Berita SDA


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Menteri PUPR Kunjungi P3TGAI Coper Ponorogo

07 September 2021

Program Padat Karya Tunai (PKT) melalui Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus bergulir di seluruh Indonesia. Pada tahun 2021, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan P3TGAI di 190 lokasi di Jawa Tengah dan 452 lokasi di Jawa Timur. Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur, Selasa (07/09/2021), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengunjungi lokasi P3-TGAI di Desa Coper, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Hadir dalam  kunjungan tersebut Direktur Jenderal Sumber Daya Air Ir. Jarot Widyoko Sp 1, dan Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, ST, M.Sc, DEA  beserta Kepala BBWS Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. Menteri Basuki mengatan bahwa Kementerian PUPR membangun infrastruktur kerakyatan seperti jaringan irigasi kecil sehingga air dapat mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani sehingga dapat memakmurkan usahatani di desa. P3TGAI merupakan pekerjaan perbaikan,rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif yang melibatkan masyarakat, untuk mendukung kedaulatan pangan. Petani pekerja diberikan upah harian atau mingguan, sehingga menambah penghasilan petani atau penduduk desa terutama di antara musim tanam dan panen. P3TGAI Desa Coper termasuk dalam wikayah Daerah Irigasi (DI) Kori yang memiliki luas 58 Ha. Kegiatan ini bermanfaat bagi Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Sri Tirto Mulyo yakni pengembalian fungsi lahan yang semula seluas 52 Ha menjadi 58 Ha, Penambahan Indeks Pertanaman (IP) semula 50% menjadi 70%, dan meningkatkan keterampilan dalam mengelola jaringan irigasi (bbwsbs/sita).

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Percepatan Pembangunan Jaringan Irigasi di Bengawan Solo

12 March 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyambut kunjungan kerja (kunker) Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Perencanaan Teknis Irigasi dan Rawa, Rahmat Suria Lubis, S.T., M.T., di Kantor BBWSBS, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (12/03/2021). Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam kunker tersebut juga dilakukan pembahasan terkait Program Pengembangan Irigasi sesuai Perpres 79 dan 80 Tahun 2019, pembahasan usulan Kegiatan Proyek Strategis Nasional (PSN) Irigasi Premium Daerah Irigasi (D.I.) Pidekso di Wonogiri, kemudian D.I. Bengawan Jero, D.I. Gondang, D.I. Karangnongko, D.I. Pondok di Ngawi, D.I. SIM di Madiun, D.I. Sungkur, serta usulan Kegiatan Irigasi dan Rawa Tahun Anggaran (T.A.) 2022. Sebagai informasi, D.I. Pidekso merupakan daerah layanan dari Bendungan Pidekso yang sebelumnya belum terdapat jaringan irigasi baik sederhana maupun teknis sehingga hanya mengandalkan tadah hujan dengan pola tanam padi-palawija-bero. Rencana pengembangan dan peningkatan D.I. Pidekso adalah membuat saluran hantar kanan dengan luas 645,84 Ha dan saluran hantar kiri dengan luas 820,98 Ha meliputi Kec. Giriwoyo meliputi Desa Tawangharjo, Sendangagung, dan Sirnoboyo, dan Kec. Baturetno meliputi Desa Balepanjang, Gambiranom, Watuagung, Glesungrejo, dan Baturetno. Kebutuhan air dengan pola tanam padi-padi-palawija adalah 1,78 liter/detik/Ha sementara ketersediaan airnya adalah 2,745 M3/detik. “Sesuai arahan dari Pak Menteri, kami berharap tidak ada proyek yang mangkrak, sehingga percepatan untuk proyek pembangunan maupun rehabilitasi dalam hal ini jaringan irigasi di lingkungan BBWSBS ini dapat terselesaikan dan tuntas pada tahun 2023 mendatang,” kata Kasubdit Perencanaan Teknis Irigasi dan Rawa, Rahmat Suria Lubis, S.T., M.T., Kepala Bidang (Kabid) PJPA Bengawan Solo, Heriantono Waluyadi, S.T., M.T., juga menyampaikan bahwa BBWSBS tengah bekerja keras untuk menyelesaikan proyek jaringan irigasi yang sedang berjalan. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Training of Trainer (TOT) Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3TGAI T.A. 2022

07 April 2022

Dalam rangka pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Tahun Anggaran (T.A.) 2022, BBWS Bengawan Solo menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT) Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3TGAI T.A. 2022 di Jl. A. Yani No.40, Kerten, Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis-Jumat (07/04-08/04/2022). Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Bidang OP SDA Bengawan Solo, Dr. Wahyu Kusumastuti, S.T. M.Si., Kepala Satker OP SDA, Surendro Andi Wibowo S.T., M.P.S.D.A., PPK OP SDA II Bengawan Solo, Ika Yulianti, S.T., M.T, serta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. P3TGAI merupakan salah satu program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) dengan maksud menumbuhkan partisipasi masyarakat petani dalam kegiatan rehabilitasi, peningkatan dan pembangunan jaringan irigasi sesuai dengan kebutuhan yang berdasarkan prinsip kemandirian. Hal ini dimaksud untuk mendukung program kedaulatan pangan dan upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh peserta yang telah lulus dalam seleksi dan dinyatakan lolos sebagai TPM, yang pada hari Kamis diikuti oleh Koordinator TPM dan TPM Kab. Sragen, Kab. Sukoharjo, dan Kab. Wonogiri. Sedangkan kegiatan TOT pada hari Jumat diikuti oleh Koordinator TPM dan TPM Kab. Boyolali, Kab. Karanganyar, dan Kab. Klaten. Kepala Bidang OP SDA Bengawan Solo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran Tenaga Pendamping Masyarakat sangat penting karena sebagai ujung tombak pelaksanaan P3TGAI di tingkat desa. “Peran TPM sangat penting karena merupakan perpanjangan tangan dari BBWS Bengawan Solo sekaligus sebagai sebagai ujung tombak pelaksanaan P3TGAI di tingkat desa. Karena nantinya P3TGAI dilaksanakan dari petani untuk petani dan akan dimanfaatkan kembali untuk masyarakat tani. Semoga TPM mampu membangkitkan peran masyarakat melaui P3TGAI secara maksimal sesuai dengan sasaran kerja yang ditetapkan bersama dalam Rencana Kerja Kelompok Penerima P3TGAI (RKKP3-TGAI),” katanya. Kepala Satker OP SDA Bengawan Solo, juga berharap nantinya pelatihan TPM ini seluruh peserta dapat memperoleh pengetahuan, diskusi dan komunikasi antar TPM dengan serta menumbuhkan prakarsa di bidang pendampingan masyarakat dalam menjalankan tugas di wilayah kerja masing-masing. Dalam acara ToT TPM P3TGAI T. A. 2022 tersebut juga disampaikan materi oleh narasumber dari Konsultan Manajemen Balai pada PPK OP SDA II, yakni Sigit Budi Widigdyo, S.T., dan Samsi, S.T. yang dilanjutkan dengan pengenalan Aplikasi P3TGAI. Aplikasi database P3-TGAI untuk Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) berguna untuk memonitoring serangkaian kegiatan P3-TGAI. TPM diwajibkan untuk log in menggunakan user dan password yang telah diberikan oleh KMB kemudian mengisi form TPM. Selanjutnya TPM harus melengkapi data pada form persiapan, form perencanaan, form pelaksanaan, dan terakhir form penyelesaian. Aplikasi ini penting untuk dipahami agar nantinya TPM dapat melaksanakan kegiatan P3-TGAI secara efektif dan efisien.(BBWSBS/Fira-Mayta)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Program Percepatan Peningkatan Tataguna Air Irigasi (P3TGAI) Wilayah Madiun Tahun 2021

08 April 2021

<em>Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar kegiatan Sosialisasi Tingkat Balai Kegiatan Program Percepatan dan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran 2021 Wilayah Jawa Timur di Kota Madiun pada Kamis, (08/04/2021). Kegiatan P3TGAI tersebut dihadiri oleh pejabat dan karyawan di lingkungan BBWSBS, Tim Pelaksana Balai di Wilayah O&P SDA III, dan Konsultan Manajemen Balai, Kepala Desa penerima P3TGAI, Tenaga Pendaming Masyarakat (TPM) serta Ketua P3A/HIPPA penerima P3TGAI. Sebelumnya, acara dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 melalui serangkaian Rapid Test Antigen dengan hasil keseluruhan negatif. Disebutkan jika pelaksanaan P3TGAI untuk wilayah OP III Madiun terbagi menjadi 2 tahapan yaitu Tahap I pada periode April sampai dengan Agustus dengan total 255 Desa sedangkan untuk Tahap II dengan total 16 Desa. Keseluruhannya terbagi menjadi 5 Kabupaten yaitu Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan. Kepala BBWSBS, yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur SDA Bengawa Solo Ali Rahmat, ST, MT dalam sambutannya menyampaikan harapannya terkait program P3TGAI agar bisa menumbuhkan rasa memiliki dan pemeliharaan terhadap pemanfaatan air untuk irigasi. "P3TGAI diharapkan menjadi program yang mampu menarik kebersamaan petani dalam memanfaatkan air untuk irigasi melalui saluran yang telah dibangun serta menumbuhkan rasa memiliki dan memelihara hasil kegiatan ini dan saya berpesan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dalam melaksanakan tahapan kegiatan P3TGAI di masa pandemi ini," paparnya. P3TGAI merupakan salah satu program dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA). Kegiatan tersebut bermaksud untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat petani dalam kegiatan rehabilitasi, peningkatan dan pembangunan jaringan irigasi sesuai dengan kebutuhan yang berdasarkan prinsip kemandirian. Hal ini dimaksud untuk mendukung program kedaulatan pangan dan upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan paparan materi yang disampaikan oleh Konsultan Manajemen Balai pada PPK OP SDA III BBWSBS, Sution Jahtoro, ST, MT menyebutkan tujuan P3TGAI yang dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi dengan rangkaian kegiatan. "Proses pemberdayaan dimulai dari perencanaan,pelaksanaan konstruksi, pengawasan, dan pengelolaan jaringan irigasi dengan melibatkan peran serta masyarakat sebagai pelakaana kegiatan. Kegiatan rehabilitasi/peningkatan/pembangunan jaringan irigasi dapat berupa bangunan utama, saluran pembawa, bangunan bagi/sadap, bangunan pelengkap dan pembuangnya," paparnya. Nantinya, pelaksanaan P3TGAI tahun ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat desa penerima P3TGAI yang beberapa diantaranya merupakan korban PHK terdampak pandemi, berlakunya perputaran ekonomi di desa, serta pengelolaan air irigasi. (Fira/BBWS)

Baca Selengkapnya