Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
11 January 2022
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, beserta pejabat di lingkungan BBWSBS berkoordinasi dengan Bupati Lamongan, Dr. Yuhronur Efendi, M.B.A., perwakilan dari Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur, perwakilan dari Perum Jasa Tirta dan perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, Selasa (11/01/2021) di Kantor Dinas Bupati Lamongan, kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kegiatan koordinasi ini dalam rangka diskusi terkait Penanganan Banjir di wilayah Bengawan Jero. Bengawan Jero merupakan wilayah yang berbentuk mangkuk dengan dasar yang bergelombang dengan elevasi -0,70 m di sebagian wilayah bahkan sampai -1,20 m. Air dari perbukitan selatan dan area sebelah barat melalui sungai Moropelang, Gondang, Kruwul, Plalangan dan Dapur berkumpul di Bengawan Jero. Bengawan Jero merupakan daerah yang sering tergenang dan banjir pada saat musim penghujan. Sistem drainase Bengawan Jero sangat tergantung dengan elevasi muka air di Bengawan Solo di bagian hilir. Sampai saat ini, pengaturan muka air Bengawan Solo di hilir Bendung Gerak Babat belum bisa dilaksanakan sesuai rencana terkait kendala penyelesaian Jabung Ring Dike. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan BBWS Bengawan Solo sudah memiliki langkah langkah yang paling optimal untuk mengantisipasi banjir di Bengawan Jero. “Untuk mengatasi banjir BBWS Bengawan Solo mengupayakan untuk melakukan penyedotan dengan menggunakan pompa air dengan kapasitas penuh. Selain itu BBWS Bengawan Solo akan mengirimkan alat berat untuk melakukan pengerukan Enceng Gondok, harapannya dapat membantu mengurangi banjir,” paparnya. Agus mengatakan BBWS Bengawan Solo sebisa mungkin mengantisipasi banjir dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan penanganan sesuai prosedur yang ada. “Diperlukan koordinasi yang baik, secara internal maupun eksternal,” katanya. Bupati Lamongan, Dr. Yuhronur Efendi, M.B.A. menyampaikan bahwa melalui koordinasi ini kami membentuk Tim Penanggulangan Banjir Bengawan Jero dari BBWS Bengawan Solo, Perum Jasa Tirta, Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Lamongan. “Melalui koordinasi ini kami akan melakukan penanganan jangka pendek dengan normalisasi Kali Dinoyo dan Kali Keputran sepanjang 3 Km dan pembersihan Enceng Gondok. Dari BBWS Bengawan Solo akan membantu alat berat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan akan membentuk tim dan melakukan kerja sama dengan TNI,” katanya. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
13 April 2022
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, beserta pejabat di lingkungan BBWSBS berkoordinasi dengan Bupati Lamongan, Dr. Yuhronur Efendi, M.B.A., Selasa (12/04/2022) di Kantor Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Dalam kunjungan kali ini, Kepala BBWS Bengawan Solo turut membahas mengenai progress Penanganan Banjir di wilayah Bengawan Jero. Sebagai informasi Bengawan Jero merupakan wilayah yang berbentuk mangkuk dengan dasar yang bergelombang dengan elevasi -0,70 m di sebagian wilayah bahkan sampai -1,20 m. Air dari perbukitan selatan dan area sebelah barat melalui sungai Moropelang, Gondang, Kruwul, Plalangan dan Dapur berkumpul di Bengawan Jero. Bengawan Jero merupakan daerah yang sering tergenang dan banjir pada saat musim penghujan. BBWS Bengawan Solo sudah memiliki upaya jangka pendek dan jangka panjang untuk mengantisipasi banjir di Bengawan Jero. Selain itu, koordinasi BBWS Bengawan Solo dengan Bupati Lamongan membahas mengenai Pemanfaatan Lahan Solo Valley dan dan Rencana Pengelolaan Waduk Gondang di Lamongan. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan melalui koordinasi ini kami sudah membahas beberapa aspek salah satunya pembahasan mengenai penanganan banjir di Kabupaten Lamongan. BBWS Bengawan Solo sudah memiliki upaya penanganan jangka pendek dan jangka panjang. BBWS Bengawan Solo dalam penanganan jangka pendek membantu alat berat untuk normalisasi Kali Dinoyo pada titik kritis yang sudah dilaksanakan pada Bulan Januari lalu. Sedangkan penanganan jangka panjang BBWS Bengawan Solo melakukan Rehabilitasi Sluis Kuro. “Penanganan Bengawan Jero dilakukan dengan Rehabilitasi Sluice Kuro, penambahan pompa dan normalisasi sungai,”ujarnya Bupati Lamongan, Dr. Yuhronur Efendi, M.B.A., mendukung penuh pengembangan SDA oleh BBWS Bengawan Solo. “ Semoga kedepannya percepatan pembangunan yang melibatkan BBWBS di Kabupaten Lamongan ini dapat berjalan lancar dan menjadi komitmen bersama bagi kita dalam menentukan skala prioritas,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
25 May 2022
Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo mengelar kegiatan Sidang Pleno II TKPSDA WS Bengawan Solo di Jl. Dr. Rajiman, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta pada Rabu, (25/05/2022). Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan prokes pencegahan Covid-19. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo memiliki lingkup kerja yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. Hal ini tentunya BBWSBS tidak bisa bekerja sendiri, namun memerlukan bantuan/dukungan dari berbagai lintas sektor, khususnya yang tergabung dalam TKPSDA WS Bengawan Solo. Memberikan laporan mewakili Kepala Sekretariat TKPSDA WS Bengawan Solo, Ambar Puspitosari, ST, MDM menyampaikan jika sampai dengan Tri Wulan II ini, Sekretariat telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan TKPSDA WS Bengawan Solo termasuk pemantauan tindak lanjut rekomendasi Pengawasan dan penertiban pompa belum berizin di WS Bengawan Solo dan Upaya konservasi SDA pada hulu sungai-sungai di WS Bengawan Solo. “Diharapkan nantinya setiap anggota khususnya dari unsur Pemerintah untuk secara aktif mengawasi dan melaporkan setiap kegiatan TKPSDA WS Bengawan Solo kepada Sekretariat. Oleh karena itu, mohon ini menjadi perhatian khusus untuk meningkatkan dinamika serta tugas dan fungsi forum koordinasi ini,” paparnya. Dari Sidang Komisi 1,2 dan 3 yang telah dilaksanakan kemarin hari Selasa, (24/05/2022). Sidang Komisi tersebut mengadirkan 6 narasumber untuk 6 pokok materi bahasan yang dilanjutkan dengan Sidang Pleno II pada hari Rabu, (25/05/2022) yang menghadirkan 2 narasumber untuk 2 pokok materi bahasan, yakni Sosialisasi Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 60 Tahun 2021 tentang Kebijakan Pengelolaan Sistem Informasi Hidrologi, Hidrometeorologi dan Hidrogeologi pada Tingkat Provinsi, yang disampaikan oleh perwakilan Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, Novita Andrianie ST, MT., dan cerita Konservasi Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat, yang disampaikan oleh Bapak Sadiman sebagai tokoh inspirator penghijauan dari Wonogiri. Dalam Sidang Pleno II yang memimpin jalannya sidang adalah Kuntarti Sri Rejeki, S.Pi, M.Si selaku Ketua TKPSDA WS Bengawan Solo dan turut hadir pula sebagai tamu undangan dari Bidang O & P SDA, BBWS Bengawan Solo, Unit Hidrologi dan Kualitas Air, BBWS Bengawan Solo, dan Komunitas Garda Hijau Bumi, Wonogiri. (BBWSBS/Fira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
21 October 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berupaya meningkatkan kemampuan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pada operasi dan pemeliharaan (O&P) bangunan infrasruktur sungai di wilayah hilir. Kegiatan ini tetap menerapakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Hotel Aston, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis – Jumat (21-22/10/2021). Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM untuk OP Wilayah Sungai Bengawan Solo Wilayah Hilir ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan bagi petugas OP dalam melaksanakan kegiatan OPP (Operasi, Pemeliharaan, dan Pemantauan) Sungai dan Tanggul, Pintu Air dan Pantai. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan bagi petugas OP di lapangan agar lebih terampil dan berkompeten serta memahami tugas pokok dan fungsi dalam penyelenggaraan OPP secara baik dan benar. Peserta yang hadir dalam kegiatan Kapasitas SDM untuk OP Sungai dan Tanggul, Pintu Air dan Pantai Wilayah Sungai Bengawan Solo hilir ini terdiri dari Petugas Sungai, Petugas Tanggul, Petugas Pantai dan Petugas Pintu dengan total undangan sebanyak 57 orang. Kegiatan ini berlangsung dengan paparan materi tentang Tugas dan Fungsi Unit Pengelola Sungai dan Mitigasi Bencana yang disampaikan oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemliharaan SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si. Sedangkan materi kedua dengan materi Tugas dan Fungsi Petugas OP Sungai dan Tanggul, Pintu Air dan Pantai dan materi Operasi Pemeliharaan Sungai dan Prasarana Sungai, Pantai dan Pintu air oleh PPK OP SDA IV, Antonius Suryono, SH, MMT. Setelah mendapat materi secara general, para peserta dibagi menjadi dua kelas sesuai dengan tugasnya. Kelas pertama adalah Kelas untuk Petugas OP Sungai dan Tanggul yang diberikan materi tentang Review Pengenalan Dasar Sarana dan Prasarana Sungai, Survey Inventaris Kondisi dan Fungsi Sungai dan Prasarana Sungai dan Penilaian Kinerja Sungai dan Prasarana Sungai yang disampaikan oleh Lalu Maharyani Kesuma. Sedangkan materi mengenai Aplikasi Pembantu Penginputan Data Sungai dan Tanggul (AKISDA) disampaikan oleh Unit Pengelola Sungai. Kelas kedua adalah kelas untuk Petugas Pintu Air dan Pantai dengan materi yang diberikan mengenai Aplikasi Pembantu Penginputan Data Pintu dan Pantai yang disampaikan oleh Unit Pengelola Sungai. Sedangkan materi mengenai Pengenalan Dasar Jenis Pintu dan Jenis Bangunan Pengaman Pantai, Operasi dan Pemeliharaan Pada Pintu dan Pengaman Pantai, selanjutnya materi mengenai Survey Inventarisasi Kondisi dan Fungsi Pantai dan Pintu yang disampaikan oleh Ir. Lalu Marhayani Kesuma, ST., M.Eng., IPM. Kepala Bidang Operasi dan Pemliharaan SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si mengatakan bahwa dalam rangka melaksanakan pembangunan infrastruktur yang handal, dibutuhkan sumber daya manusia yang profesional. “Sumber daya manusia yang profesional merupakan faktor utama dalam meningkatkan produktivitas. Saya berharap dengan acara ini bisa memberi manfaat untuk kita semua serta menambah wawasan kita bila terjadi masalah di lapangan,” ujarnya. Sri Wahyu Kusumastuti menambahkan bahwa wilayah Sungai Bengawan Solo memiliki 96 DAS dengan luas 19.551 km² yang terbagi 2 provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur, terdiri dari 10 kabupaten dan 3 kota serta dibagi menjadi 3 wilayah kerja yaitu hulu, madiun dan hilir. Dalam rangka memelihara sumber air dan menjaga kelestarian fungsi sungai, mengoptimalkan pemanfaatan prasarana sungai secara efektif, efisien, dan berkelanjutan, maka dilaksanakanlah kegiatan operasi dan pemeliharaan sungai beserta prasarananya. “Operasi dan pemeliharaan merupakan dua kegiatan yang saling berkaitan, sekalipun demikian garis besar tujuannya dapat dibedakan. Tanpa dilakukan pemeliharaan yang memadai, suatu obyek ataupun prasarana akan cepat mengalami degradasi baik fisik maupun fungsi. Tanpa adanya pemeliharaan sungai dan prasarananya, maka kelancaran operasi prasarana sungai juga akan terganggu dan tidak dapat berfungsi maksimal,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya