Berita SDA


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Halalbihalal Secara Virtual Tidak Memutus Tali Silaturahmi

18 May 2021

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan halalbihalal secara virtual, Senin (17/05/2021). Meski terhalang jarak serta ruang namun silaturahmi masih tetap terjalin. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh keluarga besar BBWS Bengawan Solo baik yang berada di wilayah Jawa Tengah (Jateng) maupun Jawa Timur (Jatim). Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir.Agus Rudyanto, M.Tech menyampaikan bagi seluruh keluarga besar BBWS Bengawan Solo diberikan kesempatan halalbihalal lewat dunia maya atau media sosial Internet. “Sekarang kan ada teknologi. Bisa lewat zoom meeting. Kita memanfaatkan teknologi yang ada,” kata Agus. Agus menambahkan Idulfitri 1442 Hijriah yang dirayakan bersamaan dengan peringatan Kenaikan Isa Almasih adalah momen langka serta berkah bagi Indonesia. “Idulfitri tahun ini berdampingan dengan peringatan Kenaikan Isa Almasih. Tahun ini dua hari besar keagamaan dirayakan dengan hari yang sama. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia bisa berdampingan dalam beribadah, dan dapat mengimplementasikan toleransi dan kebhinekaan. Hal itu menunjukkan kepada kita semua, rasa-rasanya di antara kita harus saling menghormati, saling menghargai,” kata dia. Walaupun diadakan secara virtual, tapi komunikasi antar staff masih terjaga. Kepala BBWS Bengawan Solo selalu mewanti – wanti seluruh staff untuk tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19 agar tak ada gelombang lonjakan. Ajuran tidak berkerumun dibuat demi kebaikan di masa pandemi Covid-19. Saat halalbihalal berlangsung, seluruh staff BBWS Bengawan Solo mewakili ditiap bidang untuk mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri kepada sesama staff BBWS Bengawan Solo.(BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Tingkatkan Kemampuan Petugas OP di Wilayah Hulu Melalui Bimbingan Teknis

27 October 2021

Dalam rangka meningkatkan kemampuan teknis petugas di Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O&P), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melaksanakan Bimbingan Teknis Petugas O&P Wilayah Hulu guna meningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Hotel Sunan, Solo, Selasa (26/10/2021). Peserta yang hadir dalam kegiatan bimtek ini terdiri dari petugas OP Irigasi, petugas OP Pompa Banjir, petugas OP Sungai, petugas OP Checkdam dengan total peserta 156 orang. Kegiatan ini tetap menerapakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam arahannya Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si. menyampaikan kegiatan ini dalam rangka memelihara sumber air dan menjaga kelestarian fungsi sarana prasarana sumber daya air, mengoptimalkan pemanfaatan sarana prasarana SDA secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Operasi dan pemeliharaan merupakan dua kegiatan yang saling berkaitan, sekalipun demikian garis besar tujuannya dapat dibedakan. Tanpa dilakukan pemeliharaan yang memadai, suatu obyek ataupun prasarana akan cepat mengalami degradasi baik fisik maupun fungsi. “Petugas OP sungai memiliki tugas dan fungsi yakni membantu pelaksana data dan evaluasi, baik dari segi operasi dan pemeliharaan di lapangan dalam pengumpulan dan evaluasi data yang menjadi tanggung jawabnya. Petugas Operasi dan Pemeliharaan juga diharapkan mampu bekerja dengan baik dan benar sesuai SOP baik dari segi kedisiplinan kehadiran dilapangan, konsistensi pada jam kerja serta pengisian form Operasi dan Pemeliharaan yang sesuai dan benar,” ujarnya. Sri Wahyu Kusumastuti menambahkan bahwa dalam rangka melaksanakan pembangunan infrastruktur yang handal, dibutuhkan sumber daya manusia yang profesional. “Sumber daya manusia yang profesional merupakan faktor utama dalam meningkatkan produktivitas. Saya berharap dengan acara ini bisa memberi manfaat untuk kita semua serta menambah wawasan kita bila terjadi masalah di lapangan,” katanya. Para peserta diberikan materi sesuai dengan tugas dan bidang masing masing. Selain menerima materi, Petugas juga berkesempatan melakukan praktek langsung terkait Standar Operasional Prosedur (SOP). (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Monitoring Progres Pekerjaan Pembangunan Breakwater di PPN Brondong

11 February 2022

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan pembangunan breakwater di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jumat (11/02/2022). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kunjungan kerja dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (SNVT PJSA), Panji Satrio, ST, MT, MDM., dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai (Supan) I SNVT PJSA Bengawan Solo, Yuhanes Widi Widodo, ST., M.Eng. Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan bahwa progres pekerjaan pembangunan breakwater di PPN Brondong pada hari ini mencapai 11 %. Pembangunan breakwater ini dibangun untuk menjaga tinggi gelombang yang berada di dalam kolam pelabuhan tetap tenang, sehingga kapal nelayan dan aktifitas bongkar muat dapat berjalan dengan lancar. Agus Rudyanto berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan pembangunan breakwater di PPN Brondong dapat dilaksanakan sesuai dengan targetnya. “Semoga hasil pekerjaan memenuhi kualitas, kuantitas, dan sesuai dengan spesifikasinya. Namun, yang paling penting adalah fungsi infrastruktur yang ada dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sekitar, selain itu manfaatnya dapat melindungi kolam Pelabuhan seluas 17,2 Ha,” katanya. Sebagai informasi, Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Brondong yang berlokasi di PPN Brondong menjadi tempat bongkar muat dan fasilitas penunjang perdagangan perikanan bagi nelayan dan industri perikanan setempat. Kabupaten Lamongan sendiri memiliki potensi perikanan yang cukup besar. (BBWSBS/Tamara).

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Disertasi Model Waktu Puncak Hidrograf Satuan Sintetis untuk Mendukung Kemajuan SDA

24 February 2021

Penelitian dengan judul Model Waktu Puncak Hidrograf Satuan Sintetis Program Doktor Teknik Sumber Daya Air (SDA) Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, telah mengantarakan Pejabat Pengganti Sementara (Pgs.) PPK Sungai dan Pantai III SNVT PJSA Bengawan Solo, Yudhi Triana Dewi, meraih gelar Doktor, Rabu (24/02/2021). Yudhi Triana Dewi berhasil mempertahankan disertasinya yang dilaksanakan secara daring dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Adapun sebagai Promotor Prof. Dr. Ir. Lily Montarcih L., M.Sc., Co-Promotor Dr. Ery Suhartanto, ST, MT. dan Sri Wahyuni ST., MT., Ph.D., Penguji Internal Dr. Ir. Widandi Soetopo, M.Eng., Penguji Tamu Dr. Ir. Agus Rudyanto M.Tech. selaku Kepala BBWSBS, serta Penguji Eksternal Dr. Ir. RR Rintis Hadiani, M.T. Disertasi tersebut dilatarbelakangi oleh perubahan kondisi daerah aliran sungai (DAS), yang diduga mengakibatkan terjadinya perubahan waktu puncak banjir, dimana sering kali banjir terjadi lebih cepat dibandingkan waktu puncak banjir teoritis yang dihitung dengan pendekatan hidrograf satuan sintetis. Model Waktu Puncak ini dikembangkan di beberapa DAS di Indonesia yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sulawesi dengan mempertimbangkan parameter antara lain A (Luas DAS), L (Panjang Sungai), Lc (Jarak Titik Berat DAS s/d Outlet), n (Koef. Kekasaran), Fb (Faktor Bentuk), S (Kemiringan Sungai), dan Karakteristik Fraktal (FD, RB, & RL). Terkait unsur kebaruan (novelty) sebuah disertasi, ketiga parameter yakni n, RB, dan FD belum pernah dikaji sebelumnya dalam pembuatan Model Waktu Puncak di Indonesia. Dan secara umum (universal) Model Waktu Puncak ini dapat digunakan dimana saja dan kapan saja dikarenakan parameter yang digunakan bersifat umum dan banyak digunakan pada penelitian terdahulu di seluruh dunia. Disisi lain Yudhi Triana Dewi yang juga sebagai praktisi di bidang SDA mengharapkan adanya pendekatan dalam penentuan waktu puncak banjir yang mudah dan cepat untuk digunakan dalam proses mitigasi banjir. “Manfaat penelitian ini menghasilkan suatu model waktu puncak hidrograf satuan sintetis khas Indonesia yang bermanfaat dalam penentuan desain infrastruktur SDA pada DAS yang tidak memiliki data debit dan curah hujan yang memadai. Perlu diketahui juga, bahwa waktu puncak DAS-DAS yang tidak memiliki data debit dan curah hujan yang memadai. untuk kemudian dapat digunakan sebagai alat pengambilan keputusan dalam membuat strategi mitigasi akibat bencana banjir, termasuk diantaranya adalah pembuatan Early Warning System (EWS),” paparnya. Diharapkan pula kedepannya pejabat di lingkungan BBWSBS yang telah menempuh pendidikan tinggi hingga jenjang Doktoral dapat menjalankan tugas semaksimal mungkin, serta memberikan sumbangsih keilmuan untuk kemajuan bidang SDA baik dalam dalam arti umum maupun spesifik. Hal tersebut tentunya bertujuan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan dan kegiatan di bidang SDA. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya