Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

© 2026 Balai Besar Wilayah Sungai Pemali - Juana.

Berita Terkini & Pengumuman

Berita Terkini & Pengumuman
Musyawarah Ke-II Penetapan Bentuk Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Bendungan Cabean Kabupaten Blora
Musyawarah Ke-II Penetapan Bentuk Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Bendungan Cabean Kabupaten Blora

Blora - Kamis, 23 April 2026, BBWS Pemali Juana menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian Tahap Kedua dalam rangka Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Bendungan Cabean di Kabupaten Blora yang dilaksanakan di Gedung Balai Kecamatan Todanan. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pengadaan tanah guna mendukung percepatan pembangunan Bendungan Cabean, dengan cakupan pembahasan terhadap 61 bidang tanah milik masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid PJSA, plh Kabag Umum dan Tata Usaha , PPK Bendungan I, PPK Pengadaan Tanah II BBWS Pemali Juana dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Blora. Turut hadir pula Anggota Pelaksana dan Sekretariat Pengadaan Tanah Bendungan Cabean, Ketua Satgas A dan Ketua Satgas B Pengadaan Tanah Bendungan Cabean, Camat Todanan, perwakilan Kapolres Blora, perwakilan KJPP Sih Wiryadi dan Rekan, serta perwakilan BRI Cabang Blora. Kehadiran para pihak terkait tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memastikan proses musyawarah berjalan dengan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Melalui musyawarah ini, dilakukan pembahasan dan penetapan bentuk ganti kerugian bagi pengadaan tanah yang berlokasi di Desa Todanan dan Desa Karanganyar, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Proses ini menjadi bagian penting dalam mencapai kesepakatan antara pihak terkait sehingga tahapan pengadaan tanah dapat berjalan lancar dan akuntabel.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh proses pengadaan tanah dapat terus berjalan dengan baik serta mendapat dukungan dari semua pihak, sehingga pembangunan Bendungan Cabean dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung penyediaan air dan peningkatan kesejahteraan di wilayah Kabupaten Blora.

27 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Satu Bravo Sarana Absensi Kehadiran
Satu Bravo Sarana Absensi Kehadiran

Semarang - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mengimbau seluruh pegawai untuk memahami tata cara penggunaan aplikasi Satu Bravo sebagai sarana absensi kehadiran. Imbauan ini disampaikan guna memastikan proses pencatatan kehadiran berjalan tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui panduan yang disediakan, para pegawai diharapkan dapat mengikuti setiap tahapan penggunaan aplikasi dengan benar, mulai dari proses login, mengaktifkan fitur lokasi, hingga melakukan absensi sesuai prosedur. Dengan mengikuti alur yang telah ditetapkan, proses absensi diharapkan dapat berlangsung dengan mudah, cepat, dan tanpa kendala.

Penerapan sistem absensi berbasis aplikasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kedisiplinan dan efisiensi administrasi di lingkungan BBWS Pemali Juana. Oleh karena itu, seluruh pegawai diimbau untuk membiasakan diri tertib dalam setiap tahapan penggunaan aplikasi.

Apabila masih terdapat kendala atau hal yang belum dipahami, pegawai dapat menyampaikan pertanyaan melalui kanal komunikasi yang telah disediakan.

27 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Fakta Dibalik Eceng Gondok
Fakta Dibalik Eceng Gondok

Semarang - Fenomena pertumbuhan eceng gondok yang tampak hijau dan alami ternyata dapat menimbulkan permasalahan serius bagi ekosistem sungai. Tanaman air ini diketahui mampu berkembang dengan sangat cepat hingga menutupi permukaan air secara luas.

Apabila tidak ditangani, keberadaan eceng gondok berpotensi menyumbat aliran sungai, menghambat distribusi air, serta meningkatkan risiko terjadinya banjir. Kondisi tersebut tentu dapat berdampak pada keselamatan dan aktivitas masyarakat di sekitar aliran sungai.

Sebagai langkah penanganan, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah melaksanakan kegiatan pembersihan eceng gondok di sepanjang aliran Sungai Sringin Baru. Upaya ini berhasil mengembalikan kondisi sungai yang sebelumnya tertutup menjadi bersih dan lancar.

Dengan normalisasi aliran tersebut, diharapkan risiko genangan air dapat diminimalisir serta mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.

Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan sungai, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sungai yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan visual, tetapi juga berperan penting dalam mengurangi potensi bencana banjir.

27 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Peninjauan dan Kunjungan Lapangan Penanganan Tanggul Jebol Sungai Tuntang, Desa Sidoharjo, Kabupaten Demak
Peninjauan dan Kunjungan Lapangan Penanganan Tanggul Jebol Sungai Tuntang, Desa Sidoharjo, Kabupaten Demak

Demak - Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana telah melaksanakan penanganan darurat Sungai Tuntang sebagai respons cepat atas tanggul jebol di Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, guna meminimalisir dampak dan menjaga keamanan masyarakat (22/4).

Dalam prosesnya, masyarakat setempat juga turut berperan aktif mendukung penanganan di lapangan. Sebagai bentuk monitoring dan evaluasi, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung hasil penanganan tersebut, didampingi Kepala BBWS Pemali Juana beserta jajaran di lokasi.

Penanganan yang dilakukan turut mendapat apresiasi dari masyarakat. Kepala Desa Sidoharjo menyampaikan bahwa respons BBWS Pemali Juana cepat dan sigap, mulai dari peninjauan awal hingga mobilisasi alat berat dan pelaksanaan penanganan di lapangan.

Ia menyampaikan bahwa dengan waktu yang relatif singkat, tanggul yang jebol telah tertutup, akses jalan yang terdampak kembali dapat dilalui, serta dilakukan penguatan dengan pemasangan jumbo bag, sasak bambu, dan pancang untuk mencegah kejadian serupa.

BBWS Pemali Juana berkomitmen untuk terus hadir dan responsif dalam menangani permasalahan sumber daya air, khususnya pada situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Upaya ini diharapkan tidak hanya memulihkan infrastruktur, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat.

22 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Penanganan 4 Titik Tanggul kritis - MItigasi Risiko Banjir Melalui Perbaikan Tanggul dan Normalisasi Sungai
Penanganan 4 Titik Tanggul kritis - MItigasi Risiko Banjir Melalui Perbaikan Tanggul dan Normalisasi Sungai

Pati - Tanggul sungai memiliki peran penting dalam menahan aliran air agar tidak meluap ke daratan. Namun, kondisi tanggul yang mengalami kerusakan atau dalam kategori kritis dapat menurunkan fungsinya dan menjadi ancaman bagi wilayah di sekitarnya.

Apabila tidak segera ditangani, tanggul kritis berpotensi menyebabkan jebolnya tanggul yang dapat mengakibatkan banjir di kawasan permukiman serta merusak lahan pertanian, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Sebagai bentuk penanganan, BBWS Pemali Juana melalui Satker OPSDA telah melaksanakan perbaikan pada 4 titik tanggul kritis di Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Kegiatan ini juga mencakup galian alur atau normalisasi sungai guna memperlancar aliran air. Pelaksanaan pekerjaan didukung dengan 1 unit alat berat long arm dari BBWS Pemali Juana.

Dengan dilaksanakannya penanganan ini, diharapkan fungsi tanggul dapat kembali optimal, aliran sungai menjadi lebih lancar, serta risiko banjir dapat diminimalkan. Keamanan kawasan permukiman dan lahan pertanian pun diharapkan semakin terjaga.

22 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Apresiasi Petani Pati - Penanganan Awal Normalisasi Sungai Gung Wedi dan Sungai Kedung Singkil, Kabupaten Pati
Apresiasi Petani Pati - Penanganan Awal Normalisasi Sungai Gung Wedi dan Sungai Kedung Singkil, Kabupaten Pati

Pati - Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana melakukan kolaborasi lintas instansi dalam penanganan banjir bandang di Sungai Gung Wedi dan Sungai Kedung Singkil, Kabupaten Pati, yang dipicu sumbatan rumpun bambu dan tingginya sedimentasi. Kondisi ini menghambat aliran air dari Bendungan Gunung Rowo dan berdampak pada 356,38 hektar lahan pertanian di lima desa yang mengalami gagal panen (pusso).

Penanganan dilakukan melalui normalisasi sungai sepanjang 4 km (masing-masing 2 km), dengan dukungan alat berat long arm dan BBM dari BBWS Pemali Juana, excavator PC 200 dari DPUTR Kabupaten Pati, bantuan BBM dari PSDA Seluna Kudus, serta dukungan logistik dari Pemerintah Desa Ngurenrejo. Hingga saat ini, penanganan terus dilakukan. Selanjutnya, penanganan lanjutan direncanakan akan berkolaborasi bersama Kabupaten dan Dinas Terkait.

Setelah normalisasi, diharapkan aliran air kembali lancar dan mampu mengairi sekitar 200 hektar lahan (100 ha bawang merah dan 100 ha tebu), serta mendukung alih komoditas seluas 9 hektar di Desa Ngurenrejo. Perwakilan petani juga turut menyampaikan apresiasi atas upaya normalisasi yang telah dilakukan.

Petani P3A merasa senang dan bangga atas pekerjaan normalisasi sungai Gung Wedi dan Sungai Kedung Singkil.

"Kami petani desa Ngurenrejo Kabupaten Pati merasa berterima kasih kepada Ditjen Hortikultura dan Kementerian PU SDA melalui BBWS Pemali Juana. terselenggaranya normalisasi kali Kedung Singkil." Kata Petani P3A desa Ngurenrejo.

Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam penanganan sumber daya air guna menekan risiko banjir dan menjaga keberlanjutan produktivitas pertanian masyarakat.

21 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
 5th Implementation Support Mission National Urban Flood Resilience Project (NUFReP)
5th Implementation Support Mission National Urban Flood Resilience Project (NUFReP)

Semarang - Dalam rangka pelaksanaan 5th Implementation Support Mission National Urban Flood Resilience Project (NUFReP), pada 15–16 April 2026, Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana menerima kunjungan serta melaksanakan rangkaian kegiatan bersama Bappeda, Dinas PUPR Kota Semarang, Tim Konsultan, dan Tim World Bank di Kota Semarang.

Kegiatan ini meliputi diskusi terkait status implementasi program, kesiapan subproyek, koordinasi kebijakan, serta rencana kerja ke depan, termasuk progres pengadaan tanah, pemukiman kembali, dan berbagai isu strategis.

Sebagai bagian dari evaluasi, BBWS Pemali Juana mendampingi kunjungan lapangan ke sistem pengendalian banjir Tenggang–Sringin Paket I–III untuk memastikan progres, kualitas konstruksi, dan kesesuaian pelaksanaan dengan perencanaan teknis.

Diskusi teknis juga dilakukan guna mengidentifikasi kendala dan merumuskan tindak lanjut, termasuk penentuan prioritas Nature-Based Solutions, penyesuaian lingkup pekerjaan, serta pemenuhan aspek lingkungan dan sosial.

BBWS Pemali Juana berkomitmen memastikan setiap tahapan program berjalan efektif dan terarah. Melalui kegiatan ini, diharapkan koordinasi antar pemangku kepentingan semakin kuat, sehingga pelaksanaan NUFReP lebih optimal dalam mendukung pengendalian banjir yang efektif dan berkelanjutan di Kota Semarang.

21 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Penanganan Darurat Bendung Danawarih dan Bendung Cipero di Kab. tegal
Penanganan Darurat Bendung Danawarih dan Bendung Cipero di Kab. tegal

Tegal - (14/4/2026) Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana beserta jajaran dari bidang terkait meninjau infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Tegal, yakni Bendung Danawarih, Kecamatan Balapulang dan Bendung Cipero, Kecamatan Warureja. Kegiatan ini merupakan dukungan terhadap Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 dalam percepatan pembangunan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi guna mendukung swasembada pangan dan kesiapan menghadapi musim kemarau.

Di Bendung Danawarih, kerusakan pada mercu bendung menyebabkan aliran air tidak bisa mengalir ke pintu intake utama sebagaimana seharusnya, sehingga berpotensi mengurangi efektivitas distribusi air irigasi. Untuk itu, dilakukan penanganan darurat berupa pembuatan saluran pengarah untuk mengarahkan aliran air agar dapat masuk ke intake Sunyoto secara optimal. Upaya ini menjaga layanan irigasi DI Gung seluas 6.632 hektare di enam kecamatan agar tetap mendukung masa tanam kedua.

Koordinator GP3A DI Gung, M. Angger Selamet, menyampaikan apresiasi atas penanganan yang dilakukan. Ia menjelaskan bahwa aliran air kini sudah dapat menjangkau wilayah hilir hingga Kemantren Dukuhwaru dengan cakupan sekitar 1.725 hektar.

Peninjauan juga dilanjutkan ke Bendung Cipero yang melayani DI Rambut seluas 7.634 hektare di Kecamatan Warureja dan Suradadi. Penanganan terus dilakukan oleh tim operasi dan pemeliharaan BBWS Pemali Juana guna memastikan layanan air irigasi tetap optimal.

BBWS Pemali Juana terus berkomitmen menjaga keandalan jaringan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui upaya penanganan dan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan distribusi air dapat semakin optimal sehingga musim tanam dapat berlangsung lebih baik dan produktivitas pertanian tetap terjaga.

17 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Kolaborasi Penanganan Pasca Bencana Banjir - Pembersihan Sampah Sungai Setro Desa Terban
Kolaborasi Penanganan Pasca Bencana Banjir - Pembersihan Sampah Sungai Setro Desa Terban

Kudus - BBWS Pemali Juana melalui Satker Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OPSDA) melakukan langkah cepat dalam menindaklanjuti kejadian banjir di Sungai Setro, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, pada Minggu, 12 April 2026.

Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan peningkatan debit air serta sumbatan sampah dan material kayu di bawah jembatan, sehingga air meluap ke ruas Jalan Pantura Kudus–Pati dan berdampak pada permukiman serta area persawahan.

Sebagai bagian dari upaya tanggap darurat, dilakukan monitoring lapangan, koordinasi lintas instansi, serta pembersihan sampah secara manual. Kegiatan ini diperkuat melalui rapat koordinasi teknis dan dilanjutkan dengan aksi pembersihan pada 13 April 2026 sebagai upaya pemulihan kondisi sungai. Penanganan ini merupakan hasil kolaborasi antara BBWS Pemali Juana, BPBD Kabupaten Kudus, Dinas PUPR Kabupaten Kudus, BPJN Wilayah Pati, PSDA Seluna, serta Pemerintah Desa Terban.

Penguatan kolaborasi dan kewaspadaan bersama menjadi kunci dalam menjaga fungsi sungai tetap optimal serta meminimalkan risiko banjir. Ke depan, diharapkan seluruh lapisan masyarakat juga turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kelangsungan fungsi sungai, salah satunya dengan tidak membuang sampah dalam bentuk apa pun ke dalam aliran sungai.

13 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Review Design Rehabilitasi DI. Comal - Maksimalkan Fungsi Irigasi dan Produktivitas Pertanian
Review Design Rehabilitasi DI. Comal - Maksimalkan Fungsi Irigasi dan Produktivitas Pertanian

Pemalang - Dalam rangka meningkatkan kinerja layanan irigasi, BBWS Pemali Juana melalui PPK Perencanaan dan Program dibawah Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air, melaksanakan review dan survey desain rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Comal, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang.

DI Comal merupakan daerah irigasi kewenangan pusat dengan luas layanan 8.882 hektare, yang bersumber dari Sungai Comal melalui Bendung Sukowati, bangunan utama yang telah berdiri sejak tahun 1901.

Jaringan irigasinya meliputi saluran induk sepanjang 8,9 km dan 9 saluran sekunder sepanjang 41,2 km. Seiring usia infrastruktur dan terakhir direhabilitasi pada tahun 2010, diperlukan evaluasi menyeluruh untuk mengembalikan dan meningkatkan kinerja sistem. Melalui kegiatan ini dilakukan inventarisasi kondisi dan peninjauan desain sebagai dasar pelaksanaan rehabilitasi fisik.

Diharapkan, upaya ini mampu menghadirkan sistem irigasi yang lebih andal dan berkelanjutan dalam mendukung produktivitas pertanian serta ketahanan pangan.

13 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Peran Penting Petugas OP Bendung dalam Menjaga Aliran Air Tetap Terkendali
Peran Penting Petugas OP Bendung dalam Menjaga Aliran Air Tetap Terkendali

Semarang - Peran Penting Petugas OP Bendung dalam Menjaga Aliran Air Tetap Terkendali.

Di tengah kondisi cuaca ekstrem, seperti hujan deras yang kerap terjadi di berbagai wilayah, terdapat peran penting yang sering luput dari perhatian publik, yakni petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) bendung. Mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan aliran air tetap terkendali dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.

Petugas OP bendung bertanggung jawab dalam mengatur debit air, membersihkan sumbatan, serta memastikan infrastruktur bendung berfungsi dengan baik dalam berbagai kondisi cuaca. Tugas tersebut dilakukan secara konsisten dan penuh dedikasi guna menjaga stabilitas aliran air, baik untuk kebutuhan irigasi maupun pengendalian banjir.

Keberadaan mereka menjadi kunci di balik terjaganya sistem pengelolaan air yang aman dan efektif. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenal serta mengapresiasi peran petugas OP bendung yang senantiasa siaga dalam menjalankan tugasnya.

13 April 2026 Selengkapnya

Berita Terkini & Pengumuman
Potensi Godzilla El Niño, Suhu Panas dan Risiko Kekeringan Meningkat
Potensi Godzilla El Niño, Suhu Panas dan Risiko Kekeringan Meningkat

Semarang - Potensi Godzilla El Niño, Suhu Panas dan Risiko Kekeringan Meningkat di Indonesia

Belakangan ini, masyarakat di berbagai wilayah Indonesia mulai merasakan peningkatan suhu udara yang lebih panas dan kondisi yang semakin gerah dari biasanya. Fenomena ini bukan sekadar perubahan cuaca biasa, melainkan berkaitan dengan potensi terjadinya El Niño berkekuatan ekstrem yang kerap disebut sebagai “Godzilla El Niño”.

Fenomena tersebut berpotensi memicu kenaikan suhu secara signifikan, penurunan curah hujan secara drastis, serta meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah daerah. Dampaknya dapat dirasakan tidak hanya pada kondisi lingkungan, tetapi juga pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Dalam situasi ini, keberadaan bendungan serta infrastruktur sumber daya air menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan air. Pengelolaan air yang efektif dinilai mampu membantu mengurangi dampak buruk dari kondisi cuaca ekstrem tersebut.

Masyarakat pun diimbau untuk mulai lebih bijak dalam menggunakan air guna menghadapi potensi krisis yang dapat terjadi.

13 April 2026 Selengkapnya