Berita Balai


Berita Balai,

Selamat Hari Pers Nasional Tahun 2026

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

09 February 2026

<div>"Selamat Hari Pers Nasional Tahun 2026"<br>&nbsp;<br>Dalam rangka Hari Pers Nasional, BBWSBS menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers atas perannya dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab bagi masyarakat.<br>&nbsp;<br>Mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, pers diharapkan terus menjaga profesionalisme dan integritas sebagai pilar demokrasi serta mitra strategis dalam mendukung pembangunan nasional.<br>&nbsp;<br>BBWSBS berkomitmen untuk terus menjalin sinergi dan keterbukaan informasi bersama insan pers demi terwujudnya masyarakat yang informatif dan berdaya.<br>&nbsp;<br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Penanganan Darurat Tanggul Jebol di Desa Kedungrejo, Lamongan - Langkah Cepat Menjaga Keamanan Wilayah Sekitar Kali Kalen

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

15 February 2026

<div>BBWSBS melaksanakan kegiatan penanganan darurat berupa perbaikan tanggul jebol di Desa Kedungrejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan.<br>&nbsp;<br>Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas kerusakan tanggul pada Kali Kalen yang berpotensi memengaruhi fungsi pengendalian aliran sungai. Penanganan di lapangan difokuskan pada penataan dan penguatan kembali tubuh tanggul, dengan dukungan peralatan dan material yang tersedia.<br>&nbsp;<br>Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan oleh petugas lapangan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta aspek keselamatan kerja, sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan infrastruktur sumber daya air dan perlindungan wilayah sekitar.<br><br><strong>Tindak Cepat BBWSBS</strong></div><div>BBWSBS melaksanakan penanganan darurat tanggul jebol di Kali Kalen, Kabupaten Lamongan, dengan menggunakan alat berat excavator tipe PC 200 untuk mendukung pekerjaan penggalian, penataan, dan pemadatan area tanggul yang mengalami kerusakan. Penanganan dilakukan dengan memanfaatkan cerucuk bambu, sesek, dan tanah sebagai material perkuatan dan timbunan yang dipadatkan secara bertahap guna meningkatkan stabilitas tanah serta mengembalikan fungsi tanggul dalam pengendalian aliran sungai.</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Serah Terima Hasil Kegiatan P3TGAI Wilayah OP SDA III

27 October 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan kegiatan Serah Terima Hasil Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahap I Tahun Anggaran 2021 di Wilayah Jawa Timur, Selasa – Rabu (26-27/10/2021) di Hotel Aston Madiun, Jawa Timur. Kegiatan yang turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi V Hj Sri Wahyuni S,Sos, Kepala BBWSBS dan para pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo ini telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. P3TGAI merupakan program perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (HIPPA), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) atau lnduk Perkumpulan. Selain untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, melalui P3TGAI dapat meningkatkan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat khususnya petani. Program tersebut juga bermanfaat untuk memperkuat sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat petani dalam kegiatan pengelolaan jaringan irigasi. Alokasi penerima P3TGAI di wilayah kerja PPK OP SDA III pada Tahap I sejumlah 271 desa yang tersebar di 5 Kabupaten yaitu Madiun, Magetan, Ngawi, Pacitan dan Ponorogo. Penerima alokasi P3TGAI Tahap II sejumlah 42 desa yang tersebar Madiun, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan pelaksanaan P3TGAI untuk wilayah kerja PPK OP SDA III terbagi menjadi dua tahapan. Tahap I pada periode April sampai dengan Agustus ada sebanyak 271 desa yang mendapatkan alokasi sedangkan tahap II pada periode Agustus sampai dengan Desember ada sebanyak 42 desa. “Pelaksanaan P3TGAI tahun ini telah banyak berkontribusi baik dalam membuka lapangan pekerjaan di wilayah kerja PPK OP SDA III, khususnya pada Tahap I telah menyerap tenaga kerja sebanyak 246.280 HOK yang tebagi di 271 Desa di 5 Kabupaten. Pekerjaan fisik yang telah terselesaikan diharapkan berfungsi secara optimal, sehingga bisa meningkatkan produktifitas dari petani di 271 desa penerima program. Pada kesempatan ini kami menitipkan bangunan yang telah dilaksanakan untuk dipelihara oleh HIPPA/P3A, agar hasil pertanian yang diperoleh semakin meningkat dan dapat mensejahterakan masyarakat sekitar,” katanya. Agus Rudyanto juga berharap nantinya kegiatan tersebut dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah lokasi pekerjaan. “Progres pelaksanaan fisik maupun keuangan untuk Tahap I telah mencapai 100%. Saya mengucapkan terima kasih untuk semua pihak yang terlibat dalam program P3TGAI di wilayah kerja PPK OP SDA III, berdasarkan hasil evaluasi kami secara keseluruhan pelaksanaan P3TGAI berjalan dengan baik, diharapkan untuk kedepannya akan lebih baik lagi dalam hal pendampingan dan pemberdayaan dalam kegiatan Padat Karya,” ujarnya. Anggota DPR RI Komisi V Hj. Sri Wahyuni, S.Sos., mengharapkan kerjasama dari pihak BBWS Bengawan Solo selalu terjalin demi tercapainya percepatan pembangunan infrastruktur SDA di wilayah ker PPK OP SDA III. “ Melalui program ini harapannya semakin banyak sawah di Jawa Timur yang teraliri air. Artinya, sektor pertanian di wilayah Jawa Timur bisa terus dikembangkan karena air tercukupi. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Upaya Pengelolaan Greenbelt Bendungan di Wilayah Pacitan

10 April 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja wilayah Kota Malang, Kabupaten Pacitan, dan berakhir di Kota Solo pada Kamis-Jumat, (08-10/04/2021). Dalam kesempatan ini Ir Soedhirman, M.M., selaku Staf Ahli Menteri (PUPR) (Sampu) Bidang Sosial, Budaya, dan Peran Masyarakat melangsungkan kunjungan di Bendungan Tukul, Pacitan, Jawa Timur pada Jumat, (09/04/2021). Kegiatan yang turut dihadiri oleh pejabat dan karyawan Balai Besar Wilayah Bengawan Solo (BBWSBS) tersebut sebelumnya sudah mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Pada kegiatan kunjungan kerja di Pacitan, Jawa Timur, keseluruhan rombongan mendatangi Bendungan Tukul. Sebagai informasi, Bendungan Tukul telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo yang ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti pada 14 Februari 2021. Bendungan Tukul yang dibangun di lahan seluas 44,81 ha, tepatnya di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, tak hanya sebagai irigasi dan menjadi sumber air baku sebesar 300 liter/detik. Bendungan Tukul dibangun dengan tipe urugan random dan Zonal Inti Tegak, yang memiliki kapasitas tampungan total sebesar 8,68 juta meter kunik dan dapat menjadi penggerak PLTA Mikrohidro sebesar 2 x 132 KW. Selain itu, bendungan Tukul juga dapat mereduksi banjir hingga 44,86 meter kubik/detik. Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) (Sampu) Bidang Sosial, Budaya, dan Peran Masyarakat, didampingi Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha Bambang, SE., ST., MT dan Kepala Bidang PJPA Bengawan Solo Heriantono Waluyadi, ST., MT beserta pejabat dan staf, meninjau pengelolaan area sabuk hijau (<em>greenbelt</em>) di wilayah Bendungan Tukul Pacitan, Jawa Timur. Untuk diketahui, Kementrian PUPR akan memanfaatkan area <em>greenbelt</em> bendungan untuk ditanami berbagai jenis pohon yang bernilai ekonomis. Untuk itu, setiap bendungan harus ditata dan memiliki kawasan <em>greenbelt</em> yang memadai melalui penanaman pohon yang disesuaikan dengan struktur tanah dan memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat. Bendungan Tukul memiliki area <em>greenbelt</em> dengan luasan 8 Ha ini terdiri dari 12 zona dengan total 655 pohon. Zona tersebut ditanami oleh 50 pohon durian musang king, 300 pohon mangga, dan 305 pohon jeruk baby khas Pacitan yang berlokasi di desa Karanggede, Arjosari, Pacitan. Dalam pernyataannya, Ir. Sudirman, M.M., menyebut jika bendungan memiliki peran yang penting untuk pengendalian banjir, mengairi sawah, air irigasi, dan juga penyediaan air baku kurang lebih 300 liter per detik. Selain berfungsi untuk penataan lingkungan di sekitar infrastuktur, <em>greenbelt</em> juga bermanfaat untuk menciptakan ruang terbuka hijau (RTH). Bila ekosistem bendungan yang dibangun indah dan asri tentunya akan meningkatkan meningkatkan estetika serta memunculkan karakteristik tersendiri. “Yang penting bagi saya bahwa bendungan ini di-<em>manage</em> <em>greenbelt</em>-nya bersama-sama dengan masyarakat di sekitarnya. Artinya agar masyarakat di sekitarnya merasa memiliki bendungan walaupun fungsi irigasinya masuk ke Kabupaten Pacitan hampir 600 hektar. Kita sudah komitmen tinggal menindaklanjuti hitam di atas putih. Seperti biasa, nanti masyarakat diminta me-<em>manage</em>, nanti buahnya dihitung bersama-sama. Kemudian dibicarakan standarnya berdasarkan jenis tanamannya yang mengandung nilai buah dan ada nilai ekonomisnya. Tetapi, diiprioritaskan jenis pohon yang menjadi <em>trademark</em>-nya di daerah bendungan tersebut,” paparnya. (BBWSBS/Fira)

Baca Selengkapnya