Berita SDA


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Koordinasi e-PAKSI dan Sinkronisasi Data RP21 Irigasi Kewenangan Pusat Tahun 2021-2022

15 December 2021

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan kegiatan Koordinasi e-PAKSI dan Sinkronisasi Data RP21 Daerah Irigasi Kewenangan Pusat Tahun 2021-2022 di Adhiwangsa Hotel and Convention Hall, Surakarta, Rabu (15/12/2021). Kegiatan yang turut dihadiri oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., Kasubdit Wilayah 3 SDA, Ir. Mohammad Kontra Nizam L. SP-1, Kepala Bidang O&P SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si, Kepala Satker OP, Surendro Andi Wibowo, ST, MPSDA, dan pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Maksud dan tujuan kegiatan e-PAKSI adalah untuk mengetahui kondisi asset jaringan irigasi dan kinerja system irigasi secara utuh dan untuk merekomendasi prioritas penanganan di setiap Daerah Irigasi, dan dengan dilaksanakannya kegiatan update PAI & IKSI (e-PAKSI) secara terintegrasi dalam suatu DI, efektifitas dan efisiensi pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan system irigasi dapat tercapai secara berkelanjutan, serta kedepannya akan lebih mudah. Sedangkan maksud dan tujuan kegiatan RP2I untuk penyusunan instrument yang berisi program 5 tahun pengelolaan irigasi sebagai tindak lanjut dari kebijakan dan strategi pembangunan daerah bidang pertanian dalam rangka pelaksanaan Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi (PPSI) terdapat 4 kabupaten yaitu Kabupaten Lamongan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Ngawi yang menjadi Kewenangan Pusat Memberikan sambutannya, Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech berharap agar kegiatan Koordinasi e-PAKSI dan Sinkronisasi Data RP21 Daerah Irigasi Kewenangan Pusat Tahun 2021-2022 dapat tersampaikan manfaatnya. Agus Rudyanto juga turut menjelaskan penyusunan PAI dan IKSI untuk mengetahui kondisi asset jaringan irigasi dan kinerja sistem irigasi secara utuh dan untuk merekomendasi prioritas penanganan di setiap Daerah Irigasi “Dengan dilaksanakannya kegiatan baseline atau update PAI & IKSI (e-PAKSI) secara terintegrasi dalam suatu DI, efektifitas dan efisiensi pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan sistem irigasi dapat tercapai secara berkelanjutan, serta kedepannya akan lebih mudah,” paparnya. Turut memberikan sambutan mewakili Direktur Bina OP SDA, Ir. Mohammad Kontra Nizam L. SP-1, mengucapkan terima kasih atas undangan yang telah diberikan sehingga dapat menghadiri kegiatan Koordinasi e-PAKSI dan Sinkronisasi Data RP21. Kasubdit Wilayah 3 SDA tersebut turut berharap agar kegiatan Koordinasi e-PAKSI dan Sinkronisasi Data RP21 dapat berjalan sesuai dengan target outputnya. Kegiatan berlanjut dengan pemaparan materi Monitoring Evaluasi Pelaksanaan O&P Irigasi oleh Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si. Dijelaskan dalam paparannya terkait gambaran umum Operasi Jaringan Irigasi yang merupakan upaya pengaturan air irigasi dan pembuangannya, menjaga agar pelayanan air dapat berjalan sesuai harapan. Kemudian Pemeliharaan Jaringan Operasi yang merupakan upaya menjaga dan mengamankan jaringan irigasi agar selalu berfungsi dengan baik guna memperlancar pelaksanaan operasi. Materi Hasil Rehabilitasi dan Peningkatan Kapasitas Jaringan Irigasi pada D.I. Kewenangan Pusat disampaikan oleh Hariyo Priyambodo, ST, MM dengan materi Data Daerah Irigasi Kewenangan Pusat dan Data Rehabilitasi dengan pemaparan peta daerah irigasi kewenangan pusat di Sungai Bengawan Solo dan Penuntasan Jaringan Irigasi Tahun 2021 dengan pemaparan sebaran lokasi paket pekerjaan irigasi dan rawa SNVT PJPA Bengawan Solo Tahun 2021. Kegiatan dilanjutkan dengan paparan materi Updating e-PAKSI tahun 2021/2022 di BBWS Bengawan Solo oleh Ratih Nilam Sari S.T., MPSDA yang turut memuat cara kerja PAI dalam e-PAKSI dan Penyampaian Penyusunan Data RP2I di wilayah Lamongan, Tuban, Ngawi, dan Madiun oleh Ambar Puspitosari S.T., MDM dengan pemaparan dasar hukum penyusunan RP21. RP2I merupakan instrument perencanaan yang di siapkan oleh Pemerintah Kabupaten yang sangat berperan dalam penyusunan instrument yang berisi program 5 tahun pengelolaan irigasi sebagai tindak lanjut dari kebijakan dan strategi pembangunan daerah bidang pertanian dalam rangka pelaksanaan Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi (PPSI) terdapat 4 kabupaten yaitu Kabupaten Lamongan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Ngawi yang menjadi Kewenangan Pusat. (BBWSBS/Fira)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Tirtonadi Frame: Ikon Baru Kota Bengawan

05 January 2022

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo telah menyelesaikan pembangunan Revetment Kali Anyar Hilir Tirtonadi. Bendung Tirtonadi sendiri merupakan salah satu infrastruktur yang masuk dalam Proyek Penanganan Banjir Surakarta, salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi resiko genangan banjir di Kecamatan Pasar Kliwon dan Jebres seluas ± 230 ha. Kehadiran Bendung Karet Tirtonadi tidak hanya sebagai pengendali banjir dan tampungan air baku, tapi juga sebagai objek wisata edukasi. Bendung Karet Tirtonadi kerap menjadi tujuan wisata untuk beragam kegiatan seperti bersantai, pertunjukan seni, berolahraga maupun sekadar swafoto. Bendung Karet Tirtonadi mempunyai beberapa destinasi spot foto yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya Tirtonadi Frame yang berada di utara Bendung Karet Tirtonadi. Hadirnya Tirtonadi Frame ini dapat digunakan masyarakat untuk berswafoto bersama teman-teman, keluarga, pasangan, atau pun sanak saudara. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan Bendung Tirtonadi terletak di area Kali Anyar yang kini menjadi wajah ruang publik baru di Kota Solo. Bendung Karet Tirtonadi dapat menjadi tempat berkumpulnya warga untuk bersosialisasi maupun melakukan olahraga, jogging, dan senam. “Adanya Tirtonadi Frame ini, akan menjadi icon untuk selfie terbaru di Kota Solo. Masyarakat dapat berswafoto dengan latar belakang gunung dan Bendung Tirtonadi. Beberapa waktu lalu,” ujarnya Rabu, (05/01/2022). Agus menuturkan bahwa penataan kawasan Bendung Karet Tirtonadi merupakan bagian dari upaya untuk mengedukasi publik akan pentingnya air dan pengelolaan sumber-sumber air yang berkelanjutan. “Pengelolaan air adalah urusan kita bersama termasuk masyarakat sebagai pemakai air. Oleh karena itu kita wajib melestarikan keberadaan sumber air, seperti tidak membuang sampah ke sungai,” pesan Agus. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Sinergitas Terpadu Wujudkan Kemajuan SDA di Ngawi

26 March 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menerima kunjungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ngawi di Kantor BBWSBS, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (26/03/2021). Kunjungan kerja (kunker) kali ini bertujuan untuk berdiskusi tentang proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) strategis di wilayah Ngawi, yang dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam kegiatan tersebut turut dilakukan pembahasan usulan yang disampaikan saat pertemuan pada 5 Januari 2021 lalu terkait bidang sumber daya air (SDA) yang ada di Ngawi, diantaranya terkait rencana proses pengadaan tanah oleh Pemkab Ngawi untuk proyek perbaikan tanggul Kali Madiun (Ngawi-Kwadungan) serta rencana kegiatan pembangunan Embung Talang di Jogorogo, Ngawi. Selain itu terkait rencana pembangunan Waduk Sine, Pemkab Ngawi telah melaksanakan kegiatan Studi Pendahuluan. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. “Kami akan mendukung terkait usulan-usulan yang diajukan, namun, Pemkab Ngawi juga diharapkan segera menyelesaikan proses terkait pengadaan tanahnya, dengan melakukan koordinasi lebih lanjut. Jangan sampai, ketika sudah berproses namun aset Pemkab Ngawi masih ada yang terkendala,” terangnya. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ngawi, Ir. Hadi Suroso, M.T., juga menyampaikan bahwa pada tahun 2019, Pemkab Ngawi telah melaksanakan Studi Potensi dan DED Air Baku yang berlokasi di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo. “Mengingat lokasi tersebut sangat strategis untuk menambah pemenuhan air baku (embung, dll.), semoga nantinya dapat dilaksanakan pembangunan Embung Ngrayudan oleh Pemerintah Pusat,” paparnya. Pada Tahun Anggaran (T.A.) 2021 BBWSBS telah melaksanakan kegiatan infrastruktur bidang SDA yang berdampak terhadap Ngawi, meliputi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) SIM di Kabupaten Madiun (IPDMIP), Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. SIM di Kabupaten Madiun (IPDMIP), DD Rehabilitasi D.I. Pondok di Kabupaten Ngawi, dan Persiapan Penataan Operasional dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi D.I. Colo di Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Karanganyar, Sragen serta Ngawi. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Percepatan Pembangunan Jaringan Irigasi di Bengawan Solo

12 March 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyambut kunjungan kerja (kunker) Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Perencanaan Teknis Irigasi dan Rawa, Rahmat Suria Lubis, S.T., M.T., di Kantor BBWSBS, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (12/03/2021). Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam kunker tersebut juga dilakukan pembahasan terkait Program Pengembangan Irigasi sesuai Perpres 79 dan 80 Tahun 2019, pembahasan usulan Kegiatan Proyek Strategis Nasional (PSN) Irigasi Premium Daerah Irigasi (D.I.) Pidekso di Wonogiri, kemudian D.I. Bengawan Jero, D.I. Gondang, D.I. Karangnongko, D.I. Pondok di Ngawi, D.I. SIM di Madiun, D.I. Sungkur, serta usulan Kegiatan Irigasi dan Rawa Tahun Anggaran (T.A.) 2022. Sebagai informasi, D.I. Pidekso merupakan daerah layanan dari Bendungan Pidekso yang sebelumnya belum terdapat jaringan irigasi baik sederhana maupun teknis sehingga hanya mengandalkan tadah hujan dengan pola tanam padi-palawija-bero. Rencana pengembangan dan peningkatan D.I. Pidekso adalah membuat saluran hantar kanan dengan luas 645,84 Ha dan saluran hantar kiri dengan luas 820,98 Ha meliputi Kec. Giriwoyo meliputi Desa Tawangharjo, Sendangagung, dan Sirnoboyo, dan Kec. Baturetno meliputi Desa Balepanjang, Gambiranom, Watuagung, Glesungrejo, dan Baturetno. Kebutuhan air dengan pola tanam padi-padi-palawija adalah 1,78 liter/detik/Ha sementara ketersediaan airnya adalah 2,745 M3/detik. “Sesuai arahan dari Pak Menteri, kami berharap tidak ada proyek yang mangkrak, sehingga percepatan untuk proyek pembangunan maupun rehabilitasi dalam hal ini jaringan irigasi di lingkungan BBWSBS ini dapat terselesaikan dan tuntas pada tahun 2023 mendatang,” kata Kasubdit Perencanaan Teknis Irigasi dan Rawa, Rahmat Suria Lubis, S.T., M.T., Kepala Bidang (Kabid) PJPA Bengawan Solo, Heriantono Waluyadi, S.T., M.T., juga menyampaikan bahwa BBWSBS tengah bekerja keras untuk menyelesaikan proyek jaringan irigasi yang sedang berjalan. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya