Berita Balai,
11 November 2025
<div>Siaga menghadapi musim penghujan serta menyambut momentum Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelar Apel Siaga Bencana di Bandung, Jawa Barat pada Selasa, 4 November 2025. Apel dipimpin secara langsung oleh Menteri PU, Dody Hanggodo.<br><br>Kepala BBWSBS, Gatut Bayuadji bersama Kepala Balai di Kementerian PU se-Jawa Tengah turut mengikuti apel melalui zoom di Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana.<br><br>“Tugas kita adalah memastikan kehidupan tetap mengalir bahkan di tengah badai dan kepadatan layanan puncak. Keselamatan masyarakat adalah tugas dan tanggung jawab moral kita. Setiap jalan yang mantap, setiap sungai yang mengalir lancar, dan setiap posko yang ramah di sanalah negara hadir melalui tangan dan hati insan Kementerian PU,” Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo.</div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
09 December 2025
<div>Dalam pengelolaan sumber daya air, keberadaan pompa banjir menjadi salah satu komponen penting untuk menjaga kawasan tetap aman dari genangan, terutama pada musim hujan. BBWSBS terus melakukan pemantauan dan operasionalisasi pompa di wilayah Hulu, Madiun, hingga Hilir sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi debit tinggi.<br> <br>Pompa-pompa ini ditempatkan di titik strategis dengan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Mulai dari Demangan, Pucang Sawit, Semanggi, hingga Patihan, Pancasila, serta kawasan hilir seperti Ledok Kulon dan Karangpacar. Penyiapan infrastruktur ini menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan aliran air tetap terkendali dan meminimalkan dampak banjir pada masyarakat.<br> <br>BBWSBS terus mendukung upaya peningkatan kesiapsiagaan dan penguatan infrastruktur pengendali banjir, sebagai bagian dari kerja berkelanjutan dalam menjaga keamanan wilayah serta keberlanjutan pengelolaan sumber daya air.</div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
22 December 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berkoordinasi dengan Bupati Bojonegoro, Dr. Anna Mu’awanah di Kantor Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (21/12/2021). Rapat koordinasi (Rakor) ini turut dihadiri oleh Kepala BBWSBS Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dan pejabat di lingkungan BBWSBS. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Dalam kunjungan kali ini, Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Mu’awanah dan Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech turut membahas progress pengembangan infrastruktur SDA di kawasan hilir. Beberapa progress kegiatan tersebut terkait rencana tindak lanjut pengusulan Bendung Gerak Karangnongko sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Sebagai informasi, rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko terletak di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Nantinya Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kabupaten. Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan nantinya pembangunan Bendung Gerak Karangnongko akan diintegrasikan dengan Solo Valley Werken. Solo Valley Werken merupakan program pembangunan pengendalian banjir dan pembuatan jaringan irigasi peninggalan Pemerintah Hindia Belanda zaman dulu. “Manfaat desain Solo Valley Werken yang pertama dapat menjadi longstorage untuk pengendali banjir yang secara berulang terjadi, serta tampungan air untuk irigasi dan air baku di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan Gresik, keduanya dapat diintegrasikan dengan sarana transportasi darat apabila dibangun jalan tol di sisi kiri dan kanan saluran, dan yang terakhir dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena menghubungkan Wilayah Pengembangan Strategis [WPS] Gerbang Kertasusila dengan kawasan perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah,” ujarnya. Agus mengatakan pengembangan SDA oleh BBWS Bengawan Solo di Bojonegoro telah mendapat dukungan penuh oleh Pemerintah setempat. “Prinsipnya Pemerintah Kabupaten [Pemkab] mendukung upaya percepatan untuk semua kegiatan strategis BBWS Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro,” ujar Agus. (BBWSBS/Tamara Geraldine)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
17 March 2022
Direktur Pembangunan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Yudha Handita Pandjiriawan, MT, MBA berserta Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DI Yogyakarta Wida Nurfaida, didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta sejumlah pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo meninjau proyek Penanganan Rembesan Bendungan Cengklik yang berada di Desa Ngargorejo dan Sobokerto Kecamatan Ngemplak Boyolali, Kamis, (17/03/2021). Dalam kunjungan tersebut, tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kunjungannya ke Bendungan Cengklik, dalam rangka studi banding terkait Pelaksanaan Pekerjaan Diaphragm Wall. Ir. Yudha Handita Pandjiriawan, MT, MBA mengatakan kegiatan studi banding ini dalam rangka mengajak para generasi muda untuk meninjau lapangan ke sejumlah proyek. “Kami berharap para generasi muda Bina Marga ke depan bisa mendapatkan pengalaman serta pengetahuan yang baik dalam penyusunan konsep pembangunan Diaphragm wall. Diaphragm wall merupakan sebuah dinding beton yang proses pembuatannya / pengecorannya dilakukan didalam tanah, dimana biasanya memiliki fungsi yaitu sebagai dinding penahan tanah galian,” katanya. Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech menyambut hangat kunjungan studi banding para generasi muda Bina Marga tersebut dan berharap agar nantinya kegiatan tersebut bisa meningkatkan kemampuan SDM khususnya bagi generasi muda. “Saya senang bisa memberikan kesempatan kepada generasi muda dan memberikan keilmuannya di BBWS Bengawan Solo. Semoga kegiatan ini bisa meningkatkan kemampuan SDM Generasi Muda PUPR karena SDM merupakan penggerak utama pembangunan di berbagai sektor, termasuk infrastruktur.,” paparnya. Sebagai Informasi, Bendungan Cengklik di bangun pada tahun 1923-1931 oleh pemerintah Hindia Belanda dengan tinggi tubuh bendungan maximum 14,50 m dan panjang puncak 750 m dengan tampungan sebesar 9,86 juta m3 (pada Muka air normal) yang dimanfaatkan untuk kebutuhan air daerah irigasi seluas 1.041 ha, pariwisata dan perikanan. Tipe bendungan berupa urugan tanah homogen sedangkan permasalahan yang di jumpai adalah di bagian hilir bendungan pelana (sekitr 200 m) dijumpai beberapa titik rembesan di area permukiman warga. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya