Optimalisasi Bendung Wampu, Dukung Konversi Lahan Sawit Menjadi Pertanian Produktif
Kementerian Pekerjaan Umum terus memperkuat komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi fungsi Bendung Wampu di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Bendung yang menjadi salah satu infrastruktur strategis di wilayah Sumatera ini diharapkan mampu mengairi lahan pertanian produktif seluas 10.991 hektare yang sebagian berasal dari konversi lahan perkebunan sawit.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo meninjau langsung progres pembangunan jaringan irigasi Bendung Wampu dan menyampaikan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi pangan Indonesia. “Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen mempercepat penyelesaian jaringan irigasi agar air dari Bendung Wampu dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Tahun ini, kami menargetkan sekitar 3.700 hektare lahan sawah, termasuk lahan bekas perkebunan sawit, sudah dapat dialiri,” ujar Menteri Dody.
Menurutnya, masyarakat di sekitar wilayah Wampu telah menunjukkan kesiapan untuk beralih dari tanaman sawit ke padi, asalkan ketersediaan air irigasi dapat dijamin. Upaya ini diharapkan mampu mendukung semangat kemandirian pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui produksi beras yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Bendung Wampu melayani dua wilayah utama, yakni Daerah Irigasi Wampu Kiri seluas 3.832 hektare dan Wampu Kanan seluas 7.159 hektare. Hingga saat ini, jaringan irigasi primer sepanjang 5,5 kilometer dan sekunder sekitar 44 kilometer tengah diselesaikan secara bertahap. Setelah beroperasi penuh, sistem irigasi ini akan mampu memperluas cakupan layanan air hingga lebih dari 9.000 hektare lahan konversi, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Utara dan daerah sekitarnya.
Program optimalisasi Bendung Wampu menjadi bagian dari semangat “Setahun Bekerja, Bergerak, Berdampak” dalam menjalankan visi besar ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur air untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan dan kedaulatan air nasional.