Berita Balai


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Pertemuan Konsultasi Masyarakat DD Penanganan Kali Anyar di Kota Surakarta

28 May 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengadakan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) tahap I pekerjaan Desain Detail (DD) penanganan Kali Anyar di Kota Surakarta. Kegiatan PKM yang sudah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tersebut dilakukan di Kecamatan Jebres dan Kecamatan Banjarsari pada Kamis-Jumat (27-28/05/2021). Sebagai informasi, BBWS Bengawan Solo telah melakukan upaya penanganan pengendalian banjir yaitu konstruksi penanganan banjir Kota Surakarta yang dilakukan secara bertahap mulai tahun 2016.Penanganan banjir secara berkesinambungan tersebut bertujuan agar pengendalian banjir Kota Surakarta dapat tercapai secara optimal. Oleh karenanya, pekerjaan DD Penanganan Kali Anyar di Kota Surakarta dilakukan agar permasalahan banjir dapat segera ditangani. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., yang diwakilkan oleh Direksi Pekerjaan BBWS Bengawan Solo, Winda Agustin, ST. dalam sambutannya memaparkan tujuan kegiatan DD “Kegiatan PKM ini merupakan salah satu tahapan penyusunan Detail Desain untuk mendapatkan masukan/ aspirasi masyarakat dalam rencana penanganan Kali Anyar,” paparnya. Selain itu, tujuan kegiatan DD Penanganan Kali Anyar di Kota Suarakarta untuk mendapatkan data terbaru agar penanganan sungai sesuai dengan kriteria desain konstruksi. Nantinya, hasil pekerjaan akan digunakan untuk penanganan , perbaikan, dan pemeliharaan Kali Anyar di Kota Surakarta dalam mengatasi banjir yang sering terjadi. Kegiatan yang turut dihadiri oleh perwakilan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kota Surakarta, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Surakarta, perwakilan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertahanan Kota Surakarta, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surakarta, dan Lurah setempat ini berlanjut dengan kegiatan diskusi bersama masyarakat sekitar untuk kelancaran kegiatan kedepannya. Beberapa masyarakat yang merupakan Ketua RT dan Ketua RW setempat turut menyampaikan aspirasi yang salah satunya meminta kepada BBWS Bengawan Solo agar penanganan Kali Anyar segera direalisasikan. (BBWSBS/Fira)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Bendungan Bendo Siap Penuhi Kebutuhan Irigasi Kabupaten Ponorogo

31 July 2021

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) yang diwakili oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melaksanakan pengisian awal (impounding) waduk di Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (31/07/2021). Pekerjaan Bendungan Bendo dilaksanakan mulai tahun 2013 dan direncanakan selesai pada tahun 2021 dengan biaya sebesar 1.072.086.583.000 dengan sumber dana APBN. Saat ini progres fisik pembangunan Bendungan Bendo sebesar 95,77%. Proses impounding dilakukan secara simbolis oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dan didampingi Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko beserta jajarannya menekan tombol sirene. Acara yang dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan pembangunan Bendungan Bendo telah melewati perjalanan Panjang untuk mencapai momen ini antara lain sertifikasi persetujuan desain, izin pelaksanaan konstruksi, dan sertifikasi persetujuan pengisian waduk. Proses ini perlu dilalui untuk menjamin keamanan terhadap konstruksi bendungan yang dilaksanakan. Dalam pelaksanaannya juga membutuhkan pembebasan tanah milik masyarakat dan instansi Pemerintah (Perhutani) sebesar 316,94 Ha “Saat ini progres fisik bendungan yang pembangunannya dilaksanakan mulai tahun 2013 ini telah mencapai 95%. Bendungan Bendo telah memasuki akhir pekerjaan konstruksi sehingga diperlukan pengisian awal waduk sebagai salah satu persyaratan pengoperasian bendungan,” ujarnya. Selain sebagai sumber air baku, Bendungan Bendo dapat diandalkan saat musim kemarau tiba, ketika Bendungan Bendo mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang. “Di musim hujan, Bendungan Bendo difungsikan sebagai waduk tadah hujan dan pengendali banjir. Selain sebagai sumber air baku, Bendungan Bendo juga dapat menjadi salah satu destinasi wisata karena sudah disipakkan ruang terbuka hijau. Saya berharap proyek pembangunan Bendungan Bendo, dapat segera terselesaikan dan bisa segera dinikmati manfaatnya oleh warga, utamanya untuk keperluan irigasi, penyedia air baku, dan pengendali banjir di Kota Ponorogo,” pesan Agus. Perlu saya sampaikan bahwa pengisian Bendungan Bendo dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 91 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan. “Pengisian awal waduk Bendungan Bendo ini dilaksanakan pada tahun 2021 saat pandemi Covid-19 dan diberlakukannya aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat [PPKM] Darurat. Sehingga, diharapkan para hadirin tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh petugas kesehatan demi keselamatan dan kesehatan bersama,” ujar Agus. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama masyarakat mengungkapkan terimakasih kepada BBWS Bengawan Solo dengan dibangunnya Bendungan Bendo. “Kami akan pelihara pembangunan infrastuktur bendungan ini, karena manfaat yang dihasilkan akan membawa kemakmuran bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ponorogo,” pungkasnya. Sebagai informasi, Bendungan Bendo berada di Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo yang dikerjakan sejak tahun 2013. Bendungan Bendo merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan menambah kapasitas tampungan air sehingga keberlanjutan suplai air irigasi ke sawah terjaga. Pekerjaan Bendungan Bendo saat ini telah memasuki akhir pekerjaan konstruksi dengan progress sebesar 95.77 %. Bendungan Bendo dibangun dengan kapasitas total tampungan sebesar 43,11 juta m3 dengan tinggi bendungan 71 m. Kehadiran bendungan ini juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal. Bendungan Bendo direncanakan memiliki manfaat untuk dapat memenuhi kebutuhan irigasi seluas 7.800 Ha, penyediaan air baku sebesar 370 liter/detik, dan mampu mereduksi banjir sebesar 420 m3/detik menjadi 290 m3/detik. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Selain Penuhi Kebutuhan Irigasi, Bendungan Pidekso Dapat Menjadi Pengendali Banjir

14 October 2021

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) yang diwakili oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melaksanakan pengisian awal (impounding) waduk di Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (14/10/2021). Acara yang dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Bendungan Pidekso merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Bendungan Pidekso nantinya akan memberikan manfaat untuk pemenuhan kebutuhan air untuk irigasi seluas 1.500 Ha, penyediaan air baku sebesar 300 lt/detik dan dapat mereduksi banjir sebesar 322,60 m3/detik. Pemenuhan kebutuhan air tersebut dapat dipenuhi dari tampungan Bendungan Pidekso sebesar 25 juta m3 yang berada di area genangan seluas 232 Ha. Selain irigasi, juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Proses impounding dilakukan secara simbolis dengan menekan sirine oleh Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Ir. Sudirman, MM., Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dan didampingi Bupati Wonogiri, Joko Sutopo beserta jajarannya. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan pembangunan Bendungan Pidekso telah melewati perjalanan Panjang untuk mencapai momen ini antara lain sertifikasi persetujuan desain, izin pelaksanaan konstruksi, dan sertifikasi persetujuan pengisian waduk. Proses ini perlu dilalui untuk menjamin keamanan terhadap konstruksi bendungan yang dilaksanakan. “Pekerjaan Bendungan Pidekso dilaksanakan mulai tahun 2014 dan direncanakan selesai pada tahun 2022 dengan biaya sebesar 794 M dengan sumber dana APBN. Saat ini progres fisik pembangunan Bendungan Pidekso sebesar 80,13%.,” ujarnya. Agus menambahkan bahwa masyarakat Kabupaten Wonogiri sendiri hidup dari pertanian dan industri yang sangat membutuhkan air untuk keperluan pertanian maupun air baku untuk air minum. Dengan adanya Bendungan Pidekso ini juga diharapkan dapat mengurangi bencana banjir wilayah Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya. Selain sebagai sumber air baku, Bendungan Pidekso dapat diandalkan saat musim kemarau tiba. “Di musim hujan, Bendungan Pidekso difungsikan sebagai waduk tadah hujan dan pengendali banjir. Selain sebagai sumber air baku, Bendungan Pidekso juga dapat menjadi salah satu destinasi wisata. Saya berharap proyek pembangunan Bendungan Pidekso, dapat segera terselesaikan dan bisa segera dinikmati manfaatnya oleh warga, utamanya untuk keperluan irigasi, penyedia air baku, dan pengendali banjir di Kabupaten Wonogiri,” pesan Agus. Pengisian Bendungan Pidekso dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 39 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan. Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengatakan Wonogiri mempunyai potensi air bersih yang cukup besar. Air bersih tersebut bisa digunakan untuk mengatasi kekeringan yang selama ini melanda wilayah Wonogiri bagian selatan. “Wilayah Wonogiri bagian selatan seperti Kecamatan Giriwoyo, Giritontro, Pracimantoro dan Paranggupito bakal menikmati efek dari pembangunan Waduk Pidekso,” ujarnya. Joko Sutopo mengatakan, selain air bersih, pembangunan waduk juga bermanfaat untuk lahan pertanian. “Kami selalu berusaha dan berkontribusi agar pembangunan cepat selesai sesuai target. Karena aspek kemanfaatannya luar biasa, atas nama Pemerintah Kabupaten Wonogiri bersama masyarakat mengungkapkan terima kasih kepada BBWS Bengawan Solo dengan dibangunnya Bendungan Pidekso. Kehadiran Bendung Pidekso tidak hanya sebagai pengendali banjir dan tampungan air baku, tapi juga sebagai objek konservasi pariwisata,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Perkuat Pemberdayaan BBWSBS adakan Lomba Komunitas Peduli Sungai

30 June 2022

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara Penilaian Presentasi dalam rangka Lomba Komunitas Peduli Sungai (KPS) Tingkat BBWSBS Tahun 2022 dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di The Alana Hotel and Convention Centre, di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (30/06/2022). Kegiatan kali ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas dan fungsi kami di BBWSBS yaitu dalam rangka pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air khususnya di Wilayah Sungai Bengawan Solo. Lomba KPS Tingkat BBWS Bengawan Solo ini kami selenggarakan dengan maksud dan tujuan agar semua KPS termotivasi untuk selalu berinovasi di dalam kontribusi pengelolaan sumber daya air, sehingga kita semua bisa lebih  mensyukuri sungai-sungai yang ada di sekitar kita. Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T., M.Si., dalam sambutannya yang disampaikan oleh Subkoordinator Pelaksanaan OP SDA Bengawan Solo, Santosa, S.ST., M.T., menyampaikan rasa bangga dengan dedikasi rekan-rekan KPS atas waktu, tenaga dan ide yang selama ini dicurahkan dalam membantu dan mendukung kegiatan- kegiatan pengelolaan SDA. "Kami berharap ke depannya rekan-rekan yang tergabung dalam KPS dapat bekerja secara efektif dan mengambil peran penting di dalam penanganan masalah-masalah yang timbul pada pengelolaan SDA. Sebab, pengelolaan SDA ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah, namun tugas kita bersama," pesannya. Adapun sebagai informasi daftar peserta yang lolos hingga tahap penilaian yakni KPS Sibat Sewu Solo, KPS Sekar Lepen Keprabon Solo, KPS Karsa Solo, KPS Pusur lnstitute Klaten, KPS SAR Sikatan Ngawi, KPS Indah Sinawang Nguter Sukoharjo, KPS Masdulkabi Sukoharjo, KPS Kali Kuning Trucuk Klaten, KPS Adidaruva Pujangga Pengging Boyolali, dan KPS Relawan Kali Gede, Boyolali. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya