Berita Balai


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Menteri PUPR Meninjau Infrastruktur Bendungan di Wilayah Sungai Bengawan Solo

27 July 2021

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), M. Basuki Hadimuljono, bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo beserta jajarannya melakukan monitoring infrastruktur di Waduk Cengklik yang berada di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Selasa, (27/07/2021). Kegiatan tersebut sebelumnya telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Monitoring Infrastruktur tersebut terkait dengan rencana revitalisasi sekaligus untuk mengecek kondisi di Waduk Cengklik. Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Ir. Jarot Widyoko, Sp-1 bersama Direktur Bina Operasi dan pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA., telah melakukan kunjungan monitoring evaluasi waduk untuk mengantisipasi banjir. Sebagai informasi, Waduk Cengklik selain memiliki manfaat sebagai tempat wisata juga memiliki potensi luar biasa yang bisa mendatangkan manfaat bagi warga di sekitarnya. Waduk Cengklik berlokasi di Kecamatan Ngemplak ini dibangun oleh Pemerintah Hindia belanda sekitar tahun 1923-1931. Tubuh Bendungan memiliki tipe urugan tanah homogen, dengan volume efektif sebesar 9,87 juta m3. Waduk Cengklik juga dilengkapi dengan tiga bangunan intake, yakni intake utama berupa menara dengan dua buah pintu tipe butterfly valve, serta pintu sorong pada bagian intake kiri dan kanan. Dalam kunjungannya kali ini, M. Basuki Hadimuljono, memerintahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi kondisi yang perlu dilakukan perbaikan di Waduk Cengklik untuk ditangani segera termasuk dalam proses revitalisasi. “Saya mengingatkan seluruh satuan kerja untuk segera menangani kondisi yang ada di Waduk Cengklik,” paparnya. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan mengatakan BBWS Bengawan Solo memiliki tugas dan fungsi untuk membangun dan membuat environment di sekeliling waduk. Tujuannya agar tanggul waduk kebanggaan masyarakat Boyolali tersebut tidak longsor. “Kami bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi dalam memelihara sumber air dan lingkungan. Karena dalam proses revitalisasi nantinya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga memerlukan dukungan penuh dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait, agar proses pelaksanaannya berjalan lancar. Semoga revitalisasi ini dapat berjalan lancar sesuai target sehingga lahan di kawasan setempat yang tadinya hanya mengharap air hujan, kedepannya dapat diairi dan menjadi lebih produktif,”paparnya. (BBWSBS/Fira-Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Peningkatan Kapasitas SDM untuk Petugas OP Wilayah Sungai Bengawan Solo Hilir

21 October 2021

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berupaya meningkatkan kemampuan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pada operasi dan pemeliharaan (O&P) bangunan infrasruktur sungai di wilayah hilir. Kegiatan ini tetap menerapakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Hotel Aston, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis – Jumat (21-22/10/2021). Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM untuk OP Wilayah Sungai Bengawan Solo Wilayah Hilir ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan bagi petugas OP dalam melaksanakan kegiatan OPP (Operasi, Pemeliharaan, dan Pemantauan) Sungai dan Tanggul, Pintu Air dan Pantai. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan bagi petugas OP di lapangan agar lebih terampil dan berkompeten serta memahami tugas pokok dan fungsi dalam penyelenggaraan OPP secara baik dan benar. Peserta yang hadir dalam kegiatan Kapasitas SDM untuk OP Sungai dan Tanggul, Pintu Air dan Pantai Wilayah Sungai Bengawan Solo hilir ini terdiri dari Petugas Sungai, Petugas Tanggul, Petugas Pantai dan Petugas Pintu dengan total undangan sebanyak 57 orang. Kegiatan ini berlangsung dengan paparan materi tentang Tugas dan Fungsi Unit Pengelola Sungai dan Mitigasi Bencana yang disampaikan oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemliharaan SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si. Sedangkan materi kedua dengan materi Tugas dan Fungsi Petugas OP Sungai dan Tanggul, Pintu Air dan Pantai dan materi Operasi Pemeliharaan Sungai dan Prasarana Sungai, Pantai dan Pintu air oleh PPK OP SDA IV, Antonius Suryono, SH, MMT. Setelah mendapat materi secara general, para peserta dibagi menjadi dua kelas sesuai dengan tugasnya. Kelas pertama adalah Kelas untuk Petugas OP Sungai dan Tanggul yang diberikan materi tentang Review Pengenalan Dasar Sarana dan Prasarana Sungai, Survey Inventaris Kondisi dan Fungsi Sungai dan Prasarana Sungai dan Penilaian Kinerja Sungai dan Prasarana Sungai yang disampaikan oleh Lalu Maharyani Kesuma. Sedangkan materi mengenai Aplikasi Pembantu Penginputan Data Sungai dan Tanggul (AKISDA) disampaikan oleh Unit Pengelola Sungai. Kelas kedua adalah kelas untuk Petugas Pintu Air dan Pantai dengan materi yang diberikan mengenai Aplikasi Pembantu Penginputan Data Pintu dan Pantai yang disampaikan oleh Unit Pengelola Sungai. Sedangkan materi mengenai Pengenalan Dasar Jenis Pintu dan Jenis Bangunan Pengaman Pantai, Operasi dan Pemeliharaan Pada Pintu dan Pengaman Pantai, selanjutnya materi mengenai Survey Inventarisasi Kondisi dan Fungsi Pantai dan Pintu yang disampaikan oleh Ir. Lalu Marhayani Kesuma, ST., M.Eng., IPM. Kepala Bidang Operasi dan Pemliharaan SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si mengatakan bahwa dalam rangka melaksanakan pembangunan infrastruktur yang handal, dibutuhkan sumber daya manusia yang profesional. “Sumber daya manusia yang profesional merupakan faktor utama dalam meningkatkan produktivitas. Saya berharap dengan acara ini bisa memberi manfaat untuk kita semua serta menambah wawasan kita bila terjadi masalah di lapangan,” ujarnya. Sri Wahyu Kusumastuti menambahkan bahwa wilayah Sungai Bengawan Solo memiliki 96 DAS dengan luas 19.551 km² yang terbagi 2 provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur, terdiri dari 10 kabupaten dan 3 kota serta dibagi menjadi 3 wilayah kerja yaitu hulu, madiun dan hilir. Dalam rangka memelihara sumber air dan menjaga kelestarian fungsi sungai, mengoptimalkan pemanfaatan prasarana sungai secara efektif, efisien, dan berkelanjutan, maka dilaksanakanlah kegiatan operasi dan pemeliharaan sungai beserta prasarananya. “Operasi dan pemeliharaan merupakan dua kegiatan yang saling berkaitan, sekalipun demikian garis besar tujuannya dapat dibedakan. Tanpa dilakukan pemeliharaan yang memadai, suatu obyek ataupun prasarana akan cepat mengalami degradasi baik fisik maupun fungsi. Tanpa adanya pemeliharaan sungai dan prasarananya, maka kelancaran operasi prasarana sungai juga akan terganggu dan tidak dapat berfungsi maksimal,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Apa Itu Flood Forecasting, Flood Prediction dan Flood Warning

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

01 December 2025

<div>Yuk, kenali 3 istilah penting dalam Pengelolaan Risiko Banjir😉<br><br>Banjir bukan hanya soal air meluap, tapi juga bagaimana kita memprediksi, mengantisipasi, dan memberi peringatan dini agar dampaknya bisa diminimalisir. Semua ini adalah bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keberlanjutan hidup di wilayah sungai.<br><br>Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui BBWSBS terus berkomitmen meningkatkan sistem pengelolaan risiko banjir dan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan.<br><br>Dengan teknologi, pemantauan, dan koordinasi yang lebih baik, kami berkomitmen untuk melindungi masyarakat dan infrastruktur dari ancaman banjir.<br><br><strong>Flood Forecasting (Prakiraan Banjir)</strong></div><div><br></div><div>Adalah kegiatan untuk mengetahui besaran banjir (how much) dan waktu terjadinya (when). Ini diperlukan dalam tahap operasi dan untuk peringatan dini.&nbsp;<br><br></div><div>*Sumber: Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Pemukiman, Modul 7 Pengelolaan Risiko Banjir, Pusbangkom, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.</div><div><br></div><div><strong>Flood Prediction (Prediksi Banjir)<br></strong><br></div><div>Adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui besaran (how much) dan frekuensi (how often) kejadian banjir. Prediksi banjir diperlukan dalam tahap perencanaan.&nbsp;</div><div><br></div><div>*Sumber: Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Pemukiman, Modul 7 Pengelolaan Risiko Banjir, Pusbangkom, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.</div><div><br></div><div><strong>Flood Warning (Pemberitaan Banjir)</strong></div><div><br></div><div>Adalah sistem peringatan dini banjir yang memberikan informasi atau pemberitahuan kepada masyarakat dan pihak berwenang mengenai kemungkinan terjadinya banjir, besarnya potensi bahaya, serta waktu dan lokasi kejadian, sehingga langkah penyelamatan dan mitigasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.</div><div><br></div><div>*Sumber: Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Pemukiman, Modul 7 Pengelolaan Risiko Banjir, Pusbangkom, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Kesiapsiagaan Infrastruktur Sumber Daya Air Hadapi  Godzilla El Nino

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

20 April 2026

<div>#KoncoBengawan, menghadapi potensi musim kemarau yang lebih kering dan panjang, BBWSBS terus memperkuat langkah antisipasi guna menjaga ketersediaan air untuk mendukung aktivitas masyarakat.<br><br></div><div>Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan air di tengah ancaman “Godzilla” El Nino. Dengan pengelolaan yang terencana dan kolaboratif, distribusi air tetap terjaga demi mendukung kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan sektor pertanian.</div><div><br></div><div><strong>Apa itu "Godzilla" El Nino ?</strong><br>Istilah "Godzilla" digunakan untuk menggambarkan kondisi fenomena El Nino dengan kekuatan yang jauh lebih besar dengan dampak jangkauan yang lebih luas.</div><div><br></div><div>El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengan dan timur yang berdampak pada perubahan pola iklim global.<br><br></div><div>Sementara itu, El Nino juga bakal diperkuat dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif di Samudra Hindia diindikasikan dengan pendinginan suhu permukaan laut di dekat Sumatera dan jawa, sehingga menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia.<br><br></div><div>Secara sederhana, kondisi ini menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih kering dan panjang dari biasanya di tahun ini yang di prediksi akan terjadi sejak April hingga Oktober 2026.<br><br></div><div>Source : BKMG dan BRIN<br><br></div><div><strong>Dampak El Nino</strong><br>-Kekeringan<br> -Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)<br> -Suhu udara yang lebih panas<br><br></div><div>Source : BRIN<br><br></div><div><strong>Infrastruktur SDA di WS Bengawan Solo untuk antisipasi musim kemarau yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur<br></strong><br></div><div>39 Bendungan<br>91 Embung<br>982 Sumur JIAT<br>64PAH dan ABSAH<br><br></div>

Baca Selengkapnya