Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
23 August 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berkoordinasi dengan Bupati Boyolali, M. Said Hidayat di Kantor Bupati Boyolali, Senin (23/08/2021). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kunjungan kali ini bertujuan untuk berdiskusi tentang proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) di wilayah Boyolali, salah satunya revitalisasi Waduk Cengklik, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangananya. Selain itu, Kab. Boyolali juga termasuk lumbung pangan Nasional yang memerlukan sistem irigasi yang memadai guna menunjang produktivitas petani, yang diwujudkan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWS Bengawan Solo tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. Selain itu, BBWS Bengawan Solo juga rutin melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi dari hulu hingga hilir Sungai Bengawan Solo. Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama serta koordinasi dari berbagai pihak terkait dalam menjaga ekosistem sungai. “Revitalisasi Waduk Cengklik akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam proses revitalisasi nantinya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga memerlukan dukungan penuh dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait, termasuk elemen masyarakat, agar proses dalam proses pelaksanaannya berjalan lancar,” katanya. Bupati Boyolali, M. Said Hidayat menyampaikan Waduk Cengklik berfungsi sebagai sarana irigasi lahan pertanian. Selain itu keberadaan kios – kios di sekitar Waduk Cengklik menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. “Waduk Cengklik menjadi salah satu magnet wisatawan saat liburan. Selain itu banyak masyarakat yang berkunjung ke waduk untuk memancing. Saya sangat mendukung dengan adanya revitalisasi ini,” ujarnya. Sebagai tambahan informasi, Waduk Cengklik yang berlokasi di Kecamatan Ngemplak, Kab. Boyolali, dibangun oleh Pemerintah Hindia-Belanda sekitar tahun 1923-1931. Tubuh bendungan tersebut memiliki tipe urugan tanah homogen, dengan volume efektif sebesar 9,87 juta m3. Waduk Cengklik juga dilengkapi dengan tiga bangunan intake, yakni intake utama berupa menara dengan dua buah pintu tipe butterfly valve, serta pintu sorong pada bagian intake kiri dan kanan. (BBWSBS/Tamara/MG-Ali)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
22 December 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berkoordinasi dengan Bupati Bojonegoro, Dr. Anna Mu’awanah di Kantor Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (21/12/2021). Rapat koordinasi (Rakor) ini turut dihadiri oleh Kepala BBWSBS Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dan pejabat di lingkungan BBWSBS. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Dalam kunjungan kali ini, Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Mu’awanah dan Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech turut membahas progress pengembangan infrastruktur SDA di kawasan hilir. Beberapa progress kegiatan tersebut terkait rencana tindak lanjut pengusulan Bendung Gerak Karangnongko sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Sebagai informasi, rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko terletak di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Nantinya Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kabupaten. Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan nantinya pembangunan Bendung Gerak Karangnongko akan diintegrasikan dengan Solo Valley Werken. Solo Valley Werken merupakan program pembangunan pengendalian banjir dan pembuatan jaringan irigasi peninggalan Pemerintah Hindia Belanda zaman dulu. “Manfaat desain Solo Valley Werken yang pertama dapat menjadi longstorage untuk pengendali banjir yang secara berulang terjadi, serta tampungan air untuk irigasi dan air baku di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan Gresik, keduanya dapat diintegrasikan dengan sarana transportasi darat apabila dibangun jalan tol di sisi kiri dan kanan saluran, dan yang terakhir dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena menghubungkan Wilayah Pengembangan Strategis [WPS] Gerbang Kertasusila dengan kawasan perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah,” ujarnya. Agus mengatakan pengembangan SDA oleh BBWS Bengawan Solo di Bojonegoro telah mendapat dukungan penuh oleh Pemerintah setempat. “Prinsipnya Pemerintah Kabupaten [Pemkab] mendukung upaya percepatan untuk semua kegiatan strategis BBWS Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro,” ujar Agus. (BBWSBS/Tamara Geraldine)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
11 May 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan pertemuan secara teleconference menjelang Hari Raya Idul Fitri yang diikuti oleh seluruh keluarga besar BBWSBS, di Kantor BBWSBS, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (11/05/2021). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka penyampaian arahan dari Kepala BBWSBS sekaligus mempererat tali silaturahmi melalui Halal Bihalal virtual dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Momentum lebaran tahun ini, untuk kedua kalinya masyarakat diimbau untuk tidak melaksanakan tradisi budaya yang erat kaitannya dengan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia, yakni mudik. Meski terasa berbeda, namun yang terpenting keinginan untuk bersilaturahmi tetap terjalin meskipun secara fisik tidak bertemu. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan rasa syukur karena rangkaian ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan tetap berjalan dengan baik meski situasi seperti tahun sebelumnya, yakni di tengah pandemi Covid-19. Dalam acara tersebut juga dimanfaatkan untuk saling bermaaf-maafan melalui perwakilan Kepala Balai, Kepala Bidang dan Kepala SNVT di lingkungan BWBSBS. “Sesuai arahan dari pusat, saya kembali mengingatkan agar rekan-rekan semua tidak mudik pada tahun 2021 ini, supaya situasi tetap kondusif, terjaga, dan aman. Momentum bertemu dengan rekan-rekan seperti ini juga tentunya sangat langka, karena kita harus gigih bekerja untuk mengelola Sungai Bengawan Solo di lapangan. Oleh karena itu, selamat berlebaran bersama keluarga di rumah, dan atas nama keluarga besar BBWSBS, kami mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,” sambungnya. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
02 March 2022
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggandeng seluruh unsur baik pemerintah maupun non pemerintah dalam pelaksanaan penanganan banjir dan genangan khususnya di Kota Surakarta, mengadakan Webinar secara hybrid di Gedung Balaikota Surakarta dan melalui Zoom Cloud Meetings pada Selasa, (02/03/2022). Webinar yang dihadiri peserta dari instansi/ SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Surakarta, Pegawai BBWS Bengawan Solo, Akademisi, Jurnalis, dan Komunitas Peduli Sungai tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kegiatan webinar secara virtual yang bertajuk “Penanganan Banjir dan Genangan di Kota Surakarta” tersebut diselenggarakan dalam rangka memberikan informasi mengenai permasalahan pengendalian banjir dan pengelolaan drainase baik secara umum maupun di daerah Kota Surakarta. Memberikan sambutannya, Kepala Bidang PJSA BBWSBS, Naryo Widodo, ST, MT, menyampaikan permasalahan banjir yang terjadi di Kota Surakarta yang diantaranya karena kurangnya keterpedulian banjir oleh masyarakat sekitar. “Kegiatan webinar kali ini bertujuan agar kedepannya BBWS Bengawan Solo dapat menerima berbagai masukan terkait permasalahan banjir di Kota Surakarta. Sehingga kedepannya BBWSBS dalam mengelola sungai dapat berjalan dengan baik dan genangan di Kota Surakarta dapat berkurang,” paparnya. Memberikan Keynote Speech melalui daring, Dirjen SDA, Ir. Djarot Widyoko, menyampaikan berbagai permasalahan banjir di Indonesia dan menyarankan serta mendorong masyarakat untuk menyimpan air dari cara yang kecil di sekitar rumah hingga membuat embung dan bendungan. “Semoga kegiatan ini bisa dijadikan momentum untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap Sumber Daya Air dan membangun sinergitas dengan pemerintah di seluruh wilayah Indonesia khususnya di Kota Surakarta dan memperoleh saran serta masukan atas pelaksanaan kegiatan penanganan banjir dan genangan di Kota Surakarta,” paparnya. Narasumber yang hadir sebagai pembicara untuk memberikan materi dalam webinar tersebut adalah, Direktur Sungai dan Pantai, Ditjend SDA, Ir. Bob Arthur Lombogia, M. Si yang menyampaikan tentang kebijakan dan peraturan terkait pengendalian dan pengelolaan sungai dan drainase di Indonesia secara umum, Kepala BMKG Provinsi Jawa Tengah, Iis Widya Harmoko, S.Kom. M.Kom, terkait Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Bencana Banjir. Kemudian yang mewakili Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Surakarta, Suhono, S.T, terkait Sungai-Sungai dan Drainase di Kota Surakarta Serta Permasalahannya, Direktur Yayasan Arkom Indonesia, R. Yuli Kusworo, ST., M.Sc., terkait Aspek Sosial Kemasyarakatan dalam Pengendalian Banjir dan Genangan, dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret, Dr. Techn Ir. Solichin As’ad, MT, terkait Perkembangan Teknologi Pengendalian Banjir dan Pengelolaan Drainase di Daerah Perkotaan, dan Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech yang menyampaikan terkait pelaksanaan pengendalian banjir di Kota Surakarta yang telah dilaksanakan oleh BBWS Bengawan Solo. Selaku moderator pada webinar adalah Pemimpin Redaksi Solopos Media Group, Rini Yustiningsih. Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech dalam paparannya menyampaikan Rencana kegiatan pengendalian banjir di Kota Surakarta serta kendala dalam pelaksanaan pengendalian banjir di Kota Surakarta. “Kami ingin menyamakan satu persepsi mengenai banjir dan genangan dimana banjir adalah rendaman yang bertahan 1x24 jam dengan ketinggian lebih dari 40cm. Sedangkan genangan kurang 1x24 dengan ketinggian kurang dari 40cm. Sehingga diharapkan kegiatan ini sebagai langkah awal dalam pelaksanaan penanganan banjir di Kota Surakarta sehingga kedepannya dapat dilaksanakan dengan baik, berkelanjutan, serta tidak menimbulkan konflik di dalam pelaksanaannya," paparnya. (BBWSBS/ Fira).
Baca Selengkapnya