Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
29 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) pada PPK Sungai II Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Gedung Graha Tirta, Senin (29/03/2021). Penandatanganan Kontrak dilakukan oleh PPK Sungai dan Pantai II Gadhang Swastyastu, ST, M.Eng. Paket Pekerjaan tersebut yaitu Paket Supervisi Peningkatan Kapasitas Sudetan Floodway (Plangwot Sedayu Lawas) Kabupaten Lamongan senilai Rp 2.1 M oleh PT Brahma Seta Indonesia, Paket Supervisi Pengendalian Banjir Kali Lamong senilai Rp 3.5 M oleh PT hilmy Anugerah KSO PT Indra Karya (Persero) Divisi Engginering II dan Paket Pengendalian Banjir Sungai Bengawan Solo Hilir Kabupaten Tuban senilai Rp 96 M oleh Tirta Multi Teknik KSO. Penandatanganan paket pekerjaan ini disaksikan oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, R. Panji Satrio, ST, MT, MDM, SubKor Pelaksana Tugas Pengendalian Pelaksanaan Sungai dan Pantai Sugeng Wiratna, ST, MT dan Subkor Pelaksana Tugas Pengendalian Pelaksanaan Bendungan dan DanauKhoirul Murod, ST, MT. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech menyampaikan agar semua bisa bekerja keras untuk melaksanakan pekerjaan di wilayh Hilir ini dengan penuh tanggungjawab, kualitas pekerjaan bagus, tepat waktu serta berkah untuk semua (bbwsbs/sita).
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
26 November 2021
Proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Gongseng yang berada di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ditargetkan selesai tahun ini dan bisa diresmikan pada Desember 2021. Saat ini progres pembangunan waduk sudah mencapai hampir 97%. Hal itu disampaikan oleh Direktur Bendungan dan Danau, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Airlangga Mardjono, S.T., M.T., Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Krisno Yuwono, S.T., M.T dalam kunjungannya ke Kabupaten Bojonegoro, Jumat (26/11/2021). Airlangga Mardjono mengatakan Bendungan Gongseng merupakan salah satu dari 61 bendungan atau waduk yang harus selesai pembangunannya maksimal 2024. Dari jumlah itu, sebanyak 13 bendungan ditargetkan selesai pada 2021. “Nah, Bendungan Gongseng masuk dalam prioritas 13 bendungan yang selesai pada 2021. Ditargetkan pada Desember 2021 tahun ini Bendungan Gongseng bisa diresmikan,” kata dia. Kunjungannya bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo ke Bendungan Gongseng, menurut , Airlangga Mardjono, untuk mengecek kesiapan untuk menyelesaikan Bendungan Gongseng hingga akhir 2021. Sehingga pada Desember 2021 nanti bisa diresmikan. “Selama ini tidak ada masalah dalam pembanguan fisik waduk. Pekerjaan pembangunan yang berat sudah selesai. Penyelesaian pembangunan waduk ini harus terbangun solidaritas antar stakeholder di jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dan Badan Pertanahan Nasional. Kalau enggak kompak susah,” kata dia. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan impounding atau pengisian awal sebagai syarat penyelesaian proyek waduk telah dilakukan pada 22 September 2021. Pengisian Bendungan Gongseng dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 63 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan. “Menurut data Per 25 November progres pembangunan pembangunan Bendungan Gongseng sudah mencapai mencapai 97,027%. Bendungan Gongseng ini diperkirakan akan diresmikan pada Desember 2021 mendatang,” ujarnya. Bendungan Gongseng merupakan salah satu dari PSN yang bertujuan menambah kapasitas tampungan air sehingga keberlanjutan suplai air irigasi ke sawah terjaga. Kehadiran waduk ini juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal. Bendungan Gongseng ini dirancang memiliki kapasitas 22,43 juta meter kubik dan memiliki lima potensi manfaat yakni untuk irigasi seluas 6.191 hektare, penyediaan air baku 300 liter/detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 meter kubik/detik serta sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
09 June 2022
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo di Kantor BBWS Bengawan Solo, Pabelan, Sukoharjo, Rabu (08/06/2022). Acara penandatanganan tersebut dihadiri oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama, S.T, M.Si., Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM, serta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam kesempatan ini, BBWS Bengawan Solo diwakili oleh PPK Sungai dan Pantai III menandatangani paket pekerjaan Pengendalian Banjir Kali Pepe Hulu dan Anak Sungai Bengawan Solo di Kota Surakarta dengan penyedia jasa PT. Bangkit Berkah Perkasa senilai Rp. 70.020.560.759,63 dan paket pekerjaan Supervisi Pengendalian Banjir Kali Pepe Hulu dan Anak Sungai Bengawan Solo di Kota Surakarta dengan penyedia jasa PT. Rayakonsult KSO PT. Brahma Seta Indonesia – PT. Manggalakarya Bangun Sarana senilai Rp. 3.490.982.000,00 dengan jangka waktu pelaksanaan 540 hari kalender. Dalam arahannya, Maryadi Utama, S.T, M.Si., menyampaikan bahwa setelah tanda tangan kontrak berarti tanggung jawab yang harus diimplementasikan akan dimulai, sehingga diharapkan semua dapat berproses dan terselesaikan dengan baik. “Kami berharap semua pihak terkait dapat benar-benar berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik. Serta tentunya dapat bekerja secara profesional dan tepat mutu,” katanya. (BBWSBS/Safira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
18 November 2021
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo meninjau pembangunan fisik Bendungan Gongseng yang berada di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (18/11/2021). Kegiatan ini dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pekerjaan Bendungan Gongseng dilaksanakan mulai tahun 2013 dan direncanakan selesai pada akhir tahun 2021 sementara progres fisik pembangunan Bendungan Gongseng saat ini sebesar 96,5 %. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan impounding atau pengisian awal sebagai syarat penyelesaian proyek waduk telah dilakukan pada 22 September 2021. Pengisian Bendungan Gongseng dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 63 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan. “Menurut data per 11 November 2021 progres pembangunan pembangunan Bendungan Gongseng sudah mencapai 96,5 %. Bendungan Gongseng ini diperkirakan akan di resmikan pada tanggal 30 November 2021 mendatang,” ujarnya. Bendungan Gongseng merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan menambah kapasitas tampungan air sehingga keberlanjutan suplai air irigasi ke sawah terjaga. Kehadiran waduk ini juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal. Bendungan Gongseng merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Bendungan ini dirancang memiliki kapasitas 22,43 juta meter kubik dan memiliki lima potensi manfaat yakni untuk irigasi seluas 6.191 hektare, penyediaan air baku 300 liter/detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 meter kubik/detik serta sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya