Berita Balai


Berita Balai,

Tata Cara Pemeliharaan Jaringan Irigasi - Langkah Terstruktur untuk Menjaga Keandalan Sistem Irigasi

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

31 December 2025

<div>Pemeliharaan jaringan irigasi dilakukan untuk menjaga aliran air tetap lancar, memastikan saluran berfungsi sesuai kapasitasnya, serta mendukung kebutuhan pertanian di wilayah layanan. Proses ini meliputi inventarisasi, perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan.<br>&nbsp;<br>Inventarisasi dilakukan untuk mengetahui kondisi, fungsi, serta kebutuhan penanganan di setiap daerah irigasi. Hasil inventarisasi menjadi dasar dalam penyusunan rencana pemeliharaan, termasuk pembagian peran antara pemerintah dan perkumpulan petani pemakai air.<br>&nbsp;<br>Pelaksanaan pemeliharaan menyesuaikan jadwal pengaturan air dan masa pengeringan, sehingga tidak mengganggu kebutuhan irigasi. Kegiatan ini dilengkapi dengan pemantauan dan evaluasi agar setiap pekerjaan terukur, efektif, dan sesuai rencana.<br>&nbsp;<br>Melalui pemeliharaan yang berkelanjutan, jaringan irigasi diharapkan tetap andal dan layanan air bagi sektor pertanian terus terjaga untuk mendukung ketahanan pangan.<br>&nbsp;<br><br></div><div><strong>Tahapan Pemeliharaan Jaringan Irigasi&nbsp;<br></strong><br></div><ol><li>Inventarisasi jaringan irigasi pada setiap daerah irigasi</li><li>Perencanaan pemeliharaan jaringan irigasi</li><li>Pelaksanaan pemeliharaan jaringan irigasi</li><li>Pemantauan dan evaluasi pemeliharaan jaringan irigasi</li></ol><div><strong>Inventarisasi Jaringan Irigasi<br></strong><br></div><div>Inventarisasi jaringan irigasi dilakukan untuk mendapatkan data jumlah, dimensi, jenis, kondisi dan fungsi seluruh asset irigasi serta data ketersediaan air, nilai asset jaringan irigasi dan areal pelayanan pada setiap daerah irigasi.Inventarisasi jaringan irigasi dilaksanakan setiap tahun mengacu pada ketentuan/pedoman yang berlaku.</div><div><br></div><div><strong>Perencanaan Pemeliharaan Jaringan Irigasi&nbsp;<br></strong><br></div><div>Perencanaan pemeliharaan dibuat oleh Dinas/pengelola irigasi bersama perkumpulan petani pemakai air berdasarkan rencana prioritas hasil inventarisasi jaringan irigasi. Dalam rencana pemeliharaan terdapat pembagian tugas, antara P3A dengan pemerintah diantaranya bagian mana bisa ditangani P3A dan bagian mana yang ditangani pemerintah melalui Nota Kesepakatan kerjasama O&amp;P.<strong><br></strong><br></div><div><strong>Pelaksanaan Pemeliharaan<br></strong><br></div><div>Pelaksanaan pemeliharaan dilakukan berdasarkan detail desain dan rencana kerja yang telah disusun oleh Dinas/Pengelola irigasi bersama perkumpulan petani pemakai air. Adapun waktu pelaksanaannya menyesuaikan dengan jadwal pengaturan air dan masa pengeringan yang telah disepakati bersama dan ditetapkan oleh Bupati/Walikota/Gubernur sesuai kewenangannya.</div><div><br></div><div><strong>Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan<br></strong><br></div><ul><li>Pemantauan dan evaluasi pada pemeliharaan jaringan irigasi dilakukan untuk kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan sendiri secara swakelola ataupun dikontrakkan, baik untuk jenis pengamanan jaringan irigasi, pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala dan penanggulangan/perbaikan darurat.</li><li>Laporan kemajuan pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara berkala meliputi Laporan bulanan dan Laporan Tahunan</li></ul><div><br></div><div><strong>Indikator Keberhasilan Kegiatan Pemeliharaan&nbsp;<br></strong><br></div><ol><li>Terpenuhinya kapasitas saluran sesuai dengan kapasitas rencana. &nbsp;</li><li>Terjaganya kondisi bangunan dan saluran</li><li>Meminimalkan biaya rehabilitasi jaringan irigasi&nbsp;</li><li>Tercapainya umur rencana jaringan irigasi&nbsp;</li></ol><div><br></div><div>*Sumber : Peraturan Menteri PUPR Nomor 12/PRT/M/2015 Tahun 2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi, Lampiran II, Hal. 16<br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Monitoring Proyek Rehabilitasi Bendungan Pacal di Bojonegoro

06 May 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melaksanakan kegiatan monitoring di Bendungan Pacal di Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (05/05/2021).. Kegiatan monitoring Bendungan Pacal tersebut terkait dengan kegiatan safari lapangan di wilayah Bojonegoro. Kunjungan kerja tersebut dipimpin oleh Kepala BBWSBS,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech Kepala Bidang Operasi (OP) dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA), Sri Wahyu Kusumastuti, ST. M.Si, Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA IV, Antonius Suryono, SH, MMT. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan paparan kegiatan serta motivasi kepada pekerja terhadap rehabilitasi di Bendungan Pacal. “Bendungan Pacal usianya sudah tua dan sudah dimanfaatkan sejak tahun 1933, sehingga sudah saatnya mendapatkan perhatian khusus. Masalah geologi menjadi hal yang perlu diperhartikan dalam pekerjaan rehabilitasi Bendungan Pacal. Semoga hasil pekerjaan memenuhi kualitas, kuantitas, dan sesuai dengan spesifikasinya. Namun, yang paling penting adalah fungsi infrastruktur yang ada dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sekitar,” paparnya. Dari kunjungan tersebut diketahui rincian kegiatan realisasi pekerjaan Bendungan Pacal sampai dengan 30 April 2021 mencapai 6,50%. Sedangkan rencana pekerjaan hingga 30 Mei 2021 memiliki target sebesar 13,285%. Sebagai informasi, Bendungan Pacal yang terletak di Kecamatan Temayang tersebut memiliki tipe urugan batu dengan membran beton di udik. Tinggi maksimal bendungan yakni 35 meter dan lebar puncak 7 meter. Bendungan Pacal menjadi sumber air bagi daerah irigasi (DI) Pacal dengan luasan baku sawah 16.688 Ha. (Fira/BBWSBS).

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Pintu Air Demangan Baru - Infrastruktur Pengendali Banjir dan Ruang Publik di Kota Surakarta

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

29 December 2025

<div>Pintu Air Demangan Baru merupakan infrastruktur pengendali banjir di Kota Surakarta yang berperan penting dalam mengatur tinggi muka air sungai serta menyediakan tampungan sementara berupa long storage. Keberadaannya secara fungsional menggantikan Pintu Air Demangan Lama yang telah beroperasi sejak tahun 1918. Sesuai dengan prinsip pengendalian daya rusak air yang harus dilakukan secara struktural maupun non struktural, pembangunan Pintu Air Demangan Baru merupakan upaya struktural untuk mengendalikan banjir akibat perkembangan kawasan perkotaan dan peningkatan debit aliran sungai.<br>&nbsp;<br>Selain berfungsi sebagai pengendali banjir Kota Surakarta, Pintu Air Demangan Baru juga dirancang sebagai ruang publik melalui penataan lanskap kawasan. Ruang terbuka tersebut diharapkan dapat menjadi sarana non struktural yang meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap sumber daya air melalui ruang interaksi dan ekspresi sosial, serta area rekreasi yang nyaman dan aman bagi masyarakat sekitar.<br>&nbsp;<br>Dengan memadukan fungsi teknis dan sosial, Pintu Air Demangan Baru tidak hanya menjadi bagian dari sistem pengelolaan sumber daya air, tetapi juga berkontribusi dalam peningkatan kualitas lingkungan dan ruang hidup perkotaan.</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Puncak Peringatan Hari Air Sedunia ke 30 di BBWS Bengawan Solo

30 March 2022

Dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke-30 tahun 2022, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui balai-balai di seluruh Indonesia menyelenggarakan peringatan Hari Air Sedunia secara serentak. Dengan mengusung tema nasional “MANTAB : Melestarikan Air Tanah Agar Berkesinambungan” peringatan Hari Air Sedunia di tahun 2022 ini di peringati oleh BBWS Bengawan Solo dengan menggelar berbagai kegiatan secara hybrid yang dipusatkan di Lapangan Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, pada Rabu (30/3/2022) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya yang diwakili oleh Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo, SH, MH mengatakan, kegiatan peringatan HAD ke-30 tahun 2021 yang mengusung tema nasional “MANTAB: Melestarikan Air Tanah Agar Berkesinambungan" merupakan upaya bersama untuk meningkatkan perhatian publik dan masyarakat internasional akan pentingnya air tanah bagi kehidupan untuk selanjutnya bersama-sama melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. "Pelaksanaan aksi di daerah dan rangkaian kegiatan HAD ke-30 yang telah melibatkan masyarakat, profesional, perguruan tinggi, kementerian/lembaga, BUMN, swasta, dan Pemda ini, diharapkan dapat membentuk pemahaman dan kesadaran masyarakat bahwa mereka tidak hanya memiliki hak sebagai 8 pengguna air, tetapi juga turut andil dan bertanggung jawab serta wajib memberikan kontribusi dalam memelihara alam dan lingkungan yang menjadi sumber air," katanya. Diharapkan kedepannya peringatan ini tidak berhenti hanya dengan penanaman pohon, namun harus diikuti dengan langkah merawat, menumbuhkan, memelihara dan menjaganya. Dalam sambutan tersebut turut ditambahkan informasi, bahwa Indonesia terpilih menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 Tahun 2024 mendatang. WWF ke-10 akan diselenggarakan di Bali dengan mengangkat 9 tema “Water for Shared Prosperity” untuk menjawab tantangan dan potensi global yang diakibatkan oleh peningkatan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Sementara Staf Ahli Menteri PUPR (SAMPU) Bidang Hubungan Antar Lembaga dalam laporannya mengatakan, Kementerian PUPR menegaskan bahwa perubahan iklim berperan dalam pelestarian alam dan lingkungan guna menjaga keberlangsungan air di bumi nusantara. “Mengemban amanat yang penting yang ingin kami sampaikan sesuai dengan tema “MANTAB: Melestarikan Air Tanah Agar Berkesinambungan” , kami ingin menegaskan bahwa perubahan iklim berperan sangat signifikan sehingga diperlukan partisipasi langsung oleh masyarakat dalam pelestarian alam dan lingkungan guna menjaga keberlangsungan air di bumi nusantara,” paparnya. Dalam sambutannya, Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech menyampaikan jika kegiatan yang dilakukan dalam rangka peringatan Hari Air Dunia ke 30 dilaksanakan guna mendukung pelestarian lingkungan di Wilayah Sungai Bengawan Solo. Disampaikan pula berbagai kegiatan yang berlangsung dalam rangka memperingati Hari Air Dunia di lingkungan BBWS Bengawan Solo. “Peringatan puncak Hari Air Dunia yang ke 30 mengingatkan kita jika air merupakan sumber daripada sumber kehidupan. Berbagai kegiatan yang menggandeng berbagai lapisan masyarakat telah dilakukan BBWS Bengawan Solo. Disamping mengadakan penghijauan, BBWS Bengawan Solo juga menabur benih ikan untuk mendorong ketahanan pangan,” katanya. Dalam kegiatan puncak peringatan Hari Air Dunia ke 30, BBWS Bengawan Solo turut melakukan gerakan penanaman pohon guna mengkonservasi Sumber Daya Air. Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Satker OP SDA Bengawan Solo, Kepala Satker PJSA Bengawan Solo, Kepala Satker ATAB Bengawan Solo tersebut dilaksanakan di Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pada kesempatan tersebut dilakukan penanaman pohon yang dilakukan oleh perwakilan dari BBWS Bengawan Solo, Camat Jogorogo, Polsek Jatirogo, Kepala Desa Kletekan, Kepala Desa Dawung, Bumdes Sarilawu, Bumdes Dawung, Koramil Jogorogo. Hari Air Dunia atau World Water Day merupakan hari peringatan untuk menyadarkan masyarakat di dunia akan pentingnya sumber air yang berkelanjutan. Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret sejak disepakati pada sidang umum PBB ke-47 di Rio De Janeiro Brasil (22 Desember 1992). Peringatan Hari Air Sedunia ke XXIX telah dimulai sejak tahun 1993 dengan tujuan supaya masyarakat di dunia memberi dukungan dalam konservasi air. (BBWSBS/Fira).

Baca Selengkapnya