Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
08 April 2021
Tenaga Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Sumber Daya Air (SDA), Ir. Lucky H. Korah, M.Si., didampingi pejabat dan staf Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BWBSBS) menghadiri rapat koordinasi terkait percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Pidekso di Kantor Dinas Bupati Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (08/04/2021). Acara tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam rangka mempercepat penyelesaian permasalahan pembangunan bendungan, perlu dilakukan inventarisasi, pemantauan dan evaluasi serta kajian terhadap permasalahan yang terjadi. Dan untuk pelaksanaannya juga perlu dilakukan pendekatan secara teknis dan sosial terkait kegiatan pembangunan bendungan. Pembangunan proyek Bendungan Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri ditargetkan segera tuntas. Lucky Harry Korah yang juga merangkap sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Bendungan, mengatakan bahwa pembangunan Bendungan Pidekso menjadi prioritas. Sebab, infrastruktur tersebut masuk dalam PSN. "Ada 13 bendungan yang ditargetkan selesai pada tahun 2021 ini, salah satunya Bendungan Pidekso, untuk saat ini, progres pembangunannya sudah sekitar 68%. Oleh karena itu, sejumlah hal terkait pembangunannya terus dibahas. Kami ditugaskan untuk mengecek di lapangan, dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga telah berkomitmen untuk bersinergi agar pembangunannya segera terselesaikan sekaligus diresmikan pada Oktober 2021 mendatang,” terangnya. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., juga menjelaskan bahwa pekerjaan berat dalam pembangunan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 tersebut sudah dikerjakan, sehingga tinggal menangani hal-hal yang sifatnya non teknis. “Bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo ini, nantinya berperan sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi yang dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Selain irigasi, juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” paparnya. Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menjelaskan bahwa pembangunan fisik bendungan tersebut sudah berjalan sesuai dengan ketentuan dan ada beberapa fungsi atau manfaat jika Bendungan Pidekso selesai dibangun. “Dilihat dari aspek pertanian, bendungan tersebut akan mengairi lahan pertanian seluas 1.500 hektare. Lahan pertanian tadah hujan itu akan berubah menjadi lahan teknis atau produktif. Sehingga hasil panen memiliki nilai jual lebih baik. Selanjutnya, juga berpotensi menjadi destinasi wisata baru di Wonogiri. Letaknya yang strategis dan representatif di perbukitan menjadi nilai tambah. Dengan adanya aktivitas ekonomi maka juga akan menyerap tenaga kerja,” pungkasnya. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
19 March 2021
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan Nasional, perlu dilakukan upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat, dalam hal ini petani. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) di samping membangun infrastruktur berskala besar seperti bendungan, juga membangun infrastruktur kerakyatan seperti jaringan irigasi kecil sehingga air dapat mengalir sampai ke sawah-sawah dengan menggandeng petani di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) untuk ikut serta bekerja dalam program Padat Karya Tunai (PKT). Program Padat Karya Tunai (PKT) Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana dan tidak membutuhkan teknologi. Sehingga diharapkan manfaatnya dapat langsung memberikan kontribusi pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). PKT melalui Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) merupakan pekerjaan perbaikan/rehabilitasi/peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif yang melibatkan masyarakat. Petani pekerja diberikan upah harian atau mingguan, sehingga menambah penghasilan petani atau penduduk desa terutama di antara musim tanam dan panen. BBWSBS dalam pelaksanaannya, juga berdasarkan Petunjuk Teknis yang ada, yakni kegiatan P3TGAI dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), dan Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) secara swakelola atau tidak dipihakketigakan/ dikontraktualkan. Sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia Nomor 24/PRT/M/2017 tentang Pedoman Umum P3TGAI Pasal 8 yakni P3TGAI diberikan kepada P3A/GP3A/IP3A berdasarkan jenis kegiatan dan urutan prioritas dan Pasal 16 Penerima P3TGAI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 tidak boleh mengalihkan atau memindahtangankan sebagian atau seluruh pekerjaan perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi, dan peningkatan jaringan irigasi kepada pihak lain. Secara keseluruhan di Provinsi Jateng dan Jatim, program P3TGAI Tahun Anggaran (T.A.) 2021 yang dilaksanakan oleh BBWSBS menjangkau sebanyak 550 lokasi dengan anggaran sekitar Rp124 M. Adapun peta sebarannya meliputi 164 lokasi di tujuh kabupaten di Jateng, dengan rincian Boyolali 26 lokasi, Karanganyar 22 lokasi, Klaten 25 lokasi, Sragen 24 lokasi, Sukoharjo 31 lokasi, Wonogiri 31 lokasi, dan Blora 11 lokasi. Sedangkan untuk wilayah Jatim tersebar di sembilan kabupaten, dengan rincian Bojonegoro 38 lokasi, Gresik 23 lokasi, Lamongan 24 lokasi, Madiun 70 lokasi, Magetan 29 lokasi, Ngawi 29 lokasi, Pacitan 43 lokasi, Ponorogo 100 lokasi, serta Tuban 30 lokasi. Dengan adanya program P3TGAI tersebut tentunya dapat mengembalikan kondisi serta fungsi saluran dan bangunan irigasi seperti semula secara parsial dan juga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi serta kondisi jaringan yang sudah ada dengan mempertimbangkan perubahan kondisi lingkungannya. Selain itu, pemerintah desa juga diharapakan turut bertanggung jawab dalam perawatan dan pemeliharaan infrastuktur yang telah dibangun melalui dana P3TGAI sebagai aset, guna meningkatkan kinerja jaringan irigasi desa yang ada di wilayah kerja BBWSBS. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
11 November 2021
Dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM Petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) Bangunan Sungai pada seluruh Balai Besar/ Balai Wilayah Sungai di Indonesia sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 13 Tahun 2020 tentang tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian PUPR, Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan memiliki tugas salah satunya untuk melakukan bimbingan teknis di bidang operasi dan pemeliharaan sungai. Untuk itu, Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan melaksanakan Kegiatan Bimbingan Teknis Pelaksanaan OP Sungai secara daring via zoom meeting dan diikuti oleh Balai Besar/ Balai Wilayah Sungai terdekat untuk mengikuti secara luring. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo diberikan kepercayaan oleh Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pelaksanaan OP Sungai tersebut di Gedung Perum Jasa Tirta I, Kamis (11/11/2021). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubdit Wilayah 2 Direktorat Bina OP Kementerian PUPR, Gemala Suzanti, SP., M.M., M.T. Kepala BBWS Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dan Kepala Bidang O&P SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si. dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Memberikan sambutannya, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengucapkan terima kasih karena telah diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Agus Rudyanto juga menyebutkan harapannya untuk kegiatan Bimbingan Teknis OP Sungai dan mengingatkan untuk selalu menjaga protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. “Terima kasih karena kami telah dipercaya untuk menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis OP Sungai. Besar harapan kami dengan adanya acara ini dapat memberikan manfaat kedepannya bagi masyarakat pada umumnya. Kami juga mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dimanapun berada,” paparnya. Memberikan arahannya, Gemala Suzanti, SP., M.M., M.T berharap agar muncul kesadaran untuk lebih memperhatikan sungai demi mencapai sungai yang berkelanjutan. Gemala Suzanti juga turut menyebut manfaat dari kegiatan Bimbingan Teknis OP kedepannya. "Kita harus memperhatikan sungai sebagai wadah air dan diperlukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait demi mencapai sungai yang berkelanjutan. Kegiatan Bimbingan Teknis OP ini nantinya diharapkann dapat membuat peserta lebih memahami tugas dan tanggung jawab bidang tugasnya masing-masing dalam pelaksanan kegiatan OP pada infastruktur sungai," paparnya. Adapun narasumber yang memberikan materi yakni Ir.Imam Anshori, MT menyampaikan pedoman OP sungai dan prasara sungai yang dilanjutkan dengan materi terkait AKNOP Prasarana Sungai. Kemudian Ir. Budi Santoso, Dipl. HE. sebagai narasumber terakhir menyampaikan materi pemeliharaan Ruang Sempadan Sungai dan dilanjutkan dengan materi Penilaian Kinerja Sungai. Diharapkan kegiatan Bimbingan Teknis OP Sungai ini nantinya dapat meningkatkan pemahaman terkait kegiatan operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana sungai. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM terkait perhitungan penilaian kinerja dan AKNOP sehingga kedepannya seluruh balai dapat melakukan perhitungan penilaian dan AKNOP tersebut secara swakelola. (BBWSBS/ Fira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
08 April 2021
Dalam rangka meningkatkan kompetensi Petugas Pos Hidrologi di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melaksanakan Pelatihan Petugas Pos Hidrologi Wilayah Madiun, di Madiun, Jawa Timur, Kamis (08/04/2021). Dalam pelatihan ini diikuti oleh 30 Petugas Pos Hodrologi yang terdiri dari Petugas Pos Curah Hujan, Petugas Pos Duga Air, dan Petugas Klimatologi dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19. Reski Handarwati Nur Rohmah, ST, MPSDA selaku PPK PSDA Bengawan Solo mengatakan maksud dan tujuan dilaksanakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan komitmen petugas pos terhadap prosedur pengamatan, pencatatan, dan pelaporan data hidrologi, serta pemeliharaan pos hidrologi dilapangan. Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur SDA Bengawan solo Ali Rahmat, ST, MT mewakili Kepala BBWS Bengawan Solo memyampaikan bahwa data hidrologi mempunyai peran dan manfaat yang sangat penting di dalam pengelolaan sumber daya air, misalnya untuk keperluan alokasi air di saat musim kemarau dan untuk mendukung Sistem Peringatan Dini Bencana di saat musim hujan. Oleh karena itu, pencatatan data hidrologi harus kita lakukan secara tepat dan akurat. Ali Rahmat menambahkan petugas pos hidrologi ini harus memiliki kemampuan yang handal dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, sehingga data yang dihasilkan akan tepat, akurat dan jujur. “kami berharap kepada petugas pos untuk dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik, sehingga sepulang dari pelatihan ini dapat diterapkan dalam melaksanakan tugas sehari-hari dalam pencatatan dan pelaporan data hidrologi serta OP peralatan di lapangan untuk menghasilkan data yang tepat dan akurat, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya di dalam pengelolaan sumber daya air khususnya di WS Bengawan Solo,” sambungnya. Petugas Hidrologi diberikan materi terkait Evaluasi Kinerja Petugas dan Alat Pos Hidrologi di Wilayah Sungai Bengawan Solo yang disampaikan oleh Ali Rahmat , ST, MT selaku Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur SDA Bengawan solo serta Motivasi yang disampaikan oleh Akhmad Ramdhon S.Sos, MA selaku Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS). Selain menerima materi, Petugas Hidrologi juga berkesempatan melakukan praktek langsung terkait Standar Operasional Prosedur (SOP), Manajemen Pemeliharaan Alat, serta Tata Cara Pengisian Blangko Quality Control untuk Peralatan Pos Curah Hujan, Pos Duga Air, dan Klimatologi. Diakhir acara juga dilakukan penyerahan penghargaan bagi Petugas Pos Hidrologi Wilayah Madiun terbaik yang diraih oleh Kukuh Budiono dari Petugas Curah Hujan Telaga Ngebel dan Budi Susanto dari Pos Duga Air Sekayu(BBWSBS/kharis).
Baca Selengkapnya