Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
25 May 2022
Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo mengelar kegiatan Sidang Pleno II TKPSDA WS Bengawan Solo di Jl. Dr. Rajiman, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta pada Rabu, (25/05/2022). Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan prokes pencegahan Covid-19. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo memiliki lingkup kerja yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. Hal ini tentunya BBWSBS tidak bisa bekerja sendiri, namun memerlukan bantuan/dukungan dari berbagai lintas sektor, khususnya yang tergabung dalam TKPSDA WS Bengawan Solo. Memberikan laporan mewakili Kepala Sekretariat TKPSDA WS Bengawan Solo, Ambar Puspitosari, ST, MDM menyampaikan jika sampai dengan Tri Wulan II ini, Sekretariat telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan TKPSDA WS Bengawan Solo termasuk pemantauan tindak lanjut rekomendasi Pengawasan dan penertiban pompa belum berizin di WS Bengawan Solo dan Upaya konservasi SDA pada hulu sungai-sungai di WS Bengawan Solo. “Diharapkan nantinya setiap anggota khususnya dari unsur Pemerintah untuk secara aktif mengawasi dan melaporkan setiap kegiatan TKPSDA WS Bengawan Solo kepada Sekretariat. Oleh karena itu, mohon ini menjadi perhatian khusus untuk meningkatkan dinamika serta tugas dan fungsi forum koordinasi ini,” paparnya. Dari Sidang Komisi 1,2 dan 3 yang telah dilaksanakan kemarin hari Selasa, (24/05/2022). Sidang Komisi tersebut mengadirkan 6 narasumber untuk 6 pokok materi bahasan yang dilanjutkan dengan Sidang Pleno II pada hari Rabu, (25/05/2022) yang menghadirkan 2 narasumber untuk 2 pokok materi bahasan, yakni Sosialisasi Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 60 Tahun 2021 tentang Kebijakan Pengelolaan Sistem Informasi Hidrologi, Hidrometeorologi dan Hidrogeologi pada Tingkat Provinsi, yang disampaikan oleh perwakilan Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, Novita Andrianie ST, MT., dan cerita Konservasi Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat, yang disampaikan oleh Bapak Sadiman sebagai tokoh inspirator penghijauan dari Wonogiri. Dalam Sidang Pleno II yang memimpin jalannya sidang adalah Kuntarti Sri Rejeki, S.Pi, M.Si selaku Ketua TKPSDA WS Bengawan Solo dan turut hadir pula sebagai tamu undangan dari Bidang O & P SDA, BBWS Bengawan Solo, Unit Hidrologi dan Kualitas Air, BBWS Bengawan Solo, dan Komunitas Garda Hijau Bumi, Wonogiri. (BBWSBS/Fira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
05 May 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo mendampingi Tim Survey Lapangan Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Daerah Irigasi (D.I.) Karangnongko dari Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Sumber Daya Air, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Selasa (04/05/2021). Kegiatan tersebut berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Bendung Gerak Karangnongko akan berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas. Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kab. Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi. Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastrutur SDA Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT mengatakan nantinya rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko akan diintegrasikan dengan Solo Valley Werken. Solo Valley Werken merupakan program pembangunan pengendalian banjir dan pembuatan jaringan irigasi peninggalan Pemerintah Hindia Belanda zaman dulu. “Manfaat desain Solo Valley Werken yang pertama dapat menjadi longstorage untuk pengendali banjir yang secara berulang terjadi, serta tampungan air untuk irigasi dan air baku di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan Gresik, kedua dapat diintegrasikan dengan sarana transportasi darat apabila dibangun jalan tol di sisi kiri dan kanan saluran, dan yang terakhir dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena menghubungkan Wilayah Pengembangan Strategis [WPS] Gerbang Kertasusila dengan kawasan perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
27 July 2021
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), M. Basuki Hadimuljono, bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo beserta jajarannya melakukan monitoring infrastruktur di Waduk Cengklik yang berada di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Selasa, (27/07/2021). Kegiatan tersebut sebelumnya telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Monitoring Infrastruktur tersebut terkait dengan rencana revitalisasi sekaligus untuk mengecek kondisi di Waduk Cengklik. Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Ir. Jarot Widyoko, Sp-1 bersama Direktur Bina Operasi dan pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA., telah melakukan kunjungan monitoring evaluasi waduk untuk mengantisipasi banjir. Sebagai informasi, Waduk Cengklik selain memiliki manfaat sebagai tempat wisata juga memiliki potensi luar biasa yang bisa mendatangkan manfaat bagi warga di sekitarnya. Waduk Cengklik berlokasi di Kecamatan Ngemplak ini dibangun oleh Pemerintah Hindia belanda sekitar tahun 1923-1931. Tubuh Bendungan memiliki tipe urugan tanah homogen, dengan volume efektif sebesar 9,87 juta m3. Waduk Cengklik juga dilengkapi dengan tiga bangunan intake, yakni intake utama berupa menara dengan dua buah pintu tipe butterfly valve, serta pintu sorong pada bagian intake kiri dan kanan. Dalam kunjungannya kali ini, M. Basuki Hadimuljono, memerintahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi kondisi yang perlu dilakukan perbaikan di Waduk Cengklik untuk ditangani segera termasuk dalam proses revitalisasi. “Saya mengingatkan seluruh satuan kerja untuk segera menangani kondisi yang ada di Waduk Cengklik,” paparnya. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan mengatakan BBWS Bengawan Solo memiliki tugas dan fungsi untuk membangun dan membuat environment di sekeliling waduk. Tujuannya agar tanggul waduk kebanggaan masyarakat Boyolali tersebut tidak longsor. “Kami bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi dalam memelihara sumber air dan lingkungan. Karena dalam proses revitalisasi nantinya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga memerlukan dukungan penuh dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait, agar proses pelaksanaannya berjalan lancar. Semoga revitalisasi ini dapat berjalan lancar sesuai target sehingga lahan di kawasan setempat yang tadinya hanya mengharap air hujan, kedepannya dapat diairi dan menjadi lebih produktif,”paparnya. (BBWSBS/Fira-Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
03 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara Penandatanganan Kontrak Penanganan Banjir Sungai Asem Gandok, Grindulu, dan Anak Sungainya di Pacitan di Kantor BBWSBS di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (03/03/2021). Acara penandatanganan tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Penandatanganan paket pekerjaan dengan nilai kontrak sebesar Rp9.520.000.113 tersebut dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai (Supan) I, Yuhanes Widi Nugroho, S.T., dengan perwakilan penyedia jasa dari PT. Cahaya Agung Perdana Karya, yang disaksikan oleh jajaran pejabat dan staf BBWSBS. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama pelaksanaan pekerjaan nantinya, diharapkan tetap mengutamakan keselamatan kerja. “Medan pengerjaan di Pacitan harus diwaspadai, apalagi saat musim penghujan, karena ketinggian airnya tidak bisa diprediksi. Kami berharap kepada PPK dan penyedia jasa selalu berkoordinasi dengan baik, sehingga dapat pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik dan sesuai dengan spesifikasinya,” pesannya. “Semoga pelaksanaan pekerjaan yang utamanya perkuatan tebing sungai (revetment) ini, dapat memenuhi target yakni tepat mutu dan tepat waktu,” imbuh Kepala Bidang (Kabid) PJSA Bengawan Solo, Ir. Isgiyanto, M.T. Penandatanganan kontrak paket pekerjaan bukanlah akhir dari suatu kemenangan untuk penyedia jasa, namun sebagai titik tolak awal dimulainya perjuangan yang lebih berat dan penuh tanggung jawab. Untuk itu, semua pihak terkait diharapkan dapat memahami dan mematuhi ketentuan-ketentuan dan dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai yang tertuang dalam kontrak. (BBWSBS/Ferri)
Baca Selengkapnya