Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
24 December 2021
Bupati Bojonegoro, Dr. Anna Mu’awanah beserta jajarannya berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (24/12/2021). Kunjungan kerja (kunker) yang diterima oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kunjungan kerja oleh Bupati Bojonegoro kali ini bertujuan untuk melakukan koordinasi terkait proyek pembangunan infrastruktur SDA di Kabupaten Bojonegoro yang salah satunya terkait pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, Bendung Pacal, dan Bendung Klepek. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Bendung Gerak Karangnongko akan berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas. Kepala BBWS Bengawan Solo dan Bupati Bojonegoro melakukan koordinasi dengan membahas mekanisme dalam proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko seperti pembebasan lahan, relokasi masyarakat, pembahasan teknis sekaligus opsi solusi yang akan dilakukan yang menyesuaikan budaya masyarakat yang ada disekitar Kabupaten Bojonegoro. Pembahasan dalam koordinasi kali ini mencakup rencana pengadaan lahan Bendung Gerak Karangnongko dengan membahas kebutuhan lahan Bendung Gerak Karangnongko di Kabupaten Bojonegoro. Sementara itu, kebutuhan lahan Bendung tersebut sebesar 386,08 HA dengan jumlah Bidang 1134. Bupati Bojonegoro menyampaikan Pemerintah Daerah akan terus mendorong sinergitas percepatan pembangunan di bidang infrastruktur SDA di Kabupaten Bojonegoro. Dr. Anna Mu’awanah juga berharap agar pembangunan Bendung Gerak Karangnongko bisa selesai dengan tepat waktu. "Kunjungan kali ini dalam rangka silaturahmi sekaligus membangun komitmen bersama agar Bendung Gerak Karangnongko menjadi maju untuk segera diselesaikan. Bersama BBWS Bengawan Solo, mudah-mudahan kami bisa terus berkoordinasi untuk mendorong program pemerintahan tersebut,” paparnya. Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech menyatakan jika BBWSBS akan senantiasa bekerjasama dengan berbagai Instansi dalam pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Kepala BBWSB Bengawan Solo berharap setelah pembangunan Bendung Gerak Karangnongko selesai, nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami sudah mulai bergerak untuk bertugas dalam pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Semoga kita semua bisa bergerak sesuai peran institusi serta progres dan rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko bisa terlaksana dengan tepat waktu,” paparnya. (BBWSBS/Safira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
11 May 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan pertemuan secara teleconference menjelang Hari Raya Idul Fitri yang diikuti oleh seluruh keluarga besar BBWSBS, di Kantor BBWSBS, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (11/05/2021). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka penyampaian arahan dari Kepala BBWSBS sekaligus mempererat tali silaturahmi melalui Halal Bihalal virtual dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Momentum lebaran tahun ini, untuk kedua kalinya masyarakat diimbau untuk tidak melaksanakan tradisi budaya yang erat kaitannya dengan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia, yakni mudik. Meski terasa berbeda, namun yang terpenting keinginan untuk bersilaturahmi tetap terjalin meskipun secara fisik tidak bertemu. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan rasa syukur karena rangkaian ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan tetap berjalan dengan baik meski situasi seperti tahun sebelumnya, yakni di tengah pandemi Covid-19. Dalam acara tersebut juga dimanfaatkan untuk saling bermaaf-maafan melalui perwakilan Kepala Balai, Kepala Bidang dan Kepala SNVT di lingkungan BWBSBS. “Sesuai arahan dari pusat, saya kembali mengingatkan agar rekan-rekan semua tidak mudik pada tahun 2021 ini, supaya situasi tetap kondusif, terjaga, dan aman. Momentum bertemu dengan rekan-rekan seperti ini juga tentunya sangat langka, karena kita harus gigih bekerja untuk mengelola Sungai Bengawan Solo di lapangan. Oleh karena itu, selamat berlebaran bersama keluarga di rumah, dan atas nama keluarga besar BBWSBS, kami mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,” sambungnya. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
29 June 2022
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo di Kantor BBWS Bengawan Solo, Pabelan, Sukoharjo, Selasa (28/06/2022). Acara penandatanganan tersebut dihadiri oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama, S.T, M.Si., Kepala Bidang PJSA, Naryo Widodo, S.T. M.T., Kepala Bidang KPI SDA, Ali Rahmat, S.T. M.T., Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Bengawan Solo, Dony Faturochman S, S.T. M.T., serta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam kesempatan ini, BBWS Bengawan Solo diwakili oleh PPK Perencanaan Bendungan menandatangani paket pekerjaan Supervisi Pembangunan Penahan Beban (Counterweight) dan Bangunan Pelengkap Lainnya Bendungan Gondang di Kab. Karanganyar dengan penyedia jasa KSO VK-SHC-AR (PT. Virama Karya (Persero) Cabang Semarang, PT. Supraharmonia Consultindo, PT. Antusias Raya) senilai Rp. 8.239.275.144 dan paket pekerjaan Pembangunan Penahan Beban (Counterweight) dan Bangunan Pelengkap Lainnya Bendungan Gondang di Kab. Karanganyar dengan penyedia jasa PT. Brantas Abipraya (Persero) senilai Rp. 126.491.772.209 oleh PPK Bendungan 1 yang keduanya dengan jangka waktu pelaksanaan 187 hari kalender. Dalam arahannya, Maryadi Utama, S.T, M.Si., menyampaikan bahwa setelah tanda tangan kontrak berarti tanggung jawab yang harus diimplementasikan dimulai, sehingga diharapkan semua dapat berproses dan terselesaikan dengan baik. “Kami harap semua pihak terkait dapat bekerja dengan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik. Serta tentunya dapat bekerja secara profesional dan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat,” katanya. (BBWSBS/Safira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
10 April 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja wilayah Kota Malang, Kabupaten Pacitan, dan berakhir di Kota Solo pada Kamis-Jumat, (08-10/04/2021). Dalam kesempatan ini Ir Soedhirman, M.M., selaku Staf Ahli Menteri (PUPR) (Sampu) Bidang Sosial, Budaya, dan Peran Masyarakat melangsungkan kunjungan di Bendungan Tukul, Pacitan, Jawa Timur pada Jumat, (09/04/2021). Kegiatan yang turut dihadiri oleh pejabat dan karyawan Balai Besar Wilayah Bengawan Solo (BBWSBS) tersebut sebelumnya sudah mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Pada kegiatan kunjungan kerja di Pacitan, Jawa Timur, keseluruhan rombongan mendatangi Bendungan Tukul. Sebagai informasi, Bendungan Tukul telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo yang ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti pada 14 Februari 2021. Bendungan Tukul yang dibangun di lahan seluas 44,81 ha, tepatnya di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, tak hanya sebagai irigasi dan menjadi sumber air baku sebesar 300 liter/detik. Bendungan Tukul dibangun dengan tipe urugan random dan Zonal Inti Tegak, yang memiliki kapasitas tampungan total sebesar 8,68 juta meter kunik dan dapat menjadi penggerak PLTA Mikrohidro sebesar 2 x 132 KW. Selain itu, bendungan Tukul juga dapat mereduksi banjir hingga 44,86 meter kubik/detik. Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) (Sampu) Bidang Sosial, Budaya, dan Peran Masyarakat, didampingi Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha Bambang, SE., ST., MT dan Kepala Bidang PJPA Bengawan Solo Heriantono Waluyadi, ST., MT beserta pejabat dan staf, meninjau pengelolaan area sabuk hijau (<em>greenbelt</em>) di wilayah Bendungan Tukul Pacitan, Jawa Timur. Untuk diketahui, Kementrian PUPR akan memanfaatkan area <em>greenbelt</em> bendungan untuk ditanami berbagai jenis pohon yang bernilai ekonomis. Untuk itu, setiap bendungan harus ditata dan memiliki kawasan <em>greenbelt</em> yang memadai melalui penanaman pohon yang disesuaikan dengan struktur tanah dan memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat. Bendungan Tukul memiliki area <em>greenbelt</em> dengan luasan 8 Ha ini terdiri dari 12 zona dengan total 655 pohon. Zona tersebut ditanami oleh 50 pohon durian musang king, 300 pohon mangga, dan 305 pohon jeruk baby khas Pacitan yang berlokasi di desa Karanggede, Arjosari, Pacitan. Dalam pernyataannya, Ir. Sudirman, M.M., menyebut jika bendungan memiliki peran yang penting untuk pengendalian banjir, mengairi sawah, air irigasi, dan juga penyediaan air baku kurang lebih 300 liter per detik. Selain berfungsi untuk penataan lingkungan di sekitar infrastuktur, <em>greenbelt</em> juga bermanfaat untuk menciptakan ruang terbuka hijau (RTH). Bila ekosistem bendungan yang dibangun indah dan asri tentunya akan meningkatkan meningkatkan estetika serta memunculkan karakteristik tersendiri. “Yang penting bagi saya bahwa bendungan ini di-<em>manage</em> <em>greenbelt</em>-nya bersama-sama dengan masyarakat di sekitarnya. Artinya agar masyarakat di sekitarnya merasa memiliki bendungan walaupun fungsi irigasinya masuk ke Kabupaten Pacitan hampir 600 hektar. Kita sudah komitmen tinggal menindaklanjuti hitam di atas putih. Seperti biasa, nanti masyarakat diminta me-<em>manage</em>, nanti buahnya dihitung bersama-sama. Kemudian dibicarakan standarnya berdasarkan jenis tanamannya yang mengandung nilai buah dan ada nilai ekonomisnya. Tetapi, diiprioritaskan jenis pohon yang menjadi <em>trademark</em>-nya di daerah bendungan tersebut,” paparnya. (BBWSBS/Fira)
Baca Selengkapnya