Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
05 October 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan monitoring paket pekerjaan Remedial Bendungan di Wilayah Solo Hulu tepatnya di Bendungan Krisak, Kabupaten Wonogiri, Senin (04/10/2021). Bendungan Krisak berada di Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri pada wilayah kerja BBWS Bengawan Solo. Kegiatan monitoring di Bendungan Krisak dipimpin Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Sri Wahyu Kusumastuti, ST. M.Si, dan Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring tersebut dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Sebagai informasi, Bendungan Krisak selesai dibangun pada tahun 1943. Fungsi dibangunnya waduk ini adalah untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di wilayah Kabupaten Wonogiri pada umumnya dan Kecamatan Selogiri pada khususnya. Secara administratif waduk Krisak terletak di Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Propinsi Jawa Tengah. Dari Kota Wonogiri ±8 km ke arah barat laut. Daerah hilir bendungan merupakan daerah yang terdiri dari daerah pemukiman padat penduduk serta area irigasi teknis yang cukup subur. Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah Bertani. Beberapa item pekerjaan yang dilaksanakan antara lain adalah perbaikan puncak bendungan, perbaikan drainase bendungan, serta perbaikan spillway bendungan, dan saat ini progress keseluruhan paket pekerjaan Remedial Bendungan di Wilayah Solo Hulu ini adalah sebesar 66,24%. Dalam kegiatan monitoring tersebut, dipimpin Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech meminta agar pekerjakan di Bendungan Krisak segera dilakukan untuk meminimalisir efek yang terjadi di musim hujan. “Dimohon agar pekerjaan ini segera dikejar sebelum musim hujan datang. Hal tersebut untuk meminimalisir efek yang terjadi di musim hujan. Selain itu saya berharap dengan adanya pembangunan di Bendungan Krisak ini dapat berjalan efektif, tentunya dengan kerjasama dari berbagai pihak terkait.,” paparnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
31 March 2021
Dalam rangka mendukung kedaulatan pangan Nasional sebagai perwujudan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik sebagaimana termuat dalam program nawa cita ketujuh melalui pemberdayaan masyarakat petani, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara Training of Trainer (TOT) Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran (T.A.) 2021 di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu-Kamis (31/03-01/04/2021), dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. P3TGAI merupakan salah satu program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) dengan maksud menumbuhkan partisipasi masyarakat petani dalam kegiatan rehabilitasi, peningkatan dan pembangunan jaringan irigasi sesuai dengan kebutuhan yang berdasarkan prinsip kemandirian. Hal ini dimaksud untuk mendukung program kedaulatan pangan dan upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Untuk BBWS Bengawan Solo jumlah desa penerima P3TGAI sebanyak 550 desa yang meliputi 164 desa di wilayah Jawa Tengah dan 386 desa di wilayah Jawa Timur.Dan pada kesempatan kali ini, dilaksanakan Pelatihan TPM Kegiatan P3TGAI untuk Wilayah Jawa Tengah pada lingkungan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA II. Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 78 orang yang telah lulus dalam seleksi dan dinyatakan lolos sebagai TPM. Kepala Bidang (Kabid) OP SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T. M.Si., menyampaikan bahwa Peran Tenaga Pendamping Masyarakat sangat penting karena sebagai ujung tombak pelaksanaan P3TGAI di tingkat desa dan langsung berhubungan dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air/Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air/ Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/IP3A/GP3A) yang menerima P3TGAI. “TPM diharapkan mampu membangkitkan peran serta masyarakat sebagai bagian satu sistem pengelolaan daerah irigasi sehingga dana yang disalurkan melaui P3TGAi ini dapat dimanfaatkan maksimal sesuai dengan sasaran kerja yang ditetapkan bersama dalam Rencana Kerja Kelompok Penerima P3TGAI (RKKP3-TGAI). Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan teknis, administrasi maupun komunikasi yang baik sebagai bekal untuk mendampingi P3A/IP3A/GP3A,” paparnya. Kepala Satker OP SDA Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo S.T., M.P.S.D.A., juga berpesan bahwa melalui penyelenggaraan pelatihan TPM ini diharapkan seluruh peserta dapat memperoleh pengetahuan, diskusi dan komunikasi antar TPM dengan serta menumbuhkan prakarsa di bidang pendampingan masyarakat dalam menjalankan tugas di wilayah kerja masing-masing. Dalam acara pelatihan TPM P3TGAI T.A. 2021 tersebut juga disampaikan materi untuk dilanjutkan diskusi, yang dipaparkan oleh narasumber dari Konsultan Manajemen Balai pada PPK OP SDA II BBWSBS, yakni Sigit Budi Widigdyo, S.T., dan Samsi, S.T. Diharapkan nantinya setelah kegiatan pelatihan berakhir, rekan-rekan TPM sudah mempunyai pedoman pelaksanaan, siap dan mampu untuk menghadapi tantangan di lapangan serta menjalankan tugas sekaligus kewajibannya dalam melaksanakan salah satu program negara sesuai target kinerja yang telah ditetapkan. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
26 February 2021
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BWBSBS), Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., bersama tim, yakni perwakilan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus Indonesian National Committee on Large Dams (INACOLD), Vicky Ariyanti, dan perwakilan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Air, Kementerian PUPR, Radhika, mengikuti <em>International Commission of Large Dams (ICOLD) & Asia Pacific Group (APG) Symposium on Sustainable Development of Dams and River Basins</em> secara daring (video conference) di Kantor BBWSBS, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (26/02/2021). Acara tersebut diselenggarakan selama empat hari pada 24-27 Februari 2021, di New Delhi, India. Pemangku kebijakan di berbagai penjuru dunia membutuhkan solusi yang efektif untuk masalah air. Solusi ini dapat ditangani melalui penedkatan sistem, dengan memahami struktur masalah air yang kompleks dari keterkaitan, pola, dan prosesnya. Pendekatan tersebut meliputi, <em>structure development</em>, <em>selection of policy</em>, <em>selection of policy evaluation indicators</em>, dan <em>dynamic system simulation. </em> Di Indonesia, tepatnya Pulau Batam, yang merupakan bagian dari Kepulauan Riau dan terletak di perbatasan antara Singapura-Indonesia, pulau ini tidak memiliki <em>groundwater basin</em>. Dengan latarbelakang kondisi tersebut Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. bersama timnya, mengangkat tema permasalahan yang bertajuk <em>Inter-Basin Approach Based on System Dynamics Simulation for Five Dams. </em> Berdasarkan studi yang dilakukan oleh tim, inter-basin transfer tidak serumit pada kasus lainnya. Bendungan yang dibangun utamanya untuk keperluan pasokan air, dan kondisi geologisnya juga relatif homogen. Oleh karena itu, akan lebih mudah untuk dijadikan uji kasus. Walaupun tidak ada batasan dalam simulasi, namun penelitian tersebut memiliki batasan pada fokus kajiannya. Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech., menjelaskan bahwa melalui simposium internasional, dapat menjadi ajang diskusi yang sangat bermanfaat. “Kami berharap simposium internasional yang dihelat di India dengan mengangkat isu <em>Sustainable Development of Dams and River Basins</em> ini, dapat membuka cakrawala antar peserta yang juga diikuti dari berbagai penjuru wilayah. Tentunya ilmu yang diperoleh akan memberikan manfaat untuk kemajuan di bidang SDA yang tersebar di Indonesia,” pesannya. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
06 April 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melalui Unit Hidrologi menyelenggarakan Capacity Building Petugas Pos Hidrologi Wilayah Hilir, di Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (06/04/2021). Capacity Building ini diikuti oleh 27 Petugas yang terdiri dari Petugas Pos Curah Hujan, Petugas Pos Duga Air dan Petugas Klimatologi dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 guna mengevaluasi kinerja Petugas Hidrologi. Dalam arahannya Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) Sumber Daya Air (SDA) BBWS Bengawan Solo Ali Rahmat, ST, MT menyampaikan bahwa Data Hidrologi adalah data yang penting dalam pengelolaan sumber daya air oleh karena itu pencatatan hidrologi harus tepat dan akurat sehingga diharapkan setelah mengikuti Pelatihan ini dapat lebih baik dari hari sebelumnya. Petugas Hidrologi diberikan materi perihal Evaluasi Kinerja Petugas dan Pos Hidrologi di Wilayah Sungai Bengawan Solo yang disampaikan oleh Adiel Putra Wijaya ST, M.Eng selaku Sub Koordinator Perencanaan Umum BBWS Bengawan Solo dan Motivasi serta Arahan yang disampaikan oleh Akhmad Ramdhon S.Sos MA Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS). Petugas Hidrologi berkesempatan melakukan praktik langsung terkait Standar Operasional Prosedur (SOP), Manajemen Pemeliharaan Alat, serta Tata Cara Pengisian Blangko Quality Control untuk Peralatan Pos Curah Hujan dan Klimatologi. Sebagai apreasiasi atas kinerja yang baik, Kepala Bidang KPI SDA BBWS Bengawan Solo Ali Rahmat, ST, MT memberikan Penghargaan kepada Petugas Pos Curah Hujan dan Klimatologi Terbaik yaitu Bapak Sudarim selaku Petugas Pos Curah Hujan Doplang dan Penghargaan kepada Petugas Pos Duga Air Terbaik yaitu Ibu Sumartiningsih selaku Petugas Pos Duga Air Babat. Semoga setelah mengikuti Pelatihan hari ini seluruh Petugas Hidrologi di Wilayah Hilir semakin trampil di lapangan sehingga dapat menghasilkan data hidrologi yang terintegrasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Seluruh data hidrologi di Wilayah Sungai Bengawan Solo dapat diakses melalui http://hidrologi.bbws-bsolo.net/ (sita).
Baca Selengkapnya