Berita SDA


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Serah Terima Jabatan Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air

24 September 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) di lingkungan BBWSBS, di Gedung Graha Tirta, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (24/09/2021). Acara yang diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sebelum dilantik sebagai Kabid PJSA Bengawan Solo, Naryo Widodo, S.T., M.T. bertugas sebagai Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA). Sementara itu, Ir. Isgiyanto, MT selanjutnya ditugaskan sebagai Kabid Perencanaan di Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo. Dalam sambutannya, Naryo Widodo, S.T., M.T mengungkapkan, sertijab merupakan upaya peningkatan kinerja yang strategis karena terkait dengan dinamika proses kesinambungan pembinaan secara utuh dan menyeluruh baik pembinaan organisasi, pembinaan personel, maupun regenerasi di lingkungan BBWSBS. Untuk itu, mekanisme pergantian pejabat seperti ini, tidak hanya dimaknai sebagai pergantian personel semata, namun merupakan proses kesinambungan pembinaan yang mendorong semangat pembaruan dan penyegaran bagi peningkatan peran suatu organisasi. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir Agus Rudyanto, MT berpesan agar dimanapun kita ditugaskan untuk selalu siap, jangan sampai pandemik Covid19 menjadikan malas tetapi justru menjadi moment untuk menjadi lebih baik. “Dengan adanya pelantikan jabatan saya menghimbau untuk pejabat yang baru dapat segera melaksanakan tugasnya sebaik-baiknya. Kami berharap ada loyalitas dan dedikasi terhadap pekerjaan yang diemban. Keberhasilan itu juga tidak terlepas dari adanya kebersamaan dan kekompakan dari seluruh pejabat dan staf yang solid. Sertijab pejabat berdasarkan keahlian, kemampuan, dan integritas. Saya minta agar para pejabat baru cepat beradaptasi dan loyal dalam merumuskan kebijakan,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Tingkatkan Kemampuan Petugas OP di Wilayah Hulu Melalui Bimbingan Teknis

27 October 2021

Dalam rangka meningkatkan kemampuan teknis petugas di Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O&P), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melaksanakan Bimbingan Teknis Petugas O&P Wilayah Hulu guna meningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Hotel Sunan, Solo, Selasa (26/10/2021). Peserta yang hadir dalam kegiatan bimtek ini terdiri dari petugas OP Irigasi, petugas OP Pompa Banjir, petugas OP Sungai, petugas OP Checkdam dengan total peserta 156 orang. Kegiatan ini tetap menerapakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam arahannya Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si. menyampaikan kegiatan ini dalam rangka memelihara sumber air dan menjaga kelestarian fungsi sarana prasarana sumber daya air, mengoptimalkan pemanfaatan sarana prasarana SDA secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Operasi dan pemeliharaan merupakan dua kegiatan yang saling berkaitan, sekalipun demikian garis besar tujuannya dapat dibedakan. Tanpa dilakukan pemeliharaan yang memadai, suatu obyek ataupun prasarana akan cepat mengalami degradasi baik fisik maupun fungsi. “Petugas OP sungai memiliki tugas dan fungsi yakni membantu pelaksana data dan evaluasi, baik dari segi operasi dan pemeliharaan di lapangan dalam pengumpulan dan evaluasi data yang menjadi tanggung jawabnya. Petugas Operasi dan Pemeliharaan juga diharapkan mampu bekerja dengan baik dan benar sesuai SOP baik dari segi kedisiplinan kehadiran dilapangan, konsistensi pada jam kerja serta pengisian form Operasi dan Pemeliharaan yang sesuai dan benar,” ujarnya. Sri Wahyu Kusumastuti menambahkan bahwa dalam rangka melaksanakan pembangunan infrastruktur yang handal, dibutuhkan sumber daya manusia yang profesional. “Sumber daya manusia yang profesional merupakan faktor utama dalam meningkatkan produktivitas. Saya berharap dengan acara ini bisa memberi manfaat untuk kita semua serta menambah wawasan kita bila terjadi masalah di lapangan,” katanya. Para peserta diberikan materi sesuai dengan tugas dan bidang masing masing. Selain menerima materi, Petugas juga berkesempatan melakukan praktek langsung terkait Standar Operasional Prosedur (SOP). (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Tim World Bank Berkunjung ke Bendungan Pacal

25 June 2022

Ketua Tim World Bank, Ijsbrand Harko de Jong didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Maryadi Utama, ST. M.Si., beserta sejumlah pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo meninjau proyek Rehabilitasi Bendungan Pacal yang berada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (24/06/2022). Kunjungan tersebut, tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 Kunjungannya ke proyek Rehabilitasi Bendungan Pacal, dalam rangka site visit oleh Tim World Bank guna melakukan monitoring pelaksanaan pekerjaan yang termasuk dalam program dalam pelaksanaan program Dam Operational and Safety Project (DOISP) Phase II. Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama, ST. M.Si mengatakan Kegiatan site visit ini dilakukan di tiga lokasi, lokasi pertama yang dikunjungi adalah Bendungan Cengklik, Waduk Kedungwuling dan yang terakhir Bendungan Pacal. “Untuk mendukung kegiatan rehabilitasi bendungan Pacal, telah dilakukan pekerjaan investigasi yang meliputi penyelidikan geoteknik, analisis kestabilan lereng tubuh bendungan, Analisa hidrolika, hidrologi, hidromekanikal serta membuat desain perbaikan pada tahun 2018. Pekerjaan ini menggunakan dana DOISP Phase-II,” ujarnya. Sebagai informasi, Bendungan Pacal yang terletak di Kecamatan Temayang tersebut memiliki tipe urugan batu dengan membran beton. Tinggi maksimal bendungan yakni 35 meter dan lebar puncak 7 meter. Bendungan Pacal menjadi sumber air bagi daerah irigasi (DI) Pacal dengan luasan baku sawah 16.688 Ha. Lingkup pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Pacal antara lain pekerjaan rehabilitasi bangunan pelimpah, pekerjaan perbaikan tubuh bendungan dan pengamanan abutmen jembatan. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Wujudkan Sinergitas Infrastruktur SDA di Wilayah Boyolali

23 August 2021

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berkoordinasi dengan Bupati Boyolali, M. Said Hidayat di Kantor Bupati Boyolali, Senin (23/08/2021). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kunjungan kali ini bertujuan untuk berdiskusi tentang proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) di wilayah Boyolali, salah satunya revitalisasi Waduk Cengklik, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangananya. Selain itu, Kab. Boyolali juga termasuk lumbung pangan Nasional yang memerlukan sistem irigasi yang memadai guna menunjang produktivitas petani, yang diwujudkan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWS Bengawan Solo tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. Selain itu, BBWS Bengawan Solo juga rutin melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi dari hulu hingga hilir Sungai Bengawan Solo. Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama serta koordinasi dari berbagai pihak terkait dalam menjaga ekosistem sungai. “Revitalisasi Waduk Cengklik akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam proses revitalisasi nantinya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga memerlukan dukungan penuh dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait, termasuk elemen masyarakat, agar proses dalam proses pelaksanaannya berjalan lancar,” katanya. Bupati Boyolali, M. Said Hidayat menyampaikan Waduk Cengklik berfungsi sebagai sarana irigasi lahan pertanian. Selain itu keberadaan kios – kios di sekitar Waduk Cengklik menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. “Waduk Cengklik menjadi salah satu magnet wisatawan saat liburan. Selain itu banyak masyarakat yang berkunjung ke waduk untuk memancing. Saya sangat mendukung dengan adanya revitalisasi ini,” ujarnya. Sebagai tambahan informasi, Waduk Cengklik yang berlokasi di Kecamatan Ngemplak, Kab. Boyolali, dibangun oleh Pemerintah Hindia-Belanda sekitar tahun 1923-1931. Tubuh bendungan tersebut memiliki tipe urugan tanah homogen, dengan volume efektif sebesar 9,87 juta m3. Waduk Cengklik juga dilengkapi dengan tiga bangunan intake, yakni intake utama berupa menara dengan dua buah pintu tipe butterfly valve, serta pintu sorong pada bagian intake kiri dan kanan. (BBWSBS/Tamara/MG-Ali)

Baca Selengkapnya