Berita Balai Wilayah Sungai Maluku Utara > Hujan Lebat Guyur Ternate, Wali Kota dan BWS Maluku Utara Turun Langsung ke Lokasi
Selasa, 06 Januari 2026, Dilihat 46 kali
Kota Ternate saat ini mengalami hujan, dengan kondisi cuaca diperkirakan berawan hingga hujan ringan hingga sedang sepanjang hari. Potensi peningkatan curah hujan diprakirakan terjadi pada sore hingga malam hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi hujan lebat serta bencana hidrometeorologi di wilayah Maluku Utara selama periode 5 hingga 11 Januari 2026.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi tersebut, Wali Kota Ternate bersama Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku Utara beserta rombongan melakukan monitoring langsung terhadap kondisi luapan air dan genangan di sejumlah titik wilayah Ternate Utara, antara lain Kelurahan Salero, Kelurahan Siko, Kelurahan Akehuda, dan Kelurahan Tafure.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, beberapa lokasi terpantau mengalami genangan air akibat luapan aliran dan longsoran kecil, yang disebabkan oleh intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Kunjungan lapangan tersebut menjadi perhatian publik sebagai wujud aksi cepat dan sinergi antara Pemerintah Kota Ternate dan Balai Wilayah Sungai Maluku Utara dalam meninjau langsung kondisi lapangan, sekaligus mendengar aspirasi masyarakat terdampak.
Salah satu warga Kelurahan Tafure, Pak Acim, menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kota Ternate dapat membangun dan memperbaiki saluran drainase atau got, sehingga aliran air dapat berjalan lebih lancar. Ia mengungkapkan bahwa genangan air kerap terjadi setiap kali hujan lebat, khususnya pada bulan Desember dan awal tahun.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku Utara, M. Saleh Talib, menyampaikan bahwa dalam jangka pendek akan dilakukan skema penanganan sementara melalui pengaturan aliran air serta koordinasi teknis dengan Pemerintah Kota Ternate. Sementara itu, untuk jangka menengah dan panjang akan dilakukan kajian terkait perbaikan serta pembangunan sistem drainase yang lebih memadai.
Wali Kota Ternate, M. Taufiq Soleman, menambahkan bahwa penanganan genangan dan potensi banjir tersebut akan dibahas dan dikaji lebih lanjut secara teknis melalui koordinasi lintas instansi. Hal ini mengingat kawasan permukiman warga berada sangat dekat dengan area aliran air, sehingga pada saat intensitas hujan tinggi, debit air dapat meningkat dan berpotensi meluap di beberapa titik.

