Berita Balai


Berita Balai,

Serah Terima Hasil Pekerjaan P3-TGAI Tahap I

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

03 December 2025

<div>BBWSBS melaksanakan Serah Terima Hasil Pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2025 Tahap I pada Selasa, 2 Desember 2025 di Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi peningkatan infrastruktur irigasi di wilayah pedesaan.<br><br>Pada tahap ini, sebanyak 242 desa penerima telah menyelesaikan pembangunan saluran irigasi secara swakelola melalui kelompok P3A. Penandatanganan berita acara serah terima menjadi tanda bahwa pelaksanaan program berjalan dengan baik sekaligus mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga dan mengelola jaringan irigasi yang telah dibangun.<br><br>Program P3-TGAI diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur, memperkuat kinerja jaringan irigasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Dengan jaringan irigasi yang terpelihara dan berfungsi optimal, upaya mewujudkan kedaulatan pangan dapat semakin diperkuat.<br><br>BBWSBS berkomitmen untuk memastikan pelaksanaan program P3-TGAI berjalan secara merata, berkelanjutan, dan semakin baik pada tahun-tahun mendatang. Evaluasi bersama akan terus dilakukan agar implementasi di lapangan semakin efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.<br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Monitoring Progres Pekerjaan Pembangunan Breakwater di PPN Brondong

11 February 2022

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan pembangunan breakwater di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jumat (11/02/2022). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kunjungan kerja dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (SNVT PJSA), Panji Satrio, ST, MT, MDM., dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai (Supan) I SNVT PJSA Bengawan Solo, Yuhanes Widi Widodo, ST., M.Eng. Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan bahwa progres pekerjaan pembangunan breakwater di PPN Brondong pada hari ini mencapai 11 %. Pembangunan breakwater ini dibangun untuk menjaga tinggi gelombang yang berada di dalam kolam pelabuhan tetap tenang, sehingga kapal nelayan dan aktifitas bongkar muat dapat berjalan dengan lancar. Agus Rudyanto berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan pembangunan breakwater di PPN Brondong dapat dilaksanakan sesuai dengan targetnya. “Semoga hasil pekerjaan memenuhi kualitas, kuantitas, dan sesuai dengan spesifikasinya. Namun, yang paling penting adalah fungsi infrastruktur yang ada dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sekitar, selain itu manfaatnya dapat melindungi kolam Pelabuhan seluas 17,2 Ha,” katanya. Sebagai informasi, Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Brondong yang berlokasi di PPN Brondong menjadi tempat bongkar muat dan fasilitas penunjang perdagangan perikanan bagi nelayan dan industri perikanan setempat. Kabupaten Lamongan sendiri memiliki potensi perikanan yang cukup besar. (BBWSBS/Tamara).

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Penandatanganan Dua Paket Kontrak di Lingkungan BBWS Bengawan Solo

09 November 2021

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar acara Penandatanganan Kontrak Dua Paket Pekerjaan di Lingkungan BBWSBS dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Kantor BBWSBS Kec. Kartasura, Kab. Sukoharjo, Prov. Jawa Tengah, Selasa (09/11/2021). Acara penandatanganan tersebut juga terhubung secara daring melalui video conference yang diikuti oleh Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Kepala BBWS Bengawan Solo, Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Jawa Tengah, dan pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Dalam kesempatan ini, BBWS Bengawan Solo menandatangani dua paket pekerjaan, yakni paket Rehabilitasi Bendungan Kedunguling dan Penanganan Rembesan Bendungan Cengkik dengan penyedia jasa PT BRANTAS ABIPRAYA (Persero) senilai Rp. 66.257.594.996,24 dan Penataan Kawasan Dalam Rangka Pengamanan Bendungan Cengklik dengan penyedia jasa PT. REKA ESTI UTAMA senilai Rp. 26.574.845.573,41. Kedua paket tersebut memiliki waktu pelaksanaan 365 hari. Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA selaku Direktur Bina Operasi dan pemeilharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) mengucapkan selamat untuk penyedia jasa dan berharap jika pekerjaan dalam dua paket kontrak tersebut bisa terlaksana dengan tepat waktu. "Saya ucapkan selamat untuk penyedia jasa yang terpilih. Saya berharap nantinya terkait administrasi laporan mohon untuk diperhatikan. Saya juga berharap agar pemantauan tiap minggu maupun tiap bulan untuk tetap dilakukan agar pekerjaan bisa selesai dengan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat," paparnya. Dalam kesempatan itu, Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. turut memberikan arahannya dan sempat mewanti-wanti kepada para kontraktor untuk menjaga integritas dalam bekerja. "Saya ucapkan selamat atas kontrak dua paket pekerjaan ini. Nantinya pekerjaan ini harus dikerjakan sebaik-baiknya dan untuk para penyedia jasa dapat memanfaatkan sisa waktu seefektif mungkin. Saya berharap para penyedia jasa dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak, dengan menerapkan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran. Selamat bekerja!,” pesannya. (BBWSBS/ Fira)

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Penanganan Banjir Sungai Asem Gandok

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

28 October 2025

<div>Upaya pengendalian banjir di Sungai Asem Gandok, merupakan langkah nyata BBWSBS dalam menjaga keseimbangan sumber daya air dan melindungi masyarakat Pacitan dari ancaman banjir dan erosi.<br><br>Melalui pembangunan infrastruktur pengendali banjir, kawasan rawan longsor dan tergerus aliran deras kini lebih aman dan dapat berfungsi dengan lebih optimal.<br><br>Kini, lahan pertanian di sepanjang aliran sungai kembali terlindungi dari ancaman banjir dan erosi. Petani dapat kembali mengolah sawahnya dengan lebih tenang tanpa khawatir kehilangan hasil panen akibat luapan air sungai.<br><br>Upaya ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional melalui pengelolaan air yang berkelanjutan.</div>

Baca Selengkapnya