Kupang — Sebanyak 37 petugas Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 resmi mengikuti rangkaian pelatihan sekaligus penandatanganan kontrak kerja di lingkungan BBWS Nusa Tenggara II. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan program strategis yang berfokus pada peningkatan fungsi jaringan irigasi berbasis partisipasi masyarakat.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Pelaksana Harian (PLH) Kepala Balai, Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha, Kepala Bidang KPISDA, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP), para Kepala Satuan Kerja OP, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan akuntabel.

Dalam arahannya, pihak BBWS Nusa Tenggara II menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme seluruh petugas yang terlibat. Para petugas diharapkan mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan dengan menunjukkan kinerja terbaik di lapangan.

 

"Petugas harus bangga — kepercayaan yang diberikan harus dijawab dengan profesionalisme, integritas, dan kompetensi."

 

Lebih lanjut disampaikan bahwa P3-TGAI bukan hanya sekadar program pembangunan fisik saluran irigasi, tetapi juga merupakan upaya nyata dalam meningkatkan manfaat air bagi pertanian dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.

“P3-TGAI bukan sekadar membangun saluran irigasi, tetapi membangun manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat.”

 

Program P3-TGAI sendiri menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung ketahanan pangan melalui perbaikan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier berbasis partisipasi petani. Dengan pelaksanaan yang terencana dan pengawasan yang ketat, diharapkan seluruh kegiatan pada TA 2026 dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat.

Melalui dimulainya rangkaian pelaksanaan ini, BBWS Nusa Tenggara II menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur.