Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
17 March 2022
Direktur Pembangunan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Yudha Handita Pandjiriawan, MT, MBA berserta Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DI Yogyakarta Wida Nurfaida, didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta sejumlah pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo meninjau proyek Penanganan Rembesan Bendungan Cengklik yang berada di Desa Ngargorejo dan Sobokerto Kecamatan Ngemplak Boyolali, Kamis, (17/03/2021). Dalam kunjungan tersebut, tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kunjungannya ke Bendungan Cengklik, dalam rangka studi banding terkait Pelaksanaan Pekerjaan Diaphragm Wall. Ir. Yudha Handita Pandjiriawan, MT, MBA mengatakan kegiatan studi banding ini dalam rangka mengajak para generasi muda untuk meninjau lapangan ke sejumlah proyek. “Kami berharap para generasi muda Bina Marga ke depan bisa mendapatkan pengalaman serta pengetahuan yang baik dalam penyusunan konsep pembangunan Diaphragm wall. Diaphragm wall merupakan sebuah dinding beton yang proses pembuatannya / pengecorannya dilakukan didalam tanah, dimana biasanya memiliki fungsi yaitu sebagai dinding penahan tanah galian,” katanya. Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech menyambut hangat kunjungan studi banding para generasi muda Bina Marga tersebut dan berharap agar nantinya kegiatan tersebut bisa meningkatkan kemampuan SDM khususnya bagi generasi muda. “Saya senang bisa memberikan kesempatan kepada generasi muda dan memberikan keilmuannya di BBWS Bengawan Solo. Semoga kegiatan ini bisa meningkatkan kemampuan SDM Generasi Muda PUPR karena SDM merupakan penggerak utama pembangunan di berbagai sektor, termasuk infrastruktur.,” paparnya. Sebagai Informasi, Bendungan Cengklik di bangun pada tahun 1923-1931 oleh pemerintah Hindia Belanda dengan tinggi tubuh bendungan maximum 14,50 m dan panjang puncak 750 m dengan tampungan sebesar 9,86 juta m3 (pada Muka air normal) yang dimanfaatkan untuk kebutuhan air daerah irigasi seluas 1.041 ha, pariwisata dan perikanan. Tipe bendungan berupa urugan tanah homogen sedangkan permasalahan yang di jumpai adalah di bagian hilir bendungan pelana (sekitr 200 m) dijumpai beberapa titik rembesan di area permukiman warga. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
16 December 2025
<div><br>Bendungan Cengklik yang berada di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, merupakan salah satu bendungan yang dibangun pada masa kolonial Belanda pada tahun 1923–1931 sebagai upaya memperkuat penyediaan air di wilayah sekitar.<br> <br>Memanfaatkan aliran Sungai Pepe, Bendungan Cengklik memiliki kawasan genangan yang cukup luas dan menjadi sumber air penting bagi masyarakat. Perannya sangat besar dalam mendukung pertanian dan kebutuhan sehari-hari warga di sekitarnya.<br> <br>Salah satu manfaat utama Bendungan Cengklik adalah penyediaan air irigasi untuk lahan pertanian seluas 1.460 hektar. Ketersediaan air dari bendungan ini membantu menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Boyolali dan daerah sekitarnya.<br> <br>BBWSBS berkomitmen memastikan bendungan Cengklik tetap berfungsi optimal untuk mendukung kesejahteraan dan ketahanan air di Wilayah Sungai Bengawan Solo.<br> <br><strong>Manfaat Bendungan</strong></div><div>Manfaat untuk irigasi seluas 1,460 Ha<br><br></div><div><strong>Data Teknis</strong></div><div>Tipe Bendungan : Urugan Tanah Homogen dengan Material Inti Lempung Kelanauan</div><div>Luas Genangan : 3,311,352 m²</div><div>Volume Total : 12,782,030 m<strong>³<br></strong><br></div><div><br><br></div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
30 April 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, didampingi Forum Jogo Kali Bengawan (Jokalibe) dan Perum Jasa Tirta (PJT) menerjunkan tim untuk mengambil sampel air yang diduga tercemar limbah dari pipa milik PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo. Sampel air itu akan diuji untuk mengetahui polutan apa yang mencemari sehingga berbau. Kegiatan ini digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. BBWS Bengawan Solo memiliki tugas pokok untuk melaksanakan pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) di wilayah sungai yang meliputi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi sekaligus pendayagunaan sumber daya air serta pengendalian daya rusak air pada sungai, pantai, bendungan, danau, situ, embung, irigasi, rawa, tambak, air tanah, air baku dan tampungan air lainnya serta pengelolaan drainase utama perkotaan. Sedangkan untuk masalah pengendalian pencemaran air menjadi wewenang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL). Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Wahyana ST, MT., mengatakan kegiatan ini dalam rangka memeriksa sekaligus mengambil beberapa sampel air. Sampel itu akan diuji laboratorium untuk mengetahui material polutan dan tingkat pencemarannya. “Kami juga mengidentifikasi faktor cemaran lainnya yang ada di sekitar sungai Bengawan Solo,” kata dia Kamis, (29/4/2021) disela sela monitoring. Ia belum bisa memastikan kapan hasil uji sampel air itu keluar. Ia dan tim masih memverifikasi dan menguji material cemaran di sekitar sungai warga yang terpapar limbah. Selain itu membandingkan sampel air dari tepi Sungai Bengawan Solo. “Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup [DLH] Kabupaten Sukoharjo soal pemeriksaan air yang tercemar di Nguter, Sukoharjo. Kami dari BBWS Bengawan Solo, memiliki tugas untuk mengelola sumber daya air di Badan Sungai Bengawan Solo, untuk terkait pencemaran limbah ini merupakan wewenang dari DLH kabupaten setempat,” ujarnya. BBWS Bengawan Solo rutin melakukan pengecekan kualitas air di 30 titik lokasi di sepanjang Sungai Bengawan Solo untuk meminimalisir terjadinya pencermaran. Sebelumnya BBWS Bengawan Solo menerima audensi dari perwakilan warga Sukoharjo. Mereka mengeluh selama ini, limbah kegiatan produksi di PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo mengalir ke sungai kecil menuju Sungai Bengawan Solo. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
07 March 2022
Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) di lingkungan Ditjen SDA yang diikuti oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (07/03/2022). Serah Terima Jabatan kali ini dilaksanakan secara jarak jauh (teleconference) melalui Zoom Meeting dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid – 19. Dalam kegiatan tersebut, dijelaskan pula kegiatan yang akan berlangsung di tahun 2022 kedepannya antara lain KPP, renovasi dan pengendalian banjir dengan harapan untuk melakukan perbaikan yang lebih baik lagi. Oleh karenanya, para pejabat yang baru saja dilantik diminta untuk mendukung dan mendampingi kegiatan yang ada di struktural. Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Ir. Jarot Widyoko Sp-1 dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru saja dilantik dan berharap kedepannya mampu terus berkomunikasi dan berkoordinasi dalam menjalankan tugas. Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan BBWS Bengawan Solo yang dilantik pada kesempatan ini adalah Heriantono Waluyadi, ST,. MT. yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo, kini menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pemantauan, Evaluasi, dan Pengadaan Tanah di Direktorat Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA). Di akhir sambutannya, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Ir. Jarot Widyoko Sp-1 turut berpesan kepada seluruh pejabat untuk selalu berhati – hati dalam menggunakan kata hati, “Selamat kepada seluruh pejabat yang baru saja dilantik, saya yakin Bapak dan Ibu dapat bertugas dan memberikan yang terbaik. Selalu berhati – hati dalam menggunakan kata hati, integritas, berani, kuat, dan kreatif dalam menjalankan kewajiban yang baru saja diberikan ini,” paparnya. (BBWSBS/Fira-Remares)
Baca Selengkapnya