Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
12 April 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menandatangani Kontrak Paket - paket Pekerjaan di Lingkungan SNVT PJSA dan Satker OP SDA dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Kantor BBWSBS, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (12/04/2021). Enam kontrak paket pekerjakan bakal segera dilaksanakan setelah ditandatanganinya kesepakatan pekerjaan oleh BBWSBS dan para penyedia jasa. Penandatanganan kontrak itu disaksikan langsung oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si, Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, R. Panji Satrio, S.T.,M.T,MDM dan Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, ST, MPSDA. Dalam kesempatan ini, BBWSBS menandatangani enam paket pekerjaan, yakni pertama Penilaian Kinerja dan Penyusunan AKNOP Jaringan Irigasi Air Tanah Wilayah Sungai Bengawan Solo, dengan penyedia jasa PT. Trideconst (KSO) CV. Jati Utama senilai Rp1.072.900.180. Paket Pekerjakan yang kedua Penilaian Kinerja dan Penyusunan AKNOP Sarana/Prasarana Pompa Banjir Wilayah Sungai Bengawan Solo, dengan penyedia jasa CV. Jati Utama senilai Rp870.529.000. Paket Pekerjakan ketiga Penyusunan Manual OP Sarana/Prasarana Bendung Wilayah Sungai Bengawan Solo, dengan penyedia jasa PT. Teknika Ciptakonsultan senilai Rp1.341.857.000 dan terakhir Paket Pekerjakan Penyusunan Manual OP Sarana/Prasarana Jaringan Irigasi Permukaan Kewenangan Pusat Wilayah Sungai Bengawan Solo, dengan penyedia jasa PT. Geodinamik Konsultan senilai Rp1.160.527.500, yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP SDA I, Ratih Nilam Sari, S.T., MPSDA. Selanjutnya Paket Perkerjaan Supervisi Remedial Bendungan di Wilayah Solo Hilir dengan penyedia jasa PT. Global Parasidno Jaya KSO PT. Ramadayani Mitramulya senilai Rp1.100.488.500 yang ditandatangani oleh PPK OP SDA IV, Antonius Suryono, SH, MMT. Paket yang keenam Pengendalian Banjir Kali Lamong dengan penyedia jasa Marinda – Sakti, KSO senilai Rp72.000.000.762 yang ditandatangani oleh PPK Sungai & Pantai II, Gadhang Swastyastu, ST, M.Eng. Dalam kesempatan itu, Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. sempat mewanti-wanti kepada para kontraktor untuk menjaga integritas dalam bekerja. “Untuk para penyedia jasa dapat memanfaatkan sisa waktu seefektif mungkin. Saya berharap para penyedia jasa dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak,” ujarnya. Agus juga mengingatkan para penyedia jasa untuk fokus bekerja sesuai kontrak. Diharapkan semua pekerjaan berjalan lancar tanpa ada gangguan atau hambatan. “Faktor cuaca dan kondisi alam juga harus dipertimbangkan,” katanya. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
04 June 2021
Bupati Kabupaten Blora, Arief Rohman, beserta Wakil Bupati Kabupaten Blora, Tri Yuli Setyowati berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (02/06/2021) Kunjungan kerja (kunker) kali ini bertujuan untuk berdiskusi mengenai proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) strategis di wilayah Blora, salah satunya pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangannya. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Bendung Gerak Karangnongko akan berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas. Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kab. Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. “Berdasarkan hasil pembahasan desain Bendungan Karangnongko dengan Balai Teknik Bendungan pada 20 Mei 2021, diputuskan untuk lokasi as bendung dipindahkan dari instream ke offstream. Hal ini dilakukan atas pertimbangan pemilihan as bendung gerak di offstream yakni pertama tidak membutuhkan saluran pengelak sungai, kedua efisiensi waktu pelaksanaan dan yang terakhir tidak membutuhkan jembatan penghubung antar desa,” katanya. Agus berharap setelah pembangunan Bendung Gerak Karangnongko selesai , nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Semoga setelah pembangunan ini setelah dapat berjalan lancar sesuai target,” katanya. Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastrutur SDA Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT mengatakan nantinya rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko akan diintegrasikan dengan Solo Valley Werken. Solo Valley Werken merupakan program pembangunan pengendalian banjir dan pembuatan jaringan irigasi peninggalan Pemerintah Hindia Belanda zaman dulu. “Manfaat desain Solo Valley Werken yang pertama dapat menjadi longstorage untuk pengendali banjir yang secara berulang terjadi, serta tampungan air untuk irigasi dan air baku di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan Gresik, kedua dapat diintegrasikan dengan sarana transportasi darat apabila dibangun jalan tol di sisi kiri dan kanan saluran, dan yang terakhir dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena menghubungkan Wilayah Pengembangan Strategis [WPS] Gerbang Kertasusila dengan kawasan perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah,” ujarnya. Bupati Kabupaten Blora, Arief Rohman mengatakan Pemerintah terus mendorong sinergitas percepatan pembangunan dibidang infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan. “Melalui sinergitas yang dibangun dari pihak-pihak yang berkepentingan dapat memberikan percepatan pembangunan,” katanya. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
22 April 2021
Suasana haru menyelimuti keluarga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo sore hari ini yang telah menyelenggarakan Pelepasan Pegawai Purna Tugas di lingkungan wilayah Kantor Madiun, Rabu (21/04/2021). Purna Tugas yang akan mengakhiri pengabdiannya di BBWS Bengawan Solo sejumlah 4 orang yakni Tjoe Prihatin Soeyanto, SE, Karmino dan (Alm) Padi di lingkungan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) III serta Suyitno Arif Setyawan SE yang telah mengabdi di lingkungan Pendayagunaan Air Tanah (PAT). “Tidak ada sesuatu yang abadi, semua ada batasnya termasuk masa kerja. Saya ucapkan terimakasih atas pengabdiannya kepada BBWS Bengawan Solo sejak hari pertama hingga hari ini. Kini saatnya semua kembali ke rumah dan menghabiskan rezeki hari tua bersama keluarga tercinta” Pesan Kepala BBWS Bengawan Solo dalam arahannya. Arahan tersebut dibalas oleh salah satu perwakilan Purna Tugas yang memberikan pesan dan kesan selama mengabdi di BBWS Bengawan Solo, “Dari semua perjalanan kami berharap semua bisa bermanfaat, kami mohon maaf apabila terdapat kekurangan. Semoga persaudaraan kita semua tak lekang oleh waktu” Ungkapnya dengan penuh rasa bangga. Acara yang bersamaan dengan Buka Puasa Ramadan ini ditutup dengan doa bersama serta pemberian Piagam dan Cinderamata Purna Karya Bakti. Semoga kita semua dapat senantiasa bermanfaat dalam mengelola air untuk negeri, aamiin. (bbwsbs/sita)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
30 October 2025
<div>Upaya pengendalian banjir di Kali Jeroan merupakan langkah nyata BBWSBS dalam menjaga keseimbangan sumber daya air dan melindungi masyarakat dari dampak genangan. Infrastruktur yang dibangun berperan penting dalam mengembalikan fungsi lahan yang sebelumnya terdampak banjir agar dapat kembali dimanfaatkan secara optimal.<br> <br>Kini, lahan pertanian yang sempat terendam dapat kembali produktif. Petani dapat menanam dan memanen dengan lebih pasti tanpa khawatir kehilangan hasil akibat banjir. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan air yang tepat mampu mendukung keberlanjutan pertanian di daerah rawan bencana.<br> <br>Manfaatnya pun langsung dirasakan oleh masyarakat. Lahan pertanian yang kembali produktif turut meningkatkan hasil panen, memperkuat ketahanan pangan serta mendukung program swasembada pangan nasional.</div>
Baca Selengkapnya