Berita Balai


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Sidang Pleno I TKPSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo

25 March 2021

Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo menggelar acara Sidang Pleno I TKPSDA WS Bengawan Solo di Kantor BBWSBS, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (25/03/2021). Acara yang juga dilaksanakan secara <em>teleconference</em> tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sebagai informasi, TKPSDA WS Bengawan Solo merupakan wadah koordinasi yang dibentuk melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). TKPSDA WS Bengawan Solo mempunyai tugas dan fungsi membantu Menteri PUPR dalam koordinasi pengelolaan sumber daya air, khususnya WS Bengawan Solo. Susunan keanggotaan TKPSDA WS Bengawan Solo periode 2019 – 2023 berjumlah 74 (tujuh puluh empat) anggota dengan komposisi 37 (tiga puluh tujuh) anggota dari unsur Pemerintah dan 37 (tiga puluh tujuh) anggota dari unsur Non Pemerintah WS Bengawan Solo yang pengelolaannya menjadi kewenangan BBWSBS ini sangat luas cakupannya, yaitu sekitar 19.552 km2, yang meliputi Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur serta sedikit bersinggungan dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Gunungkidul. Hal ini tentunya BBWSBS tidak bisa bekerja sendiri, namun memerlukan bantuan/dukungan dari berbagai lintas sektor, khususnya yang tergabung dalam TKPSDA WS Bengawan Solo. Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan SDA Bengawan Solo selaku Kepala Sekretariat TKPSDA WS Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST., M.Si., menyampaikan bahwa TKPSDA sebagai wadah koordinasi pengelolaan SDA diharapkan dapat memberikan pertimbangan/rekomendasi dalam aspek konservasi dan pendayagunaannya, serta pengendalian daya rusak air, baik pada saat perencanaan, pelaksanaan, maupun pemantauan juga pengawasan di lapangan. “Dengan adanya kerjasama dan sinergitas seluruh unsur pemerintah maupun non pemerintah diharapkan pengelolaan SDA di WS Bengawan Solo ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, serta tidak menimbulkan konflik di dalam pemanfaatannya,” tuturnya. Dalam acara tersebut juga dilanjutkan dengan diskusi terkait Mengerakan Relawan dan Stakeholder untuk Gerakan Sekolah Sungai dan Gerakan Restorasi Sungai yang Berkelanjutan di Klaten untuk Indonesia yang disampaikan oleh narasumber Arif Fuad Hidayat selaku Ketua Yayasan Sungai Lestari dan Materi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Alokasi Air Waduk Wonogiri Tahun 2020/2021 yang disampaikan oleh narasumber Ariet Setiawan, S.T., M.T., selaku Kepala Departemen Hidroinformasi Perum Jasa Tirta I. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Penanganan Darurat Tanggul Jebol Sungai Patih di Kabupaten Lamongan

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

29 January 2026

<div>BBWSBS bergerak cepat melakukan penanganan darurat atas kejadian tanggul jebol Sungai Patih yang berlokasi di Desa Patihan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipatif untuk mencegah meluasnya dampak serta menjaga keselamatan masyarakat di sekitar Lokasi.<br>&nbsp;<br>Upaya penanganan dilakukan melalui perkuatan tanggul menggunakan tanah, sandbag, terpal, sesek, dan cerucuk bambu. Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama warga setempat, PUSDA Kabupaten Lamongan, TNI, serta petugas BBWSBS dengan dukungan alat berat excavator guna mempercepat proses penanganan.<br>&nbsp;<br>Penanganan darurat ini merupakan bagian dari upaya BBWSBS dalam menjaga fungsi infrastruktur sumber daya air agar tetap berjalan dengan baik serta meminimalkan risiko yang dapat berdampak pada masyarakat melalui koordinasi dan sinergi lintas pihak secara berkelanjutan.<br><br>Tindak Cepat BBWSBS<br><br></div><ol><li>Menguatkan tanggul menggunakan tanah, <em>sandbag</em>, terpal, sesek dan cerucuk bambu.</li><li>Menutup titik tanggul yang jebol dengan material tanah di sekitar lokasi.</li><li>Melakukan kerja bakti gabungan bersama warga, PUSDA Kabupaten Lamongan, TNI, serta petugas BBWSBS.</li></ol>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Repost Kementerian PU, Bendungan dibangun, saluran irigasi dikoneksikan, lahan pertanian jadi produktif!

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

29 October 2025

<div>Menteri PU Dody Hanggodo selalu menegaskan bahwa pembangunan bendungan harus dibarengi pembangunan saluran konektivitas dan rehabilitasi jaringan irigasi. Dengan suplai&nbsp; irigasi yang terus berkelanjutan, harapannya air bisa mengalir ke sawah-sawah sehingga produktivitas petani juga meningkat, petani semakin sejahtera.<br>Dengan langkah ini, Indonesia siap jadi lumbung pangan dunia. Sebagaimana Presiden @prabowo katakan dalam pidatonya pada Sidang Umum PBB beberapa waktu lalu, bahwa Indonesia sedang membangun rantai pasokan pangan yang tangguh, memperkuat produktivitas petani, dan berinvestasi dalam pertanian cerdas iklim untuk memastikan ketahanan pangan bagi anak-anak kita dan anak-anak di dunia. Presiden Prabowo yakin, dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia.<br><br>@Kementerianpu<br>@pu_sda<br>@bakom.ri</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Bendung vs Bendungan - Masih sering tertukar? Yuk, cari tahu bedanya

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

13 July 2026

<div>#KoncoBengawan,meski sama-sama dibangun melintang di sungai, bendung dan bendungan memiliki fungsi yang berbeda.<br><br></div><div>Bendung berfungsi menaikkan muka air dan mengatur aliran air agar dapat dialirkan ke saluran irigasi. Sementara itu, bendungan berfungsi menahan dan menampung air hingga membentuk waduk yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti penyediaan air baku, irigasi, pembangkit listrik, dan pengendalian banjir.<br><br></div><div>Dengan memahami perbedaan keduanya, kita dapat menggunakan istilah yang tepat sekaligus menambah wawasan mengenai infrastruktur sumber daya air yang berperan penting dalam mendukung kehidupan sehari-hari.</div><div><br></div><div>Yuk, swipe hingga akhir dan kenali perbedaan bendung dan bendungan agar tidak tertukar lagi!<br><br></div><div><br></div><div>Masih sering tertukar?</div><div>Yuk, cari tahu bedanya</div><div><br></div><div><strong>Ini adalah Bendung</strong></div><div>Bendung adalah struktur bendungan berkepala rendah, yang berfungsi untuk menaikan muka air, biasanya terdapat di sungai&nbsp;<br><br></div><div><strong>Fungsi Bendung:</strong></div><ul><li>meninggikan muka air sungai&nbsp;</li><li>mengalirkan air ke saluran irigasi.&nbsp;</li></ul><div>&nbsp;</div><div><strong>Ini adalah Bendungan</strong></div><div>Bendungan adalah bangunan berupa urugan tanah, urugan batu, beton, dan atau pasangan batu yang dibangun selain untuk menahan dan menampung air, dapat pula untuk menahan dan menampung limbah tambang (tailing) atau menampung lumpur sehingga terbentuk waduk.&nbsp;<br><br></div><div>Fungsi Bendungan:</div><ul><li>air baku</li><li>irigasi</li><li>pengendalian banjir</li><li>pembangkit listrik</li></ul><div>&nbsp;</div><div><strong>Perbedaan Utama<br></strong><br></div><div><strong>Bendung&nbsp;</strong></div><ul><li>air tetap mengalir&nbsp;</li><li>tidak membentuk waduk&nbsp;</li><li>fungsi lebih kecil (biasanya lebih fokus ke irigasi)</li></ul><div>&nbsp;<br><br></div><div><strong>Bendungan</strong></div><ul><li>menampung air</li><li>membentuk waduk&nbsp;</li><li>fungsi lebih luas (air baku, irigasi, pembangkit listrik, pengendalian banjir)&nbsp;</li></ul><div>&nbsp;</div><div>Sekarang #KoncoBengawan sudah tahu bedanya<br><br></div><div>Bendung ≠ Bendungan&nbsp;<br>Jangan sampai tertukar lagi, ya!<br><br></div>

Baca Selengkapnya