Rencana Kerja Direktorat Jenderal Sumber Daya Air 2025: Efisiensi untuk Optimalkan Potensi
Kementerian PU-PR •
Pada tahun 2025, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) telah menetapkan rencana kerja yang berfokus pada efisiensi, optimalisasi, dan inventarisasi sumber daya air. Tujuan utama dari rencana ini adalah memaksimalkan semua sumber daya yang ada untuk mendukung cita-cita pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan. Dengan langkah ini, diharapkan sektor sumber daya air dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan yang berkelanjutan.
Fokus utama Ditjen SDA tahun 2025 adalah bagaimana efisiensi anggaran dapat dilakukan tanpa mengurangi kualitas kerja dan pelayanan. Penyesuaian dalam cara kerja menjadi keniscayaan akibat adanya efisiensi anggaran, namun Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menekankan bahwa efisiensi tersebut bukanlah halangan. “Kita harus bisa mengidentifikasi dan mengoptimalkan sumber daya yang ada agar dapat bekerja lebih efektif,” jelasnya.
Direktur Jenderal SDA, Lilik Retno Cahyadiningsih, turut menyampaikan pesan penting terkait efisiensi anggaran ini. Menurutnya, efisiensi bukanlah penghalang, melainkan kesempatan untuk semakin fokus dalam memaksimalkan apa yang sudah ada. “Dengan efisiensi, kita bisa lebih fokus pada apa yang bisa kita optimalkan bagi masyarakat,” ungkap Lilik Retno.
Salah satu fokus utama Ditjen SDA adalah mendukung swasembada pangan, yang diwujudkan dengan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Hal ini sangat krusial untuk memastikan bahwa sektor pertanian dapat terus berkembang dengan baik, terutama di tengah tantangan perubahan iklim. Dengan langkah-langkah efisiensi dan optimalisasi ini, diharapkan Indonesia dapat terus maju dan mandiri dalam sektor pangan.
Berita
Kementerian PU melalui BWS Sumatera I Perkuat Penyediaan Air Bersih di Aceh Tamiang, Beberapa Sumur Bor Sudah Berfungsi
Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU Lakukan Kunjungan Lapangan ke Sungai Tamiang, Didampingi BWS Sumatera I
Menjaga Sungai dengan Vegetasi: Peran Pohon Pelindung Tebing dari Erosi dan Banjir
Kementerian PU Waspadai Banjir Susulan, Perbaikan Bendung Pante Lhong Jadi Prioritas
Pohon Produksi Ramah Lereng Jadi Solusi Kebutuhan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan
Penanganan Tanggul Jebol di Lhoksukon Terus Berjalan, BWS Sumatera I Turun Langsung