Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
24 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri acara rapat koordinasi bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, S.E., di Ruang Putri Cempo, kompleks Kantor Bupati Gresik, Jawa Timur, Selasa (23/03/2021). Acara rakor tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam rakor, turut membahas rencana tindak lanjut pengendalian banjir Kali Lamong. Disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mengebut normalisasi sungai dengan luas DAS total sekitar 720 Km2 tersebut. Namun, dalam pengerjaan terbentur aturan serta kewenangan daerah yang hanya meliputi pembebasan lahan. Padahal, pembebasan tersebut dinilai memperlambat penanganan. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, S.E., menyampaikan bahwa untuk percepatan pengerjaan Pemkab Gresik meminta pembagian tugas kepada BBWSBS yang nantinya akan disepakati dalam bentuk memorandum of understanding (MoU). “ Kami berharap segera dilakukan penandatanganan MoU, agar kami bisa segera bergerak dan membantu menurunkan alat berat guna melakukan pengerukan sedimentasi Kali Lamong, dan inisiatif dari kami ini juga memiliki payung hukum yang jelas. Sebab saat musim hujan luapan Kali Lamong tidak hanya terjadi pada induk sungai saja tetapi juga anak sungainya,” terangnya. Sementara itu, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., selaku Kepala BBWSBS menegaskan, pihak BBWSBS siap dengan pendanaan normalisasi Kali Lamong, asalkan lahannya pun sudah siap. Sehingga, dana yang dikucurkan pada tahun 2021 ini, ini bisa terserap sepenuhnya. “Kalau lahan siap, dananya bisa terserap semua. Kita tinggal mengikuti daerah saja, kami dari BBWSBS siap menganggarkan kalau tanahnya juga sudah siap. Tergantung dari Pemkab Gresik, mudah-mudahan sudah siap semua jadi tinggal menunggu," terangnya. Terkait kewenangan Pemkab Gresik dalam pembebasan lahan, rencananya akan dilakukan mulai April 2021 mendatang. Tanah tersebut ada yang berstatus milik warga, sehingga harus dibebaskan untuk melakukan proyek normalisasi Kali Lamong. Adapun untuk rencana prioritas proyek pengendalian banjir Kali Lamong yang akan dilakukan oleh BBWSBS meliputi rencana konstruksi parapet beton dan tanggul tanah di Desa Jono, rencana konstruksi parapet beton di Desa Tambak Beras pada titik jebolan tanggul non teknis yang mengakibatkan banjir. Selanjutnya, rencana tanggul-tanggul yang belum tersambung dan normalisasi sungai pada area-area yang kritis. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
11 March 2022
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar acara Penandatanganan Kontrak 12 Paket Pekerjaan di Lingkungan BBWS Bengawan Solo di Kantor BBWS Bengawan Solo, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (11/03/2022). Acara penandatanganan tersebut diikuti oleh Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Jawa Tengah, Kepala BBWS Bengawan Solo dan pejabat di lingkungan BBWSBS dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Dalam kesempatan ini, PPK Perencanaan dan Program menandatangani tiga paket pekerjaan. Dengan rincian paket diantaranya Paket Pekerjaan SID/ DD Pembangunan DI Jlantah Kab. Karanganyar dengan penyedia jasa PT. Bina Buana Raya KSO PT. Tricons Karya Mandiri senilai RP 1.674.310.00,-, kemudian Paket LARAP Pembangunan DI Tukul Kab. Pacitan dengan penyedia jasa PT. Rencana Cipta Mandiri KSO PT. Sarana Perencana Jaya senilai Rp 1.350.360.000,-, dan Paket LARAP Pembangunan DI Jlantah Kab. Karanganyar dengan penyedia jasa PT. Rencana Cipta Mandiri KSO PT. Sarana Perencana Jaya senilai Rp 1.342.825.000,-. Selanjutnya PPK Sungai dan Pantai I menandatangani dua paket pekerjaan. Dengan rincian Paket Penanganan Banjir Kali Jeroan Kab. Madiun (Tahap II) dengan penyedia jasa PT. Bina Cipta Utama – PT. Bangkit Ampuh Abadi, KSO senilai Rp. 50.820.000.000,-, dan Paket Supervisi Penanganan Banjir Kali Jeroan Kab Madiun (Tahap II) dengan Penyedia jasa PT. INAKKO Internasional Konsulindo KSO PT. Mitra Utama Kenzo senilai Rp 3.491.455.000,-. PPK Sungai dan Pantai II menandatangani dua paket pekerjaan. Dengan rincian Paket Peningkatan Kapasitas Sudetan Floodway Plangwoot – Sedayu Lawas (Tahap II) dengan penyedia jasa PT. Kelman Infra Pratama senilai Rp 27.131.996.500,-, dan Paket Supervisi Pengendalian Banjir Kali Lamong dengan penyedia jasa PT. Wahana Prakarsa Urama Cabang Jatim senilai Rp 777.744.000,-. Kemudian, PPK Irigasi dan Rawa II menandatangani tiga paket pekerjaan. Dengan rincian Paket Rehabilitasi Bendung Klepek DI. Pacal di Kabupaten Bojonegoro (Tahap II) dengan penyedia jasa PT. Jaya Mulya Konstruksi senilai Rp 8.639.997.617,85,-, Paket Supervisi Rehabilitasi Bendung Klepek DI Pacal di Kabupaten Bojonegoro (Tahap II) dengan penyedia jasa PT. Brahma Seta Indonesia senilai Rp 1.317.855.000,-, dan Paket Supervisi Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. SIM di Kabupaten Madiun (Tahap II) (IPDMIP) dengan penyedia jasa PT. Hilmy Anugerah – PT. Indec Internusa – PT. Mitra Utama Kenzo, KSO senilai Rp 2.424.150.000,-. Terakhir, PPK Perencanaan Bendungan menandatangani empat paket pekerjaan. Dengan rincian Paket Persiapan OP Bendungan Pidekso di Kab. Wonogiri dengan penyedia jasa PT. Ika Adya Perkasa senilai Rp 1.722.050.000,-, Paket Persiapan OP Bendungan Tukul di Kab. Pacitan dengan penyedia jasa PT. Trideconst KSO PT. Adiguna Mitra Terpercaya Consultans senilai Rp 1.719.667.000,-, kemudian Paket Persiapan OP Bandung Bendo di Kab Ponorogo dengan penyedia jasa PT. Jasapatria Gunatama senilai Rp 1.749.077.000,-, dan Paket Persiapan OP Bendungan Gongseng di Kab Bojonegoro dengan penyedia jasa PT. Trideconst KSO PT. Adiguna Mitra Terpercaya Consultans senilai Rp 1.764.504.500,-. yang keseluruhannya memiliki waktu pelaksanaan 240 hari kalender. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech berharap penyedia jasa dapat menjaga komitmennya dalam melaksanakan kontrak dengan baik dan tepat waktu. Kepala BBWSBS juga berpesan kepada para PPK untuk mengawal dan memonitoring dengan baik. “Kami harapkan komitmen dari bapak ibu semua dari penyedia jasa untuk menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik dengan menerapkan tepat waktu dan tepat mutu. Kepada para PPK mohon untuk mengawal pelaksanaan program ini dengan baik, koordinasi secara intensif dan memonitoring secara berkala,”paparnya. Kepala BP2JK Jawa Tengah, Yanuar Munlait S.T., M.Tech. juga berharap kedepannya dapat bekerjasama dan berhasil menyelesaikan paket – paket dengan baik. “Saya berharap para penyedia jasa benar – benar berkomitmen untuk bisa menyelesaikan paket – paket pekerjaan dengan baik sehingga bisa selesai dan tidak menyulitkan,” pesannya. (BBWSBS/Fira-Remares)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
27 October 2021
Dalam rangka meningkatkan kemampuan teknis petugas di Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O&P), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melaksanakan Bimbingan Teknis Petugas O&P Wilayah Hulu guna meningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Hotel Sunan, Solo, Selasa (26/10/2021). Peserta yang hadir dalam kegiatan bimtek ini terdiri dari petugas OP Irigasi, petugas OP Pompa Banjir, petugas OP Sungai, petugas OP Checkdam dengan total peserta 156 orang. Kegiatan ini tetap menerapakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam arahannya Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si. menyampaikan kegiatan ini dalam rangka memelihara sumber air dan menjaga kelestarian fungsi sarana prasarana sumber daya air, mengoptimalkan pemanfaatan sarana prasarana SDA secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Operasi dan pemeliharaan merupakan dua kegiatan yang saling berkaitan, sekalipun demikian garis besar tujuannya dapat dibedakan. Tanpa dilakukan pemeliharaan yang memadai, suatu obyek ataupun prasarana akan cepat mengalami degradasi baik fisik maupun fungsi. “Petugas OP sungai memiliki tugas dan fungsi yakni membantu pelaksana data dan evaluasi, baik dari segi operasi dan pemeliharaan di lapangan dalam pengumpulan dan evaluasi data yang menjadi tanggung jawabnya. Petugas Operasi dan Pemeliharaan juga diharapkan mampu bekerja dengan baik dan benar sesuai SOP baik dari segi kedisiplinan kehadiran dilapangan, konsistensi pada jam kerja serta pengisian form Operasi dan Pemeliharaan yang sesuai dan benar,” ujarnya. Sri Wahyu Kusumastuti menambahkan bahwa dalam rangka melaksanakan pembangunan infrastruktur yang handal, dibutuhkan sumber daya manusia yang profesional. “Sumber daya manusia yang profesional merupakan faktor utama dalam meningkatkan produktivitas. Saya berharap dengan acara ini bisa memberi manfaat untuk kita semua serta menambah wawasan kita bila terjadi masalah di lapangan,” katanya. Para peserta diberikan materi sesuai dengan tugas dan bidang masing masing. Selain menerima materi, Petugas juga berkesempatan melakukan praktek langsung terkait Standar Operasional Prosedur (SOP). (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
11 November 2021
Dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM Petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) Bangunan Sungai pada seluruh Balai Besar/ Balai Wilayah Sungai di Indonesia sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 13 Tahun 2020 tentang tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian PUPR, Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan memiliki tugas salah satunya untuk melakukan bimbingan teknis di bidang operasi dan pemeliharaan sungai. Untuk itu, Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan melaksanakan Kegiatan Bimbingan Teknis Pelaksanaan OP Sungai secara daring via zoom meeting dan diikuti oleh Balai Besar/ Balai Wilayah Sungai terdekat untuk mengikuti secara luring. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo diberikan kepercayaan oleh Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pelaksanaan OP Sungai tersebut di Gedung Perum Jasa Tirta I, Kamis (11/11/2021). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubdit Wilayah 2 Direktorat Bina OP Kementerian PUPR, Gemala Suzanti, SP., M.M., M.T. Kepala BBWS Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dan Kepala Bidang O&P SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si. dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Memberikan sambutannya, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengucapkan terima kasih karena telah diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Agus Rudyanto juga menyebutkan harapannya untuk kegiatan Bimbingan Teknis OP Sungai dan mengingatkan untuk selalu menjaga protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. “Terima kasih karena kami telah dipercaya untuk menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis OP Sungai. Besar harapan kami dengan adanya acara ini dapat memberikan manfaat kedepannya bagi masyarakat pada umumnya. Kami juga mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dimanapun berada,” paparnya. Memberikan arahannya, Gemala Suzanti, SP., M.M., M.T berharap agar muncul kesadaran untuk lebih memperhatikan sungai demi mencapai sungai yang berkelanjutan. Gemala Suzanti juga turut menyebut manfaat dari kegiatan Bimbingan Teknis OP kedepannya. "Kita harus memperhatikan sungai sebagai wadah air dan diperlukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait demi mencapai sungai yang berkelanjutan. Kegiatan Bimbingan Teknis OP ini nantinya diharapkann dapat membuat peserta lebih memahami tugas dan tanggung jawab bidang tugasnya masing-masing dalam pelaksanan kegiatan OP pada infastruktur sungai," paparnya. Adapun narasumber yang memberikan materi yakni Ir.Imam Anshori, MT menyampaikan pedoman OP sungai dan prasara sungai yang dilanjutkan dengan materi terkait AKNOP Prasarana Sungai. Kemudian Ir. Budi Santoso, Dipl. HE. sebagai narasumber terakhir menyampaikan materi pemeliharaan Ruang Sempadan Sungai dan dilanjutkan dengan materi Penilaian Kinerja Sungai. Diharapkan kegiatan Bimbingan Teknis OP Sungai ini nantinya dapat meningkatkan pemahaman terkait kegiatan operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana sungai. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM terkait perhitungan penilaian kinerja dan AKNOP sehingga kedepannya seluruh balai dapat melakukan perhitungan penilaian dan AKNOP tersebut secara swakelola. (BBWSBS/ Fira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
10 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) di lingkungan BBWSBS, Rabu (10/03/2021). Sebanyak tiga SPK yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) IV, Antonius Suryono, S.T., M.M.T., dan satu SPK yang ditandatangani oleh PPK Perencanaan Bendungan, Muhammad Hidayat Anwar, S.T., M.T., yang dilaksanakan di Kantor BBWSBS, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Penandatanganan paket pekerjaan yang disaksikan oleh Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., Kepala Bidang (Kabid) OP SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T., M.Si., Kabid PJSA Bengawan Solo, Ir. Isgiyanto, M.T., Kabid Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) SDA, Ali Rahmat, S.T., M.T., Kepala Satker OP SDA Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., dan Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Bengawan Solo, Dony Faturochman S., S.T., M.T., beserta pejabat lainnya. Adapun paket pekerjaan yang ditandatangani, yaitu Pemeliharaan Berkala Sungai Bengawan Solo oleh PT. Dikrie Jaya senilai Rp2.400.000.000, Supervisi Pemeliharaan Berkala Bengawan Solo Hilir oleh PT. Retracindo Konsultan Indonesia KSO; CV. Monumental senilai Rp1.100.429.000, Remedial Bendungan di Wilayah Solo Hilir oleh PT. Aura Sinar Baru senilai Rp8.550.000.068, dan Persiapan OP Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan oleh PT. Trideconst KSO; CV. Jati Utama senilai Rp.1.267.770.000. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., turut mengucapkan selamat kepada penyedia jasa yang telah lolos setelah bersaing dalam kompetisi yang sehat. “Kami berharap pekerjaan ini nantinya dapat terselesaikan tepat waktu dan tentunya tepat mutu, serta semua pihak terkait agar memahami dan mematuhi ketentuan-ketentuan sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai yang tertuang dalam kontrak tersebut,” tutupnya. (BBWSBS/Ferri).
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
14 June 2022
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) yang dipimpin oleh Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, S.T. M.Si., melaksanakan kunjungan lapangan di wilayah hilir Sungai Bengawan Solo di Jawa Timur, Senin (13/06/2022). Dalam kunjungan tersebut, Kepala BBWSBS didampingi oleh Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM., Subkoordinator Pengendalian Pelaksanaan Sungai dan Pantai, Sugeng Wiratna, S.T., M.T., PPK Sungai Pantai I, Yuhanes Widi Widodo, S.T., M.Eng., dan PPK Sungai Pantai II, Gadhang Swatyastu, S.T., M.Eng. dengan tetap memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Lokasi pertama, yakni Kantor Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Provinsi Jawa Timur (Jatim). Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus perkenalan Kepala BBWSBS yang baru. Dalam pertemuan tersebut pula turut dibahas koordinasi terkait pengelolaan SDA terpadu di Jatim bersama Kepala Dinas PU SDA Prov. Jatim, Dr. Muhammad Isa Anshori, ATD., MT. Dalam diskusi juga dilakukan pembahasan terkait proyek pengendalian Kali Lamong, penyelesaian pembangunan Jabung Ring Dike, penuntasan saluran primer daerah irigasi (DI) Bengawan Jero (lanjutan saluran primer intake Babat Barrage), peningkatan kapasitas tampungan floodway di Kabupaten Lamongan, serta pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Selanjutnya Tim BBWSBS juga mengunjungi proyek pekerjaan pembangunan breakwater di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Adapun progres pekerjaan pembangunan breakwater di PPN Brondong pada hari ini mencapai 38,40 %. Pembangunan breakwater ini dibangun untuk menjaga tinggi gelombang yang berada di dalam kolam pelabuhan tetap tenang, sehingga kapal nelayan dan aktifitas bongkar muat dapat berjalan dengan lancar. Lingkup pekerjaan antara lain pekerjaan persiapan, penyelenggaraan SMK3 dan pekerjaan breakwater. Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, S.T. M.Si mengatakan manfaat dari pembangunan breakwater ini yakni melindungi kolam pelabuhan seluas 17,2 Ha, dan penerima manfaat adalah masyarakat nelayan di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan khususnya dan nelayan pada umumnya. “PPN Brondong menjadi tempat bongkar muat dan fasilitas penunjang perdagangan perikanan bagi nelayan dan industri perikanan setempat. Kabupaten Lamongan sendiri memiliki potensi perikanan yang cukup besar,” katanya. Selain PPN Brondong di Kecamatan Brondong, Tim BBWSBS mengunjungi proyek Sudetan (Floodway) Plangwot-Sedayu Lawas di Kelurahan Plangwot, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sebagai informasi, Floodway ini telah dibangun sejak tahun 1996 – 2004 dengan kapasitas desain sebesar 640 m3/detik. Dengan kondisi eksisting saat ini, masih ada daerah Bengawan Solo Hilir yang tergenang banjir antara lain di Kecamatan Turi dan Kecamatan Kali Tengah. (BBWSBS/Tamara-Feri)
Baca Selengkapnya