Berita Balai,
28 October 2025
<div>Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui BBWSBS terus mendorong pembangunan Bendungan Karangnongko yang berlokasi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Bendungan Karangnongko menjadi salah satu proyek strategis yang dikelola oleh BBWSBS untuk mendukung ketahanan air, pangan dan energi di wilayah sekitarnya.<br><br>Pekerjaan Bendungan Karangnongko terbagi menjadi Paket Pekerjaan 1 dan 2. Setiap paket pekerjaan dirancang untuk memastikan pembangunan bendungan berjalan tepat waktu dan sesuai standar teknis, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal bagi masyarakat sekitar.<br><br>Mari bersama dukung pembangunan infrastruktur sumber daya air untuk kemajuan Bangsa Indonesia! đź’Ş</div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
31 October 2025
<div>Halo <a href="https://www.instagram.com/explore/tags/koncobengawan/">#KoncoBengawan</a>!<br><br>Tahukah kamu, salah satu kunci kelancaran sistem irigasi pertanian ada pada keberadaan Bangunan Penahan Sedimen? Infrastruktur ini memiliki peran penting dalam menjaga agar aliran sungai tetap lancar dan tidak tertimbun sedimen.<br><br>Bangunan Penahan Sedimen berfungsi untuk menahan dan mengendalikan material sedimen yang terbawa arus sungai. Dengan demikian, endapan tidak masuk ke saluran irigasi atau bendung yang dapat menghambat distribusi air ke lahan pertanian.<br><br>Pengendalian sedimen yang baik membuat pasokan air irigasi lebih terjaga dan merata, sehingga lahan pertanian dapat terairi dengan optimal dan mendukung produktivitas pertanian.<br><br>Melalui pembangunan dan pengelolaan Bangunan Penahan Sedimen, BBWSBS berkomitmen menjaga fungsi sungai dan ketersediaan air irigasi yang berkelanjutan, guna memperkuat ketahanan pangan nasional.</div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
28 October 2025
<div>Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah wilayah daratan yang menyatu dengan sungai dan anak-anak sungainya. Fungsi utamanya adalah menampung, menyimpan, dan mengalirkan air dari curah hujan ke laut secara alami, menjaga keseimbangan ekosistem, dan mendukung ketersediaan air bagi masyarakat dan pertanian.<br><br>Pengelolaan DAS yang baik memiliki dampak langsung pada sektor pertanian. Air yang tersimpan dan mengalir dengan baik memastikan sawah tetap terairi, mendukung pertumbuhan tanaman, dan memperkuat ketahanan pangan, sehingga Indonesia semakin dekat dengan tujuan swasembada pangan.<br><br><a href="https://www.instagram.com/explore/tags/koncobengawan/">#KoncoBengawan</a>, yuk bersama-sama kita jaga dan lestarikan DAS, karena air yang terkelola dengan baik bukan hanya menyelamatkan lingkungan, tapi juga menumbuhkan pangan yang cukup dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat.</div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
24 December 2021
Bupati Bojonegoro, Dr. Anna Mu’awanah beserta jajarannya berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (24/12/2021). Kunjungan kerja (kunker) yang diterima oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kunjungan kerja oleh Bupati Bojonegoro kali ini bertujuan untuk melakukan koordinasi terkait proyek pembangunan infrastruktur SDA di Kabupaten Bojonegoro yang salah satunya terkait pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, Bendung Pacal, dan Bendung Klepek. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Bendung Gerak Karangnongko akan berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas. Kepala BBWS Bengawan Solo dan Bupati Bojonegoro melakukan koordinasi dengan membahas mekanisme dalam proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko seperti pembebasan lahan, relokasi masyarakat, pembahasan teknis sekaligus opsi solusi yang akan dilakukan yang menyesuaikan budaya masyarakat yang ada disekitar Kabupaten Bojonegoro. Pembahasan dalam koordinasi kali ini mencakup rencana pengadaan lahan Bendung Gerak Karangnongko dengan membahas kebutuhan lahan Bendung Gerak Karangnongko di Kabupaten Bojonegoro. Sementara itu, kebutuhan lahan Bendung tersebut sebesar 386,08 HA dengan jumlah Bidang 1134. Bupati Bojonegoro menyampaikan Pemerintah Daerah akan terus mendorong sinergitas percepatan pembangunan di bidang infrastruktur SDA di Kabupaten Bojonegoro. Dr. Anna Mu’awanah juga berharap agar pembangunan Bendung Gerak Karangnongko bisa selesai dengan tepat waktu. "Kunjungan kali ini dalam rangka silaturahmi sekaligus membangun komitmen bersama agar Bendung Gerak Karangnongko menjadi maju untuk segera diselesaikan. Bersama BBWS Bengawan Solo, mudah-mudahan kami bisa terus berkoordinasi untuk mendorong program pemerintahan tersebut,” paparnya. Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech menyatakan jika BBWSBS akan senantiasa bekerjasama dengan berbagai Instansi dalam pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Kepala BBWSB Bengawan Solo berharap setelah pembangunan Bendung Gerak Karangnongko selesai, nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami sudah mulai bergerak untuk bertugas dalam pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Semoga kita semua bisa bergerak sesuai peran institusi serta progres dan rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko bisa terlaksana dengan tepat waktu,” paparnya. (BBWSBS/Safira)
Baca Selengkapnya