrastruktur sumber daya air yang memiliki peran strategis dalam mendukung keseimbangan ketersediaan air sepanjang tahun. Keberadaan embung tidak hanya bermanfaat pada satu musim, tetapi mampu memberikan fungsi penting baik saat musim hujan maupun musim kemarau.

Pada musim hujan, embung berfungsi sebagai penampung air yang efektif untuk mengurangi potensi banjir. Air hujan yang tertampung kemudian disimpan sebagai cadangan yang dapat dimanfaatkan di waktu mendatang. Sementara itu, saat musim kemarau tiba, embung menjadi sumber air yang sangat vital, khususnya untuk mendukung kegiatan pertanian serta memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Melalui pembangunan dan penyediaan embung, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketersediaan air. Upaya ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong peran serta masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan embung agar tetap berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.

Dengan berbagai manfaat yang dihadirkan, embung diharapkan mampu menjadi solusi dalam menghadapi tantangan pengelolaan air di berbagai musim, sekaligus mendukung ketahanan air dan kesejahteraan masyarakat.

27 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Penanganan Jebolan Saluran Irigasi Klambu Wilalung
Penanganan Jebolan Saluran Irigasi Klambu Wilalung

Kudus - Penanganan jebolan Saluran irigasi klambu wilalung Sekunder Glagah ruas Be.1 (Sekunder Berugenjang 1) – BGL. 1 (Sekunder Glagah.1) di desa Kalirejo, Kabupaten Kudus, terus dilakukan sebagai respons cepat atas kejadian jebolan pada Selasa malam, 21 April 2026. Jebolan terjadi akibat tanggul yang terkikis sehingga memicu longsoran , dan menyebabkan kerusakan sepanjang ±7 meter.

Penanganan darurat dilaksanakan secara manual oleh tim UPI (Uunit pengelola irigasi) dengan menggunakan material berupa bambu, sesek bambu, dan sandbag. Selain itu, dilakukan penimbunan tanggul dengan mendatangkan tanah dari luar lokasi guna memperkuat area yang terdampak. Upaya ini dilakukan untuk menjaga fungsi Saluran Irigasi Sekunder Glagah yang mengairi lahan seluas ±592,10 hektare.

Kegiatan ini melibatkan petugas pemeliharaan D.I Klambu yang bekerja secara kolaboratif. Saat ini, penanganan jebolan saluran irigasi telah selesai dilaksanakan dan diharapkan kondisi aliran air kembali terkendali, tetap stabil, serta masyarakat dapat beraktivitas dengan aman. Sebagai upaya bersama, masyarakat diharapkan turut menjaga sungai dan irigasi dengan tidak membuang sampah, tidak beraktivitas di atas tanggul, tidak mendirikan bangunan di tanggul, serta tidak mengubah fungsi lahan di DAS. BBWS Pemali Juana terus berkomitmen menjaga keandalan jaringan irigasi, meminimalisir dampak, serta memastikan fungsi saluran tetap optimal dan berkelanjutan.

27 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Musyawarah Ke-II Penetapan Bentuk Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Bendungan Cabean Kabupaten Blora
Musyawarah Ke-II Penetapan Bentuk Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Bendungan Cabean Kabupaten Blora

Blora - Kamis, 23 April 2026, BBWS Pemali Juana menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian Tahap Kedua dalam rangka Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Bendungan Cabean di Kabupaten Blora yang dilaksanakan di Gedung Balai Kecamatan Todanan. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pengadaan tanah guna mendukung percepatan pembangunan Bendungan Cabean, dengan cakupan pembahasan terhadap 61 bidang tanah milik masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid PJSA, plh Kabag Umum dan Tata Usaha , PPK Bendungan I, PPK Pengadaan Tanah II BBWS Pemali Juana dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Blora. Turut hadir pula Anggota Pelaksana dan Sekretariat Pengadaan Tanah Bendungan Cabean, Ketua Satgas A dan Ketua Satgas B Pengadaan Tanah Bendungan Cabean, Camat Todanan, perwakilan Kapolres Blora, perwakilan KJPP Sih Wiryadi dan Rekan, serta perwakilan BRI Cabang Blora. Kehadiran para pihak terkait tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memastikan proses musyawarah berjalan dengan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Melalui musyawarah ini, dilakukan pembahasan dan penetapan bentuk ganti kerugian bagi pengadaan tanah yang berlokasi di Desa Todanan dan Desa Karanganyar, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Proses ini menjadi bagian penting dalam mencapai kesepakatan antara pihak terkait sehingga tahapan pengadaan tanah dapat berjalan lancar dan akuntabel.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh proses pengadaan tanah dapat terus berjalan dengan baik serta mendapat dukungan dari semua pihak, sehingga pembangunan Bendungan Cabean dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung penyediaan air dan peningkatan kesejahteraan di wilayah Kabupaten Blora.

27 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Satu Bravo Sarana Absensi Kehadiran
Satu Bravo Sarana Absensi Kehadiran

Semarang - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mengimbau seluruh pegawai untuk memahami tata cara penggunaan aplikasi Satu Bravo sebagai sarana absensi kehadiran. Imbauan ini disampaikan guna memastikan proses pencatatan kehadiran berjalan tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui panduan yang disediakan, para pegawai diharapkan dapat mengikuti setiap tahapan penggunaan aplikasi dengan benar, mulai dari proses login, mengaktifkan fitur lokasi, hingga melakukan absensi sesuai prosedur. Dengan mengikuti alur yang telah ditetapkan, proses absensi diharapkan dapat berlangsung dengan mudah, cepat, dan tanpa kendala.

Penerapan sistem absensi berbasis aplikasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kedisiplinan dan efisiensi administrasi di lingkungan BBWS Pemali Juana. Oleh karena itu, seluruh pegawai diimbau untuk membiasakan diri tertib dalam setiap tahapan penggunaan aplikasi.

Apabila masih terdapat kendala atau hal yang belum dipahami, pegawai dapat menyampaikan pertanyaan melalui kanal komunikasi yang telah disediakan.

27 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Fakta Dibalik Eceng Gondok
Fakta Dibalik Eceng Gondok

Semarang - Fenomena pertumbuhan eceng gondok yang tampak hijau dan alami ternyata dapat menimbulkan permasalahan serius bagi ekosistem sungai. Tanaman air ini diketahui mampu berkembang dengan sangat cepat hingga menutupi permukaan air secara luas.

Apabila tidak ditangani, keberadaan eceng gondok berpotensi menyumbat aliran sungai, menghambat distribusi air, serta meningkatkan risiko terjadinya banjir. Kondisi tersebut tentu dapat berdampak pada keselamatan dan aktivitas masyarakat di sekitar aliran sungai.

Sebagai langkah penanganan, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah melaksanakan kegiatan pembersihan eceng gondok di sepanjang aliran Sungai Sringin Baru. Upaya ini berhasil mengembalikan kondisi sungai yang sebelumnya tertutup menjadi bersih dan lancar.

Dengan normalisasi aliran tersebut, diharapkan risiko genangan air dapat diminimalisir serta mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.

Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan sungai, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sungai yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan visual, tetapi juga berperan penting dalam mengurangi potensi bencana banjir.

27 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Peninjauan dan Kunjungan Lapangan Penanganan Tanggul Jebol Sungai Tuntang, Desa Sidoharjo, Kabupaten Demak
Peninjauan dan Kunjungan Lapangan Penanganan Tanggul Jebol Sungai Tuntang, Desa Sidoharjo, Kabupaten Demak

Demak - Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana telah melaksanakan penanganan darurat Sungai Tuntang sebagai respons cepat atas tanggul jebol di Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, guna meminimalisir dampak dan menjaga keamanan masyarakat (22/4).

Dalam prosesnya, masyarakat setempat juga turut berperan aktif mendukung penanganan di lapangan. Sebagai bentuk monitoring dan evaluasi, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung hasil penanganan tersebut, didampingi Kepala BBWS Pemali Juana beserta jajaran di lokasi.

Penanganan yang dilakukan turut mendapat apresiasi dari masyarakat. Kepala Desa Sidoharjo menyampaikan bahwa respons BBWS Pemali Juana cepat dan sigap, mulai dari peninjauan awal hingga mobilisasi alat berat dan pelaksanaan penanganan di lapangan.

Ia menyampaikan bahwa dengan waktu yang relatif singkat, tanggul yang jebol telah tertutup, akses jalan yang terdampak kembali dapat dilalui, serta dilakukan penguatan dengan pemasangan jumbo bag, sasak bambu, dan pancang untuk mencegah kejadian serupa.

BBWS Pemali Juana berkomitmen untuk terus hadir dan responsif dalam menangani permasalahan sumber daya air, khususnya pada situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Upaya ini diharapkan tidak hanya memulihkan infrastruktur, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat.

22 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Penanganan 4 Titik Tanggul kritis - MItigasi Risiko Banjir Melalui Perbaikan Tanggul dan Normalisasi Sungai
Penanganan 4 Titik Tanggul kritis - MItigasi Risiko Banjir Melalui Perbaikan Tanggul dan Normalisasi Sungai

Pati - Tanggul sungai memiliki peran penting dalam menahan aliran air agar tidak meluap ke daratan. Namun, kondisi tanggul yang mengalami kerusakan atau dalam kategori kritis dapat menurunkan fungsinya dan menjadi ancaman bagi wilayah di sekitarnya.

Apabila tidak segera ditangani, tanggul kritis berpotensi menyebabkan jebolnya tanggul yang dapat mengakibatkan banjir di kawasan permukiman serta merusak lahan pertanian, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Sebagai bentuk penanganan, BBWS Pemali Juana melalui Satker OPSDA telah melaksanakan perbaikan pada 4 titik tanggul kritis di Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Kegiatan ini juga mencakup galian alur atau normalisasi sungai guna memperlancar aliran air. Pelaksanaan pekerjaan didukung dengan 1 unit alat berat long arm dari BBWS Pemali Juana.

Dengan dilaksanakannya penanganan ini, diharapkan fungsi tanggul dapat kembali optimal, aliran sungai menjadi lebih lancar, serta risiko banjir dapat diminimalkan. Keamanan kawasan permukiman dan lahan pertanian pun diharapkan semakin terjaga.

22 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Apresiasi Petani Pati - Penanganan Awal Normalisasi Sungai Gung Wedi dan Sungai Kedung Singkil, Kabupaten Pati
Apresiasi Petani Pati - Penanganan Awal Normalisasi Sungai Gung Wedi dan Sungai Kedung Singkil, Kabupaten Pati

Pati - Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana melakukan kolaborasi lintas instansi dalam penanganan banjir bandang di Sungai Gung Wedi dan Sungai Kedung Singkil, Kabupaten Pati, yang dipicu sumbatan rumpun bambu dan tingginya sedimentasi. Kondisi ini menghambat aliran air dari Bendungan Gunung Rowo dan berdampak pada 356,38 hektar lahan pertanian di lima desa yang mengalami gagal panen (pusso).

Penanganan dilakukan melalui normalisasi sungai sepanjang 4 km (masing-masing 2 km), dengan dukungan alat berat long arm dan BBM dari BBWS Pemali Juana, excavator PC 200 dari DPUTR Kabupaten Pati, bantuan BBM dari PSDA Seluna Kudus, serta dukungan logistik dari Pemerintah Desa Ngurenrejo. Hingga saat ini, penanganan terus dilakukan. Selanjutnya, penanganan lanjutan direncanakan akan berkolaborasi bersama Kabupaten dan Dinas Terkait.

Setelah normalisasi, diharapkan aliran air kembali lancar dan mampu mengairi sekitar 200 hektar lahan (100 ha bawang merah dan 100 ha tebu), serta mendukung alih komoditas seluas 9 hektar di Desa Ngurenrejo. Perwakilan petani juga turut menyampaikan apresiasi atas upaya normalisasi yang telah dilakukan.

Petani P3A merasa senang dan bangga atas pekerjaan normalisasi sungai Gung Wedi dan Sungai Kedung Singkil.

"Kami petani desa Ngurenrejo Kabupaten Pati merasa berterima kasih kepada Ditjen Hortikultura dan Kementerian PU SDA melalui BBWS Pemali Juana. terselenggaranya normalisasi kali Kedung Singkil." Kata Petani P3A desa Ngurenrejo.

Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam penanganan sumber daya air guna menekan risiko banjir dan menjaga keberlanjutan produktivitas pertanian masyarakat.

21 April 2026 Selengkapnya