Berita Balai


Berita Balai,

Apel Siap Kesiapsiagaan Bencana BBWSBS Tahun 2025-2026 Sigap Hadapi Bencana Demi Wujudkan Pangan Merata

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

23 October 2025

<div>Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan tahun 2025-2026, BBWSBS menyelenggarakan Apel Kesiapsiagaan Bencana yang dipimpin oleh Kepala BBWSBS, Gatut Bayuadji pada Selasa (21/10/2025) di Kantor BBWS Bengawan Solo, Pabelan, serta di wilayah Madiun dan Hilir.<br><br>Kegiatan Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2025-2026 dimaksudkan sebagai bentuk kesiapan BBWSBS bersama seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana banjir di wilayah kerja Bengawan Solo, melalui penguatan koordinasi, komunikasi, serta sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri, dan masyarakat.<br><br>Kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor merupakan bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan infrastruktur sumber daya air. Hal ini tidak hanya menyangkut keselamatan jiwa dan aset, tetapi juga menjaga fungsi lahan pertanian dari potensi kerusakan.<br><br>Sebagaimana diketahui, sistem irigasi dan pengelolaan air yang andal akan mendukung produktivitas pertanian. Oleh karena itu, upaya penguatan kapasitas dalam menghadapi bencana turut serta mendukung ketahanan pangan dan cita-cita mewujudkan swasembada pangan nasional.<br><br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Kunjungan Menteri PU ke Bendungan Serbaguna Wonogiri dan JIAT Boyolali - Menjaga Ketersediaan Air, Mendukung Produktivitas Petani

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

30 March 2026

<div>Sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya di sektor pertanian, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo didampingi Kepala BBWSBS Gatut Bayuadji beserta jajaran melakukan kunjungan kerja ke Bendungan Wonogiri serta meninjau pemanfaatan sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) PWS 699 di Desa Ketitang, Kabupaten Boyolali, pada Minggu (29/3/2026).<br><br></div><div>Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody juga berdialog langsung dengan para petani setempat untuk mendengarkan dan menyerap aspirasi mereka. Kehadiran infrastruktur sumber daya air, baik Bendungan Serbaguna Wonogiri maupun sumur JIAT, memberikan manfaat nyata dalam mendukung ketersediaan air irigasi dan meningkatkan produktivitas pertanian.<br><br></div><div>Upaya ini juga memperkuat kesiapan dalam menghadapi potensi kekeringan, dengan memastikan ketersediaan air tetap terjaga dan terdistribusi secara optimal. Melalui pengelolaan yang baik dan dukungan infrastruktur yang andal, diharapkan ketahanan pangan semakin kokoh, kesejahteraan petani meningkat, serta hasil panen menjadi lebih optimal.<br><br></div><div><br></div><div><strong>Bendungan Serbaguna Wonogiri</strong></div><ul><li>Tipe Bendungan : Urugan Tanah</li><li>Volume Tampungan : 36.530.482.349 m³&nbsp;</li><li>Luas Genangan : 73.600.000 m²</li><li>Panjang Puncak Bendungan : 830 m</li><li>Manfaat : Irigasi, Air Baku, PLTA dan Pariwisata</li></ul><div><br></div><div><strong>JIAT PWS 699</strong></div><ul><li>Lokasi : Desa Ketitang, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali</li><li>Nama P3AT: Kelompok Tani Makmur I</li><li>Debit Pompa : 15 liter/detik&nbsp;</li><li>Panjang Jaringan : 700 m</li><li>Luas Layanan : 20 Ha</li></ul><div><br></div><div>JIAT ini sangat efektif, sekarang kan teman-teman petani hanya fokus mengandalkan tadah hujan, sehingga panen hanya setahun sekali. Dengan JIAT ini, alhamdulillah petani bisa panen setahun tiga kali. Ke depan, supaya kita bisa swasembada pangan, sawah-sawah yang hanya panen setahun sekali harus kita tingkatkan dengan berbagai macam cara agar paling tidak bisa panen setahun tiga kali. Sehingga akan semakin meningkatkan produksi padi nasional.</div><div><br></div><div>Menteri PU, Dody Hanggodo<br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Dirjen SDA Tinjau Infrastruktur Bendungan Di Wilayah Sungai Bengawan Solo

BBWS/Ibnu Hamdams

21 April 2021

<div>Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Ir. Jarot Widyoko, Sp-1 bersama Direktur Bina Operasi dan pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA., didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. beserta pejabat dan staf BBWSBS lainnya, melakukan monitoring infrastruktur di Waduk Cengklik yang berada di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, dan Waduk Kedung Uling, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Selasa (20/4). Kegiatan tersebut berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Monitoring tersebut sekaligus untuk meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi banjir yang merupakan bencana tahunan di musim hujan. Sesuai dengan kebijakan dalam pembangunan infrastruktur ketahanan bencana mencakup pengembangan infrastruktur tangguh bencana dan penguatan infrastruktur vital, pengelolaan terpadu kawasan rawan bencana, serta restorasi dan konservasi daerah aliran sungai. Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Jarot Widyoko, Sp-1, mengatakan, pihaknya berusaha meningkatkan monitoring evaluasi waduk untuk mengantisipasi banjir. “Kami sebisa mungkin mengantisipasi banjir dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan penanganan sesuai prosedur yang ada,” ujarnya. Jarot menambahkan diperlukan koordinasi yang baik, secara internal maupun eksternal. “Saya mengingatkan seluruh satuan kerja untuk memperhatikan pekerjaan yang ditanganinya. Jangan sampai salah dalam mengambil keputusan. Perlu adanya kesiapsiagaan apabila terjadi bencana,” katanya. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan selalu menjalin komunikasi antar instansi. Hal itu dilakukan untuk bertukar informasi antar satu dengan yang lainnya sehingga jika suatu hari terjadi permasalahan tentang Sungai Bengawan Solo dapat segera diselesaikan. ”Tugas kita bersama untuk dapat mencari solusi terbaik tentang permasalahan Sungai Bengawan Solo,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)&nbsp;</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Bendung Gerak Karangnongko Didorong Menjadi PSN

09 April 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menghadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pengusulan Bendung Gerak Karangnongko sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN)di Kantor Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (09/04/2021). Acara rapat koordinasi tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Rakor ini dibahas latar belakang pelaksanaan Pengusulan Bendung Gerak Karangnongko sebagai Proyek Strategis Nasional menurut Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 79 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan, terutama terkait penyediaan air baku dan irigasi, serta pengendalian banjir. Bupati Bojonegoro DR. Hj. Anna Mu’awanah menyampaikan kami berterima kasih bahwa Bendung Karangnongko bagian dari PSN, kami sudah melakukan komunikasi dengan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). Dan tentunya KPPIP akan melakukan kunjungan kelapangan, melihat data peta terhadap potensi Bendung Gerak Karangnongko. “Di Kabupaten Bojonegoro ini masuk wilayah hilir sehingga kalau ada air banyak dari atas hilir yang terdampak luapan, sedangkan kalau air kurang kita juga kekurangan. Kami berharap KPPIP mendorong untuk Bendung Gerak Karangnongko ini menjadi bagian dari Program Strategis Nasional,” tambahnya. H. Adi Rusman, ST, MT selaku Kasubdit Wilayah II Direktorat Bendungan dan Danau, Ditjen Sumber Daya Air menyampaikan bahwa awal mula Bendung Gerak Karangnongko masuk dalam Direktorat Irigasi dan Rawa, tetapi karena volume tampungan dan manfaatnya juga besar memenuhi ktiteria bendungan dan masuk dalam Direktorat Bendungan dan Danau. Saat ini sedang berproses untuk sertifikasi keamanan bendungannya. “Kami harapakan dengan adanya perencanaan dari awal dan kerjasama serta dukungan Pemerintah Daerah serta masyarakat dapat memperlancar pembangunan Bendung Gerak Karangnongko,” sambungnya. Sementara itu, Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastrutur SDA Bengawan Solo Ali Rahmat, ST, MT menjelaskan bahwa Bendung Gerak Karangnongko ini merupakan Program Prioritas Nasional yang sebenarnya sudah setingkat PSN dan ini sudah masuk dalam Pola dan RPSDA Bengawan solo. Pada tahun 2009 sudah dilakukan basic desain, tahun 2011 memperoleh ijin AMDAL dan direview kembali tahun 2014, tahun 2015 telah dilakukan uji LARAP dan tahun 2020 dilakukan review terhadap studi tersebut. “Tubuh bendung ini nantinya berada di kawasan hutan, jadi butuh ijin pinjam pakai, dan kami sudah persiapkan domumen perencanaanya. Semoga diawal tahun 2022 sudah bisa kontruksi dengan rencana penyelesaian pada tahun 2024,” jelasnya. Nantinya Bendung Gerak Karangnongko akan dibangun di Sungai Bengawan Solo yang juga menjadi perbatasan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dengan tipe concrete gravity, dengan daerah tangkapan seluas 10,03 Km2 serta berdaya tampung efektif sebesar 59,1 juta m3. Bendung Gerak Karangnongko diharapkan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha(BBWSBS/kharis).

Baca Selengkapnya