Berita Balai


Berita Balai,

Bendungan Bendo di Ponorogo - Wujud Komitmen BBWSBS Dorong Swasembada Pangan

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

25 October 2025

<div>Mimin mau mengajak <a href="https://www.instagram.com/explore/tags/koncobengawan/">#KoncoBengawan</a> untuk mengintip Bendungan Bendo yang terletak di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.<br><br>Bendungan Bendo merupakan salah satu infrastruktur pengelolaan sumber daya air yang dibangun oleh BBWSBS untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah sekitarnya. Salah satu tujuan utama pembangunan Bendungan Bendo adalah untuk menyediakan air baku sebesar 370 liter per detik. Ketersediaan air ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat, kegiatan industri, dan fasilitas umum di Ponorogo dan sekitarnya.<br><br>Selain penyediaan air baku, bendungan ini juga memberikan manfaat besar di bidang pertanian. Dengan adanya Bendungan Bendo, sistem irigasi dapat mengairi lahan pertanian seluas 7.800 hektare, air baku 370 liter/detik, dan reduksi banjir seluas 674 hektare sehingga produktivitas pertanian di wilayah tersebut dapat meningkat.<br><br>Melalui pengelolaan yang berkelanjutan, BBWSBS terus berupaya agar Bendungan Bendo dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, baik untuk kebutuhan air maupun mendukung ketahanan pangan.</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Cerita Petani Desa Somokaton - Menjaga Aliran Air, Meningkatkan Kesejahteraan Petani

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

31 October 2025

<div>BBWSBS berupaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian melalui program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Desa Somokaton, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah telah melaksanakan kegiatan tersebut dan memberikan manfaat bagi petani dalam memperlancar distribusi air ke lahan pertanian, sehingga hasil panen semakin meningkat.<br><br>Program tersebut tidak hanya memperbaiki infrastruktur irigasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Peningkatan akses air yang lebih merata membantu petani mengoptimalkan lahan mereka dan menjaga keberlanjutan produksi pangan. Upaya ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan

datin

15 February 2021

Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Tukul Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti, Minggu (14/02/2021). Hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Pacitan Indartato. Jokowi mengatakan bahwa bendungan ini sekali lagi memiliki peran yang sangat penting untuk pengendalian banjir, untuk mengairi sawah, air irigasi, dan juga penyediaan air baku kurang lebih 300 liter per detik, dan tentu saja ini adalah untuk warga Pacitan dengan kapasitas tampung 8,68 juta meter kubik. Selain itu, sambung Jokowi, Bendungan ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar, yaitu mengairi 600 hektare sawah, sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman, dari biasanya satu kali tanam padi dan satu kali tanam palawija menjadi dua kali tanam padi dan satu kali tanam palawija. InsyaAllah ini nanti sudah bisa dilihat dan dilakukan. “Saya harapkan dengan berfungsinya Bendungan Tukul di Pacitan ini akan menjadi infrastruktur yang penting, memperkuat ketahanan pangan, dan memperkuat ketahanan air,” ujarnya. Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam laporannya kepada Presiden menjelaskan bahwa kehadiran Bendungan Tukul tersebut sangat penting artinya bagi peningkatan lebih lanjut sektor pertanian Jawa Timur. Berdasarkan angka sementara dari BPS, produksi padi di Jawa Timur pada 2020 lalu tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia dengan tingkat kontribusi nasional sebesar 18,17 persen dengan 5,76 juta ton beras. “Semoga Bendungan Tukul ini menjadi infrastruktur untuk penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Pacitan, karena bisa menyuplai irigasi 600 hektare, air baku 300 liter per detik, dan potensi energi listrik untuk wisata dan konservasi,” katanya. Untuk diketahui Bendungan Tukul dibangun di lahan seluas 44,81 ha, tepatnya di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, tak hanya sebagai irigasi dan menjadi sumber air baku sebesar 300 liter/detik, Bendungan Tukul dibangun dengan tipe urugan random dan Zonal Inti Tegak, yang memiliki kapasitas tampungan total sebesar 8,68 juta meter kunik dan dapat menjadi penggerak PLTA Mikrohidro sebesar 2 x 132 KW. Selain itu juga dapat mereduksi banjir hingga 44,86 meter kubik/detik(bbwsbs/charis).

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Bimbingan Teknis Tenaga Fasilitator – Counterpart Tahun 2021

30 March 2021

Bendungan di samping memberi manfaat sekaligus menyimpan potensi bahaya yang sangat besar terutama bagi masyarakat yang tinggal di hilir waduk. Keruntuhan bendungan yang mengakibatkan banjir besar bisa saja terjadi kapan saja baik disebabkan faktor keamanan struktur bangunan, alam maupun perilaku manusia yang mengancam keamanan bendungan. Untuk itu, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BWBSBS) menggelar acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Tenaga Fasilitator – Counterpart Tahun 2021 yang dilaksanakan di Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (30/03/2021), dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Salah satu faktor yang mengancam keamanan bendungan adalah sedimentasi yang berpangkal pada rusaknya Daerah Tangkapan Air (DTA) di hulu waduk maupun sekitarnya. Dalam rangaka pengamanan waduk, perlu adanya program dan kegiatan mitigasi sedimentasi di DTA hulu dan sekitar/sekeliling waduk berbasis peran serta masyarakat. Tujuannya adalah untuk menurunkan nilai erosi daerah tangkapan air hulu waduk. Selanjutnya diharapkan dapat menurunkan jumlah sedimen yang masuk ke waduk, menurunkan gradien perubahan nilai Sedimen Delivery Ratio (SDR), mempertahankan kapasitas tampung waduk. Untuk itu diperlukan peran serta masyarakat dalam menjaga keberlangsungan fungsi waduk, dengan meningkatnya peran serta masyarakat dalam usaha konservasi daerah tangkapan guna menunjang kelancaran operasi dan keamanan bendungan. Kepala BBWSBS Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST., M.Si., berharap kegiatan bimtek tersebut dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat di kawasan bendungan. “Kami ucapkan terimakasih, atas kehadiran semua peserta. Semoga melalui Bimtek Tenaga Fasilitator Counterpart Tahun 2021, bisa menambah pengetahuan bagi tenaga fasilitator dan kegiatan community participatory ini dapat berjalan sesuai rencana,” pesannya. Sumber daya manusia (SDM) di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang bertugas menangani keamanan waduk, jumlahnya terbatas. Berhasil tidaknya program pengamanan waduk melalui kegiatan mitigasi sedimentasi di DTA dan sekitar/sekeliling waduk sangat ditentukan oleh pelestarian kawasan waduk dengan melibatkan peran dan fungsi seluruh pemangku kepentingan secara sinergis baik pemerintah, masyarakat sipil maupun pihak swasta serta dunia pendidikan. Hal tersebut penting dilakukan karena keamanan waduk merupakan tanggung jawab bersama. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya