KUPANG – Komitmen Pemerintah dalam mempercepat dan memastikan kualitas pembangunan infrastruktur nasional terus berjalan. Melalui Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pembangunan Bendungan I, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II secara resmi melaksanakan penandatanganan kontrak pekerjaan Supervisi Pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang (Lanjutan) (MYC).

Langkah ini merupakan bagian krusial dari proyek multi-years (Multi-Years Contract/MYC) guna menjamin seluruh tahapan konstruksi lanjutan pada Bendungan Manikin berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis, tepat mutu, tepat waktu, dan aman secara konstruksi.

"Pekerjaan supervisi ini memegang peranan vital sebagai mata dan telinga kami di lapangan. Konsultan pengawas dituntut proaktif dan tegas dalam mengawal sisa pekerjaan fisik agar hasilnya optimal serta memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat NTT," ungkap pihak BBWS Nusa Tenggara II dalam arahannya.

Fokus Pengawasan Multi-Years

Sebagai proyek strategis nasional (PSN) yang terletak di Kabupaten Kupang, Bendungan Manikin dirancang untuk memenuhi kebutuhan air bersih, irigasi lahan pertanian, hingga mereduksi risiko banjir di wilayah sekitar. Mengingat kompleksitas struktur fisik bendungan—seperti area tubuh bendungan (main dam), bangunan pelimpah (spillway), dan fasilitas penunjang lainnya—kehadiran tim pengawas independen yang kompeten menjadi mutlak diperlukan.

Kontrak supervisi lanjutan berkontrak multi-years ini mencakup pengawasan ketat terhadap aspek:

  • Manajemen Mutu Konstruksi: Memastikan material dan metode pelaksanaan kontraktor memenuhi standar Kementerian PUPR.
  • Keselamatan Konstruksi (SMKK): Mengawasi penerapan sistem manajemen keselamatan demi meminimalisir risiko kecelakaan kerja di lapangan.
  • Ketepatan Jadwal (Time Management): Mengawal ritme sisa pekerjaan agar target pengisian awal bendungan (impounding) dapat dicapai tepat waktu.

Dengan ditandatanganinya kontrak supervisi lanjutan ini, BBWS Nusa Tenggara II bersama mitra penyedia jasa konsultansi optimis sinergi di lapangan akan semakin solid. Pengawasan yang ketat dan akuntabel diharapkan mampu merampungkan maha karya infrastruktur air ini demi mewujudkan kedaulatan pangan dan ketahanan air di Provinsi Nusa Tenggara Timur.