Nagekeo — Rapat Koordinasi Percepatan Pengadaan Tanah untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo telah dilaksanakan pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur dan dihadiri oleh unsur Forkopimda Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pekerjaan Umum, DPRD Provinsi NTT, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Rapat tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah dalam mempercepat penyelesaian pengadaan tanah yang masih tersisa, sebagai salah satu tahapan penting dalam mendukung penyelesaian pembangunan Bendungan Mbay.

Dalam pembahasan, seluruh pihak menyepakati perlunya percepatan proses pengadaan tanah agar pembangunan infrastruktur dapat segera dirampungkan. Hal ini menjadi kunci dalam mendorong optimalisasi manfaat bendungan bagi masyarakat.

Proyek Bendungan Mbay saat ini telah menunjukkan progres fisik sekitar 93 persen. Dengan capaian tersebut, percepatan penyelesaian pengadaan tanah diharapkan dapat mempercepat tahap akhir konstruksi hingga siap beroperasi.

Bendungan Mbay nantinya diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Nagekeo dan sekitarnya, terutama dalam mendukung ketahanan air, penyediaan layanan irigasi pertanian, penyediaan air baku, serta pengendalian banjir.

BBWS Nusa Tenggara II menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memastikan proyek strategis ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan kolaborasi yang kuat, Bendungan Mbay diharapkan segera beroperasi dan menjadi salah satu infrastruktur sumber daya air vital yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.